Menjadi Istri Marquis

Menjadi Istri Marquis
Reuni bersama teman lama


__ADS_3

"Apa kabar Lu Xiang? Sudah lama tidak bertemu denganmu". Wang Tianjin memeluk nostalgia teman yang satu tahun setengah tidak ia temui.


"Kabarku. Bagaimana denganmu?" Lu Xiang senang bertemu dengan kawan lamanya.


"Hahaha, kabarku juga baik".


"Song Yuan. Kau mengalami banyak perubahan". Lu Xiang menepuk pundak temannya, terakhir ia bertemu Song Yuan adalah laki-laki yang terpendek dari mereka berempat.


"Seperti kau tidak, aku dengar kau sudah memiliki reputasi tinggi di Fucheng walaupun kau baru beberapa hari di sini" Jawab Song Yuan bercanda. Ia dan Wang Tianjin sudah mengetahui tentang pengumuman donasi untuk proyek tanggul yang idenya berasal dari Lu Xiang, ia dan Tianjin juga berdonasi walaupun tidak sebesar temannya namun itu juga dapat meningkatkan reputasi mereka.


"Kebetulan saja karena aku juga petani. Kapan kalian bertemu dengan Chen Xirang? Kau sudah lama berada disini Xirang?".


Chen Xirang mengangkat gelas teh menyapa Lu Xiang. "Aku hampir dua minggu disini".


Keempat laki-laki yang baru saja reuni kembali berbincang banyak hal terutama tentang ujian Sheng yang diadakan setiap tiga tahun sekali oleh karena ini Wang Tianjin dan Song Yuan masih berada di Fucheng menunggu ujian yang tahun ini akan dibuka.


"Aku sudah memiliki rumah di bagian dalam kota. Besok jika kalian tidak ada acara datanglah ke rumah karena akan mengadakan perjamuan rumah baru".


Song Yuan dan Wang Tianjin sadar bahwa Lu Xiang sudah memiliki istri. "Aku dengar kau memiliki istri yang cantik dan punya ide unik tentang bisnis?".


Alis Lu Xiang terangkat naik. "Apa kalian iri?".


Keduanya tertawa speechless akan nada dan ekspresi bangga temannya, Lu Xiang yang mereka sudah banyak berubah. Sekarang ia memiliki kepercayaan diri dan lebih mudah bergaul daripada sebelumnya, perubahan yang sangat positif.


"Aku akan datang. Sudah lama aku tidak mencicipi masakan kakak ipar" Chen Xirang orang yang pertama setuju.


"Aku juga ikut".


"Sertakan aku".


Keempatnya lalu membicarakan tentang ide penerapan tanggul yang Lu Xiang ajukan dan mengemukakan pendapat mereka akan hal itu.


"Kau sarjana Xiefu Lu?" Seorang laki-laki berusia 30 tahunan menginterupsi pembicaraan mereka.


"Ya. Saya sendiri, maaf anda siapa?".


Laki-laki berjanggut hitam itu mengulurkan tangannya. "Perkenalkan namaku Fu Feng Dan dari akademi yang sama denganmu. Aku dengar bahwa proyek pembuatan tanggul berasal darimu Xiefu. Aku sangat terkesan, kau berkontribusi banyak setelah proyek ini selesai".


Lu Xiang menangkup kedua tangannya dan sedikit merendahkan kepalanya. "Terimakasih atas pujian mu Fu Feng. Saya hanya ingin melakukan apa yang bisa saya lakukan".

__ADS_1


"Saya juga mendengar bahwa kau menyarankan monumen penghargaan untuk para donasi, itu juga sesuatu yang membuat saya terkesan. Hanya saja jika kau tidak memasukkan pebisnis ke dalamnya" Mata Feng Dan menatap remeh pada Chen Xirang dan Song Yuan yang notabene dari keluarga pebisnis. Ia berasal dari keluarga pegawai Prefek, kakek dan ayahnya bekerja dibawah kepimpinan Prefek Zhong, walaupun ayahnya Feng Shanming diberhentikan sementara karena menyembunyikan fakta keluarganya yang akan berbesan dengan salah satu kandidat ujian namun tetap menjadi pemeriksa ujian namun status keluarga mereka tidaklah berubah.


Feng Dan sangat meremehkan status pebisnis yang vulgar karena selalu berhubungan dengan uang sehingga ia tidak suka berteman atau berhubungan dengan anggota keluarga pebisnis.


"Tapi aku mengerti mengapa mengajukan ide tersebut" Matanya melirik pada Chen Xirang dan Song Yuan dengan maksud jelas mengatakan bahwa Lu Xiang senang berteman dengan anak pebisnis yang vulgar.


