
Adelia, Lu Niang, Lu Tao serta adik-adiknya berjalan cepat menuju toko dari pintu belakang dan mendengar sayup-sayup suara marah orang-orang berteriak marah.
Adelia melihat begitu banyak orang yang hadir dan berbisik serta menunjuk ke arah toko dengan tatapan curiga dan Lu Kai yang berusaha menahan orang-orang yang ingin masuk ke toko namun alisnya terangkat ketika tidak menemukan satupun anggota keluarga Miao.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" Suara tenang dan dingin Adelia membuat perhatian banyak orang teralihkan.
"Kau pemilik toko kue ini?! Bagaimana kau bis...".
"Aku pengelolanya" Potong Adelia tanpa ekspresi.
"Alah pemilik dan pengelola sama saja. Bagaimana kau bisa menjual kue sampah seperti ini!!".
"Ya. Waktu kami memotong kuenya kami menemukan kecoa. Apa begini caramu menjual kue? Dengan memasukkan kecoa dalamnya!!".
"Kita hancurkan saja toko kue!!" Beberapa orang-orang berusaha mendorong Lu Kai untuk memaksa masuk.
"Tenanglah! Bagaimana aku bisa menyelesaikan masalah kalian kalau kalian tidak tenang?! Apa mau aku panggil petugas keamanan?!" Adelia berteriak namun tetap dengan wajah yang tidak menunjukkan ekspresi.
Wajah orang-orang itu sedikit panik mendengar kata petugas keamanan lalu amarah mereka sedikit mereda.
"Katakan, kapan kalian membeli kuenya? Jangan berteriak marah padaku jika tidak ingin aku berasumsi bahwa kalian ingin memfitnah toko kue yang aku kelola".
Seorang laki-laki menatap temannya lalu menjawab. "Kemarin".
"Jam berapa?"
"Aku sudah lupa dengan jam berapa aku beli kuenya. Mengapa kau banyak bertanya? Apa kau ingin mengalihkan perhatian kami?".
Adelia tersenyum sinis. "Mau aku panggilkan petugas keamanan?".
Pria itu pun terdiam.
"Atas nama siapa kau membelinya?"
Pria itu tertegun.
"Atas nama siapa kau membelinya? Tidak mungkin kan kau lupa dengan namamu sendiri?". Ulang Adelia menatap semakin tajam.
__ADS_1
"A-atas nama Zheng Hui".
"Lu Niang. Ambilkan bon faktur dan catatan penjualan".
"Baik nyonya" Melihat tuannya yang tidak panik, Lu Niang pun merasa lebih tenang.
Pria itu menjadi lebih panik. "Ini bukan urusan atas nama siapa aku membelinya tapi kue nya. Mengapa kau tidak jawab dulu pertanyaan ku, kenapa kau menaruh kecoa di dalam kue ini?" Pria memperlihatkan potongan kue coklat dua musim yang sudah di acak-acak lalu melemparnya ke tanah agar semua orang dapat melihat.
Keadaan yang awalnya berpihak pada Adelia kembali berpihak pada pria berusia hampir 30 tahun itu.
Adelia menghela napas panjang dan memutar bola matanya dengan jengah tanpa merasa khawatir imagenya di mata orang lain. "Aku ingin memastikan apakah kue yang kau beli berasal dari tokoku".
"Tentu saja kue ini berasal dari toko mu. Siapa lagi yang menjual kue seperti ini kalau bukan toko ini!!".
"Ini bon faktur dan data penjualan nyonya"
Adelia menerima dua buku kecil dan besar itu. Ia sengaja membuat bon faktur dan data pelanggan agar terlihat pelayanan yang terbaik sekaligus mencegah hal seperti ini terjadi.
Adelia membuka bon faktur dan melihat nama Zheng Hui dan menutup bon faktur lalu mengangguk.
"Kau memang membeli kue ini tapi...".
"Aku belum siap berbicara. Apa kau ingin aku membawa masalah ini ke pengadilan?".
Lagi-lagi pria itu terdiam.
"Tapi apa kau yakin kecoa itu ada dalam kue ini? Bukan kau yang menaruhnya?".
"Tentu saja! Kau pikir untuk apa aku bersusah payah dan membuang waktu hanya untuk memfitnah orang yang tidak aku kenal".
