
Lu Xiang membuka harinya dengan wajah cerah dan puas membuat Adelia memutar bola mata jengah dan kesal, walaupun tadi malam suaminya melakukannya lebih sekali namun tetap hati-hati menjaga agar perutnya tetap tidak ganggu sehingga walaupun kesal ia tidak bisa marah pada Lu Xiang.
Lu Cheng dan Lu Shan yang sudah bersiap untuk sekolah pertama mereka bingung melihat ekspresi kedua kakaknya. Keluarga Lu Xiang sarapan seperti biasanya dan Adelia mengantar kedua adiknya dan suaminya ke gerbang.
"Apa kotak bekal sudah kalian masukkan ke dalam tas?".
"Sudah kak".
"Bagaimana dengan buku dan alat tulis?".
Lu Shan memeriksa kembali sedangkan Lu Cheng mengangguk. "Sudah aku bawa kak".
"Baiklah. Bersenang-senang lah di Akademi, jika ada apa-apa kalian harus memberitahu ku atau kak Xiang ya?".
Keduanya mengangguk dan berpamitan pada Adelia dan naik kereta kuda bersama dengan Lu Xiang.
"Aku berangkat, jangan merindukanku sayang~". Lu Xiang mencium pipi Adelia dan tersenyum manis.
Adelia memutar bola matanya, suaminya hanya mengantar kedua adiknya ke akademi namun bertingkah seakan pergi untuk jangka waktu yang lama.
"Hati-hati di jalan".
Adelia melambaikan tangan dan tersenyum haru, kedua adiknya tumbuh dengan baik dan sehat hingga sekarang sudah bisa pergi ke akademi.
Lu Cheng dan Lu Shan masuk ke akademi dan pergi ke ruang guru mengikuti Lu Xiang.
"Selamat pagi sarjana Xiefu, kau mengantar adik-adikmu ke sekolah?" Tanya sang guru berbasa-basi.
"Ya guru Fu. Mohon bimbingan anda untuk Lu Cheng dan Lu Shan". Lu Xiang menyuruh adiknya untuk menyapa.
"Senang bertemu dengan anda guru, mohon bimbingannya untuk kami" Lu Cheng dan Lu Shan menunduk sopan dan bersikap anak baik membuat guru Fu mengangguk senang.
"Kalian harus mendengar apa kata guru dan belajarlah yang giat biar dapat membuat bangga Adelia. Kalau ada masalah, kalian harus menceritakannya guru atau padaku. Apa kalian mengerti?" Lu Xiang berpesan kepada adiknya sebelum pulang.
"Kami mengerti kak".
Lu Xiang mengelus kepala kedua adiknya dan pergi meninggalkan Lu Cheng dan Lu Shan bersama dengan guru Fu.
__ADS_1
Sepeninggal Lu Xiang, kedua anak laki-laki itu menjadi gugup karena sudah lama ia tidak bercengkerama dengan anak lain seusia mereka selain Lu Feng membuat mereka cemas pada hari pertama mereka sekolah.
"Baiklah. Ikuti guru, kalian masuk ke kelas C terlebih dahulu. Jika nilai tes kalian bagus maka kalian dapat pindah ke kelas B atau bahkan ke kelas A". Walaupun nilai tes masuk akademi kedua anak laki-laki ini bagus namun karena mereka telat satu bulan masuk sekolah maka ia menempatkan keduanya di kelas C agar dapat beradaptasi dengan kelas dan pelajaran.
"Baik guru".
Lu Cheng dan Lu Shan mengikuti guru Fu masuk ke kelas C yang sudah penuh oleh murid-murid lainnya.
"Selamat siang anak-anak. Hari ini kalian kedatangan teman baru. Lu Cheng, Lu Shan perkenalan diri kalian sendiri".
Lu Cheng mengerat giginya dan menghirup napas dalam. Ia maju satu langkah dan menangkup kedua tangannya ke depan memberi salam.
"Hai semuanya, senang bertemu dengan kalian. Namaku Lu Cheng berusia 6 tahun, ini pertama kalinya aku masuk ke akademi. Mohon bimbingan kalian semua". Ia lalu mundur kembali.
Lu Shan menggenggam kuat tali tas dan maju selangkah. Ia menoleh pada Lu Cheng yang mengangguk memberi dukungan untuknya lalu menghirup napas dalam.
"Senang bertemu dengan kalian teman. Namaku Lu Shan... Um aku berusia 4 tahun. Tolong bantuan kalian selama aku di akademi". Lu Shan segera mundur di samping kakaknya.
Anak-anak menatap penasaran pada kedua teman baru mereka namun perhatian mereka menjadi fokus pada tas yang dibawa oleh keduanya. Tidak ada satupun dari mereka yang pernah melihat tas seperti itu sebelumnya.
"Baiklah. Kalian boleh duduk di sana, kita akan mulai pelajar kita hari ini". Guru Fu menunjuk dua meja duduk di belakang dan memulai pelajaran.
&&&
"Selamat siang kakak ipar, sudah lama kita tidak bertemu" Chen Xirang tersenyum lebar pada Adelia yang menyambut kedatangan mereka bersama suaminya.
Song Yuan dan Wang Tianjin tertegun oleh sapaan dekat tersebut namun tidak mengatakan apapun. Keduanya hanya mengangguk menyapa Adelia.
