
Lu Xiang dan teman-temannya lulus dalam ujian gelombang pertama dan melanjutkan ujian gelombang kedua setelah beristirahat selama dua hari, seperti sebelumnya mereka mengantri dan menunggu untuk diperiksa lalu masuk kembali ke ruangan ujian yang luas yang telah dipisahkan oleh bilik-bilik agar tidak dapat melakukan kecurangan.
Pertanyaan ujian gelombang kedua adalah matematika yaitu tentang cara penghitungan pajak mulai dari petani, pebisnis, perajin atau artisan, pejabat dan bangsawan. Para peserta harus menghitung berapa pajak yang harus mereka bayar setiap tahunnya. Banyak peserta ujian yang mengeluh karena mereka tidak mengetahui semua elemen tersebut, jika pesertanya berasal dari bangsawan maka ia tidak akan tau tentang berapa dan pajak apa saja yang harus di bayar selain elemen bangsawan begitu juga dengan yang lainnya namun ada juga yang dapat menjawab semua elemen tersebut dengan baik.
Lu Xiang sendiri bisa menjawab 4 dari 5 elemen tersebut, pertanyaan itu bersifat general atau umum sehingga seseorang bisa membuat contoh pejabat tingkat rendah sedangkan ia sendiri berasal dari keluarga petani dan memiliki istri seorang pebisnis, ia hanya tidak bisa menjawab tentang pajak yang harus dibayarkan oleh bangsawan karena tidak memiliki pengetahuan tentang hal tersebut.
Selesai ujian gelombang kedua, banyak peserta yang berasal dari ibukota mengeluh pada keluarganya tentang pertanyaan tidak masuk akal tersebut yang membuat orang tua mereka yang menjabat di pemerintahan kerajaan melakukan petisi menolak hasil ujian gelombang kedua yang penuh dengan omong kosong pada pertemuan mahkamah serta menyalahkan Shu Taifu sebagai pemimpin pemeriksa ujian karena membuat pertanyaan mustahil seperti itu.
Shu Taifu yang berdiri di barisan pertama hanya diam dan acuh tak acuh terhadap petisi yang ditujukan untuknya, sesaat pertemuan mahkamah menjadi ramai karena pejabat yang memaksa Kaisar untuk mengulang kembali ujian gelombang kedua terutama pejabat yang anaknya mengikuti ujian tersebut.
Dengan muka merah dan janggut yang hampir berdiri dalam mempertahankan opini yang mereka yakini, mereka bersikeras dan memaksa agar petisi mereka dikabulkan.
"Kaisar!! Mohon pertimbangkan petisi ini!!!" He Yaojin pemimpin petisi tersebut bersimpuh pada Kaisar.
"Kaisar!!! Mohon pertimbangkan petisi ini!!!" Pendukungnya juga mengikuti ucapan dan bersimpuh di hadapan Kaisar.
Pejabat yang berdiri hanyalah pejabat yang netral dan pejabat yang mendukung Shu Taifu, Murong Xianming menundukkan wajahnya menyembunyikan senyum geli melihat reaksi intens para pejabat.
Dialah yang diam-diam mengusulkan ide tersebut kepada gurunya. Bagaimana mungkin seorang sarjana yang akan menempati kursi jabatan di pertemuan mahkamah agung tidak tau dan mengenal tentang hal yang hanya karena itu bukan menjadi urusan mereka?!. Pejabat saat ini banyak yang tidak kompeten dan hanya memikirkan perut dan kekuasaan mereka sendiri, ia akan mengubah situasi tersebut dan membuat kesan bahwa menjadi pejabat bukanlah pekerjaan yang mudah serta mendapat gaji buta dengan perasaan tidak bersalah.
Kaisar yang duduk di atas tahta menopang wajahnya dengan santai dan melihat drama yang dilakukan oleh para pejabat hingga mereka membuat pertemuan mahkamah berubah menjadi pasar yang gaduh, apa mereka lupa tempat mereka berdiri saat ini adalah tempat sakral yang dapat mengubah nasib banyak orang?!!.
__ADS_1
"Zhen sendiri yang mengusulkan ide tersebut. Kenapa? pejabat Zhen tercinta tidak setuju dengan ide Zhen?".
Deg!!!
Jawaban Kaisar berhasil membungkam mulut para pejabat, mereka melihat satu sama lain lalu mengubah raut wajah mereka dalam sekejap dan memuji Kaisar sampai ke langit.
"Ide Kaisar memang sangat bijaksana. Hidup Kaisar!! Semoga anda panjang umur berpuluh ribu tahun".
Perut Murong Xianming menjadi sakit karena menahan tawa melihat pergantian ekspresi secepat kilat tersebut, ia tidak menyangka bahwa skill penghayatan para pejabat bahkan mengalah pemeran opera dan teater.
"Pertemuan dibubarkan" Kaisar Murong menjadi jengah melihat wajah para pejabatnya dan meninggalkan balai pertemuan mahkamah.
"Beri hormat pada Kaisar!!!" Kasim yang bertugas melaporkan prosedur pertemuan berteriak nyaring.
