Menjadi Istri Marquis

Menjadi Istri Marquis
Liang Chenyue meminta maaf


__ADS_3

Setelah hampir tiga bulan belajar dan bekerja, Lu Xiang sudah terbiasa dengan kegiatan belajar di Akademi pada pagi hari dan bekerja mengcopy buku matematika untuk anotasi pada sore harinya.


Ia berpikir bahwa kegiatan tersebut akan berlangsung monoton sampai ia mengikuti ujian sheng-shih namun hari ini Prefek Zhong datang ke kantor Divisi matematika dan mengkritik cara pekerjaan pegawai divisi matematika yang lamban.


Teman Prefek Zhong, guru Juren Shan memutar bola matanya. "Mereka bahkan lembur untuk membuat anotasi ini".


"Seharusnya kalian berusaha lebih keras lagi". Prefek Zhong tidak ingin mengalah. Sudah lebih dari dua minggu ia menyuruh membuat anotasi pada matematika agribisnis agar petani dapat lebih memudah memahami namun tidak ada yang satu guru pun yang membuat anotasi yang bagus dan memuaskan karena tidak banyak guru yang tertarik pada matematika dan ingin memperdalam ilmu mereka.


Prefek Zhong melambaikan tangannya menyuruh guru Juren melanjutkan anotasi mereka. Sedangkan Lu Xiang dan Pan Youfeng masih dalam tahap belajar dan mereka hanya asisten guru sehingga anotasi yang mereka buat hanya sebagai praktik saja dan tidak berkualifikasi untuk diserahkan pada Prefek Zhong.


Prefek Zhong duduk di kursi depan menghadap para guru lalu kembali membaca analisa dan anotasi dari guru, sesekali ia menghela napas pasrah, menggebrak meja kesal atau mengernyit gusar.


"Ini yang kau sebut analisis? Kau hanya mengcopy apa yang ada di buku, dimana komentar mu?".


Guru Juren Shan menghela napas pasrah. "Permintaan mu terlalu berlebihan. Mereka sudah berusaha keras, lagipula berpikir diluar lingkaran terlalu sulit untuk guru-guru ini".


Sarjana akan sering belajar filosofi dan teori daripada praktik karena mereka terus berkutat dengan buku sehingga jika ingin mengomentari dan menganalisis buku ekonomi agribisnis juga hanya berdasarkan teori saja tidak bisa di praktikkan.


Prefek Zhong mendengus gusar, ia mengambil anotasi yang dibuat oleh Wang Jiaoyu, membacanya dengan teliti. Ia mengenal pemuda yang sudah mendapatkan tiga gelar Xie dalam ujian kenegaraan dan beberapa saat kemudian ia bertepuk tangan.


Anotasi yang dibuat oleh Wang Jiaoyu berbeda dengan anotasi lainnya yang ia baca, walaupun masih banyak teori namun dapat dipraktikkan dalam kenyataan.


"Kau memang pantas disebut Xiao Xieyuan. Analisis dan anotasi yang kau buat sangat bagus! Walaupun halamannya lebih banyak namun kita bisa memecahnya menjadi beberapa volume. Kita bisa menyebarkan anotasi ini ke kota dan desa dibawah yurisdiksi Prefektur".


Wang Jiaoyu berdiri dan membungkuk hormat. "Terimakasih atas pujian anda Prefek".


Prefek Zhong mengangguk puas. "Tentu saja kau akan mendapatkan loyalti dari setiap buku dari yang dibuat. Kau akan mendapatkan 40% dari untung bersih".


Wang Jiaoyu menjadi syok dan segera membungkuk berterimakasih pada Prefek Zhong, 40% dari untung bersih sudah cukup tinggi untuk menjadi loyalti buku.


