Menjadi Istri Marquis

Menjadi Istri Marquis
Berkunjung ke rumah Shu Taifu


__ADS_3

Keesokan paginya, petugas yamen dari akademi Huanlin berangkat menuju rumah sewa Lu Xiang dan temannya. Berbeda dengan akademi lainnya, akademi Huanlin adalah akademi yang dikelola oleh pemerintah, para sarjana yang memulai karirnya di ibukota rata-rata akan di tempatkan di akademi Huanlin sebelum pindah ke kantor kementerian setelah ia bisa berkontribusi pada kerajaan.


"Apakah disini rumah tuan Xie Jinshi Lu?". Kedatangan dua orang petugas yamen yang mengendari kuda serta kain satin bertuliskan kabar baik membuat orang-orang mengetahui bahwa di sinilah tempat kepala juara Hui-shih tinggal.


Mereka berbondong-bondong menghampiri dan berdiri di depan gerbang tanpa menghalangi petugas yamen.


Lu Xiang yang sudah menunggu melangkah maju dan memberi salam. "Saya sendiri".


Kedua petugas yamen tersenyum dan turun dari kuda sebelum mengucapkan selamat dan menyampirkan kain satin merah ke bahu Lu Xiang sesuai ritual lalu menyerahkan baru giok token sarjana Jinshi dan surat bebas pajak tanah yang jika ditotalkan hampir mencapai 100 hektar tanah.


Itu juga menjadi salah satu penyebab kenapa banyak laki-laki yang bersikukuh dan menghabiskan hartanya demi dapat belajar dan mengikuti ujian. Tidak hanya memiliki bebas pajak tanah namun juga gaji bagi masing-masing sarjana sesuai tingkatannya.


Untuk gaji sarjana Jinshi sendiri adalah 65 koin perak, terlihat banyak namun tidak cukup jika hidup di ibukota sehingga sarjana yang sudah menikah akan menyuruh istrinya untuk membuka bisnis atau mencari istri dari kalangan bangsawan yang kaya raya.


"Selamat tuan atas pencapaian prestasi anda yang luar biasa!".


"Terimakasih atas pujian anda". Lu Xiang menangkup kedua tangannya.


"Tuan Jinshi Wang juga ada tinggal disini bukan?". Ketika diberitahu bahwa ada dua sarjana yang mendapatkan peringkat atas tinggal disini, ia begitu terkejut karena selama ia berkarir sebagai petugas yamen, baru kali ini ia mendapatkan pengalaman tersebut.


Lu Xiang menoleh pada temannya. Wang Jiayou pun melangkah maju. "Saya sendiri tuan".


"Selamat atas juara kedua yang anda dapatkan!!". Petugas yamen juga menyampirkan satin merah ke bahu Wang Jiayou beserta token batu giok token dan surat bebas pajak.


"Terimakasih tuan" Wang Jiayou tersenyum tipis namun tidak membuat petugas yamen karena sikapnya yang sedikit diam.


"Apakah tuan sekalian ingin mampir minum teh dulu?" Lu Xiang menyelipkan kantong uang dengan gerakan natural.


Senyum petugas yamen semakin cerah kala menimbang berat kantong uang di tangannya. "Tidak, terimakasih tuan Xie Jinshi, kami harus segera melapor pada atasan kami".


"Baiklah kalau begitu, terimakasih atas kedatangan tuan sekalian".


Sopan santun Lu Xiang membuat kedua petugas yamen semakin terkesan padanya, mereka pamit dengan hormat lalu kembali ke akademi Huanlin.

__ADS_1


Berita tentang Lu Xiang menjadi kepala ranking ujian Hui-shih pun menyebar dari mulut ke mulut dan banyak orang mencari latar belakang pemuda tersebut dan mempertimbangkan apakah mereka layak untuk mengirim lamaran.


"Selamat Lu Xiang, selamat senior Wang!!".


"Selamat kawan, selamat senior!".


"Hahaha, kalian terlihat sangat tampan dengan kain satin merah di bahu mu".


Wang Tianjin dan Zhang Yunlei kembali mengucapkan selamat pada dua teman mereka.


"Kita harus merayakan dua kabar baik ini!! Ayo kita pergi ke rumah Banmei!!".


"Tidak / tidak". Lu Xiang dan Wang Jiayou menjawab serentak.


"Tsk! Kalian kuno sekali, kalau begitu kita rayakan di restoran sembari minum wine".


Lu Xiang diam sesaat lalu kembali menggeleng kepala. "Aku harus menemui seseorang, bagaimana kalau nanti malam saja?".


"Ide bagus!!" Wang Tianjin segera setuju, Zhang Yunlei dan Wang Jiayou juga mengangguk setuju. Ketiganya tidak menanyakan siapa yang akan Lu Xiang temui karena itu privasi teman mereka.