"Benarkah? Tapi aku penasaran darimana uang yang kau dapatkan untuk membeli kue ini? Kau tau satu potongnya adalah 1 koin perak". Adelia melihat baju lusuh yang para lelaki itu pakai.
"Kau tidak perlu tau. Yang harus kau tau bahwa kue mu punya kecoa dalamnya".
"Lu Niang, ambil kuenya". Adelia tidak memperdulikan teriakan Zheng Hui dan fokus pada kue.
Lu Niang segera mengangkat kotak kue dan memberikannya pada Adelia.
__ADS_1
"Kau mungkin tidak sadar atau bahkan tidak mengerti. Untuk membuat kue ini aku harus memanggangnya terlebih dahulu sebelum menuangkan coklat cair di atasnya".
"Apa maksudmu mengatakan itu?" Zheng Hui mulai ragu.
Adelia memegang kecoa itu dan mencium aroma lalu kembali meletakkannya di atas kue. "Kau lihat sendiri, kecoa ini tidak terpanggang sedikit pun. Ini hanya kecoa mati, apa maksudmu memfitnah toko kue kami? Apa seseorang membayar kalian untuk melakukannya?".
Orang-orang terkesiap dan menatap kecoa itu lalu menyadari bahwa itu hanya kecoa mati yang terdapat beberapa remahan kue tart dan krimnya.
"Lu Niang cepat panggilkan petugas keamanan. Lu Tao, Lu Kai tangkap orang itu". Adelia tidak memberi kesempatan Zheng Hui dan teman-temannya untuk mengelak.
Menyadari bahwa mereka tidak bisa membalikkan keadaan, Zheng Hui dan teman-temannya mencoba melarikan diri namun ia dan satu temannya di tangkap oleh Lu Tao dan Lu Kai sedangkan yang lainnya kabur.
"Lepaskan aku. Aku tidak tau mengapa kecoa itu tidak terpanggang tapi benar kecoa itu ada dalam kue. Kau tidak bisa semena-mena denganku!!". Zheng Hui memberontak hebat namun tetap kalah dengan Lu Kai yang bisa ilmu beladiri.
"Berisik" Adelia memukul buku data pelanggan yang sedikit tebal ke tengkuk Zheng Hui dengan kuat hingga membuat laki-laki itu pingsan.
"Akan aku buat kalian menyesal menerima tugas untuk menghancurkan reputasi guru Zhao Fan. Kalian tidak tau kalau beliau adalah seorang Juren?!".
Teman Zheng Hui tertegun. Mereka hanya menerima perintah untuk menghancurkan reputasi toko kue, mengapa wanita ini mengaitkannya dengan Juren Zhao?!. Seketika wajahnya menjadi pucat dan panik.
"Bawa mereka ke kantor pengadilan Cheng". Adelia pulang mengganti baju dengan yang lebih formal lalu pergi bersama Lu Niang ke kantor pengadilan.
Lu Tao dan Lu Kai bekerjasama mengikat tangan dan kaki Zheng Hui dan temannya dan membawanya ke kantor pengadilan Cheng.
Orang-orang yang menonton pun ikut bersama Adelia karena sangat penasaran dengan kelanjutan kasus pencemaran reputasi Zhao Fan seperti yang gadis itu katakan.
Pihak pengadilan terkejut melihat kerumunan orang yang datang dan sesaat menjadi panik. Jarang ada yang melaporkan kasus dengan membawa banyak orang seperti ini.
"Ada apa ini? Mengapa kalian datang dengan kelompok besar, apa kalian ingin membuat onar?".
Orang-orang memberikan jalan pada kelompok Adelia dan setelah izin dari gadis itu, Lu Tao dan Lu Kai melemparkan Zheng Hui dan temannya ke hadapan pihak pengadilan.
Adelia menghirup napas dalam dan berlutut tidak rela. Rendahnya status wanita membuat mereka harus berlutut dalam menyapa orang-orang yang bekerja di pemerintahan walaupun mereka bukan sarjana.
"Tuan. Aku ingin melaporkan kasus tentang perusakan reputasi sarjana Juren Zhao Fan".
!!!
__ADS_1
Laki-laki yang bertanya menjadi pucat seketika karena ini menyangkut tentang Juren Zhao Fan, status yang setara dengan walikota. Mereka langsung melaporkan kejadian ini pada atasan mereka.