Menjadi Istri Marquis

Menjadi Istri Marquis
Kabar tentang kedatangan pegawai ibukota


__ADS_3

Adelia tidak menyangka bahwa Liang Chenyue lah pelaku yang mencoba menggugurkan kandungannya!! Ia mendengar laporan itu dari Lu Mei dengan wajah terkejut.


"Kau yakin Liang Chenyue pelaku sebenarnya?!".


"Ya nyonya!! Wanita keji itu sangat berani bahkan di kediaman Prefek Zhong itu sendiri. Petugas akan menyelidiki lebih lanjut sebelum memberi hukuman yang pantas pada Liang Chenyue!!".


Lu Mei juga begitu terkejut mendengar berita yang tersebar di masyarakat, penangkapan Liang Chenyue membuat mereka bertanya-tanya kenapa perempuan itu melakukan hal kejam itu pada Adelia yang sama sekali tidak memiliki hubungan apapun.


Ia pun menceritakan pada ibu-ibu di pasar bahwa Liang Chenyue menaruh dendam karena Adelia menolak menjual resep kue puding dan parfait membuat para ibu dan orang-orang yang mendengar menyadari sumber permasalahannya awalnya. Berita tentang penjelasannya pun dengan cepat menyebar.


"Dia benar-benar gila dan nekat. Jika terjadi apa-apa padaku, apa dia pikir reputasi keluarga Zhong tidak tercemar?".


"Itu karena dia berpikiran sempit nyonya. Anda tau sendiri kan dari awal dia datang dengan arogan dan bahkan tidak peduli anda seorang istri Xiefu. Itu sudah menunjukkan watak aslinya".


Adelia mengangguk setuju. Terlalu dimanjakan membuat wanita itu begitu dominan dan ingin semua kehendaknya dipenuhi layaknya seorang putri.


Lu Mei mendekat dan berbisik. "Nyonya apa anda pikir bahwa Liang Chenyue juga pelaku pembakaran toko De Xiang tempo lalu?".


Adelia mengernyit bingung. "Kenapa kau berpikir begitu?".


"Itu karena tuan besar bilang bahwa pelaku yang mencelakai nyonya adalah pelaku yang sama dengan pembakaran toko De Xiang!!".


Adelia tertegun. "Benarkah? Lu Xiang bilang begitu?".


Lu Mei mengangguk kuat dan mulai menceritakan apa yang ia dengar dari prefek Zhong dan respon Lu Xiang pada majikannya.


Adelia berpikir dan menggeleng pasrah. Suaminya selalu menyembunyikan hal yang dapat membuatnya berpikir keras. Ia tidak tau harus pasrah atau terharu oleh sikap suaminya yang selalu mendahulukan fisik dan mentalnya.


Adelia memaksa laki-laki itu untuk kembali ke akademi ketika suaminya sudah dua hari libur namun masih ingin melanjutkan liburnya. Ujian Sheng-shih akan segera dilaksanakan, ia tidak ingin Lu Xiang gagal atau mendapat juara yang tidak memuaskan karena tidak melakukan persiapan matang.


&&&


Lu Xiang yang pergi akademi mendapat banyak hiburan dari teman kelas atau teman dekatnya tentang apa yang terjadi pada istrinya.

__ADS_1


Mereka merasa lega bahwa tidak terjadi apa-apa pada Adelia, selain itu mereka juga membahas topik tentang Liang Chenyue dan menanyakan kenapa perempuan itu ingin mencelakai Adelia.


Lu Xiang menghela napas berat. "Itu karena dia memiliki dua toko kue tart seperti toko istriku dan kalah saing. Dia ingin memaksa Adelia menjual resep menu baru toko De Xiang tapi Adelia menolak karena itu dia menjadi dendam".


Lu Xiang tidak menceritakan tentang pelaku pembakaran toko De Xiang karena kasus tersebut diselidiki oleh Prefek Zhong sehingga jika orang tau maka mereka akan beranggapan bahwa Prefek provinsi Chennai itu melindungi keponakan istrinya sendiri, walaupun ia ingin orang-orang tau namun ia tidak bisa membuat Prefek Zhong tidak nyaman.