"Selamat siang, perkenalkan namaku Xie Jinshi Lu Xiang, aku kemari mencari tuan Shu Taifu atas perintah guruku. Ini token nya". Lu Xiang menyerahkan token khusus yang menandakan bahwa itu benar berasal dari Shu Taifu sendiri kepada penjaga gerbang.


Lu Xiang sengaja memperkenalkan diri beserta gelar agar penjaga gerbang tidak meremehkan dirinya dan menghardiknya untuk pergi.


Benar, sang penjaga gerbang tertegun mendengar gelar Lu Xiang lalu memeriksa token dan mengangguk sembari membuka gerbang.


"Silahkan masuk, apa anda sudah membuat janji sebelumnya? Tuan besar Duke sedang menerima tamu". Sang penjaga merasa dilema antara harus melapor pada tuannya atau tidak karena tamu yang diterima tuannya bukanlah tamu biasa!.


Lu Xiang diam sesaat dan menggelengkan kepala. "Aku tidak membuat janji sebelumnya. Kalau begitu aku akan kembali di lain waktu, tolong sampaikan bahwa murid Juren Zhao Fan datang berkunjung".


Sang penjaga merasa lega karena sikap pengertian Lu Xiang. "Baik tuan Xie Jinshi, saya akan sampaikan pada tuan besar Duke". Ia pun mengembalikan token jade pada Lu Xiang kembali.


Lu Xiang melangkah keluar namun tidak lama kemudian., seorang pelayan laki-laki lari tergopoh-gopoh sembari memanggilnya.

__ADS_1


"Tunggu sebentar tuan!! Tuan besar Duke ingin menemui anda!!".


Lu Xiang menoleh dan melihat pelayan yang berhenti sembari terengah-engah, kediaman rumah Duke Shu yang luas membuatnya harus berlari kencang jika ingin sampai ke gerbang utama.


"Tu-tuan, silahkan masuk. Tuan besar Duke menunggu anda di sana".


Pelayan menuntun Lu Xiang masuk dan melewati sang penjaga gerbang yang pucat, ia berpikir bahwa tuan besar tidak suka karena ia mengusir halus tamunya!. Tapi apa daya karena ia juga tidak bisa menyinggung tamu majikannya!!.


Tidak ada yang menyadari perasaan kacau penjaga gerbang, mereka pergi ke rumah bagian selatan tempat menjamu setiap tamu.


Langkah Lu Xiang terhenti sesaat melihat seorang laki-laki berumur 30 tahunan yang memakai jubah biasa perpaduan warna hitam dan merah.


Laki-laki itu duduk dengan santai namun Lu Xiang dapat melihat aura elegan dan wibawa yang keluar dari tubuh sang lelaki, pikirannya terbang ke peristiwa pemeriksaan beberapa waktu yang lalu di dekat ibukota.


"Selamat siang tuan Duke Shu Taifu, selamat siang tuan gongzhi". Lu Xiang menangkup kedua tangannya memberi sapa dengan hormat. Walaupun ia telah mengenal laki-laki di hadapannya namun tidak mungkin mengatakannya karena takut jika pangeran putra mahkota tidak mengakuinya, itu akan membuat kesan yang buruk dan bahkan mendatangkan masalah. Ia belum mengetahui dengan jelas temperamen Murong Xianming sehingga gelar gongzhi untuk memanggil seseorang yang berstatus sarjana Jinshi adalah langkah yang tepat.


Shu Taifu melirik pada muridnya yang tersenyum dan mengangguk santai pada Lu Xiang.


"Kau murid Zhao Fan?".


"Benar tuan Duke, nama saya Lu Xiang. Maksud kedatangan saya kemari karena guru saya Juren Zhao Fan menyuruh saya membawakan sesuatu untuk anda".


Lu Xiang lalu meletakkan bingkisan yang di dalamnya terdapat wine dan bubuk teh.


"Hahaha, dia masih ingat temannya yang berada di ibukota. Duduklah Lu Xiang".


"Terimakasih tuan Duke".


"Sudah berapa lama kau menjadi murid Zhao Fan?".


"Saya menjadi murid guru Juren Zhao Fan sudah lebih dari 3 tahun tuan Duke".


"Jangan gugup, panggil saya aku paman Taifu".

__ADS_1


Murong Xianming yang duduk di samping Shu Taifu mengangkat alisnya lalu tersenyum misterius. Gurunya juga tertarik pada Lu Xiang, namun sayang ia tidak akan membiarkan hal itu terjadi karena ia tidak ingin laki-laki itu masuk ke fraksi netral seperti gurunya.


Lu Xiang juga terkejut mendengar perkataan Shu Taifu, ia tersenyum cerah lalu berdiri dan membungkuk hormat. "Baik paman Taifu, terimakasih!"


__ADS_2