
Keesokan harinya, sesuai janji Miao Sheng dan Li Yaoyao berkunjung ke rumah Lu Xiang, mereka Lu Xiang, Adelia, Miao Sheng dan Li Yaoyao berkumpul di ruang keluarga.
Lu Xiang dan Adelia duduk di kursi dengan dua cangkir teh yang diletakkan oleh Lu Mei di hadapan mereka. Miao Sheng mengambil cangkir teh lalu berlutut mempersempahkan teh pada Lu Xiang walaupun hatinya tidak rela karena merasa bahwa ia jauh berada dibawah laki-laki itu. "Kakap ipar, tolong minum teh".
"Terimakasih adik ipar" Lu Xiang menerima cangkir teh dan memberikan amplop merah sebagai uang saku yang diberikan oleh senioritas dalam keluarga kepada juniornya.
Miao Sheng menerima dengan senyum terpaksa lalu memberikan teh pada Adelia yang kemudian juga memberikan uang saku padanya, perasaan seperti dipermalukan menggelut di hatinya.
Li Yaoyao yang melihat reaksi suaminya ingin memutar bola mata jengah, Miao Sheng tidak pernah berpikir panjang dan jauh dan sangat mudah memperlihatkan perasaannya, apa ia tidak berpikir bahwa Lu Xiang dan Adelia dapat mengetahui apa yang ia pikirkan?.
Li Yaoyao tidak begitu suka pada suaminya yang berpikir sempit dan tidak tau memanfaatkan keadaan yang ada, jika bukan bujukan dari ayahnya maka ia tidak akan mau mengirimkan lamaran pada laki-laki yang tidak memiliki masa depan yang cerah dan panjang tersebut, mengingat tujuannya datang kemari, ia tersenyum ceria dan mempersembahkan teh pada Lu Xiang dan Adelia lalu menerima amplop merah.
"Miao Sheng. Bagaimana kabar nenek Miao? Apakah nenek sehat-sehat saja?". Walaupun tidak ingin membangun hubungan baik dengan keluarga maternalnya namun basa-basi harus tetap diterapkan.
"Kabar nenek baik dan sehat Adelia, nenek merindukanmu setelah kau pergi ke Fucheng dan tidak pernah pulang ke desa Miao".
Adelia bernapas lega lalu menatap bersalah. "Maaf Miao Sheng, Aku begitu sibuk mengelola toko dan mengurusi rumah ini, terlebih ketika aku hamil membuatku tidak bisa melakukan perjalanan panjang".
Mata Miao Sheng berkilat dalam hati ia menyeringai sinis namun wajahnya tersenyum seakan itu bukan masalah yang besar. "Tidak apa-apa kak, aku mengerti dan paham keadaanmu".
Jawaban tersebut mengandung dua makna yang berbeda namun Adelia memilih berpura-pura tidak mendengarnya dan kembali bernapas lega membuat bibir Miao Sheng berdenyut kesal.
"Kak Adel, kue di toko De Xiang sangat enak dan menarik, aku baru paham kenapa toko De Xiang begitu banyak pelanggan setiap harinya. Dari mana kau mendapatkan ide itu kak?". Li Yaoyao mengalihkan topik pembicaraan.
__ADS_1
"Terimakasih. Aku sendiri tidak menyangka bahwa kue tart akan sangat terkenal di kota Fucheng". Adelia menjawab dengan wajah pasrah namun bibirnya yang tersenyum menunjukkan perasaan sesungguhnya.
"Jadi bagaimana kau bisa mendapatkan ide untuk dapat membuat kue tart kak?". Li Yaoyao kembali mengulang pertanyaan walaupun tau bahwa ia bertindak tidak sopan dengan bertanya hal pribadi seperti itu namun wajahnya yang innocent membuat orang-orang berpikir bahwa ia hanya gadis yang hanya penasaran pada sesuatu yang unik dan tidak memiliki maksud tersembunyi.
Lu Xiang yang duduk di samping Adelia menatap Li Yaoyao dengan tatapan mata dingin namun bibirnya tersenyum, entah senang dengan pertanyaan itu atau mencemooh sang penanya.
"Ini semua berkat Lu Xiang" Adelia menoleh padan Lu Xiang, tatapan licik dan manipulasi bersinar di matanya membuat suaminya tersenyum geli.
"Lu Xiang menemukan sebuah buku tentang memasak kue bolu dan cara membuat krim kue tart lalu menyampaikannya padaku. Aku mencoba beberapa kali dan dapat mengembangkan ide yang ada di buku tersebut".
"Wah! kakak ipar sangat hebat dan beruntung!!". Li Yaoyao menatap kagum pada Lu Xiang, tatapan seperti tatapan seorang gadis kecil bertemu dengan idolanya, begitu murni dan suci. Sebenarnya ia lebih tertarik pada laki-laki tampan dan gagah perkasa serta memiliki sifat seperti bangsawan namun ia sangat tau bahwa ia dan Lu Xiang sangat mustahil sehingga ia hanya ingin membangun hubungan baik dan jika perlu dianggao layaknya seperti adik sendiri, itu lebih bermanfaat daripada menebalkan muka dan bermimpi yang tidak masuk akal seperti menjadi istri atau selir laki-laki tersebut.