Mata Lu Xiang menjadi dingin namun ekspresinya yang sopan dan elegan tidak berubah. Kini ia dapat mengontrol perasaannya agar tidak menunjukkan apapun di wajahnya. "Menurutmu apa fungsi pelajar?".


Feng Dan tertegun oleh pertanyaan yang tidak ia sangka. "Tentu saja untuk mengikuti ujian dan menjadi sarjana agar dapat berkontribusi kepada kerajaan".


Lu Xiang mengangguk lalu kembali bertanya. "Dan menurut mu sarjana dapat dibagikan antara sarjana kalangan sarjana, sarjana kalangan petani dan sarjana kalangan pebisnis?".


Feng Dan terdiam.


"Apa menurut ada gelar sarjana selain Hsien, Fu, Juren, Shijin? Dalam buku Konfusius sarjana adalah orang wibawa yang dapat berkontribusi dalam kerajaan dan masyarakat. Ia dilihat dari apa yang ia perbuat ke depannya bukan dari kalangan apa atau darimana berasal dia".


"Dalam pelajar atau sarjana tidak ada yang dapat membandingkan kecuali kontribusi yang mereka lakukan. Temanku Chen Xirang dan Song Yuan mendonasikan uang mereka dan berkontribusi pada proyek yang Prefek Zhong lakukan. Itu adalah pekerjaan mulia, jika anda Fu Feng menganggap itu suatu kehinaan dan tidak puas maka harusnya anda lakukan lebih dari keluarga pebisnis lakukan. Mungkin itu akan membuat pendapat menjadi sedikit benar".


Feng Dan mengepalkan tangannya lalu menangkup kedua tangannya pada Lu Xiang "Sepertinya anda tersinggung dengan apa yang saya katakan. Saya minta Xiefu Lu".


Lu Xiang juga menangkup kedua tangannya. "Kita hanya sedang berdiskusi. Jika ada perkataan yang juga menyinggung anda, mohon jangan diambil hati".


Perdebatan itu kelihatan seimbang dan tidak ada yang menang dan kalah namun kesan baik menunjuk pada Lu Xiang dan kesan buruk menunjuk pada Feng Dan. Dari kejadian ini semua sarjana mengetahui bahwa Feng Dan meremehkan keluarga yang berada dibawahnya bukan hanya pebisnis saja dan itu berakibat pada reputasinya yang mulai tercoreng.


Rumput laut yang kering kemudian akan dilembutkan agar mudah di ekstraksi, Adelia menambahkan asam sulfat yang ada di space dan merendamnya selama 15 menit untuk menghilangkan asam lalu ditiriskan.


Lu Mei dan Lu Yan lalu memasak rumput laut yang lembut setelah menambahkan air 40 kali lebih berat dari rumput laut, dalam proses memasak Adelia menambah cuka dan menyuruh Lu Mei dan Lu Yan untuk memasak hingga 2 jam lebih sesuai pengadukan.


Malamnya mereka menyaring air rumput laut dan mendinginkan hingga menjadi keras. Agar-agar yang keras itu kemudian di hancurkan dan di press tipis agar dapat mudah digiling. Besoknya agar-agar tipis itu baru digiling menjadi bubuk agar-agar dan siap digunakan.


Baik Lu Mei dan Lu Yuan tidak tau ke gunakan agar-agar ini karena ketika Adelia membuat kue puding ia langsung menuang agar-agar bubuk yang sudah jadi dari space sehingga keduanya tidak dapat tau bahwa keduanya adalah agar-agar.


Adelia bernapas lega setelah melihat lembaran agar-agar yang akan dibilang esok hari, satu pekerjaan hampir selesai. Besok setelah selesai menggiling, ia dapat membuat cincau dari daun cincau yang sudah ia keringkan.


"Sudah waktunya istirahat. Jangan terlalu lelah sayang. Kau harus ingat bahwa sekarang kau sedang hamil sayang". Lu Xiang menatap pasrah pada istrinya yang pekerja keras. Ia mengelus pipi chubby Adelia dan sayang dan mencubitnya pelan.


"Ini sudah selesai Lu Xiang. Besok aku harus memasak apa untuk perjamuan temanmu?".


"Biar Lu Fang dan lainnya yang memasak. Kau hanya perlu bersantai".

__ADS_1


Adelia memutar bola mata jengah melihat overprotective suaminya. Ia hanya hamil bukan cacat, namun tidak dapat ia pungkiri bahwa hatinya menjadi hangat dan bahagia atas perhatian Lu Xiang walaupun kadang-kadang berlebihan.