Lu Xiang yang mendengarnya juga ikut tertarik, ia sebenarnya sudah membuat anotasi pribadi yang tidak ia serahkan karena konsep matematika agribisnis yang ia buat lebih sederhana dan ganjil karena matematika yang ia terapkan berbeda dengan yang ia baca di buku aritmatika. Awal ia mempelajari konsep matematika dari Adelia ia juga merasa aneh namun faktanya setelah ia mengerti, Lu Xiang paham bahwa matematika dari dunia Adelia lebih praktikal daripada matematika yang ia pelajari sebelumnya yang penuh dengan teori.


Namun ia tidak ingin menyerahkannya karena perbedaan konsep, lagipula jika konsep yang ia perlihatkan dapat diterima dan dipahami oleh Prefek Zhong akan tetapi reputasi yang ia bangun sudah tinggi dengan prestasi proyek tanggul, akan beresiko menyebabkan sarjana lainnya menjadi iri dan cemburu padanya. Seperti kata pepatah semakin tinggi pohon maka akan semakin kencang angin menerpa, walaupun ia mendapat backing Prefek Zhong namun hati siapa yang tahu, ia tidak ingin menjadi fokus orang-orang.

__ADS_1


&&&


"Lu Xiang. Apa kau bisa bermain sepak bola?". Chen Xirang bertanya antusias. Song Yuan dan Li Jin juga menatap harap pada temannya.


"Tidak, kenapa?".


Ketiganya bernapas kecewa. "Kami ingin melakukan pertandingan persahabatan tapi kurang satu anggota".


"Bagaimana jika kau ikut latihan bersama kami? Besok dan lusa kan libur. Barangkali kau punya bakat terpendam dalam sepak bola?" Ajak Li Jin.


"Ya. Kau bisa menjadi anggota cadangan".


Lu Xiang berpikir sesaat lalu mengangguk setuju. "Baiklah. Tapi sebaiknya kalian cari anggota satu orang lain, aku tidak yakin dengan bakat terpendam yang kalian bicarakan. Bagaimana dengan Zhang Yunlei dan Wang Tianjin?".


"Kami sudah mengajak mereka berdua tapi mereka menolaknya".


"Miao Sheng?".


Chen Xirang tertegun. Ia menjawab dengan suara berbisik. "Dia punya lingkaran baru, aku sudah jarang bertemu dengannya".


Di sisi lain, Adelia akhirnya bertemu dengan Liang Chenyue kembali. Wanita itu duduk menghadapnya dengan wajah kusut dan enggan jika saja pelayan bibinya tidak ikut maka ia tidak sudi meminta maaf kepada pesaing yang menjadi musuhnya.


"Maaf jika kedatangan hamba dan nona Liang mengganggu waktu anda nyonya Xiefu" Pelayan Liang Shu membungkuk rendah badannya penuh hormat.


"Tidak apa-apa. Lagipula aku mendengar dari Qiao Xue bahwa nyonya Zheng akan berkunjung dan sudah menantikan kedatangan kalian".


Wajah Liang Chenyue semakin memerah menahan emosi, matanya menatap tajam seakan ingin memakan Adelia hidup-hidup, jika tatapan dapat membunuh maka wanita sialan itu sudah mati berkali-kali.


Adelia tidak takut akan tatapan pisau tersebut. Ia meminum teh dengan santai lalu menatap Liang Chenyue sembari tersenyum. "Jadi ada gerangan apa nyonya Zheng kembali kesini?".


Pertanyaan retoris itu membuat Liang Chenyue menjadi sesak semakin kesal, ia menggenggam roknya dan menghirup napas dalam, tatapan pelayan bibinya membuatnya mau tidak mau harus meminta maaf.


Ia begitu membenci Adelia, bibi dan pelayan rendahan yang tidak tau tempat. Rasa amarah membuatnya hampir tidak bisa bernapas. "Aku minta maaf".

__ADS_1


"Minta maaf karena apa?" Adelia tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk membully Liang Chenyue.


"Kau!!". Liang Chenyue menunjuk penuh emosi pada Adelia.


