Menjadi Istri Marquis

Menjadi Istri Marquis
Kedatangan nenek Miao Lan


__ADS_3

Adelia kembali ke toko setelah berhasil membeli toko tempat ia berjualan kue dan bernapas lega. Awalnya ia berpikir bahwa ia harus membayar lebih toko tersebut dari harga dasarnya yaitu 120 koin perak karena sudah memiliki reputasi namun ia tidak menyangka bahwa pemiliknya malah menurunkan harga jual hingga menjadi 100 koin perak, mungkin karena nama Zhao Fan.


Adelia ingin membuat rumah sampingan khusus untuk para pelayan. Bertambahnya keluarga Lu Cai membuat mereka kesulitan dalam tidur karena hanya memiliki tiga kamar saja yaitu satu kamar di rumah belakang dan dua kamar pelayan di toko kue, ia tidak ingin rugi karena membangun rumah tanpa memiliki tanah dan bangunannya.


Adelia memutuskan untuk merekrut manajer karena kewalahan karena harus berada di toko dan mengantarkan bekal makan siang untuk suaminya walaupun Lu Xiang mengatakan bahwa pelayan saja yang mengantar bekal makan siang itu untuknya namun ia tidak ingin memendekkan waktu kebersamaan dengan Lu Xiang karena intensitas belajar suaminya yang semakin banyak.


Adelia juga berpikir untuk belajar memahami bacaan yang sulit di dunia ini karena ingin dapat membaca buku mengenai kerajaan Murong dan politiknya.


Terlebih Lu Niang heran dengan tulisannya yang memakai bahasa sederhana yaitu bahasa China anyaran yang Adelia tulis di bon faktur serta data penjualan dibandingkan dengan bahasa China kuno yang belum melalui proses penyederhanaan.


Adelia juga bisa meluangkan waktunya untuk bermain dengan Lu Shan dan Lu Cheng sehingga ia memutuskan untuk mengelola toko kue dari belakang layar.


"Baiklah. Sekarang jelaskan nama kalian dan pengalaman pekerjaan kalian sebelum memutuskan untuk melamar disini".


Adelia membangun tenda kecil di samping toko untuk tempat interview manajer, ia tidak bisa membawa mereka ke rumah karena tidak ada Lu Xiang.


Para pelamar kerja yang hanya berjumlah lima orang karena waktu sedikit tentang pengumuman perekrutan manajer toko kue. Mereka maju satu persatu menjelaskan tentang diri mereka serta pengalaman hingga Adelia memutuskan untuk memilih pria 40 tahunan punya pengalaman menjadi wakil manajer restoran.


"Selamat pada paman Shi dan mulai hari ini kau bisa bekerja disini" Adelia menjabat tangan sembari tersenyum dan menjelaskan apa saja yang harus Shi Shanxi lakukan.

__ADS_1


Walaupun bingung karena harus bekerja hari itu juga namun Shi Shanxi segera menata perasannya dan mendengar semua yang Adelia katakan.


"Ini adalah bon faktur untuk menulis bukti pembelian kue dan ini buku data pelanggan. Paman harus menulis siapa saja yang membeli kue lalu memberi voucher silver jika mereka sudah membeli 10 potong kue atau langsung membeli kue utuh".


Shi Shanxi mengangguk namun menjadi bingung dengan tulisan yang tidak ia pahami.


"Uh! Paman tidak perlu memasukkan ini ke dalam laporan, paman bisa membuat laporan mulai dari paman bekerja di data laporan penjualan dan keuangannya". Adelia merasa malu karena menulis bahasa China anyaran sehingga tidak ada satupun yang dapat membaca tulisannya.


"Paman bisa memberikan laporan setiap minggu padaku dan sediakan buku baru untuk menulis jenis kue yang dijual setiap dua minggu sekali".


Shi Shanxi kembali mengangguk mengerti. "Saya akan berusaha keras agar tidak menjadi beban untuk nyonya dan mengelola toko kue dengan baik. Saya sangat kagum atas ide yang nyonya perlihatkan dari kue cantik dan enak ini, bahkan reputasi kue ini sampai ke kota Qincheng".


Adelia tersenyum senang dan bangga pada dirinya sendiri yang dapat membuat reputasi toko yang ia kelola hingga sampai interlokal.


