Menjadi Istri Marquis

Menjadi Istri Marquis
Pertandingan Cuju


__ADS_3

Pada awal pertandingan, semua anggota tim berusaha keras merebut bola baik di posisi depan maupun posisi belakang. Song Yuan yang menjadi penjaga belakang agar bola tidak ditendang ke gawang atas sangat fokus dalam mengawasi bola, ketika bola jatuh ke hadapannya, ia menggunakan lutut dan kaki untuk mempertahankan bola lalu menendangnya ke anggota tim terdekat.


Chen Xirang yang menerima bola segera ingin menggiring bola ke gawang lawan namun tiga orang berlari mengawasinya membuatnya menendang ke arah anggota timnya namun bolanya malah dapat direbut oleh lawan sebelum temannya dapat menerima lawan.


"Ahh! Sayang sekali, padahal jika bola itu berhasil diterima maka akan sangat mudah mencetak gol".


"Ya. Laki-laki itu bergerak sangat lamban, gol yang sudah di depan mata malah direbut oleh lawan".


Tim lawan yang merebut bola bergerak cepat dan segera mengoper ke anggota tim lain ketika melihat keadaan tidak memungkinkan, kerjasama yang baik itu akhirnya berhasil mencetak satu gol.


"Wow tim biru sangat hebat. Mereka sudah mencetak satu gol!!".


"Kenapa tim merah sangat lamban. Jika tim biru berhasil mencetak satu gol lagi maka bisa dipastikan tim merah akan kalah".


Li Jin bernapas terengah-engah, walaupun sudah latihan beberapa waktu sebelum pertandingan namun tubuhnya yang sangat jarang berolahraga tidak mampu mengimbangi jalannya pertandingan.


Bola kini digiring kembali oleh tim merah. Chen Xirang berlari sembari menggiring bola lalu menendangnya ke arah anggotanya yang kemudian mengoper ke anggota tim lainnya karena ia dijaga ketat.


Akhirnya bola jatuh ke arah Song Yuan dan ia menendang kuat bola tersebut sampai masuk ke gawang. Keadaan yang berubah dengan cepat itu membuat penonton diam sedetik lalu bersorak histeris.


"Wow. Aku tarik kembali ucapan ku, tim merah juga sama hebatnya dengan tim biru!!".


"Eh, tapi laki-laki yang duduk di bangku cadangan kapan akan turun ke lapangan?".


"Ya. Hehe, dia begitu tampan".


"Ya, ya. Aku sudah tidak sabar melihatnya main. Apa permainannya setampan wajahnya?".


Para gadis dan wanita yang bergosip tertawa cekikikan sembari menatap Lu Xiang yang fokus pada permainan.


Berkat minum air sumur selama setahun ini, kulit Lu Xiang menjadi kuning langsat yang bersih. Ia tidak memiliki jenggot selayaknya sarjana lainnya membuatnya tampak begitu muda namun juga beraura dewasa yang maskulin.


Hari ini Lu Xiang memakai baju pas di tubuhnya seraya menggerakkan rambutnya yang panjang. Perpaduan hitam dan merah membuat pandangan gadis-gadis teralihkan walaupun ia belum bertanding.


Pertandingan berjalan berlangsung dengan sengit, baik tim merah maupun tim biru sama-sama berusaha keras dan tidak ingin kalah hingga 20 menit sebelum pertandingan selesai. Li Jin tidak mampu bertahan lagi dan meminta digantikan, 5 menit lebih awal dari yang telah disepakati namun anggota timnya tidak keberatan.


Lu Xiang akhirnya turun ke lapangan yang mendapat sambutan meriah dari para penonton khususnya wanita.


"Eh, siapa laki-laki itu? Sangat tampan!! Kenapa baru sekarang turun ke lapangan?!".


"Ya Tuhan. Dia sangat elegan, apa dia anak bangsawan?".


"Cepat cari tau siapa namanya?".


Para laki-laki yang mendengarnya memutar bola mata penuh iri, salah satu dari mereka berdeham dan bergabung dalam perbincangan tersebut.

__ADS_1


"Aku tau siapa laki-laki itu".


