
Lu Xiang menggendong Baobao yang mulai kembali merasa nyaman dan mengenal ayahnya sembari melirik Adelia yang sibuk menulis keperluan apa lagi yang harus ia pesan untuk toko kuenya.
Lirikan dan tatapan segan yang berkali-kali Lu Xiang perlihatkan membuat Adelia menghela napas panjang, ia merasa kasihan dan ingin berbaikan lagi dengan suaminya namun jika ia melakukannya maka Lu Xiang tidak akan merasa jera dan kembali berbuat seenaknya ke depannya, oleh karena itu ia menahan diri untuk tidak memperdulikan tatapan penuh harap dari suaminya.
Akan tetapi semakin lama, tatapan itu semakin menusuk kepala Adelia hingga akhirnya ia menatap Lu Xiang yang mengubah ekspresinya menjadi senang dan antusias.
"Lu Xiang, coba lihat apa lagi yang harus kita pesan untuk pembukaan toko?".
Mata Lu Xiang bersinar cerah. Ia segera menghampiri Adelia lalu melihat daftar yang sudah diisi. Perkataan basa basi itu menunjukkan bahwa perang dingin sebelah yang dipelopori oleh istrinya sudah berakhir.
"Kau belum memasukkan es batu sayang".
Adelia baru sadar dan tersenyum lalu menulis apa yang Lu Xiang baru saja katakan.
"Nanti malam kau akan menghadiri pesta Qionling kan?".
"Ya, aku akan makan malam bersama dengan Kaisar dan pangeran dan para sarjana Jinshi lainnya".
Pesta Qionling diadakan sebagai perayaan atas para sarjana Jinshi yang sudah menempati kursi jabatan di pemerintahan kerajaan.
Pesta Qionling dihadiri oleh Kaisar, pangeran dan para pejabat kelas 5 ke atas dan acara ini dikhususkan hanya untuk para lelaki saja.
"Bagaimana jika pangeran mengajakmu untuk masuk ke fraksi mereka? Akan sangat sulit menolak tawaran mereka bukan?".
Lu Xiang mengelus pipi dan hidung Baobao yang asik menatap Adelia. "Sulit tapi bukan berarti tidak bisa, aku akan membawa nama Kaisar ketika menolak halus tawaran tersebut, para pangeran pasti tidak akan menyulitkan ku. Kau tenang saja sayang". Ia lalu mengecup pipi Adelia mencoba untuk menenangkan istrinya sembari mengambil kesempatan dalam kesempitan.
Adelia hanya dapat mengangguk, setelah membaca novel dan menonton drama tentang kerajaan, ia sedikit tau bahwa sebagai Zhuangyuang, Lu Xiang harus melewati tahap tersebut yaitu menghadapi para pangeran tanpa menyinggung mereka.
Lu Xiang menyerahkan Baobao yang berceloteh tanpa jelas kepada Adelia lalu memeluk istrinya dari belakang.
"Maaf sayang".
Adelia tersenyum lembut namun tidak menjawab permintaan maaf suaminya.
Lu Xiang tidak menyerah, ia mengeratkan pelukannya lalu mengecup bahu, leher dan pipi satu persatu sampai Adelia terkekeh geli.
"Kau mau memaafkan ku kan sayang?".
Adelia menoleh dan membalas kecupan di pipi Lu Xiang.
__ADS_1
"Kau tidak boleh mengulanginya lagi". Ujar Adelia dengan nada peringatan.
Lu Xiang mengangguk berkali-kali lalu tertawa senang sembari mengecup kembali bahu dan pipi istrinya.
Keduanya bertatapan sesaat sebelum tersenyum satu sama lain. Suasana romantis itu membuat Lu Xiang mendekati Adelia hendak ingin mengecup bibir yang selalu mengunggah gejolak dalam dirinya.
"Baba!" Baobao yang berada di pelukan Adelia menahan ayahnya yang ingin mendekati ibunya. Ia tau bahwa ayahnya akan menjauhkannya kembali dari ibu jika ia membiarkan ayahnya mencium ibunya.
"Pfftt" Adelia tertawa lucu yang ia tahan agar tidak membuat Lu Xiang malu namun ekspresi geli bercampur sedikit provokatif terlihat jelas di wajahnya.
Lu Xiang membeku sesaat lalu menghela napas pasrah. "Baobao, ayah hanya ingin mencium ibu".
"Dada!".
"Apa?! Kau membolehkannya?".
"Baba dada!".
"Hahaha, sayang. Dia membolehkan ku untuk mencium mu. Baobao memang anak berbakti". Lu Xiang yang berkulit tebal menganggap larangan anaknya sebagai izin dan mengecup bibir istrinya sebelum keluar kamar sebelum Adelia kembali menjadi gusar.
Adelia hanya menggelengkan kepala lalu menghela napas panjang. "Baobao, ibu tidak tau kalau ayahmu berkulit sangat tebal".
"Baba dada!".
