
Hari ini adalah hari dimana ujian berlangsung. Adelia bangun pagi buta untuk memastikan kembali peralatan dan makanan yang akan dibawakan oleh suaminya.
"Semua telah kau persiapkan Lu Xiang? Coba periksa lagi barang apa saja yang ingin kau bawa".
"Semuanya sudah siap sayang. Tidurlah lagi, kau tidak perlu mengantarkan ku sampai gerbang". Lu Xiang mengelus pipi istrinya sembari tersenyum lembut.
Adelia mengangguk dan mencium telapak tangan yang menempel di pipinya. "Hati-hati di jalan sayang. Jawablah soal dengan tenang dan aku yakin kau akan mendapatkan juara 1 seperti sebelumnya".
Senyum Lu Xiang semakin mengembang, ia menangkupkan kedua pipi istrinya lalu mencium bibir ranum Adelia begitu dalam hingga istrinya kehilangan kekuatan pada kakinya dan bertumpu padanya.
"Aku pergi sayang".
"Ya. Hati-hati di jalan sayang".
Lu Xiang kembali mengecup bibir mekar itu berkali-kali hingga Adelia tertawa dan memukulnya dengan manja baru ia lepaskan dan memeluk istrinya untuk terakhir kali.
"Jaga kesehatan mu baik-baik sayang, jangan membuatku khawatir kau mengerti?".
"Ya ya sayang. Cepatlah pergi".
Lu Xiang pergi dengan enggan, ia sampai ke gedung dimana ujian dijalankan dan bertemu dengan Song Yuan, Li Jin, Wang Tianjin yang baru saja tiba sepertinya.
"Chen Xirang dan Zhang Yunlei belum datang?" Lu Xiang mengedarkan pandangannya mencari dua temannya tersebut.
Walaupun masih pagi buta namun sudah banyak para pelajar yang hadir untuk mengikuti ujian.
"Belum. Ah! Itu mereka".
Baru saja dibicarakan, kedua laki-laki itu sampai dengan langkah gelisah takut kelewatan waktu ujian.
"Ha~ aku tidak terlambat. Kita tidak terlambat Yunlei".
"Kenapa kalian baru sampai?" Kelima temannya sama-sama tinggal di Akademi sehingga ia heran dua temannya datang pisah dengan lainnya.
"Kami ingin ke kamar mandi dulu. Hehe" Chen Xirang menggaruk kepalanya bersalah.
Keenamnya lalu mengantri dan saling mengingat untuk waspada serta terus memeriksa barang-barang mereka agar tidak ada benda asing yang masuk ke dalam keranjang yang mereka bawa.
Petugas yamen mulai memeriksa satu persatu sarjana yang akan mengikuti ujian setelah memanggil nama dan tempat desa mereka.
Pemeriksaan ujian Sheng-shih lebih ketat daripada ujian sebelumnya karena konsekuensi hukuman lebih berat jika mereka ketahuan gagal memeriksa teliti para kandidat tersebut.
Satu jam kemudian, Lu Xiang dan temannya dipanggil. Seperti sebelumnya ia harus melepaskan baju dan celana hingga menyisakan ****** ***** saja.
__ADS_1
"Maafkan atas kelancangan saya Xiefu Lu" Petugas yamen mengenal Lu Xiang dan mencoba untuk tidak meninggalkan kesan tidak baik pada pemuda tersebut.
"Anda hanya menjalani tugas petugas Li, anda tidak perlu meminta maaf".
Lu Xiang merentangkan tangannya agar petugas keamanan lebih leluasa memeriksa tubuhnya lalu pergi ke samping untuk memakai pakaiannya kembali.
Jawaban rendah hati itu membuat para petugas merasa dihargai dan senang serta kesan pada Lu Xiang semakin tinggi.
Berbeda dengan ujian sebelumnya, ujian Sheng-shih diadakan dalam bentuk tiga sesi, satu sesi akan diberi waktu tiga hari dalam menyelesaikan soal sehingga stempel hitam tidak berlaku untuk ujian Sheng-shih, tidak mungkin para sarjana dapat menahan untuk tidak buang air dalam tiga hari tersebut.
