
"Kualitas wine yang bagus, dimana kau mendapatkannya?!" Zhao Fan bertanya antusias. Baru kali ini ia meminum wine buah yang aroma dan rasa sangat kental namun terasa ringan dan nyaman di tenggorokan, biasanya wine buah akan terasa berat dan tidak mellow karena tidak memiliki kadar alkohol yang tinggi.
"Saya membuatnya sendiri Juren Zhao Fan. Jika anda masih menginginkan wine ini anda bisa memintanya pada Lu Xiang". Adelia menjawab dengan sopan.
Zhao Fan semakin terkejut. "Kau bisa membuat wine?".
"Saya hanya bisa membuat wine buah Juren Zhao Fan". Jawab Adelia merendah.
"Hahaha, jangan panggil aku Juren. Cukup paman saja" Seakan disuap oleh wine berkualitas tinggi, Zhao Fan mengubah gaya bicaranya dengan lebih kasual dan santai.
Adelia terkejut dan merasa senang mendengar hal itu, ia pun berdiri dan membungkukkan badannya. "Baik paman".
"Duduk lah, duduklah. Aku senang kalian berkunjung kemari. Lu Xiang, mengapa baru sekarang kau mengenalkan istrimu padaku? Dan kapan kau menikah?". Ia hanya tau bahwa Lu Xiang membeli bride child bukan seorang istri untuk menjaga adik-adiknya. Bride child berstatus rendah karena tidak berbeda dengan budak karena memiliki surat kepemilikan namun tidak menyangka bahwa Lu Xiang memilih untuk menikah.
Bibir Lu Xiang berdenyut speechless, ia tau bahwa gurunya sangat kasual dan santai sehingga tidak mau bergelut dengan jabatan yang mengharuskannya bersikap elegan dan berwibawa serta harus berperang kata dengan lawan politiknya setiap hari. "Aku menikah sudah lebih dari satu bulan".
"Dan kau tidak mengundangku? Gurumu?".
Adelia yang ingin menuangkan wine berhenti lalu menatap Lu Xiang dan kembali menuangkan wine dalam gelas.
"Kami tidak membuat pesta".
Zhao Fan pun menyadari kesalahannya, muridnya berhenti sekolah karena kematian ibunya serta harus merawat dan menafkahi adik-adiknya, mengingat berapa negatifnya keadaan finansial muridnya, wajar jika ia tidak mengadakan acara pernikahan. Sesaat suasana menjadi hening dan canggung.
"Hm, paman Zhao. Apa paman tau siapa dalang di balik kejadian kemarin? Aku takut jika keadaan itu kembali terulang namun tidak dapat menyelesaikannya seperti kemarin. Aku tidak ingin karena toko kue reputasi paman dan Lu Xiang menjadi buruk". Adelia mengalihkan pembicaraan.
Zhao Fan meneguk wine dengan cepat lalu melambaikan tangannya dan kembali speechless ketika mengingat laporan yang ia baca dari anak buahnya.
__ADS_1
"Kau tidak perlu merasa khawatir, aku sudah menyelesaikannya". Zhao Fan kembali meneguk wine yang dituangkan oleh Adelia. Ia tidak ingin membuat pikiran Lu Xiang tersita karena Liang Wei dan berbuat sesuatu yang tidak ia inginkan, lagipula Liang Wei juga murid di sekolahnya dan tidak ingin murid yang ia didik sendiri sibuk berkelahi dengan murid yang tidak memiliki kemampuan apapun.
Setelah membaca laporan anak buahnya, selain speechless Zhao Fan juga merasa jengah dengan kelakuan Liang Wei yang selalu melakukan trik jahat pada para pelajar yang tidak ia sukai, terlebih ketika ia mengandalkan adik perempuannya yang hanya berstatus selir biasa. Ia akan membuat Liang Wei keluar dari akademinya secara suka rela.
Baik Lu Xiang dan Adelia menatap bingung satu sama lain lalu kembali menoleh pada Zhao Fan, masih merasa penasaran.
"Dia hanya merasa iri pada kemampuan Lu Xiang, aku akan memberinya peringatan", Lanjut Zhao Fan sembari menatap Lu Xiang.
Lu Xiang mengangkat kepala dan menatap gurunya. Tatapannya menjadi dingin ketika sebuah nama terlintas di pikirannya ketika Zhao Fan mengatakan iri, hanya Liang Wei yang selalu mencari masalah dengannya karena iri pada kemampuan ingatan fotografis yang ia miliki.
Tanpa sadar ia menggenggam erat gelas wine dan menundukkan pandangannya untuk menyembunyikan kilatan kebencian ketika mengingat lutut memar istrinya karena ulah Liang Wei.