Adelia kembali ke rumah untuk mempersiapkan bekal makan siang untuk suaminya dengan perasaan riang, ia sekarang benar-benar lega karena tidak lagi sibuk dengan toko kue namun perasaan lega dan senangnya rusak oleh laporan pelayannya, Lu Fang.


"Nyonya, tiga orang perempuan datang dan mengaku bahwa mereka dari keluarga nyonya, keluarga Miao. Mereka membuat keributan dengan meminta dua kue tart utuh tanpa membayar".


Hati Adelia langsung terasa berat, tidak kucing maupun anjing, orang-orang yang tidak ia inginkan selalu muncul di hadapannya. Matanya menatap jengah dan dingin, kalau bukan karena Lu Xiang, ingin rasanya ia menampar mereka satu persatu agar tidak lagi berani menemuinya.

__ADS_1


Adelia mengikuti Lu Fang ke toko kue lalu memejamkan matanya setelah mendengar keributan dari luar toko, ia menghirup napas dalam tersenyum cerah, menghadapi orang yang tidak tau malu harus dengan cara yang halus namun mematikan.


Kalian yang memintaku untuk merusak harga diri kalian sendiri.


Adelia berlari sembari tersenyum. "Nenek! Kau sudah datang, apa kabar kalian? Kalian belum pernah mengunjungi ku setelah aku menikah dengan Lu Xiang". Ia berusaha meraih tangan Nenek Miao Lan dengan gerakan sangat pelan agar dapat ditepis dengan mudah.


Dan benar, nenek Miao Lan yang masih meremehkan Adelia serta mengira bahwa gadis itu masih dengan sang pemilik tubuh yang takut menepis tangan cucunya dengan ekspresi jijik.


Semenjak mendengar bahwa Adelia mengelola toko kue sudah lama ia ingin datang dan meminta uang pada gadis itu namun Miao Sheng melarangnya karena pemilik toko berteman baik dengan manajer Xu sehingga manajer restoran Fuyuan itu mendukung dan melindungi Adelia.


Namun ketika mengetahui bahwa Adelia lah pemilik toko kue, ia sangat marah dan iri akan kekayaan yang gadis itu miliki, ia sudah lama mendengar reputasi toko De Xiang yang terkenal dengan kue bangsawan karena harganya yang tinggi dan ingin sekali memiliki toko seperti itu.


Ketika tau bahwa bahwa Adelia pemiliknya, hal pertama yang nenek Miao Lan pikirkan adalah menguras dan memanfaatkan kekayaan Adelia untuk keluarganya. Ia berpikir wajar jika cucunya memberikan uang yang ia miliki padanya karena ia adalah kepala keluarga Miao selain suaminya.


Nenek Miao Lan mengajak Lien Hua dan Li Mei untuk datang ke toko De Xiang walaupun menantunya melarangnya karena tidak ada izin dari Miao Sheng namun buta akan uang yang akan ia miliki, ia tidak mengindahkan larangan Li Mei dan bahkan memarahi menantu yang tidak sepemikiran dengannya.


"Jangan pegang tanganku!. Aku datang kesini karena ingin meminta dua kue tart utuh untuk Miao Sheng dan Miao An serta uang". Nenek Miao Lan hanyalah istri petani biasa yang sudah lama berkuasa di keluarga Miao, ia tidak tau yang namanya strategi apapun dan mengucapkan apa yang ada dalam hatinya terlebih pada cucu yang selalu takut padanya dan ia remehkan.


Adelia sengaja jatuh dan berusaha untuk menangis. "Mengapa nenek masih membenciku? Apa salahku nek, hanya karena aku wanita?, tapi aku lah yang banyak membantu di rumah dan di sawah sebelum aku menikah lagipula aku ju...".

__ADS_1


"Kau tidak apa-apa Adelia?". Li Mei segera memotong ucapan Adelia ketika melihat orang-orang tertegun dan menatap curiga pada nenek Miao Lan, tangannya mengepal erat menyesali tidak lebih keras dalam melarang nenek Miao Lan.


Wanita tua bangka ini akan menghancurkan reputasi anaknya jika ia membiarkannya begitu saja!!.


__ADS_2