
Lu Xiang tidak mengikuti timnya yang merayakan kemenangan di rumah banmei dan bersenang-senang karena waktu jam malam serta tidak ingin bergabung dengan ditemani oleh para wanita.
Ia segera berpamitan pada temannya dan pergi ke atas bukit untuk menjemput Adelia dan kedua adiknya. Di tengah perjalanan, Lu Xiang hanya tersenyum menanggapi respon antusias dari para penonton.
"Kau menang sayang!! Kau sangat hebat, aku sangat bangga padamu Lu Xiang!!" Adelia yang masih euphoria dengan suasana kemenangan melompat ke arah Lu Xiang membuat laki-laki itu panik dan segera menangkapnya.
"Kau hamil hampir 6 bulan sayang. Jangan melompat sembarangan, bagaimana jika kau jatuh?!".
"Kan ada kau yang akan menangkap ku sayang. Aku percaya kau bisa menangkap ku dengan tanggap".
Bibir Lu Xiang berdenyut pasrah, ia hanya bisa mencubit pipi chubby istrinya dengan gemas hingga Adelia merintih kesakitan baru ia lepaskan.
"Kak Xiang!! Kak Xiang kau menang!!" Lu Shan memeluk pinggang kakaknya dengan wajah memerah penuh semangat.
Lu Cheng juga bersemangat walaupun tidak sehisteris adiknya namun anggukan kepala kuat berkali-kali menunjukkan perasaannya yang sebenarnya.
Keluarga kecil itu tertawa bahagia dan pulang dibawah tatapan orang-orang dan untuk sekian kali banyak wanita yang cemburu akan keharmonisan hubungan Lu Xiang dan Adelia.
Kemenangan tim merah membuat nama Chen Xirang dan Song Yuan dikenal oleh masyarakat di kota Fucheng, terlebih Lu Xiang. Biografi ia dan keluarganya kembali mencuat di pikiran warga Fucheng dan orang-orang kembali teringat akan proyek tanggul yang berasal dari ide laki-laki muda itu.
Keluarga pejabat dan cendikiawan kembali mempertimbangkan nilai Lu Xiang, apakah mereka ingin mendorong putri-putri mereka untuk menjadi selir samping atau tidak. Beberapa dari mereka memutuskan untuk melihat keadaan terlebih dahulu sebelum bertindak.
Lu Xiang membersihkan diri dan mengganti baju sarjana biasanya lalu mengajak Adelia dan kedua adiknya untuk makan di luar.
Keluarga Lu Xiang pergi ke restoran Fuyuan yang juga memiliki cabang di bagian dalam kota Fucheng.
Pelayan segera menyambut hangat kedatangan mereka dan menuntun ke ruang VIP di lantai kedua. Seorang pelayan mengenali Lu Xiang dan segera memberitahu manajernya.
"Selamat datang di restoran Fuyuan tuan Xiefu nyonya Xiefu. Saya Xie Lao manajer disini, senang sekali bertemu dengan anda sekalian. Manajer Xu mengirimkan surat dan menceritakan tentang anda tuan dan nyonya".
__ADS_1
"Senang juga bertemu dengan anda manajer Xie, tolong sampaikan salam kami pada manajer Xu. Apa manajer Xu kabarnya baik-baik saja?"
"Kabar manajer Xu baik-baik saja tuan, manajer Xu juga menyampaikan salam pada tuan dan nyonya. Ini menu spesial restoran di musim panas" Manajer Xie memberikan menu pada Lu Xiang dan Adelia serta kedua adiknya.
Adelia dan keluarganya memesan beberapa menu lalu bercengkrama serta kembali memuji kemampuan Lu Xiang dalam bermain sepak bola Cuju. Ia tidak menyangka bahwa suaminya cukup mahir dalam memainkan permainan tersebut.
Selesai makan, mereka pun pulang namun diperjalanan Lu Xiang memberhentikan kereta kuda di depan toko kue De Xiang.
Tidak seperti beberapa hari yang lalu, toko De Xiang yang sudah direnovasi menjadi seperti sedia kala. Adelia tersenyum senang dan lega, akhirnya toko miliknya dapat beroperasi kembali, semenjak tutup banyak pelanggan yang kecewa karena tidak bisa menikmati kue puding dan parfait seperti Jun Shi salah satunya, Lu Shan banyak bercerita dengan sedikit nada kesal karena temannya selalu menanyakan kapan toko De Xiang akan kembali dibuka.
Namun senyum Adelia menghilang ketika mengingat dalang kejadian itu belum ditemukan. "Lu Xiang. Apa akan terjadi lagi kebakaran di toko kita karena pelakunya belum ditemukan?".
Lu Xiang memeluk pinggang Adelia dengan posesif. "Tidak sayang. Kejadian itu tidak akan mungkin terulang kembali karena Prefek Zhong sudah meningkatkan jumlah petugas patroli di malam hari. Mereka tidak akan mungkin bisa mengulanginya lagi".
Adelia mengangguk pelan, walaupun ia tidak begitu lega karena faktanya pelaku tidak bisa ditangkap oleh petugas yamen menunjukkan bahwa mereka bukan amatiran namun tidak ada gunanya ia memikirkan keras tentang hal yang belum terjadi.
Lu Xiang menjadi lega ketika melihat raut wajah istrinya berubah menjadi lebih baik. Walaupun ia tau siapa pelakunya namun kurangnya bukti tidak bisa membuatnya menghukum sang pelaku namun ia tidak akan melupakan dan lebih waspada pada gerak-gerik Liang Chenyue.
Besoknya, Adelia menerima surat dari Xiaowen, istri Li Jin bahwa ia akan pergi ke Fucheng untuk menemani suaminya dalam mempersiapkan ujian sekalian membawa persenan Adelia pada toko De Xiang di kota Cheng.