Dengan tertangkapnya Liang Chenyue sudah menunjukkan bahwa Prefek Zhong tidak lagi memihak pada wanita itu dan itu sudah cukup saat ini untuknya.


Dua hari kemudian, pemimpin petugas yamen yang menyelidiki kasus percobaan pembunuhan terhadap istri Xiefu akhirnya menjatuhkan Liang Chenyue dengan hukuman 10 pukul kayu serta 3 tahun penjara akibat perbuatannya.


Pengadilan itu disaksikan oleh banyak orang yang hadir karena penasaran akan apa yang terjadi di pesta keluarga Zhong, mereka tertegun mendengar kronologis tentang Liang Chenyue yang menyewa pelayan yang dipekerjakan sementara oleh Prefek Zhong untuk mencelakai istri Lu Xiang yaitu Miao Adelia dengan cara mendorong keras istri Xiefu Lu yang sedang hamil besar.


"Mulai jalankan hukumannya!!"


Dua orang petugas menyeret Liang Chenyue yang sudah tidak tampak lagi kecantikannya karena wajah lesu dan muram serta baju penjara yang lusuh dan kotor.


Wanita yang masih sangat arogansi beberapa hari yang lalu sudah tidak terlihat karena menghabiskan waktunya di penjara yang kumuh dan tidak layak untuk ditempati.


Liang Chenyue diikat di atas bangku panjang dan mulai berteriak kesakitan ketika pukulan kayu mengenai paha dan bokongnya.


Teriakan tersebut tidak diindahkan oleh petugas yang bertugas menghukum, pukulan berat kayu demi pukulan berat kayu terkena tubuh rapuh Liang Chenyue hingga membuat wanita itu tidak mampu berteriak lagi ketika pukulan terakhir dijalankan.


Tubuh bagian bawahnya mulai berdarah dan mati rasa, matanya menatap nanar dan perlahan berubah penuh kebencian.


"Lihat saja setelah aku keluar nanti aku akan membunuhmu Adelia!!" Bisikan itu seperti kutukan karena diucapkan penuh dendam.


Namun sedikit yang Liang Chenyue tau bahwa waktu tiga tahun adalah waktu yang cukup lama dan banyak yang terjadi dalam tiga tahun tersebut. Pelayan dan kekayaannya menghilang karena dimanipulasi oleh Zheng Hui, serta ketika keluar penjara, yang menyambut wanita itu bukanlah keluarga dan rumah yang hangat namun kuil yang dingin. Istri yang berbuat kesalahan besar akan dihukum menjadi biksuni dan harus menghabiskan sisa hidupnya di kuil untuk merenungi kesalahannya dan mendoakan keluarga suaminya agar tidak terpengaruh oleh dosa yang ia lakukan.


Prefek Zhong sengaja sedikit merekayasa kronologinya karena akan begitu mengerikan jika orang-orang tau bahwa Liang Chenyue memasukkan mata-mata ke kediamannya, terlebih keluarga besar berpengaruh seperti keluarga walikota atau cendikiawan.


Ia juga tidak terlalu berat dalam menghukum Liang Chenyue karena status taboo wanita itu yang merupakan keponakan istrinya, orang-orang akan bergidik ngeri jika ia tidak punya belas pada saudaranya sendiri karena mereka berpikir bahwa ia berdarah dingin jika melakukan itu.


Begitulah manusia, karena ini bukan keluarga mereka sendiri yang mengalami hal itu, mereka mengerti mengapa Prefek Zhong memutuskan hal itu begitu juga dengan Lu Xiang yang telah diberi kabar oleh Prefek Zhong tersebut.

__ADS_1


Ia mengerti namun tidak puas, tangannya meremas kuat kertas yang dikirimkan oleh petugas yamen dan menatap dingin ke depan dan semakin besar keinginannya pada kekuatan dan kekuasaannya.


"Jangan berpikir bahwa itu semua akan berakhir begitu saja".