"Benarkah? Siapa? Cepat katakan!!".


"Ahem! Dia sarjana yang terkenal. Kalian tidak tau? Dia Xiefu Lu, sarjana yang mendapat gelar Xie dua kali dalam ujian kenegaraan".


"Ya, tidak hanya itu tapi dia juga bekerjasama dengan Prefek Zhong melakukan suatu proyek tapi aku tidak tau apa itu".


"Ya Tuhan!! Dia begitu hebat, kenapa aku belum pernah mendengarnya sebelumnya?".


"Minggir kalian! Aku ingin melihat lebih dekat!".


Lelaki yang menjelaskan tentang Lu Xiang menjadi menyesal karena membuat gadis-gadis semakin tertarik.


"Hei hei. Kalian tidak punya kesempatan karena dia sudah menikah!".


"Omong kosong! Siapa yang tidak tau kalau sarjana pintar akan menikah setelah mereka masuk ke pemerintahan".


"Ya. Jangan berbohong, kami tidak akan mempercayai mu".


Lu Xiang melihat ke arah tempat Adelia dan kedua adiknya duduk lalu tersenyum.


Senyuman tersebut membuat para wanita menjadi histeris, belum sempat mereka berdebat kepada siapa senyuman Lu Xiang berikan lambaian tangan laki-laki itu menunjukkan langsung tempat siapa orang beruntung yang mendapatkan senyuman lembut itu.


Adelia membalas lambaian tangan sembari tersenyum malu dengan wajah merona. Lu Cheng dan Lu Shan juga melambaikan tangan mereka memberi dukungan dengan semangat.


Para wanita berbisik-bisik mencari tau siapa Adelia dan ketika mengetahuinya banyak gadis-gadis yang patah hati namun sebagian mereka masih berniat untuk menjadi selir.


Temperamen tenang dan elegan namun tetap tegas membuat Lu Xiang terlihat bak seorang pangeran yang sedang menyembunyikan statusnya. Hal itu membuat keluarga cendikiawan atau pebisnis fokus pada Lu Xiang serta mempertimbangkan apakah mereka ingin menjalin hubungan yang lebih erat dengan ikatan pernikahan.


Tanpa Lu Xiang dan Adelia sadari, penampilan mereka di sana membuat keduanya menjadi fokus dari banyak pihak.


Terompet kembali ditiupkan, pertandingan kembali dimulai. Lu Xiang berada di posisi belakang, matanya fokus mengikuti bola dari satu kaki ke kaki anggota tim lainnya sampai akhirnya ia mendapatkan bola.


Lu Xiang berlari cepat melewati lawannya lalu menilai singkat sebelum mengoper ke arah Chen Xirang yang berteriak tidak jauh darinya.


Lu Xiang melakukan gerakan palsu yang ingin mengoper bola ke sebelah kiri namun faktanya ke sebelah kanan membuat lawan terkecoh hingga Chen Xirang berhasil melewati lawan dan mencetak gol, gol 3-2 membuat situasi berpihak pada tim merah.


Penonton bersorak gembira, kehadiran Lu Xiang yang mengubah jalannya pertandingan dengan cepat membuat mereka semakin terkagum.


"Kerja bagus Lu Xiang!!". Chen Xirang memeluk temannya dengan semangat.


"Yaahh!! Kau memang seorang Xiefu".


Bibir Lu Xiang tersenyum lalu melihat ke arah Adelia membuat gadis-gadis kembali cemburu.

__ADS_1


Song Yuan berkonsentrasi di samping Lu Xiang, ketika bola yang di giring oleh lawan berhasil ia rebut menggunakan dadanya lalu melakukan trik yaitu menggiring bola dari bahu ke tangannya kemudian melakukan trik palsu yang ingin kembali menggiring bola ke bahunya namun faktanya menjatuhkan bola tersebut dan menendangnya ke arah anggota timnya.


Penonton bersorak antusias, trik itu begitu hebat sampai juga mengecoh mereka!.


Namun Chen Xirang yang kembali mendapatkan bola tidak bisa bekerjasama dengan baik dengan dua anggota timnya hingga bola kembali direbut oleh lawan.


