Menjadi Istri Marquis

Menjadi Istri Marquis
Kembali kerjasama dengan paman Xu


__ADS_3

Apakah pangeran pertama putra mahkota? Atau pangeran ketiga atau pangeran keempat?.


Mata Lu Xiang berkilat, sepertinya antara pangeran pertama dan pangeran keempat karena pangeran ketiga adalah pangeran yang cukup arogan karena kasih sayang Kaisar pada ibu dan dirinya sehingga ia tidak ingin bertindak low key dan lebih memilih high profil.


Namun ketika berpikir lebih lanjut, Lu Xiang akhirnya berkesimpulan bahwa pria yang ia lihat adalah pangeran pertama putra mahkota!! Karena berdasarkan informasi pangeran keempat adalah pangeran yang lebih memilih literasi daripada militer sehingga tubuhnya pasti tidak kekar dan bertindak elegan dan berwawasan seperti sarjana biasanya.


Lu Xiang menghela napas dan memilih untuk tidak memikirkannya lagi, siapapun yang ia temui tidak akan membuatnya tertarik pada pengetahuan yang ia miliki.


Lu Xiang tidak tau bahwa mereka memang tidak terlalu mementingkan pengetahuan yang ia miliki namun pengakuan dari Kaisar lah yang membuat mereka tertarik untuk menariknya ke dalam fraksi mereka.


Keesokan harinya, Lu Xiang dan teman-temannya pergi ke tempat berlangsung nya ujian untuk melaporkan dan mendaftarkan diri sebagai peserta setelah menunjukkan dokumen bahwa mereka adalah sarjana Juren.


Baru setelah itu mereka berkeliling kota Shenyang bagian dalam untuk mencari rumah sewa agar lebih dekat dengan gedung tempat ujian akan berlangsung namun sialnya setelah mencari tau ke sana kemari mereka tidak menemukan rumah apapun untuk dapat di sewa karena semuanya sudah dibooking oleh sarjana lain.


Alasan mereka mencari rumah sewa daripada menginap di penginapan karena ketatnya persaingan di antara peserta ujian, hal ini telah diceritakan oleh guru-guru sarjana Jinshi maupun Juren yang pernah mengikuti ujian Hui-shih namun gagal karena terjebak dalam jebakan peserta lainnya.


Di bandingkan penginapan, rumah sewa lebih sulit untuk di manipulasi sehingga lebih aman. Untuk soal keselamatan mereka sebenarnya Wang Tianjin dan Zhang Yunlei khawatir setelah mendengar berita tersebut namun para guru di Akademi telah memberitahu bahwa keselamatan tidak perlu mereka cemaskan karena Kaisar tidak akan tinggal diam jika ada orang yang berani melakukan tindakan berlebihan hingga mencoba melenyapkan nyawa peserta lainnya.


Lu Xiang akhirnya menyerah setelah menghabiskan beberapa jam namun tidak kunjung mendapatkan rumah sewa yang mereka inginkan dan memilih untuk menyewa rumah di bagian luar kota Shenyang.


"Sepertinya kita harus lebih pagi daripada yang lainnya". Celetuk Wang Jiayou.


"Kau benar" Wang Tianjin dan Zhang Yunlei mengangguk setuju.


Keempat orang tersebut segera pindah dari penginapan lalu membersihkan rumah tersebut sekedarnya dan duduk beristirahat.


Mereka tidak menyewa pelayan lainnya dan beruntung Lu Cai dapat memasak walaupun tidak terlalu enak namun itu cukup untuk mengganjal perut mereka.

__ADS_1


Lu Xiang membantu turunkan barang-barang yang ia bawa ke dalam kamar lalu menghitungnya sebelum duduk beristirahat.


Ia melihat wine dan bubuk teh berkualitas yang dipersiapkan oleh Adelia untuk Shu Taifu, awalnya ia berpikir untuk mengunjungi kediaman Duke Shu Taifu keesokan harinya namun ia akhirnya mengundurkan niatnya setelah mengetahui bahwa pemimpin yang mengawasi ujian Hui-shih adalah beliau, ia tidak ingin orang-orang berpikir bahwa ia dekat dengan Shu Taifu dan dituduh nepotisme.


&&&


Di kota Fucheng, Adelia kedatangan tamu tak terduga yaitu manajer Xu, manajer yang mengelola restoran Fuyuan di kota Cheng yang kemudian mendapatkan promosi untuk mengelola restoran di kota besar di provinsi lain.


"Paman Xu! Sudah sangat lama kita tidak bertemu!! Silahkan duduk". Adelia menyambut dengan hangat.