Lu Xiang merebahkan diri di samping Adelia setelah membersihkan dirinya, ia memeluk hati-hati Adelia dan mencium pipi dengan lembut.


Adelia menatap dalam pada suaminya, entah apa yang ia pikirkan namun tangannya turun dan memegang junior suaminya lalu berbisik. "Sayang. Apa kau menginginkannya?". Ia sadar bahwa Lu Xiang mandi air dingin dari suhu badan suaminya.


Tatapan Lu Xiang seketika menghitam, pupilnya membesar dan napasnya mulai memberat dan tidak beraturan. "Kau hamil sayang" Suara serak parau terdengar seksi membuat Adelia menjadi mood untuk melakukannya.


"Aku sudah empat bulan. Kata dokter kita bisa melakukannya" Adelia merayu seperti gumiho yang merayu mangsanya.


"Kau..." Lu Xiang naik ke atas Adelia namun tidak menghimpitnya karena menopang tangannya agar tidak mengenai perut Adelia.


Ia mencium bibir yang selalu memabukkannya dan bermain dengan mengecup, menggigit halus dan menghisap hingga bibir itu semakin mekar dan memerah.


"Adelia~".


Lu Xiang ingin meremas payudara istrinya namun Adelia menahannya. "Tunggu sebentar, aku akan ganti baju dulu".


Lu Xiang bernapas berat tidak sabar, kejantanan yang mengeras tidak ingin mendengar kata tunggu dari Adelia namun ia menghirup napas dalam dan turun dari tubuh istrinya. "Nanti juga aku akan membuka bajumu sayang. Kenapa kau mengganti baju?". Ia tidak mengerti mengapa Adelia tiba-tiba berinisiatif lalu menjauh.


Adelia hanya tertawa renyah dan menyuruh suaminya untuk membalikkan badan. Lu Xiang bernapas pasrah dan menuruti, ia berpikir mungkin ia adalah salah satu gejala ibu hamil.


Adelia mengganti dengan lingerie seksi yang ia miliki berupa kain hitam transparan yang terdapat bordiran di bagian dada dan bagian bawah sehingga sedikit menutup area sensitifnya.


"Kau boleh berbalik badan".


Lu Xiang tersenyum pasrah dan berbalik badan dengan sabar meladeni permintaan istrinya namun matanya menatap nyalang melihat pemandangan erotis di hadapannya. Junior Lu Xiang berdenyut beberapa kali hingga ia menghirup napas kasar mencoba mengontrol gairah yang membakar tubuhnya.


"Kemari lah sayang" Suara bass rendah dan parau serta ekspresi liar penuh nafsu membuat Adelia sedikit takut dan menyesal menjahili suaminya. Ia pun melangkah mundur.


"Kenapa kau tidak menuruti ku? Apa kau takut?" Tatapan semakin dalam dan liar semakin terlihat di mata Lu Xiang, ia masih mengulurkan tangannya dengan sabar namun kemudian berdiri dan berjalan pelan dengan mata buas ingin menerkam dan memakan habis Adelia yang membuatnya menjadi gila.


"Adelia sayang~. Baju apa yang kau pakai sekarang?"


Adelia tersenyum meringis, ia menyesal bercanda berlebihan kini malah terkena batunya sendiri. "Lu-Lu Xiang, ini sudah malam sebaiknya kita tidur ya?" Adelia berbalik ingin cepat mengganti baju namun tangan kekar memeluknya dengan erat dari belakang.


Lu Xiang tertawa seksi. "Kau sangat cantik malam ini sayang. Aku baru tau kalau kau punya baju seperti ini, bagaimana kalau kau memakainya tiap malam?".


Adelia menangis dalam hati, ia kesal pada dirinya sendiri karena telah masuk dalam perangkat yang ia buat sendiri. "Ak-aku hanya punya ini Lu Xiang. Tidak mungkin kan kalau aku memakainya tiap malam".

__ADS_1


Lu Xiang masih terkekeh halus. "Kau tidak perlu khawatir, aku bisa memesannya untukmu hm~?". Lu Xiang menciumi bibir Adelia dengan liar lalu turun menjilati leher jenjang dan putih istrinya dan tidak lupa meninggalkan kissmark.


Malam itu permainan panas di atas ranjang dan di dinding kamar terjadi beberapa lama hingga suara Adelia menjadi serak karena ******* kuat dan teriakan nikmat yang Lu Xiang berikan. Untung saja dalam rumah utama hanya mereka berdua yang tinggal jika tidak maka Adelia pasti akan sangat malu keesokan harinya.


__ADS_2