Menjadi Istri Marquis

Menjadi Istri Marquis
Rencana untuk toko baru


__ADS_3

Para pekerja corvee mulai melakukan tugas mereka, mengangkut batu, menggali lubang besar yang akan dibuat menjadi tanggul atau membuat perekat dari serbuk batu bata. Tanggul akan dibuat dari parit besar arah ke laut yang telah dibuat sebelumnya, parit tersebut akan menjadi titik penghubung tanggul dengan dengan bendungan yang selanjutnya akan dibuat hingga mencapai desa Shu yang tak jauh dari daerah bendungan tersebut.


Tanggul mempunyai gerbang pembuka di setiap daerah yang tidak jauh dari satu sama lain untuk membuka dan menutup air ketika diperlukan. Dari tanggul baru kemudian dibuat irigasi berupa parit kecil sepanjang sawah, baru kemudian dibuat tanggul pembuangan air yang akan menuju ke arah laut, itu semua butuh waktu yang tidak cepat.


Lu Xiang mengawasi orang-orang yang bekerja giat dan memastikan makanan yang disajikan layak dimakan seperti roti kukus hangat dan bubur kental yang memiliki banyak nasi.


Karena donasi yang ia dan Adelia lakukan, Prefek menyewa bibi-bibi di daerah sekitar untuk memasak dua kali sehari sehingga makanan tetap hangat ketika di makan. Para pekerja corvee yang sangat letih sangat senang dan bersemangat melihat makanan hangat yang membuat lelah mereka hilang seketika.


Malamnya Lu Xiang tidur di tenda yang disediakan, ia akan menghabiskan waktu di desa Shu untuk beberapa hari sebelum pulang setelah memastikan proyek berjalan dengan lancar.


"Baru kali ini suasana di corvee begitu bersemangat. Aku tidak menyangka bahwa makanannya yang diberikan sangat banyak".


"Ya, itu bahkan lebih banyak dari yang dapat aku makan di rumah".


"Rasanya juga lumayan. Aku dengar Prefek Zhong mempekerjakan wanita untuk memasak buat kita semua".


"Prefek Zhong memang Prefek yang dapat diandalkan. Beliau selalu berbelas kasih untuk kita para petani".


"Ya. Semoga dewa memberkati beliau".


"Aku dengar ada keluarga yang ikut mendonasikan uang mereka untuk proyek ini?".


"Ya. Dan aku dengar dia pelajar yang sudah lulus ujian Fu dan bahkan mendapatkan gelar Xie".


"Benarkah? Dia pasti akan menjadi menteri yang hebat diakan datang".


Berbagai respon dan komentar terdengar dari para pekerja corvee, mereka bercengkrama menikmati waktu sebelum tidur dengan gembira, tidak ada sedikit pun rasa lelah dari pekerja berat seharian.

__ADS_1


Lu Xiang mendengar bahwa pengumuman tentang monumen donasi sudah disebar ke berbagai kalangan masyarakat dan mendapat respon positif berkat ia dan Adelia yang sebagai contoh. Ia berharap bahwa akan banyak pebisnis yang akan mendonasikan uang mereka dan membuat proyek tanggul sukses dengan sempurna.


&&&


Adelia pergi ke toko baru yang belum ia kunjungi sama sekali setelah beberapa hari di Fucheng. Ia melihat desain interior untuk restoran dan memutuskan untuk mendekorasi lantai satu menjadi daerah biasa untuk menikmati kue, untuk lantai dua sendiri memang sudah di desain berbilik-bilik sehingga tidak perlu lagi di dekorasi ulang.


Karena Adelia akan menerima pelanggan untuk duduk dan menikmati pemandangan taman samping yang indah maka Adelia tidak bisa hanya menjual kue tart atau puding saja. Ia harus membuat minuman. Ia harus mencari kopi dari para caravan yang berkeliling karena kopi bukan produk lokal. Masyarakat kerajaan Murong lebih menyukai teh daripada kopi yang memiliki aroma dan rasa yang kuat.


"Aku bisa membuat milk tea dan cappucino dengan berbagai varian.


"Tamannya sangat cantik".


"Ya nyonya" Lu Mei yang mendampingi Adelia juga menatap takjub setelah melihat taman penuh bunga dengan desain yang elegan dan menawan.


Terdapat bunga di samping jalan setapak dan juga daun yang dipotong rapi sebagai pemisah dari satu meja dan meja lainnya yang memiliki kursi sebanyak 10 kursi. Tak jauh dari tempat itu terdapat gazebo nyaman yang di depannya terdapat kolam ikan besar dengan bunga teratai di tengahnya, tampak begitu menakjubkan seakan pemandangan dari negeri kayangan.


