
Keesokan harinya berbagai hadiah berdatangan dari orang-orang yang ingin menjalin hubungan baik dengan Lu Xiang membuat Adelia tertegun dan menyuruh Lu Fang untuk mencatat siapa dan apa hadiah yang diberikan. Itu akan jadi referensinya dalam untuk memberikan hadiah.
Banyak hadiah berasal dari keluarga pedagang atau pebisnis dan beberapa berasal keluarga dari keluarga sarjana. Keluarga pebisnis melakukan itu karena ingin menjadikan Lu Xiang menjadi backing keluarga mereka karena status pebisnis yang rendah. Bahkan sebagian dari mereka terang-terangan mengisyaratkan niat mereka untuk menjadi besan dengan keluarga Lu.
Dikarenakan Lu Xiang sudah mempunyai istrinya maka gol mereka adalah selir. Bibir Adelia berdenyut sembari menatap dingin pada kartu ucapan selamat di tangannya.
Heh!, ia lupa akan satu hal ini. Di dunia ini sangat wajar laki-laki mempunyai 3 istri dan 4 selir, satu istri utama yaitu istri sah dan dua istri samping yang dapat berpotensi menjadi istri sah ketika sang istri sah meninggal atau diceraikan, walaupun disebut istri samping namun mereka dikategorikan sebagai selir, hanya namanya saja yang indah.
Manajer Xu juga memberikan hadiah berupa voucher makan gratis di restoran Fuyuan dan teh berkualitas tinggi sembari mengucapkan selamat melalui pelayannya.
Rumah Adelia ramai oleh orang-orang yang datang membawa hadiah dan mengucapkan selamat hingga menjelang siang hari. Lu Shan dan Lu Cheng penasaran dengan hadiah yang menggunung di ruang tamu itu dan membukanya satu persatu dengan perasaan senang.
Kabar tentang Lu Xiang menjadi Xie Hsien tersebar di kota Cheng dan banyak reaksi akan berita tersebut, ada yang senang, antusias ataupun marah seperti yang terjadi pada keluarga Miao.
Miao Sheng pulang dengan perasaan kelam, gelar Xie Hsien yang didapatkan oleh Lu Xiang seperti ulat yang memakan ulu hatinya membuatnya susah untuk bernapas.
"Miao Sheng, cucuku sudah pulang. Cucuku sudah pulang!!" Nenek Miao Lan berteriak girang melihat kereta lembu dari kejauhan.
Para warga desa juga keluar dari rumah untuk melihat dan mendengar apakah Miao Sheng lulus ujian kali ini. Jika laki-laki itu lulus maka mereka akan mengubah perlakuan mereka terhadap keluarga Miao, karena keluarga yang mempunyai sarjana adalah keluarga yang sangat terhormat di mata warga desa.
Miao Sheng turun dari kereta dengan wajah menghitam, kesal, iri dan cemburu pada Lu Xiang yang menjadi Xie Hsien masih melekat di pikirannya membuatnya sangat tidak puas dan benci pada peringkat ujiannya sendiri.
"Miao Sheng, bagaimana dengan ujiannya? Apa kau lulus?" Li Mei menyadari wajah masam anaknya bertanya dengan takut namun masih menyimpan harapan.
__ADS_1
Miao Sheng menghirup napas dalam dan mencoba tersenyum walaupun terlihat sedang meringis. "Aku lulus ibu".
Suara terkesiap terdengar dari para warga yang berkumpul di sana. Perasaan nenek Miao Lan seakan melambung tinggi, akhirnya cucunya lulus ujian dan menjadi sarjana Hsien.
"Hahaha. Cucuku lulus ujian, cucuku akhirnya lulus ujian" Ia berteriak girang, wajahnya memerah antusias seakan terlihat sepuluh tahun lebih muda.
"Selamat Miao Sheng, akhirnya desa kita juga punya sarjana".
"Kau sangat hebat Miao Sheng".
"Nenek Miao Lan, kau pasti bangga pada cucumu kan? Coba saja cucuku seperti cucumu mungkin aku mati dengan tenang".
Berbagai pujian keluar dari mulut para warga yang juga merasa senang Miao Sheng menjadi sarjana dikarenakan desa mereka akan dipandang baik karena memiliki sarjana.
"Miao Sheng, kau peringkat berapa? Apakah peringkat pertama? Apa kau menjadi Xie Hsien?"
Tangannya bergetar menahan emosi yang membara yang ingin keluar dan melampiaskan pada siapapun. "Maaf nek, aku juara 21. Aku peringkat 21".