"Ya, sudah sangat lama kita tidak bertemu. Apa kabarmu Adelia?". Paman Xu merasa lega bahwa Adelia masih mengingat dan menyambut baik dirinya.


"Aku baik paman, bagaimana denganmu? Apa paman sudah pindah ke restoran Fuyuan di kota besar?".


"Hahaha sudah sudah, paman datang ke sini karena ingin melakukan pengawasan pada restoran di kita Fucheng dan kota kecil di sekitar dan teringat padamu sehingga paman datang berkunjung. Paman harap kunjungan paman tidak merepotkan mu".


"Hahaha, aku dengar bahwa kau sudah melahirkan? Selamat Adelia, aku yakin anakmu akan mewarisi kepintaran Lu Xiang dan inovatif darimu".


"Hehe, terimakasih paman. Baobao sedang tidur, jika dia bangun aku akan menunjukkannya pada paman".


Mereka lalu membahas tentang restoran baru yang paman Xu kelola atau kabar yang beredar di kota Fucheng.


"Apa kau sudah mulai membuat wine kembali Adelia?" Paman Xu akhirnya ke topik utama maksud kunjungannya.


Adelia tertegun dan mengangguk pelan.


"Bagus!! Apa kau akan menjualnya?".

__ADS_1


"Apa paman ingin membelinya?" Adelia menjawab dengan pertanyaan lainnya.


Paman Xu mengangguk tidak malu. "Wine milikmu sangat berkualitas, jika kau bermaksud menjualnya maka paman pasti akan membelinya".


Adelia diam sesaat, ia berpikir keras tentang apakah ia setuju menjual wine itu kembali dan menghubungkan koneksi dengan keluarga maternal putra mahkota? Atau menolaknya karena tidak ingin suaminya terjebak dalam fraksi tersebut.


Lu Xiang yang tidak berada di rumah membuat Adelia tidak bisa mengambil keputusan namun ia tau bahwa ia harus memberikan jawaban hari ini juga, jika ia mengulur waktu hingga yakin pangeran mana yang memiliki potensial menduduki tahta maka itu akan sangat terlambat dan menyinggung putra mahkota.


Ia tau bahwa keluarganya tidak bisa melawan orang paling berkuasa selain Kaisar dan Ibu Suri tersebut. Adelia akhirnya menghirup napas dalam dan memutuskan untuk bertaruh, putra mahkota berdasarkan dari gelar adalah orang yang memiliki potensial yang lebih tinggi untuk duduk tahta, ia harus mengambil kesempatan ini dan lagipula tidak punya pilihan lain, menolak adalah hal yang tabu bagi pangeran karena mereka yang sudah terbiasa tidak mendapat penolakan apapun akan merasa terhina jika ditolak oleh seorang perempuan rendah sepertinya.


"Berapa yang ingin paman beli? Adelia memang membuat beberapa wine tapi tidak banyak karena kondisi hamil sebelumnya".


"Hahaha, paman tau bahwa kau memang yang terbaik dan dapat diandalkan Adelia. Berapa banyak yang bisa kau jual?". Mata paman Xu berkilat licik, ia tidak menyebutkan nominal dan biar wanita di hadapannya yang menyebutnya sendiri.


"20 kendi wine sedang, 10 wine anggur, 10 wine rosella, aku belum bisa menjual lebih dari ini paman".


Paman Xu tertegun, ia sudah mengetahui jenis wine baru yang Adelia buat dari tuan muda Cheng!! Namun ia tidak menyangka bahwa wanita ini menawarkan wine tersebut padanya.


Tujuan asli kedatangannya ke Fucheng tentu saja ingin bertemu dengan Adelia dan membeli wine darinya namun tuan muda Cheng berpesan bahwa jangan menyampaikan terlalu gamblang tujuan aslinya dan jangan pula memaksa Adelia untuk menjual kan wine padanya karena ia tidak ingin memberi kesan buruk pada pasangan tersebut.


Paman Xu menepuk pahanya dengan semangat!!. "Baiklah, paman akan membayar 3 kali lipat dari harga yang sudah kita sepakati sebelumnya. Jangan menolak Adelia, paman tau bahwa biaya pembuatan wine di Fucheng lebih mahal daripada di kota Cheng".


Adelia tertawa senang dan mengangguk setuju, keduanya segera membuat kontrak.


Adelia pergi ke gudang penyimpanan bawah tanah dan mengeluarkan 20 wine sebelum menyuruh pelayannya untuk mengangkat wine tersebut.


"Semoga taruhan ku berada pada tempat yang menguntungkan" Walaupun sudah mengambil keputusan namun Adelia masih khawatir jika keputusannya salah dan membahayakan suaminya.

__ADS_1


__ADS_2