"Sudah jangan bahas itu lagi, Lu Xiang besok kau sudah bisa masuk ke kelas B dan bulan depan kau akan mulai menyelesaikan essai tentang ujian sebelumnya". Zhao Fan menghela napas dan tersenyum pasrah, muridnya sangat pintar hingga ia cepat memahami sesuatu membuatnya bangga dan pasrah karena tidak bisa menyimpan rahasia yang ingin ia rahasiakan.
Sedangkan Adelia tertegun melihat Zhao Fan yang membicarakan masalah pendidikan di hadapannya. Ia tau bahwa status wanita di dunia sangat lah rendah sehingga wanita tidak boleh mendengar pria berdiskusi tentang pendidikan apalagi politik namun tidak menyangka bahwa Zhao Fan tidak berperilaku seperti itu, mungkin ia tau mengapa pria setengah baya itu tidak mau berada di pemerintahan.
"Jangan lupa bawa wine buah ini ketika kau berkunjung kembali". Pesan Zhao Fan sebelum membolehkan Lu Xiang dan Adelia pulang.
Sepasang suami-istri itu tersenyum dan mengangguk setuju.
&&&
Hari itu sebuah rumor tersebar di berbagai tempat perkumpulan seperti restoran ataupun kedai teh dan rumah bordir, rumor tentang Liang Wei yang berbohong ketika mengatakan bahwa adik perempuannya adalah istri sah anak walikota namun ternyata hanyalah seorang selir.
Rumor itu menyebar dengan cepat karena Liang Wei sendiri selalu membanggakan adik perempuan yang menjadi istri sah anak walikota serta selalu menggunakan gelar keluarga besanan untuk meraih keuntungan pribadinya seperti respek di acara perkumpulan pelajar atau membully para pelajar miskin yang tidak ia sukai.
Banyak pelajar yang bersantai membahas rumor itu serta kejadian di pengadilan tentang reputasi Lu Xiang dan Zhao Fan yang membuat banyak orang tau bahwa Lu Xiang memiliki toko kue terkenal di kota Cheng.
__ADS_1
Banyak yang tidak menyangka bahwa istri Lu Xiang mengelola toko kue yang terkenal di kalangan keluarga besar dan berpengaruh serta kue asing yang belum pernah dijual sebelumnya terlebih ia tau bahwa Lu Xiang adalah pelajar sangat miskin yang selalu memakai baju lusuh.
Liang Wei yang mendengar rumor itu menjadi panik dan marah, ia memecahkan semua barang-barang di kamarnya melampiaskan semua amarah yang ada di hatinya.
Napasnya terengah-engah menahan emosi yang bergejolak, matanya menatap nyalang seperti hewan buas yang siap menerkam siapapun.
"Lu Xiang!!!".
Liang Wei berteriak dan duduk di kursi sembari mengepalkan kedua tangannya yang bergetar. Jika saja ayahnya tidak diberi peringatan oleh Zhao Fan sendiri untuk tidak lagi mengganggu Lu Xiang maka ia akan menyewa seseorang untuk membunuh bajingan itu.
Tangannya semakin bergetar karena menyadari bahwa masa depannya telah hancur, reputasi yang ia bangun hilang seketika setelah berita tentang kebohongannya terbongkar.
Liang Wei berpikir bahwa Lu Xiang lah yang melaporkan tentang dirinyalah dalang dibalik kejadian kemarin serta rumor yang beredar karena tau yang sebenarnya dan sangat membenci laki-laki itu.
Liang Wei kembali mengamuk dan memecahkan barang-barang.
Di saat bersamaan, Miao Sheng juga menatap benci setelah mendengar apa yang terjadi ketika ia hangout bersama temannya.
Ia tidak menyangka bahwa Adelia dan Lu Xiang memiliki toko kue yang terkenal di kalangan pelajar dan keluarga besar lainnya, ia berpikir bahwa Adelia hanya mengelola toko kue itu dan tidak ingin membuat masalah karena tau bahwa manajer Xu, manajer restoran Fuyuan mendukung pasangan suami-istri itu dan menyangka bahwa teman manajer Xu pemilik toko kue itu sehingga manajer Fuyuan memberi dukungan.
Namun ternyata Lu Xiang lah pemiliknya?! Bagaimana mungkin?!.
Giginya gemertak kuat menahan iri dan cemburu ketika mengingat banyaknya uang yang Lu Xiang hasilkan dari berjualan kue tart. Walaupun keluarganya bisa disebut keluarga berada di desa Miao namun di kota Cheng ia tidak ada apa-apanya.
Miao Sheng sering menolak ketika teman-temannya memintanya untuk membuat perkumpulan pelajar karena tidak memiliki uang lebih untuk mengadakan acara tersebut, beruntung dengan kemampuan berbicaranya tidak ada satupun temannya yang menyadari alasan utama penolakannya.
Karena kekurangan uang ia bahkan tidak dapat membeli barang yang ia inginkan dan sekarang ia mendengar bahwa pria paling miskin adalah pemilik toko kue mahal?!.
__ADS_1