Sorenya, Lu Xiang mengecup bibir Adelia sebelum berangkat masuk ke kota terlarang, kerajaan tempat keberadaan Kaisar dan selirnya.
Banyak Kereta kuda yang melewatinya ataupun berada di belakang kereta kuda Lu Xiang, tujuan mereka semua sama, menghadiri pesta Qionling bersama Kaisar dan anggota kerajaan lainnya.
Pesta Qionling diadakan di taman Qionling yang dekat dengan istana utama yaitu istana Fengtian. Terdapat beberapa meja besar yang memisahkan antara kursi yang diduduki oleh Kaisar dan anggota kerajaan, kursi pejabat dan kursi para Jinshi yang belum masuk ke dalam pemerintahan.
Lu Xiang menyapa Wang Jiayou dan para Jinshi yang antusias berbicara padanya. Ia sesekali menjawab namun sebagian besar hanya mendengar dan mengangguk setuju.
"Kaisar telah tiba!!".
"Hidup Kaisar, semoga anda panjang umur berpuluh ribu tahun" Semua tamu berlutut menyambut kedatangan Kaisar dan ketiga pangeran yang berjalan di belakang ayah mereka.
"Duduklah".
"Zhen sangat senang, setiap pesta Qionling pasti akan melahirkan pejabat yang berkontribusi besar ke dalam kerajaan Zhen". Kaisar Murong memulai pesta dengan berbicara satu dua patah kata lalu beberapa kasim membawa batu giok berwarna warni dengan berbagai ukiran unik dan menarik.
__ADS_1
Sudah tradisi di kerajaan Murong, setiap pesta Qionling Kaisar akan menyerahkan batu giok kepada setiap sarjana Jinshi yang menghadiri pesta tersebut, semakin indah dan unik ukiran giok maka menunjukkan bahwa sebesar apa Kaisar menghargai sarjana tersebut.
Kasim Han memanggil satu persatu nama sarjana Jinshi dan kemudian Kaisar menyerahkan batu giok sembari mengatakan kata-kata semangat dan motivasi sampai akhirnya ke Wang Jiayou.
"Tanhua Wang Jiayou!!".
"Caomin menghadap Yang Mulia Kaisar". Wang Jiayou melakukan ritual ceremony bertemu dengan Kaisar.
"Bangunlah, Zhen sangat senang dengan usulan yang kau ajukan. Zhen berharap bahwa Tanhua akan dapat berkontribusi besar ke dalam kerajaan Zhen". Ucap Kaisar Murong lalu memberikan batu giok berukir zodiak milik salah satu pangeran.
"Caomin akan berusaha keras Yang Mulia Kaisar".
"Bagus".
"Banyan Shao Lan!".
"Caomin menghadap Yang Mulia Kaisar, hidup Kaisar, semoga anda panjang umur berpuluh ribu tahun".
"Bagus bagus. Zhen akan menunggu kontribusi yang akan kau berikan".
"Caomin akan berusaha keras Yang Mulia Kaisar". Shao Lan sangat senang mendengar ucapan sang Kaisar.
"Zhuangyuang Lu Xiang".
Mendengar nama Lu Xiang di panggil, banyak tatapan para pejabat menjadi fokus, baik itu tatapan penasaran, tatapan dingin maupun cemooh. Laki-laki yang membuat gempar di pertemuan Mahkamah tidak begitu disukai oleh para pejabat yang mendukung fraksi pangeran, terlebih pangeran keempat.
"Caomin menghadap Yang Mulia Kaisar".
"Bangun dan angkat wajahmu".
Lu Xiang mengangkat wajahnya, tatapannya bertemu dengan mata Kaisar sebelum ia menundukkan pandangan, bukan malu tetapi sudah jadi perintah tak tertulis bahwa orang selain anggota kerajaan tidak boleh memandang wajah Kaisar. Perintah itu dibuat demi menjaga kewibawaan dan keagungan sang pemilik tanah kerajaan Murong.
"Lu Xiang. Kau sudah beberapa berkontribusi besar pada kerajaan Zhen. Zhen sangat senang memiliki pejabat sepertimu. Zhen berharap bahwa kau tetap berkontribusi seperti yang sudah kau lakukan sebelumnya".
Caomin akan berusaha keras untuk tidak mengecewakan anda Yang Mulia Kaisar".
"Bagus bagus bagus" Kaisar Murong mengulangnya tiga kali menunjukkan bahwa ia sangat puas akan jawaban Lu Xiang.
"Baiklah. Selamat menikmati hidangannya". Kaisar Murong menepuk tangan dua kali lalu para dayang yang sudah menunggu masuk ke dalam taman dengan membawakan makanan dan minuman kepada para pejabat yang hadir.
__ADS_1
Kaisar Murong tidak lama duduk di acara pesta Qionling, setelah berbicara sesaat selesai memberikan semua batu giok kepada para sarjana Jinshi, ia pun bangun dan meninggalkan tempat acara.
Sepeninggal Kaisar, suasana pun mendadak berubah!!