&&&
Di sebuah kediaman besar dan elegan, seorang laki-laki duduk tegak dengan tatapan fokus, tangannya yang memegang kuas menari-nari di atas kertas, menulis puisi yang ia karang sendiri namun ditengah tulisan ia berhenti karena mengingat sesuatu.
Laki-laki itu berbadan tegap dan berdada bidang, mata Phoenix serta rahang tegas menunjukkan ketampanan yang maskulin namun yang membuat laki-laki yang berusia hampir kepala empat tersebut merasa berbeda dengan lainnya adalah pakaian yang ia kenakan.
Pakaian hanfu berwarna biru dongker itu lebih unik karena memiliki bordiran cakar naga di bahunya, semua orang di ibukota akan mengenal baju kebesaran yang khusus dipakai oleh putra mahkota.
"Juan".
Seorang laki-laki memakai pakaian serba hitam tiba-tiba di hadapan Murong Xianming, ia berlutut sebelah kaki dan menundukkan pandangannya.
"Saya menghadap putra mahkota, anak naga yang diberkati".
"Ha~, sudah aku bilang jangan memanggilku seperti itu".
Murong Xianming pasrah oleh sikap kaku pengawal pribadinya, ia menopang wajah dengan sebelah tangannya sedangkan tangannya lainnya mengetuk meja dengan gerakan monoton.
"Hari ini mereka sampai di Fucheng kan Juan?".
"Ya putra mahkota".
"Oh! Bukankah hari ini juga hari ujian Sheng-shih berlangsung?".
"Ya putra mahkota".
"Tidak lama lagi pemuda itu akan datang ke ibukota. Aku tidak menyangka bahwa ide brilian itu datang dari seorang laki-laki muda sepertinya. Hahaha~ dia bahkan berani mencari tau situasi politik di ibukota sebelum menginjakkan kakinya kemari. Bukankah dia sangat menarik Juan?".
Ia mendapat kabar dari Jansenxui bahwa Lu Xiang mencari informasi mengenai situasi yang terjadi di ibukota Nanjing dan meminta pendapatnya tentang apa saja yang harus dan boleh mereka tulis.
Siapa sangka bahwa pemilik toko Jansenxui yang menyebar di berbagai ibukota provinsi adalah putra mahkota, bahkan Kaisar pun tidak mengetahuinya.
Hal ini terjadi ketika ia sebagai pangeran pertama lahir, keluarga Cheng menggunakan koneksi bisnis mereka untuk mendirikan toko Jansenxui yang dikelola oleh orang lain.
__ADS_1
Mereka mendirikan toko tersebut di kota kecil yang jauh dari ibukota demi menghindari pengawasan dari Kaisar dan Jansenxui berkembang hingga saat ini berkat pengelolaan yang dilakukan oleh Murong Xianming yang saat itu berusia 17 tahun ketika kakeknya menyerahkan token kepemilikan padanya.
Keluarga Cheng berkembang pesat berkat gelar Ratu yang anak perempuan mereka kenakan serta gelar putra mahkota namun semenjak Ratu Cheng meninggal dunia 8 tahun yang lalu, Kaisar mengalihkan kasih sayangnya kepada Yang Guifei dan mulai menekan keluarga Cheng sehingga keluarga maternal putra mahkota tidak lagi berjaya seperti pada masa keemasannya.
Juan hanya diam, ia tau bahwa putra mahkota tidak butuh jawaban apapun.
"Aku menyukai karakter yang dia miliki, aku dengar istrinya juga sama hebatnya seperti dia".
Setelah tau informasi apa yang Lu Xiang inginkan, Murong Xianming merasa penasaran dan mencari tau semua informasi yang berhubungan dengan Lu Xiang lalu tertegun karena wine anggur yang diberikan oleh Cheng Yuwen lebih dari enam bulan yang lalu.
"Anda memuji mereka terlalu berlebihan putra mahkota".
