
Setelah melakukan semua persiapan, akhirnya toko kue De Xiang dapat dibuka di kota Fucheng.
Lu Niang sudah mendapatkan 6 pegawai dan baju seragam juga sudah selesai dipesan. Adelia memutuskan untuk memperkerjakan Lu Niang sebagai manajer sementara sebelum ia mendapat manajer yang dapat ia percayai.
Walaupun Lu Niang dapat melakukan pekerjaan manajer namun Adelia tidak bisa menempatkannya menjadi manajer De Xiang karena wanita itu bukan warga lokal yang dapat mengetahui berbagai informasi tentang keluarga besar yang ada di Fucheng serta menjalin koneksi dengan orang lain.
Statusnya sebagai budak membuat orang-orang akan meremehkan, walaupun Adelia dapat melepaskan status budak namun budak seperti tinta hitam yang tidak dapat dicuci dalam kehidupan orang yang pernah merasakan status tersebut.
"Besok kau membuka toko kan sayang? Aku akan meminta libur untuk menemanimu".
Lu Xiang, Adelia dan kedua adiknya senang sarapan di rumah utama. Beruntung hari ini adalah hari tes ujian menjadi asisten guru karena besok ia dapat menemani istrinya.
"Kau meminta libur? Apa itu tidak merugikan mu? Kau baru beberapa hari sekolah, kau akan menimbulkan kesan buruk jika kau meminta libur lagi".
"Tidak apa-apa sayang. Akademi Wangxie memakai sistem poin, aku hanya mendapat pengurangan poin ketika libur dan poin itu dapat diganti ketika aku lulus tes setiap minggunya. Jadi kau tidak perlu khawatir".
Adelia masih tampak ragu apakah libur akan berdampak buruk pada suaminya atau tidak.
"Itu bukan masalah sayang. Banyak sarjana lain yang libur seperti ku jika mereka banyak memiliki poin". Mendapatkan poin tidak hanya dengan tes mingguan tapi juga ketika membantu akademi seperti membersihkan toilet atau ruangan kosong atau membantu para guru di sana sehingga bagi sarjana yang terbentur dengan pekerjaan atau lainnya mereka akan melakukan lebih setelah urusan mereka selesai.
"Baiklah" Melihat suaminya yang bersikeras untuk ikut menemaninya dalam acara pembukaan toko, Adelia pun mengangguk setuju.
"Kak. Apa aku sudah bisa mengundang teman-temanku untuk datang ke toko?". Lu Shan sudah menantikan pembukaan toko kue dari beberapa hari yang lalu.
"Tentu saja. Lu Cheng, kau juga harus mengundang temanmu".
Lu Cheng tersenyum kecil. "Baik kak". Setelah beberapa hari sekolah di akademi, ia pun mendapatkan teman yang serius sepertinya dan teman cerewet yang tidak bisa berhenti berbicara walaupun sudah ia abaikan. Keduanya bernama Lei Xun dan Sheng Xiaobao.
"Kau juga harus mengundang temanmu Lu Xiang. Ajak Xirang, Yuan dan Tianjin".
Lu Xiang tertegun dan terkekeh lucu membuat Adelia bingung.
"Mengapa kau tertawa?".
"Mereka tidak akan mau ikut, image mereka akan turun jika mereka makan makanan manis".
Adelia segera membantah tidak setuju. "Bagaimana mungkin image akan turun hanya karena makanan manis. Sarjana juga ada yang menyukai manis-manis". Ia melihat banyak laki-laki yang berpakaian pelajar yang membeli kue tart sewaktu ia di kota Cheng.
__ADS_1
"Ya. Tapi toko kue identik dengan toko wanita karena banyak pelanggan yang membeli kue itu wanita. Jika mereka suka kue tart maka mereka hanya akan membeli kue tart dan membawanya pulang, setidaknya orang akan berpikir bahwa ia membeli untuk keluarganya". Jangan remehkan sarjana yang menjaga reputasinya, ia bahkan rela mengambil jalan panjang hanya untuk mempertahankan agar reputasinya tidak menurun.
Adelia speechless karena sedikit mengerti apa yang suaminya katakan. Sepertinya memang benar yang Lu Xiang katakan, walaupun sarjana juga akan datang ke toko De Xiang namun itu bersama dengan keluarganya.
"Baiklah. Kau tidak perlu mengundang temanmu" Akan sangat canggung melihat sarjana yang tidak nyaman duduk di toko kue karena memikirkan reputasinya.
Lu Xiang menggeleng kepala. "Tidak. Aku akan mengundang mereka" Senyum jahil tercipta di bibirnya.
Adelia memutar bola mata jengah akan sikap labil suaminya.
&&&
Lu Shan masuk ke kelas dan meletakkan tasnya di atas meja lalu mencari keberadaan temannya.
"Jun Shi, Jun Shi! Kemari lah. Aku ingin mengatakan sesuatu padamu".
