
Kereta sapi paman Tang berhenti tepat di sebuah bangunan toko. Lu Xiang membuka gerbang samping dan mulai menurunkan barang-barang lalu membayar 10 koin tembaga pada paman Tang.
"Terimakasih banyak atas bantuannya paman"
Paman Tang tidak enak menerima uang lebih itu namun melihat raut wajah tulus Lu Xiang dan Adelia ia pun akhirnya menerimanya. "Kalau ada apa-apa, kau bisa meminta bantuan ku".
Adelia tau bahwa paman Tang hanya berbasa-basi namun ia tetap mengangguk dan berterimakasih.
Lu Cheng dan Lu Shan melihat bangunan toko yang besar itu dengan takjub. "Ini rumah yang akan kita tempati kak?".
"Ya. Mulai saat ini kita akan tinggal disini. Gimana? Apa kalian suka tempatnya?"
Adelia tersenyum tulus seraya membelai rambut kedua adiknya.
Lu Shan mengangguk kuat sedangkan Lu Cheng diam dan bertanya. "Berapa biaya sewanya kak? Apa mahal?"
Lu Xiang tertawa pasrah. Ia berjongkok dan menatap lembut adiknya yang terlalu cepat dewasa. "Biaya sewanya tidak mahal. Setelah ini kak Adel akan berjualan kue dan aku akan mengcopy buku, kita tidak akan lagi kekurangan uang".
Mata Lu Cheng memerah, ia mengangguk cepat. Akhirnya mereka dapat hidup normal tanpa kekurangan apapun ke depannya. "Apa yang bisa aku bantu kak? Aku juga ingin menghasilkan uang" Ia menggenggam erat tangannya penuh semangat. Lu Shan tampak tertarik dan ikut menatap pada Lu Xiang.
"Kau bisa membantu kakak di toko kue" Jawab Adelia.
Lu Cheng dan Lu Shan mengangguk senang.
Keluarga kecil itu akhirnya masuk menuju rumah belakang, membersihkan ruangan yang ada mulai dari ruang tamu sekaligus ruang depan, tiga kamar serta dapur.
Setelahnya mengatur barang yang mereka bawa dan duduk terkapar kelelahan di ruang tamu. Beruntung furnitur dasar seperti meja, kursi dan ranjang sudah ada jadi mereka tidak harus tidur di lantai untuk malam ini.
__ADS_1
Adelia mengeluarkan beras pulen, sosis, nugget dan daging sapi beku yang ia simpan di space teratai. Hari ini ia akan memasak lezat tanpa takut akan tercium oleh warga desa dan menjadi curiga. Ia juga mengeluarkan wajan, panci serta bumbu masak.
"Humm!! Baunya enak sekali. Kau masak apa kak?" Lu Shan menghirup dalam bau masakan beberapa kali dan terlena. Ia belum pernah mencium bau masakan seharum ini.
"Aku memasak sosis dan nugget goreng serta sop daging sapi. Tunggu lah, sebentar lagi siap".
Lu Cheng dan Lu Xiang yang masih sibuk membersihkan halaman menghentikan kegiatan mereka karena wangi makanan yang sangat harum, air liur mengenang di dalam mulut mereka.
Lu Shan membawa piring berisi sosis dan nugget goreng dengan hati-hati lalu meletakkannya di atas meja makan. Matanya masih fokus pada makanan merah dan kuning emas itu, berkali-kali ia menelan air liur yang memenuhi mulutnya.
Adelia membawa panci nasi ke ruang tamu namun di pertengahan jalan, Lu Xiang mengambil alih panci tersebut. Lu Cheng ikut bantu membawa piring, sendok, sumpit dan gelas.
Terakhir Adelia membawa sop daging sapi dalam panci besar ke tengah meja makan.
Kruuu!!
Adelia menyendok nasi ke piring satu persatu dan meletakkan beberapa sosis dan nugget sebelum akhirnya meletakkan mangkuk kecil berisi sop daging sapi.