Adelia sangat senang mendapatkan surat tersebut, ia lalu membalas dan menyuruh pelayannya untuk membawa surat itu ke dermaga agar cepat sampai. Ia memberitahu pada Xiaowen bahwa wanita itu dapat menginap di rumahnya jika belum menyewa rumah.
Ia tersenyum senang. Jika Xiaowen tinggal di rumahnya maka ia tidak akan kesepian dan bosan karena mempunyai teman bicara.
&&&
Di Akademi, Lu Xiang melakukan kegiatan seperti biasanya, masuk kelas dan pergi ke kantor divisi matematika selesai dari akademi. Intensitas belajar menjelang dekatnya ujian Sheng-shih meningkat membuat Lu Xiang berpikir untuk cuti sementara pada pekerjaannya jika diizinkan.
Tidak lama ia harus libur karena melihat proses akhir proyek tanggul dan irigasi lalu memfokuskan diri untuk mempersiapkan ujian Sheng-shih.
__ADS_1
Sore harinya ketika hendak ingin ke kantor, Lu Xiang bertemu dengan Miao Sheng yang tidak pernah menjumpainya selama ia tinggal di Fucheng.
"Miao Sheng?" Ucap Lu Xiang terkejut.
"Kakak ipar. Apa kabarmu kak? Aku minta maaf baru bisa menemui mu, persiapan ujian dan pernikahan ku membuatku sangat sibuk" Miao Sheng mencari alasan atas ketidakhadirannya selama ini. Namun juga menyindir Lu Xiang yang juga tidak peduli padanya.
Semenjak tiba di Fucheng, Miao Sheng tidak ingin menjadi bayangan Lu Xiang lagi serta tidak ingin di bandingkan oleh siapapun. Beruntung ia berteman dengan Jun Kun dan Liang Shengmao yang berasal dari keluarga cendikiawan, hal itu membuat egonya terobati dan dapat melupakan rasa irinya pada Lu Xiang namun ia tidak menyangka bahwa kakak iparnya bersinar bahkan di Fucheng serta bekerjasama dengan Prefek.
Rasa cemburu dan dengki yang sempat teredam karena ia menerima kenyataan namun egonya yang meningkat karena berteman dengan keluarga besar berpengaruh membuat rasa dengki tersebut kembali muncul.
Benar seperti yang Adelia katakan, Miao Sheng sempat berubah karena Lu Xiang memberinya uang ketika ujian Fu-shih dan ketika statusnya naik maka ia akan kembali menatap remeh pada Lu Xiang, gelar Xiefu tidak ada apa-apanya dengan jabatan walikota.
Akan tetapi Lu Xiang tidak menangkap sindiran tersebut, ia mengangguk. "Kapan kau akan menikah? Selamat Miao Sheng!".
"Terimakasih Lu Xiang. Aku akan melangsungkan pernikahan pada awal bulan depan, aku harap kau bisa hadir di pernikahan ku. Walikota Li pasti senang dengan kedatangan mu" Ucap Miao Sheng pamer.
Lu Xiang menghela napas kecewa. "Aku ingin sebenarnya hadir ke pesta pernikahan mu tapi aku ada urusan dengan Prefek Zhong dan itu membutuhkan waktu satu minggu. Maaf Miao Sheng aku dan Adelia tidak bisa hadir, kau tenang saja aku akan mengirim hadiah untukmu dan istrimu. Sekali lagi selamat atas pernikahan mu". Ia tulus memberitahu Miao Sheng tentang alasan ketidakikutsertaannya dalam acara tersebut.
Senyum Miao Sheng sesaat retak namun ia segera tersenyum kembali. "Tidak apa-apa. Aku mengerti kakak ipar, tapi kalau boleh tau, apa urusan yang kau bicarakan dengan Prefek Zhong? Jika itu rahasia, kau tidak perlu memberitahu ku".
Lu Xiang mengangguk tidak masalah. "Proyek tanggul yang Prefek Zhong lakukan sudah hampir selesai. Prefek Zhong menyuruh ku untuk melihat hasil akhirnya bersama".
Miao Sheng tertegun. Ia tidak menyangka bahwa Prefek Zhong menyuruh Lu Xiang melihat hasil akhir proyek bersama, itu menunjukkan apresiasi Prefek Zhong lebih dari yang ia bayangkan. Ia berpikir walaupun Lu Xiang dapat mengenal Prefek Zhong namun itu hanya karena idenya semata setelah itu selesai Lu Xiang yang tidak memiliki nilai lagi pasti akan tampak biasa di mata Prefek Zhong.
Walaupun di mata orang lain Lu Xiang mempunyai dukungan dari Prefek Zhong namun itu hanya dua sampai tiga tahun saja sampai masa pemerintahan Prefek Zhong di kota Fucheng selesai sebelum di pindahkan ke kota yang lebih besar. Sehingga Lu Xiang berbeda dengannya yang memiliki hubungan pernikahan dengan keluarga Li.
Jika masa jabatan Walikota Li selesai dan jabatannya meningkat mata statusnya sebagai menantu keluarga Li juga meningkat tidak peduli apakah ia lulus ujian Sheng-shih atau tidak.
Namun sepertinya status Lu Xiang di mata Prefek Zhong lebih dari yang ia perkiraan. Apa ia harus berteman baik lagi dengan Lu Xiang? Namun jika perkiraannya salah maka akan menjadi bumerang untuk dirinya sendiri.
__ADS_1
Akhirnya Miao Sheng memilih taktik menunggu dan melihat. Jika dugaannya benar maka tidak terlambat menjalin hubungan baik kembali dengan suami sepupunya.