
"Kak Xiang, kak Adel. Kami datang!!" Lu Shan turun dari kereta dengan semangat lalu berlari masuk toko meninggalkan teman-temannya di kereta.
Lu Cheng yang turun belakangan hanya pasrah melihat tingkah tidak elegan adiknya.
"Masuk lah" Ucapnya pada teman Lu Shan dan temannya.
"Wow! Toko keluargamu sangat besar Lu Cheng. Apa nama toko ditulis oleh kakakmu? Tulisannya begitu bagus dan berwibawa. Setelah aku besar nanti aku akan menulis kaligrafi seperti itu juga, penuh kewibawaan dan tegas. Lu Cheng, apa kakakmu dan kakak ipar ada di toko hari ini? Aku ingin bertemu dengan mereka".
Lu Cheng menahan diri untuk tidak emosi dan berjalan masuk, mengabaikan celotehan Sheng Xiaobao yang bahkan tidak bosan dan lelah berceloteh dari akademi hingga sampai ke toko. Lei Xun hanya tersenyum karena sudah terbiasa akan kepribadian cerewet temannya.
"Kak Adel!"
Adelia yang sedang memeriksa data pelanggan VIP mengangkat wajahnya dan tersenyum melihat Lu Shan yang berlari masuk.
"Kau sudah pulang? Mana temanmu?".
Lu Shan tidak menjawab hanya membalikkan badannya melihat ke arah pintu masuk. Jun Shi dan yang lainnya masuk bersama dengan Lu Cheng.
"Kalian semua teman Lu Shan dan Lu Cheng? Senang bertemu dengan kalian semua".
"Apa kabar kakak ipar? Namaku Sheng Xiaobao umurku 6 tahun" Sheng Xiaobao membungkuk sopan dan memperkenalkan dirinya dengan gerakan menggemaskan membuat Adelia tertawa.
"Siapa yang kau kakak ipar? Panggil kak Adel kak Adelia" Lu Cheng speechless oleh sikap sok akrab yang temannya perlihatkan.
Adelia tertawa kecil. "Kau boleh memanggilku kakak ipar. Kau temannya Lu Cheng?".
"Ya kakak ipar".
"Kak Adel. Namaku Jun Shi aku berumur 5 tahun dan baru masuk akademi tahun ini. Senang bertemu dengan wanita cantik seperti mu kak Adel". Jun Shi mempelajari dari ayahnya bahwa wanita akan senang dipuji.
"Hai Jun Shi. Senang juga bertemu denganmu".
Lei Xun dan yang lainnya juga ikut memperkenalkan diri mereka.
"Kalian boleh memesan apa saja. Jika kalian tidak tau menu di dalamnya tanyakan saja pada pegawai ya".
"Lu Shan, Lu Cheng. Bawa teman kalian ke ruang VIP nomor 5".
"Baik kak" Lu Shan mengangguk antusias. Ia sudah tidak sabar memakan kue puding dan kue tart yang manis.
"Kak Xiang dimana kak? Kenapa kakak sendirian disini?".
"Kak Xiang sedang mengantarkan pelanggan VIP ke atas. Kalian naiklah, mungkin kalian bisa bertemu dengan Lu Xiang di sana".
Lu Cheng mengangguk dan menuntun temannya ke ruang nomor 5 lantai dua lalu bertemu dengan Lu Xiang yang keluar dari ruang VIP. Teman Lu Shan dan Lu Cheng kembali memperkenalkan diri mereka.
__ADS_1
"Pesan saja menu pada pegawai, hari ini Lu Shan dan Lu Cheng mentraktir kalian makan kue".
"Terimakasih kak Xiang".
"Lu Cheng, Lu Shan. Temani teman kalian makan kue, aku akan turun menemani Adelia".
"Baik kak".