Ia tersenyum menatap Lu Xiang dan adiknya lalu mengangguk senang. "Hari ini, kita rayakan hari kita pindah ke kota. Semoga ke depannya kita dapat membeli bangunan toko ini dan tidak perlu menyewa nya".
Lu Xiang mengangguk tersenyum. "Ke depannya kehidupan kita akan menjadi lebih baik".
"Hahaha. Aku tidak akan mengatakan apapun lagi, ayo kita makan". Adelia tertawa lucu melihat ekspresi Lu Shan yang sangat fokus ke makanan hingga air liur keluar dari ujung bibirnya.
"Yeay! Makan" Lu Shan mengambil nugget dengan tidak sabar, meniupnya beberapa kali sebelum memakannya dengan pelan.
"Hati-hati panas" Adelia membantu Lu Shan memotong nugget menjadi lebih kecil agar cepat menjadi hangat.
__ADS_1
"Lu Cheng apa kau ingin juga memotong nuggetnya?"
Lu Cheng menggeleng tanpa kata, ia fokus merasakan rasa nugget yang belum pernah ia rasakan.
Lu Xiang tersenyum lembut sebelum memulai makan siang. Keluarga kecil itu makan dengan lahap dan antusias, hari ini mereka seperti terlepas oleh beban kehidupan dan dapat melihat masa depan cerah di hadapan mereka.
Sore harinya Adelia mengeluarkan kendi wine yang ia letakkan di dalam space teratai agar dapat fermentasi kembali karena space teratai memiliki waktu tetap sehingga wine miliknya tidak akan fermentasi menjadi wine yang dapat di minum.
Sedangkan mulai mempersiapkan dirinya untuk belajar dan mengikuti ujian kenegaraan, ia sudah lama tidak melatih tangannya untuk menulis semenjak kematian ibunya, walaupun otaknya selalu ia latih untuk mengingat namun jika ingin lulus ujian kenegaraan tulisan kaligrafi adalah salah satu yang penting selain jawaban yang benar.
Penyeleksi ujian tidak menggubris jawaban peserta ujian jika tulisan mereka tidak enak dipandang mata, oleh karena itu ia akan melatih keras tangannya agar dapat menulis indah dan rapi. Lu Xiang pun berniat untuk mengambil beberapa buku untuk di copy lalu menjualnya. Ia menulis isi buku 'empat buku dan lima klasik' yang sudah ia hapal di luar kepala.
"Lu Xiang. Waktunya makan malam" Suara Adelia membuyarkan fokus Lu Xiang. Ia tidak sadar bahwa hari sudah petang, ia bahkan menulis dengan keadaan sedikit remang, hanya cahaya oranye kemerahan membantunya untuk dapat melihat.
"Aku akan segera datang" Lu Xiang merapikan semua kertas yang telah ia tulis, menilainya sesaat dan tersenyum tipis. Walaupun sudah beberapa bulan tidak memegang kuas tulis namun ia masih bisa menulis dengan baik, jika ia bisa meningkatkan kualitas tulisannya maka ia tidak akan khawatir lulus hingga ke tingkat provinsi.
"Apa kita akan makan sosis lagi kak Adel?" Lu Shan sudah tidak sabar melahap makanan di atas meja.
"Ya. Besok kita akan makan ikan dan ayam" Adelia masih menyimpan sayap ayam yang di packing dalam space teratai.
Lu Cheng dan Lu Shan bersinar mendengarnya namun Lu Cheng masih tidak memperlihatkan apa yang ia rasakan di wajahnya sedangkan Lu Shan bersorak girang serta mengangguk antusias.
"Kau terlalu memanjakan mereka Adel". Lu Xiang yang baru bergabung tersenyum melihat kegembiraan adiknya.
"Mereka masih kecil" Sudah seharusnya mereka bersikap manja karena masih kecil. Adelia mulai meletakkan nasi pada masing-masing piring.
Lu Xiang yang tau apa yang Adelia maksudnya hanya tersenyum lembut. Hari ini ia kembali bersyukur bahwa Adelia lah yang datang ke kehidupannya, membuat harinya yang muram menjadi gemilang dan bersinar.
__ADS_1