Senyum nenek Miao Lan membeku, Li Mei yang melihat suasana yang akan menjadi buruk itu segera mengambil alih pembicaraan. "Ibu mertua, Miao Sheng baru pulang dari perjalanan jauh. Dia pasti lelah, bagaimana kita bicarakan ini setelah Miao Sheng istirahat?".
Li Mei menarik tangan anaknya untuk masuk ke rumah. Ia tidak begitu peduli akan peringkat ujian baginya Miao Sheng menjadi pelajar sudah cukup membuatnya senang, walaupun ia juga kecewa karena peringkat ujian anaknya yang tidak seperti ia harapkan namun itu tidak akan menjadi ganjalan dalam hatinya.
Muka Miao Sheng kembali menghitam, gigi gemeretak hebat menahan kekesalan dan kebenciannya pada Lu Xiang. Lu Xiang, Lu Xiang, Lu Xiang!!! Nama itu seperti mimpi buruk baginya, ia tidak bisa berbuat apapun dan hanya dapat melihat punggung laki-laki itu yang semakin jauh di depannya.
__ADS_1
Miao Xu dan Miao Li, ayah Miao Sheng juga ikut senang mendengar berita besar itu ketika pulang dari bekerja menjadi buruh malam harinya. Walaupun Miao Xu sedikit terganggu karena khawatir akan statusnya sebagai anak pertama dikalahkan oleh Miao Li namun ia juga senang.
Sarjana Hsien mendapatkan hadiah dari pemerintah kerajaan berupa bebas pajak tanah sebesar 10 hektar tanah dan gaji yang didapat setiap bulannya sebanyak 2 koin perak, walaupun sarjana tersebut tidak memiliki pekerjaan. Hal itulah menjadi alasan banyak orang-orang yang ingin menjadi pelajar dan sarjana.
Malamnya rumah keluarga Miao seperti terkena gempa ketika mendengar penuturan Miao Sheng bahwa Lu Xiang lah yang menjadi Xie Hsien. Li Mei berpikir bahwa pantas saja anaknya bermuka masam dan tidak suka dengan peringkat ke-21. Lu Xiang seperti setan yang melekat di hati Miao Sheng dan membuatnya membusuk, anaknya harus melenyapkan laki-laki itu dari hatinya jika ingin melangkah maju.
"Jadi... Jadi Lu Xiang lah yang menjadi Xie Hsien?!" Nenek Miao Lan seakan terkena asma mendengar berita itu. Suami Adelia, cucu yang paling ia benci menjadi Xie Hsien.
Nenek Miao Lan mencengkeram dadanya yang sakit lalu pandangannya menghitam.
"Nenek!!"
Rumah keluarga Miao seperti kebakaran jenggot karena nenek Miao Lan yang jatuh pingsan. Para warga menjadi heran melihat raut wajah panik keluarga Miao dan pingsannya nenek Miao Lan, mengapa berita baik itu terlihat seperti berita belasungkawa dari wajah keluarga Miao?, itulah pertanyaan setiap warga desa Miao.
Lu Xiang yang sedang bercinta dengan Adelia tidak tau bahwa dirinya menjadi penyebab huru hara bagi keluarga Miao hingga membuat nenek Adelia jatuh pingsan.
Selain keluarga Adelia, ada satu keluarga lagi yang tidak suka dengan berita Lu Xiang menjadi Xie Hsien. Mereka adalah keluarga Lu Xiang sendiri yaitu keluarga Lu yang bertempat tinggal di desa Lu yang terletak di sebelah desa Mang yang tak jauh dari desa Miao.
Kepala keluarga Lu yang bernama Lu Anming mempunyai empat anak laki-laki yaitu Lu Ho, Lu Heng, Lu Haocun dan Lu Huanran yang tinggal pisah setelah sang ibu meninggal. Lu Ho tinggal di rumah orang tuanya sedangkan anak kedua hingga anak keempat tinggal pisah.
Keluarga Lu termasuk keluarga sarjana karena Lu Huanran lulus ujian Hsien dan bekerja di kantor walikota sebagai pegawai administratif sehingga ia, istri dan anaknya yang masih kecil pindah ke kota Qincheng.
Menjadi pegawai di kantor walikota tentu saja cepat dalam mendapatkan informasi, awalnya Lu Huanran tidak mengira bahwa keponakannya lah menjadi Xie Hsien dan berpikir bahwa pemegang juara pertama itu mempunyai nama yang sama dengan keponakannya namun ketika melihat desa Miao, matanya membesar tidak percaya.
__ADS_1
Lu Huanran segera mengirimkan surat pada kakaknya yaitu Lu Ho untuk memastikan apakah Lu Xiang, keponakan mereka benar-benar menjadi Xie Hsien.