Adelia juga bisa menyewakan taman ini untuk para sarjana, walaupun mereka tidak begitu suka dengan taman yang bisa disewakan untuk para wanita namun jika suaminya mengadakan pesta teh atau perkumpulan untuk membahas poem maka para sarjana pasti tidak keberatan tentang hal itu.


Adelia menyuruh Lu Kai dan Lu Niang untuk membeli rumput laut untuk ia jadikan sebagai agar-agar bubuk serta teh, susu dan kopi dan daun cincau untuk dikeringkan agar dapat membuat cincau hitam.


"Haa~ masih banyak yang harus aku persiapkan sebelum pembukaan toko di Fucheng" Adelia mengeluh pasrah namun hal itu membuatnya bersemangat karena memiliki banyak hal yang bisa id lakukan.


"Nyonya, toko ini pasti akan jadi toko yang harus dikunjungi di Fucheng ketika buka nanti".


"Ya. Itu akan menjadi debut toko dan aku di Fucheng!".


Adelia sangat senang membayangkan reputasi yang sudah ia bangun akan mendapatkan hasil ketika membuka toko nanti.

__ADS_1


Ia mengingat Lu Xiang yang berada di desa Shu dan merindukannya sudah dua hari suaminya pergi untuk mengawasi proyek tanggul dan irigasi.


Adelia memetik bunga beberapa bunga untuk disimpan di ruang tamu dan kamar lalu pulang. Ia harus melihat laporan tentang akademi pelajar anak-anak yang akan Lu Cheng masuki.


Ada beberapa akademi untuk anak-anak di kota Fucheng diantaranya akademi Zhu, akademi Xiao dan akademi Ming. Ketiganya adalah akademi yang terkenal di Fucheng, ia harus memastikan bahwa tidak ada diskriminasi besar antara status siswa sebelum mendaftarkan Lu Cheng ke dalamnya karena tidak ingin membuat pandangan adiknya menjadi diskriminasi juga.


Akademi Zhu dipimpin oleh Fu Zhu Zhai, sarjana yang masih dalam tahap belajar untuk lulus ujian sheng yang belum dapat ia capai.


Akademi Ming dan akademi Xiao dipimpin oleh sarjana Juren Xiao Shaosheng dan Ming Furen. Kedua akademi tersebut banyak menghasilkan pelajar yang lulus ujian dasar atau anak dan akan melanjutkan ke akademi lebih lanjut.


"Akademi Xiao Shaosheng lebih sesuai untuk Lu Cheng" Gumam Adelia. Ia harus mendiskusikannya dengan Lu Xiang terlebih dahulu baru mendaftarkan Lu Cheng.


Adelia menyimpan kertas laporan yang ia kumpulkan dari petugas yamen yang ia sewa dan menghela napas lega. Sekarang tinggal menunggu bahan-bahan dari Lu Kai dan Lu Niang sebelum memproses semua bahan tersebut dan menyewa pekerja untuk mendekorasi toko lantai satu untuk menjadi toko kue berkualitas tinggi.


"Apa perlu aku harus membangun dinding kaca seperti toko bakery modern?. Itu pasti akan memakan biaya yang besar namun apa pekerja dapat memasangnya?". Adelia berceloteh sendiri memikirkan interior seperti apa yang harus ia buat untuk toko kue barunya.


Sore harinya Lu Kai dan Lu Niang pulang dengan bahan-bahan yang Adelia pesan. Kereta kuda penuh oleh bahan-bahan tersebut hingga membuat Lu Niang harus duduk di samping kasir.


"Nyonya, ada beberapa orang dari desa Feng yang akan menyetok rumput laut untuk toko De Xiang ke depannya. Mereka sudah menandatangani kontrak seperti yang engkau perintahkan agar tidak membelot ke pedagang lainnya".


"Kerja bagus. Kalian pasti lelah, mandi dan beristirahat lah. Biar Lu Fang, Lu Yan dan Lu Tao yang memasukkan barang-barang ini".


"Saya juga akan membantu nyonya. Saya tidak begitu kelelahan lagipula saya juga akan mengembalikan kereta ini kepada birokrasi Nui".


Adelia mengangguk setelah memastikan bahwa Lu Kai tidak kelelahan. Karena Lu Xiang pergi ke desa Shu, Adelia harus menyewa kereta kuda lainnya untuk bepergian.


"Apa aku harus membeli kereta kuda lagi?" Sepertinya ia harus memikirkan hal itu karena untuk ke depannya Lu Xiang akan sering bepergian karena proyek tanggul.

__ADS_1


__ADS_2