Murong Xianming menggeleng tidak setuju. "Kau terlalu meremehkan mereka Juan, siapa wanita dan laki-laki dari kalangan miskin namun dapat mengembangkan usaha dengan konsep unik serta memberi ide brilian yang tidak dapat dipikirkan oleh sarjana Jinshi lainnya? Jika saja aku tidak mencoba mengkonfirmasi kebenaran itu mungkin aku sendiri tidak percaya".
Juan diam sesaat dan membuka mulutnya untuk bertanya. "Apa tuan yakin dengan identitas mereka? Mereka tidak berpura-pura menjadi Lu Xiang dan Miao Adelia? Aku takut jika mereka adalah mata-mata dari Kerajaan lain".
Murong Xianming tertawa keras. "Awalnya aku juga berpikir sama namun tidak ada kejanggalan apapun dari sejarah kehidupan Lu Xiang dan Miao Adelia, semua itu berubah bermula dari Adelia yang terpaksa menikah dengan Lu Xiang. Kau tidak perlu khawatir, aku sangat yakin mereka bukan mata-mata".
Semenjak tau kelebihan yang dimiliki oleh Lu Xiang dan ingin merekrut pemuda itu, Murong Xianming menyuruh anak buahnya untuk mencari tau biografi kehidupan Lu Xiang dan keluarganya mulai dari lahir hingga saat ini dengan sangat detail sampai ia tau apa saja yang terjadi pada keluarga itu sehingga ia tidak berpikir dan curiga akan keduanya menjadi mata-mata.
Tentang keanehan yang Adelia miliki karena dapat membuat sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya, Murong Xianming tidak peduli karena ia juga mendapat keuntungan darinya.
Berkat wine anggur yang Adelia buat, ia mendapat apresiasi dari Kaisar dan anak buahnya kembali dipercayai oleh pemilik Kerajaan Murong tersebut.
"Juan, sampaikan pada Cheng Yuwen untuk kembali menjalin hubungan dengan istri Lu Xiang, aku dengar ia membuat wine lainnya yang bernama wine rosella? Hahaha, wanita itu begitu berani berbohong pada sepupuku agar tidak lagi membuat wine untuknya, wanita yang pemberani".
"Dia dan Lu Xiang tau bahwa keluarga Cheng adalah keluarga maternal anda sehingga tidak ingin di pautkan dengan anda ketika mereka pindah ke ibukota".
"Hahaha! Bukankah mereka sangat menarik Juan? Baru kali ini ada orang yang ingin menjauh darimu bukan melakukan apapun untuk berada dalam payung kekuasaan ku".
"Mereka berpikir rasional dan tidak serakah. Aku pikir mereka ingin hidup sederhana dan tidak mencolok".
Murong Xianming setuju akan jawaban Juan. "Lalu kau pikir apa yang membuat orang yang ingin hidup sederhana seperti Lu Xiang mulai kehausan kekuasaan?".
"Hamba tidak tau tuan".
"Keluarga!, aku dengar Lu Xiang begitu menyayangi istrinya hingga menolak lamaran yang datang untuknya dan bahkan mengatakan tidak ingin memiliki selir".
Alis Juan terangkat naik. "Anda percaya pada rumor itu?".
"Percaya tapi tidak sepenuhnya. Itu karena dia belum menginjakkan kakinya ke ibukota, bukankah sarjana lainnya juga berpikiran sama seperti Lu Xiang".
"Ya tuan. Aku yakin Lu Xiang tidak ada bedanya".
__ADS_1
Laki-laki mana yang betah dengan satu wanita saja, apalagi ketika sistem poligami diharuskan. Ia yakin bahwa Lu Xiang belum mendapatkan kesempatan emas, pemuda itu memiliki pemikiran yang dalam dan penilaian yang tinggi sehingga lamaran tersebut tidak membuatnya goyah.
Tanpa Lu Xiang dan Adelia sadari, putra mahkota sudah lebih dulu meletakkan tatapan dan perhatian pada mereka sebelum mereka pergi ke ibukota.