Petisi yang gagal membuat banyak anak pejabat yang tidak bisa menjawab pertanyaan gelombang kedua menjadi gagal juga. Walaupun kesal mereka tidak berani mengeluh dan komplain, hal itu membuat suasana di ibukota menjadi tegang.
Mereka yang gagal melampiaskan kekesalan mereka pada peserta ujian yang lulus namun tidak memiliki background apapun di ibukota, dua hari berikutnya berita tentang beberapa peserta yang sakit dan keracunan sehingga tidak dapat mengikuti ujian gelombang ketiga menyebar di ibukota.
Anak para pejabat yang gagal tidak berani menggagalkan banyak peserta karena akan membuat Kaisar curiga dan menginvestigasi tentang apa yang terjadi, mereka menargetkan peserta yang mereka anggap memiliki potensial dalam menduduki peringkat paling atas.
Lu Xiang dan Wang Jiayou merupakan salah satu target mereka namun entah kenapa mereka dapat terhindar dari jebakan yang mereka pasang hingga membuat mereka curiga dan takut pada saat bersamaan karena berpikir bahwa ada seseorang yang jauh diatas mereka yang melindungi dua orang tersebut.
__ADS_1
Wang Tianjin dan Zhang Yunlei juga mendapat keberuntungan karena bersama dengan Lu Xiang dan Wang Jiayou sehingga mereka selamat dari konspirasi tersebut dan tidak tau bahwa putra mahkota lah yang melindungi mereka. Lu Xiang dan ketiga temannya berhasil lulus dan mengikuti ujian gelombang ketiga.
Ujian gelombang ketiga hanya memiliki satu pertanyaan yang mudah namun mempunyai jawaban yang cukup membuat sakit kepala. Pertanyaannya adalah apa yang bisa mereka kontribusikan kepada kerajaan pada saat ini.
Pertanyaan itu membuat rambut peserta ujian menjadi rontok sangking frustasi dengan jawaban yang akan mereka tulis. Bagaimana mungkin mereka bisa menjawab pertanyaan tersebut sedangkan setiap harinya mereka hanya berkelut dengan buku!!!.
Rasa frustasi peserta ujian tidak di rasakan oleh Lu Xiang, ia menulis tentang kincir air dan manfaatnya pada masyarakat yaitu dapat mengalirkan air ke rumah warga atau ke ladang mereka dengan menggunakan pipa bambu, juga dapat mengolah dengan mudah hasil pertanian yaitu dengan menggerakkan penggilingan bahan pangan dengan bantuan kincir air.
Kincir air menjadi altenatif dari tanggul dan irigasi yang belum dapat dibangun karena kendala finasial atau kendala lainnya namun kincir air memiliki kekurangan yaitu hanya dapat dibangun di dekat sungai, desa atau tempat yang jauh dari sungai tidak dapat direalisasikan.
"Jawaban ini bisa membuatnya menduduki peringkat atas ujian ini, walaupun bukan Xie". Gumam Lu Xiang pada dirinya sendiri.
Lu Xiang dengan hati-hati mengcopy jawaban dari kertas draft lalu membuat gambar seperti apa kincir air tersebut, ia tidak takut terhadap kecurigaan orang-orang karena kincir air memiliki fungsi yang hampir sama seperti proyek tanggul dan irigasi yang ia kemukakan sebelumnya.
Setelah dua belas hari menjalankan ujian akhirnya Lu Xiang dan teman-temannya berhasil menyelesaikan ujian Hui-shih dengan aman. Mereka hanya tinggal menunggu hasil ujian lalu mendaftarkan diri untuk ujian seleksi yang kemudian akan mendapatkan kesempatan untuk mengikuti ujian di istana dan dibawah pengawasan langsung dari Kaisar.
Semua sarjana yang mengikuti ujian mengetahui bahwa mereka akan gagal di ujian seleksi jika mereka menduduki peringkat bawah pada ujian Hui-shih karena ujian seleksi hanya formalitas dan alasan yang bagus dalam mengeleminasi peserta yang tidak mendapatkan rangking yang bagus pada ujian sebelumnya karena kursi jabatan di ibukota sangat terbatas.
Hal itulah yang menjadi salah satu penyebab betapa kesalnya mereka ketika gagal dalam ujian Hui-shih karena mereka juga gagal menempati kursi jabatan sehingga keluarga mereka tidak bisa memonopoli kekuasaan karena generasi setelahnya bukan berasal dari keluarga mereka sendiri.
Kita tau sendiri bahwa dalam situasi politik, 4 tahun adalah waktu yang sangat cukup untuk mengubah segalanya dan hal itulah yang membuat Murong Xianming mengusulkan ide tersebut untuk mematahkan sayap para pejabat yang menguasai ibukota dan jalannya pertemuan mahkamah di istana.
__ADS_1
Walaupun Kaisar adalah pemilik kerajaan namun realitanya ia tidak dapat mengambil keputusan mutlak karena campur tangan pejabat yang menjulurkan tangan panjang mereka pada tempat yang tidak semestinya.