Sang lawan bermain lincah menggiring bola dengan dua kakinya melewati dua anggota tim merah lalu bergerak ke gawang.


Sang lawan mengoper ke temannya lalu dioper kembali dengan trik yang bagus hingga mereka sampai beberapa meter dari gawang tim merah.


Anggota tim merah menjadi panik dan membuat kerjasama di antara mereka menjadi tidak beraturan sesaat hingga seorang laki-laki bertubuh besar dari anggota mereka merebut bola tersebut dengan gaya berbahaya dan menendangnya ke arah temannya yang panik.


Sang teman yang panik tidak dapat menerima bola tersebut namun beruntungnya Lu Xiang yang berada di sampingnya segera mengambil alih bola dan menggiring bola dengan cepat karena tidak ada lawan yang berada di hadapannya.


Tim biru mengejar namun jarak yang jauh membuat mereka putus asa. Lu Xiang melihat gawang yang semakin dekat sesaat ragu dan ingin mengoper bola ke temannya namun jarah yang jauh membuatnya menghirup napas dalam dan menendang kuat bola tersebut ke gawang. Walaupun sudah latihan selama seminggu namun ia tidak yakin apakah bola tersebut dapat masuk dengan baik ke gawang lawan.


Namun diluar prediksinya, bola masuk dengan mulus dan wasit berteriak. "Satu poin untuk tim merah!!".


Penonton bersorak histeris dan gembira, mereka bersorak nama Lu Xiang serentak.


"Lu Xiang!! Lu Xiang! Xiefu Xiefu!!".


Lu Cheng dan Lu Shan juga bersorak dengan wajah memerah sangat antusias. Adelia bertepuk tangan sangat senang, begitu bangga pada suaminya.


Setelah gol tersebut, tim lawan menjaga ketat Lu Xiang hingga ia tidak bisa mengoper bola dan akhirnya direbut oleh lawan namun anggota tim merah berhasil menghentikan mereka.


Tiga lawan satu itu membuat orang-orang geram dan mengeluh tim biru.


"Taktik mereka begitu memalukan!!" Chen Xirang mengumpat kesal.


Semakin akhir waktu pertandingan semakin tim biru menyerang tim merah dengan taktik tiga lawan satu hingga mereka berhasil merebut kembali lalu bergerak ke gawang tim merah.


Karena begitu berniat untuk mencetak gol, sang lawan tidak melihat anggota tim merah di belakangnya dan bola kembali berhasil direbut oleh tim merah!.


Lelaki bertubuh tinggi itu mengoper panjang hingga ke arah timnya yang berada tidak jauh dari gawang lawan.


Anggota tim merah menggiring bola dan mengoper cepat pada Lu Xiang yang lalu ingin menendang bola ke gawang kembali namun dua orang lawan dengan cepat menghadangnya membuatnya mengubah keputusan dan mengoper ke belakang ke arah Song Yuan.


Song Yuan berlari ke arah gawang dan menendang bola hingga masuk dengan mulus, suara wasit kembali terdengar.


"Wow. Song Yuan! Kau sangat hebat!!".


Tim biru akhirnya menyerah dengan beberapa menit terakhir tidak akan bisa membuat mereka memimpin poin, mereka menendang tanah dengan kesal.


Namun demikian pertandingan kembali berlangsung namun tidak begitu genting lagi karena tim biru yang sudah kehilangan semangat bertanding. Tim merah tersenyum lebar sembari mengawasi tim biru menggiring bola hingga terompet tanda akhir pertandingan berbunyi.

__ADS_1


Penonton bersorak nama Lu Xiang, Song Yuan dan Chen Xirang sebagai pemain yang berkontribusi banyak dalam pertandingan ini.


Tim merah akhirnya menang!! Banyak wanita yang melemparkan kantong kecil yang mereka buat sendiri ke arah Lu Xiang dan beberapa pemain lainnya namun sayangnya tatapan Lu Xiang hanya fokus pada istrinya sembari merespon sorakan gembira anggota timnya.


__ADS_2