Semua teman Lu Cheng dan Lu Shan sudah tidak sabar memesan beberapa potongan kue dan minuman pada pegawai. Mereka menelan air liur yang terkumpul di mulut ketika melihat gambar menu yang sangat enak.
"Aku ingin ini, ini dan ini. Untuk minumannya aku ingin ini!".
Mereka memesan dengan antusias lalu berbincang tentang toko gambar yang mereka lihat di menu.
Beberapa menit kemudian, pesanan pun datang. Mata anak-anak kecil itu bersinar melihat kue dan minuman yang ada krim salju diatasnya.
Jun Shi dan Sheng Xiaobao segera mengangkat gelas untuk meminumnya namun ditahan oleh Lu Shan dan Lu Cheng.
"Bukan begitu cara minumnya tapi seperti ini". Lu Shan mengambil sedotan kaca di atas kain merah lalu memasukkannya ke dalam dan menghirupnya. Rasa manis dan kenyal cincau membuatnya memejamkan mata menikmati rasa milk tea.
Jun Shi lalu memperagakan apa yang Lu Shan lakukan lalu matanya melebar dan bersinar. "Ini sangat enak".
Teman lainnya juga melakukan hal yang sama. Hanya suara seruput dari sedotan yang terdengar dari ruang tersebut.
"Minuman ku sudah habis. Aku ingin memesannya kembali" Jun Shi turun dari kursi dan keluar untuk memesan pada seorang pegawai yang menunggu di luar.
"Aku tau"
Anak-anak tersebut pun fokus pada kue dan minuman mereka. Begitu pulang, Adelia baru mengatakan pada Jun Shi bahwa orang tuanya juga berkunjung tadi pagi.
"Eh!! Mereka pergi tanpa memberitahu ku?!" Jun Shi tertegun.
"Mereka mungkin baru mendapat perintah dari kakek mu setelah tau bahwa aku membuka toko hari ini". Adelia memberi alasan agar Jun Shi tidak mencari masalah dengan orang tuanya. Dari sikap anak laki-laki itu, ia tau bahwa Jun Shi adalah anak manja dan sedikit arogan namun naif dan loyal pada temannya.
"Lagipula kau juga pergi ke sini. Apa masalahnya jika orang tuamu tidak memberitahu mu?".
Amarah Jun Shi yang meredam kembali membara oleh perkataan naif Lu Shan. Lu Cheng hanya dapat menghela napas panjang sedangkan Adelia yang membujuk sia-sia hanya dapat speechless oleh provokasi tanpa sadar adiknya.
"Itu berbeda. Mereka harusnya memberitahu ku, coba bayangkan jika kak Adel dan kakakmu pergi ke suatu tempat yang enak dan nikmat tapi tidak mengajak dan bahkan memberitahu mu sama sekali. Bagaimana perasaan mu?".
"Tentu saja aku akan bai..." Ucapan Lu Shan terputus ketika memahami penuh apa yang temannya katakan. Ia pun melihat Adelia dengan tatapan curiga apa kedua kakaknya pernah merahasiakan darinya ketika pergi ke suatu tempat yang enak dan nikmat.
Bibir Adelia semakin berdenyut speechless. "Seperti yang ku katakan sebelumnya. Orang tuamu datang tanpa memberitahu mu karena mendapatkan perintah dari kakek dan kau masih di Akademi bagaimana mungkin mereka pergi tanpa mengajakmu. Apa sebelumnya pernah begitu?".
Jun Shi berpikir sesaat lalu menggeleng sembari bernapas lega.
__ADS_1
"Sudah, kalian cepat pulang. Jangan lupa menggosok gigi kalian karena kalian terlalu banyak makan manisan". Lu Cheng segera menghentikan pembicaraan konyol tersebut.
Sheng Xiaobao mengangguk. "Kapan-kapan aku akan kemari lagi kak Adel cantik. Aku akan membawa keluargaku dan saudara ku kemari. Pulang nanti aku akan menceritakan bahwa kue di toko mu sangat enak, pasti adik dan sepupuku akan iri. Hahaha. Oh ya. Aku juga ak..."