Lu Xiang kembali membaca laporan Jansenxui tentang keadaan politik di ibukota. Kaisar Murong mempunyai banyak anak laki-laki dan perempuan namun yang tumbuh selamat hingga saat ini adalah 5 pangeran dan 2 putri yaitu pangeran pertama yang menjadi putra mahkota ketika ia berumur 5 tahun yaitu Murong Xianming, pangeran ketiga Murong Xianting, pangeran keempat Murong Xianxian, pangeran ketujuh Murong Xianlei dan pangeran kesembilan Murong Xianzhong, hanya tiga pangeran yang sudah tumbuh dewasa sedangkan dua pangeran lainnya masih kecil sehingga tidak bisa mengikuti kompetisi merebut tahta.


Sedangkan dua putri sudah menikah dengan seorang sarjana Jinshi dan salah satu keluarga Cheng yang merupakan keluarga maternal pangeran mahkota.


Walaupun putra mahkota adalah pangeran pertama yang mempunyai kelebihan dalam politik karena kultur anak pertama yang mewarisi keluarga dan menjadi pemimpin keluarga namun keluarga maternal putra mahkota yaitu keluarga Cheng tidak memiliki kekuatan yang signifikan karena ratu yang telah wafat delapan tahun lalu.


Terlebih Kaisar Murong lebih memanjakan Yang Guifei yang menjadi kandidat besar untuk menjadi ratu berikutnya, Yang Guifei merupakan ibu pangeran ketiga dan putri pertama yang menikah dengan sarjana Jinshi. Keluarga maternal Murong Xianting adalah keluarga bangsawan yang memiliki kekuatan militer.


Sedangkan pangeran keempat memiliki ibu yaitu Mei Fei dan memiliki keluarga bangsawan berpengaruh, kakeknya mempunyai kedudukan di istana yaitu menjadi perdana menteri kanan.


Sehingga dari ketiga pangeran tersebut, pangeran ketiga dan keempat yang memiliki pengaruh yang signifikan karena keluarga maternal mereka dibandingkan dengan putra mahkota.


Namun yang memimpin kandidat terkuat adalah pangeran ketiga karena memiliki Kaisar yang memanjakan ibunya sehingga ia memiliki hubungan dekat dengan Kaisar daripada pangeran lainnya.


"Aku yakin ini tidak sesimpel itu" Komentar Lu Xiang lirih.


Ia berpikir demikian karena pangeran ketiga memiliki intensitas skandal yang paling banyak dibandingkan dengan pangeran mahkota dan pangeran keempat. Tidak mungkin Kaisar yang menyayangi ibu dan anak itu membiarkan berita tidak baik menyebar tentang mereka.


Lu Xiang menyimpan catatan itu dengan hati-hati dan rahasia karena jika ketahuan bisa dituduh pengkhianat karena mencari informasi tentang keluarga kerajaan.


Lu Xiang menjalani hari-hari biasanya dengan belajar giat dan semakin aktif di akademi dalam menjawab soal atau menghadiri seminar atau diskusi tentang soal pertanyaan ujian Sheng-shih hingga seminggu sebelum ujian, Prefek Zhong membawakan kabar bagus bahwa Kaisar sangat senang dengan laporan yang ia berikan dan memerintahkan pegawai kementerian pekerjaan umum untuk mensurvei kebenaran dari laporan tersebut.


Lu Xiang tertegun karena merasa respon tersebut begitu cepat, yang ia tau biasanya Kaisar akan merespon suatu laporan dari Prefek antara 1 sampai 2 bulan tergantung jauh dan beratnya laporan tersebut.


"Paman, kapan mereka akan tiba? Apa aku juga harus bertemu dengan mereka?".


Prefek Zhong terlihat sangat senang, wajahnya begitu murung selama seminggu lebih ini karena permasalahan Liang Chenyue. Berita baik itu menjadi air sejuk yang membersihkan pikiran penatnya.


"Mereka akan sampai minggu depan, karena kau mengikuti ujian pada waktu itu jadi kau tidak bisa menyambut mereka".

__ADS_1


Lu Xiang diam sesaat lalu mengangguk pelan. Untuk saat ini ujian lebih penting daripada menyambut pegawai dari kementerian pekerjaan umum, lagipula ia yakin bahwa dengan datangnya pegawai tersebut maka ia memiliki peluang besar untuk mendapatkan gelar kehormatan yang akan mengubah status keluarganya menjadi keluarga bangsawan.


__ADS_2