Jun Shi yang asik bercengkerama dengan dua pengikutnya yaitu Ling Xiao dan Zheng Hui segera menghampiri Lu Shan karena nada antusias teman barunya.
"Ada apa? Ada apa?. Tasnya sudah dijual?! Dimana? Aku akan membelinya".
Lu Shan menatap bingung lalu menggelengkan kepalanya.
"Aku akan mentraktir mu makan makanan enak". Ucap Lu Shan lalu menunggu temannya berteriak senang.
Namun tidak sesuai dengan ekspektasinya, Jun Shi malah semakin kecewa. Ia sudah mencicipi semua makanan enak di Fucheng, makanan enak yang Lu Shan katakan pasti sudah ia cicipi sebelumnya.
"Aku tidak mau".
Lu Shan tertegun. "Kenapa kau tidak mau?"
"Jun Shi sudah merasakan semua makanan enak di Fucheng dan bahkan di ibukota jadi makanan yang kau bilang enak itu pasti sudah ia makan sebelumnya". Liang Xiao menjelaskan perkataan bosnya.
"Ya. Jadi bos tidak perlu kau traktir".
Lu Shan semakin tertegun. "Benarkah? Tapi aku mengundangmu untuk ke toko kue kakak ipar ku. Dia membuat kue sangat enak, lembut dan sangat manis. Kue tart buatan kak Adel bahkan sangat kenyal"
"Kak Adelia membuka toko kue? Bukannya dia akan menjual tas?"
__ADS_1
"Menjual tas itu bersama dengan orang lain. Ini toko kue tart yang sudah dibuka di kota Cheng sebelumnya, kau yakin tidak ingin mencicipinya? Keu tartnya sangat manis, lembut dan punya rasa belum pernah kau cicipi sebelumnya". Lu Shan menggambarkan bagaimana enaknya kue puding yang ia makan, tangannya memegang kedua pipinya yang gembul dan menggerakkan mulut seakan ia sedang memakan kue puding yang sangat enak itu.
"Kue tart? Aku juga sudah merasakan kue tart, baru-baru ini ada dua toko kue tart yang buka. Kakak ipar mu juga menjual kue tart?".
"Ya. Tapi berbeda dengan kue tart sebelumnya. Kau ingin aku traktir atau tidak?".
Jun Shi berpikir sesaat, ia melihat Lu Shan yang sedang membayangkan kembali bagaimana rasa kue tart puding dan menjadi penasaran.
"Baiklah. Aku akan ikut".
"Aku juga akan ikut".
"Ya kau harus mengundang kami juga" Ling Xiao dan Zheng Hui juga tidak ingin kalah dari bos mereka.
Lu Shan mengangguk setuju.
Sheng Xiaobao yang mendengar percakapan Lu Shan tersenyum lebar dan matanya membesar. Ia segera berlari ke meja Lu Cheng.
"Lu Cheng. Kakak ipar mu akan membuka toko kue kan? Kau juga akan mengajakku untuk mencicipi kue tart itu kan? Jam berapa kita harus berangkat? Apa aku harus libur, tapi guru Fu pasti tidak akan menyetujuinya. Bagaima...".
"Diam lah. Kau sangat berisik". Lu Cheng menghela napas panjang, temannya yang satu ini seperti mak comblang yang punya beberapa mulut untuk berbicara.
"Katakan! Apa kau akan mengajakku? Kau pasti akan mengajakku makan di toko kue kakak ipar mu kan? Kan?!".
"Ya" Jawab Lu Cheng lemah.
"Hahaha. Aku akan mengajak Lei Xun!" Lei Xun berbeda kelas dengan keduanya, Sheng Xiaobao berlari beberapa langkah lalu kembali ke meja Lu Cheng.
"Lu Cheng! Bagaimana jika aku juga mengajak adikku? Apa sepupuku juga boleh ikut? Wahh! Pasti akan sangat ramai dan meriah jika semua bisa ikut".
"Terserah mau saja. Sekarang pergi jangan ganggu aku".
"Baik bos! Ah, Lei Xun juga harus ikut, dia juga bisa membawa sepupunya atau saudara lainnya" Sheng Xiaobao berbicara sembari berlari keluar.
Lu Cheng kembali menghela napas panjang, walaupun sudah beberapa ia mendengar celotehan yang tiada hentinya itu namun ia tetap saja tidak sabar dalam mendengarnya.
&&&
__ADS_1
Lu Kai dan Lu Tao memasang pamflet toko yang sudah ditulis oleh Lu Xiang sendiri, Lu Niang membagikan seragam pada pegawai sembari mengajarkan mereka apa saja menu kue serta dan apa saja yang harus diperhatikan.
Adelia melihat toko kuenya yang sudah jadi lalu menyuruh Lu Tian untuk menyebarkan berita bahwa disini besok akan dibuka toko kue tart, selain itu juga memberitahu pada keluarga besar lainnya bahwa taman bunga dapat dibooking untuk acara keluarga atau pesta.