Lu Xiang hanya mengangguk ringan lalu mengalihkan pandangannya pada Miao Sheng dan bertanya tentang akademis dan langkah apa yang akan adik iparnya tempuh di kemudian hari.
"Aku ingin bekerja di kantor pemerintahan walikota kak di kota Qincheng".
"Kau tidak ingin melanjutkan sekolah dan mempersiapkan ujian Sheng-shih selanjutnya?".
Miao Sheng menggeleng lemah. "Aku tetap akan mempersiapkan ujian Sheng-shih berikutnya namun tidak ingin melanjutkan studi di akademi. Ayah mertua menawariku sebagai sekretaris di kantor walikota dan aku tertarik akan pekerjaan itu".
Miao Sheng menjelaskan dengan perasaan bangga dan pongah yang hampir tidak bisa ia tutupi, ia berpikir bahwa walaupun Lu Xiang lulus dan mendapat peringkat pertama namun ia lah yang terlebih dahulu membangun karir.
"Jadi kau tidak akan tinggal di Fucheng?" Adelia menyadari bahwa alasan nenek Miao tidak datang ke Fucheng bukanlah karena Li Yaoyao namun karena tidak perlu melakukannya.
__ADS_1
"Ya Adelia, aku dan Li Yaoyao akan pulang ke Qincheng akhir tahun ini". Ia tidak tau maksud Li Yaoyao mencoba membangun koneksi dengan keluarga berpengaruh di Fucheng walaupun mereka tidak akan lama tinggal di Fucheng namun istrinya berkata pada ayah mertualah yang menyuruh melakukannya sehingga ia tidak bisa membantah apapun.
Adelia menatap suaminya dan mengangguk pada Miao Sheng. Lu Xiang seakan dapat mengetahui bahwa istrinya lega dan bahagia tidak dekat dengan keluarga Miao, ia baru tau bahwa Adelia begitu takut keluarga Miao akan membawanya masalah, ia tersenyum geli namun penuh kasih dan menggenggam tangan wanita yang selalu membuat harinya menjadi cerah.
"Kak Adel, apa menurutmu aku bisa membuka toko kue tart di Qincheng?".
Alis Adelia terangkat naik. "Kau tertarik ingin membeli resep kue tart?".
Pertanyaan tak terduga itu membuat senyum Li Yaoyao membeku sesaat. "Aku..sebenarnya aku ingin membantu kakak membangun cabang di Qincheng seperti yang kau lakukan di kota Cheng, mungkin itu bisa membantu mengembangkan reputasi toko De Xiang dan membuat lebih banyak tau tentang toko milikmu".
Penjelasan Li Yaoyao tidak hanya terdengar seperti membantu tanpa pamrih namun juga mengingatkan Adelia bahwa ia bisa melakukan itu dengan orang asing yang bukan keluarga dan tentu ia juga lebih melakukan itu dengan sanak keluarganya.
Jadi kau ingin resep gratis? hehe, menarik.
Jika Adelia orang yang sangat memikirkan muka dan reputasi maka penjelasan itu akan meluluhkan dan menyenangkan hatinya namun Adelia di depan Li Yaoyao bukan wanita seperti itu, ia tidak begitu peduli akan tanggapan orang lain selama itu tidak menyangkut Lu Xiang dan ia juga lebih peka sehingga tau tujuan gadis di hadapannya.
"Wow!! itu memang sangat membantuku Li Yaoyao tapi kau tau sendiri bahwa aku dan Lu Xiang akan pindah ke ibukota setelah Lu Xiang mengikuti ujian hui-shih. Akan sangat merepotkanmu jika membangun cabang toko De Xiang di Qincheng, perjalanan jauh setiap bulannya pasti tidak efisien bagimu yang sudah menikah".
Li Yaoyao memasang wajah kecewa namun dalam hati ia sangat kesal oleh penolakan Adelia. "Ba-bagaimana dengan cabang di kota Cheng kak? Maksudku apa tidak apa-apa kau meninggalkan toko pada orang yang bukan sanak keluarga?".
Pertanyaan sekaligus menyindir itu membuat bibir Lu Xiang berdenyut menahan kesal.
"Tentu saja aku tidak akan melakukan itu, sebelumnya aku juga sudah mengatakan pada Xiaowen tentang hal ini dan disetuju untuk membeli toko dan resep kue tart itu dariku jadi tidak akan ada masalah".
__ADS_1
"Oh. Baguslah kalau begitu". Penjelasan yang juga terdengar sindiran membuat Li Yaoyao hampir tidak bisa mempertahankan senyumnya. Jadi Adelia ingin aku juga harus membayar resep kue jika ingin membuka toko kue yang sama.
Namun resep itu bernilai 10.000 koin perak!!! dan itupun belum termasuk menu baru yang ada di Fucheng. Dari mana ia mendapatkan uang sebanyak itu?!!.