"Kenalkan istriku, Adelia. Sayang ini adalah Song Yuan dan Wang Tianjin. Mereka berdua temanku di akademi Zhao, karena mereka sudah lulus ujian Fu mereka pindah ke Fucheng satu tahun setengah lebih cepat".
Song Yuan dan Wang Tianjin tertegun oleh perkenalan detail itu, pasalnya sangat jarang ada laki-laki yang memperkenalkan temannya pada istrinya karena status rendah yang wanita miliki.
"Apa kabar tuan Song, tuan Wang. Senang bertemu dengan kalian" Adelia menunduk hormat.
"Se-senang juga bertemu denganmu nyonya Lu". Song Yuan dan Wang Tianjin merasa canggung membuat Chen Xirang terkekeh.
Mereka pun makan siang bersama tanpa Adelia karena wanita itu tau bahwa kedua teman Lu Xiang tidak nyaman dengan keberadaannya.
__ADS_1
Berbagai menu seperti bebek peking, kari sapi dan sup ayam beserta menu sampingan memenuhi meja bulat besar. Keempatnya makan dengan lahap, walaupun bukan Adelia yang memasak namun karena semuanya di beri air sumur teratai, makanan di atas meja begitu menggugah selera.
"Lu Xiang. Apa kakak ipar yang memasak ini semua? Masakan kakak ipar memang sangat enak seperti biasanya" Chen Xirang memuji sembari mengambil lauk dengan gerakan cepat dengan sumpit miliknya.
"Adelia sedang mengandung, bagaimana mungkin dia memasak? Ini masakan yang dibuat oleh pelayan dibawah bimbingan Adelia".
Song Yuan dan Wang Tianjin juga takjub dengan rasa enak masakan yang melompat-lompat di lidah mereka, masakan ini hampir sama rasanya dengan masakan di restoran besar seperti Fuyuan. Keduanya semakin tertegun oleh informasi yang Lu Xiang katakan.
"Selamat Lu Xiang. Tidak lama lagi kau akan menjadi ayah"
"Aku belum memberikan hadiah selamat untuk kakak ipar"
"Kau tidak perlu melakukannya" Jawab Lu Xiang tidak setuju, keluarganya sudah menerima cukup banyak hadiah yang kini bersemayam di space istrinya.
"Tidak, aku tetap akan memberikannya. Ini adalah keponakan pertamaku jadi hadiah harus diberikan" Chen Xirang bersikeras membuat Lu Xiang hanya memutar bola matanya dan tidak lagi membantah.
"Aku juga akan memberikan hadiah" Song Yuan dan Wang Tianjin juga ikut ide teman mereka.
Lu Xiang hanya tersenyum pasrah.
"Kau akan masuk akademi besok kan?" Selesai makan, Lu Xiang dan teman-temannya duduk santai menikmati teh panas di beranda rumah sembari menikmati pemandangan taman bunga kecil di depan mereka.
"Ya. Sepertinya aku yang paling telat masuk akademi".
"Jadwal akhir masuk akademi masih ada beberapa hari lagi jadi kau sebenarnya tidak telat" Banyak dari sarjana yang melanjutkan belajar ke akademi Wangxie masuk lebih awal dari jadwal sehingga walaupun Lu Xiang tidak telat masuk ke akademi seperti jadwal seharusnya namun ia menjadi pelajar yang paling telat masuk dari pelajar lainnya.
Song Yuan dan Wang Tianjin menjelaskan sistem poin yang digunakan oleh akademi. Poin dapat pelajar dapatkan setiap tes setiap minggunya dan dengan poin sang pelajar dapat menikmati berbagai keuntungan seperti pemotongan biaya sekolah atau asrama, dapat masuk ke perpustakaan khusus yang berisi berbagai tes ujian atau dapat mengikuti perkumpulan yang dilakukan oleh para guru.
Lu Xiang mengangguk mengerti mendengar penjelasan kedua temannya.
"Aku juga mendengar bahwa Prefek Zhong akan membuka divisi baru yang fokus pada matematika di akademi". Wang Tianjin membuka topik baru.
"Ya, aku juga mendengarnya. Tapi aku tidak tau fungsi divisi baru tersebut" Chen Xirang menghela napas frustasi, aritmatika adalah pelajaran yang paling sulit untuknya.
"Kau bisa melakukan banyak hal dengan matematika seperti mempelajari bintang dan fenomena alam serta kau juga bisa menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari" Song Yuan menjawab dengan santai, walaupun ia sendiri apakah fungsi tersebut akan dapat diimplementasikan dalam kenyataan namun itulah yang ia dengar dari gurunya.
Lu Xiang mengangkat alisnya tertarik. "Apakah mereka akan merekrut pegawai baru?". Ia sudah belajar bahasa china sederhana dari Adelia dan mulai membaca satu persatu buku milik istrinya, walaupun tidak begitu lancar namun itu sudah membuatnya takjub akan informasi yang ia baca, terlebih tentang penjabaran matematika dalam kehidupan petani yang lebih mudah dipahami daripada buku cocok tanam yang ia baca selama ini.
__ADS_1
"Tentu mereka akan merekrut pegawai baru, aku dengar sebagai asisten para guru yang fokus pada matematika. Apa kau akan ikut Lu Xiang?".
"Ya" Lu Xiang sangat tertarik dengan divisi baru tersebut. Jika ia menjadi pegawai di divisi matematika maka mungkin ia bisa mengemukakan idenya untuk menulis buku cocok tanam baru yang lebih mudah dipahami.