Lei Xun segera menutup mulut cerewet temannya dan menunduk sopan meminta pamit pada Adelia. Teman Jun Shi dan lainnya juga melakukan hal yang sama.
Lu Shan, Lu Cheng dan Adelia melambaikan tangan mereka dan berterimakasih atas kedatangan anak-anak tersebut membuat teman kedua adiknya menjadi senang karena juga dihargai dan memanggil Adelia dengan sebutan kakak ipar.
"Ayo kalian juga harus pulang mengganti baju dan tidur siang" Adelia memanggil Lu Xiao dan mengantar kedua adiknya ke kereta.
Adelia masuk toko sembari tersenyum dan mulai kembali melihat data pelanggan VIP untuk memberikan hadiah terimakasih atas kedatangan mereka.
Sebelumnya ia sengaja tidak mengundang karena belum pernah bertemu apalagi mengenal mereka jadi ia tidak mungkin bermuka tebal dan mengirim undangan namun ia tidak menyangka bahwa status suaminya cukup tinggi hingga membuat keluarga besar dan berpengaruh di Fu Cheng datang berkunjung di pembukaan toko De Xiang. Oleh karena itu, sudah sepatutnya ia membalas dengan mengirimkan hadiah.
Di luar, Lu Xiang bertemu dengan teman-temannya yang berkunjung, Chen Xirang, Shao Yunan, Wang Tianjin dan Lin Jin.
Mereka tampak canggung karena melihat kebanyakan para wanita berkumpul di lantai pertama. Lu Xiang tau akan hal itu dan membawa keempat temannya ke taman samping.
"Ini juga punyamu?" Tanya Chen Xirang takjub.
"Ya. Pemilik sebelumnya menjual taman ini sekalian. Duduklah, aku akan membawakan menu".
Lu Xiang memanggil pegawai dan memesan teh dingin untuk dirinya sendiri.
"Kakak ipar dimana?" Chen Xirang kembali bertanya namun mendapat tatapan aneh dari tiga temannya. Tidak seharusnya seorang teman bertanya tentang istri ttemannya, namun ia tidak peduli karena ia hanya menghargai Adelia.
"Adelia di dalam. Kau ingin bertemu?".
"Haha, tentu saja tidak" Tatapan pisau Lu Xiang membuatnya segera menggelengkan kepala.
"Aku ini pesan ini" Shao Yunan sebenarnya suka dengan makanan manis namun ia tidak bisa membeli kue tart di toko lainnya sebelum Adelia membeli toko karena tidak ingin teman-teman satu akademi menatap aneh padanya.
Teman Yunan lainnya juga memesan minuman cappucino dengan less sugar karena tidak begitu suka dengan manis, untuk kue mereka sepakat memesan pancake yang tidak begitu manis.
Ketika memakan pancake dan meminum cappucino cincau, teman Lu Xiang mengangkat alis mereka karena rasa unik dan menarik yang belum pernah mereka rasakan.
"Ini enak" Komentar mereka sembari tertegun.
"Benarkan. Aku juga menilai minuman ini enak, istriku memang hebat".
Nada pamer dan bangga membuat keempat temannya berdenyut speechless dan memilih kembali meminum cappucino cincau yang dingin dan segar.
Pengabaian temannya tidak berpengaruh pada Lu Xiang, ia tetap bangga pada istrinya yang tau banyak hal. Ia harus terus melangkah maju dalam gelar sarjana agar dapat bersanding sejajar dengan Adelia.
"Hari ini pengumuman siapa yang lulus menjadi asisten guru di divisi matematika. Kira-kira siapa yang akan mendapatkan jabatan itu?". Tanya Wang Tianjin.
__ADS_1
Seketika ia dan tiga temannya menatap Lu Xiang yang santai meminum minumannya.