"Nona Liang".


Nada peringatan itu semakin meradang, ia berdiri dan menunjuk Adelia sembari berkata histeris. "Jangan kau pikir kau menang hanya karena aku minta maaf. Kau pikir kau siapa?!! Kalau bukan karena paman yang menyuruh ku, aku tidak akan sudi bertemu denganmu lagi!! Dasar perempuan sialan!"


Liang Chenyue pergi dengan langkah murka, tangannya yang mengepal kuat membuat kuku-kukunya masuk ke kulit dan berdarah namun ia sama sekali tidak merasakan sakit, satu-satunya yang ia pikirkan adalah membalaskan penghinaan yang ia terima hari ini.


"Nona Liang! Apa kau ingin melawan perintah nyonya!".


Liang Chenyue yang dirudung emosi tidak mendengar apapun dan keluar dari rumah Lu Xiang.


"Nyonya Xiefu...anu...hamba meminta maaf atas apa yang dilakukan oleh nona Liang. Istri Prefek, nyonya Liang Shu meminta maaf atas kesalahan keponakannya, nona Liang tumbuh dalam kasih sayang dan manja sehingga tidak berpikir dalam ketika berbuat sesuatu".


Pelayan Liang Shu menjelaskan bahwa majikan meminta maaf atas apa yang terjadi kemarin namun nada peringatan dan superior terdengar samar namun jelas di telinga Adelia.


"Tidak apa-apa. Nyonya Zheng masih kecil dan belum dewasa, kadang memang bertindak sesuai keinginan hati. Aku sudah tidak mempermasalahkan kejadian ini. Sampaikan pada nyonya Zhong bahwa nyonya Zhong tidak perlu meminta maaf".


Perkataan Adelia terdengar sangat ironis, Liang Chenyue sudah menikah dan punya anak mana mungkin ia 'masih kecil dan belum dewasa' terlebih ketika Adelia mengatakan bahwa majikannya tidak perlu minta maaf terdengar dengan nada aneh seakan mengejek nyonya Zhong yang masih mengasuh keponakannya yang sudah menikah dan menjadi keluarga lain.


Namun pelayan Liang Shu ragu apakah Adelia mengejek atau tidak karena raut wajah wanita itu begitu tulus hingga ia berpikir bahwa itu hanya halusinasinya saja.


"Baiklah nyonya Xiefu. Saya akan sampaikan perkataan anda".


"Tunggu sebentar". Adelia mengambil botol wine rosella dan dua buah parfait yang ia simpan dalam space lalu memberikannya pada pelayan Liang Shu.


"Ini wine rosella, kadar alkoholnya lebih rendah dari wine biasanya sehingga wanita dapat meminumnya tanpa menjadi mabuk, wangi bunga rosella membuat pikiran menjadi tenang, saya pikir ini cocok untuk nyonya Zhong. Dan ini parfait menu baru kami di musim panas, manis dan dingin membuat mood meningkat. Tolong berikan pada nyonya Zhong". Adelia tidak ingin membuat hubungannya dengan Liang Shu yang renggang bahkan sebelum bertemu berimbas pada suaminya, lebih baik berteman daripada menambah musuh.


Pelayan Liang Shu tertegun, botol wine rosella terlihat elegan dan mewah karena warna merah wine, ia pernah melihat botol wine tersebut dari ruang kerja tuan besarnya dan tidak menyangka bahwa Adelia juga memiliki botol wine yang sama.


Senyuman pelayan Liang Shu menjadi tulus karena pemberian tersebut, ini menunjukkan bahwa Adelia sama sekali tidak mempermasalahkan kejadian Liang Chenyue dan berniat menjalin hubungan baik dengan majikannya.

__ADS_1


"Baiklah. Terimakasih nyonya Xiefu, nyonya pasti akan senang mendapatkan hadiah ini, kalau begitu saya permisi".


__ADS_2