
"Aku pulang~". Lu Xiang yang kelelahan berteriak semangat ketika sampai ke rumah. Hampir seminggu ia berada di desa Shu untuk mengawasi proyek tanggul dan baru dapat pulang setelah memastikan bahwa semua berjalan dengan baik.
Pengumuman tentang donasi juga berjalan dengan baik hingga mengumpulkan 300.000 lebih koin perak, uang yang cukup besar dan lebih dari cukup membangun tanggul di dua desa namun itu masih sangat sedikit dibandingkan dengan banyaknya desa yang ada di sekitar kota Fucheng.
Mood Prefek Zhong pun sangat baik setiap hari karena tidak pusing lagi memikirkan anggaran, sekarang ia dapat memikirkan tentang ide yang ia pikirkan tentang memanfaatkan tenaga narapidana.
"Kau sudah pulang suamiku? Kau pasti sangat kelelahan. Aku sudah menyiapkan air hangat dan makanan untukmu". Adelia berlari dan memeluk erat penuh kerinduan suaminya yang sudah seminggu tidak ia temui.
"Hehe. Aku merindukan mu sayang~".
"Aku juga sayang~. Kau sedikit kurusan walaupun hanya pergi seminggu, pekerjaan di sana pasti sangat berat". Adelia meraba-raba tubuh suaminya yang tampak kurus dan kulit lebih kecoklatan karena terus berada bawah terik matahari.
"Benarkah? Aku tidak menyadarinya".
"Apa kau makan teratur? Jangan prioritaskan pekerjaan daripada kesehatan Lu Xiang" Adelia mengeluh kesal dan pasrah. Ini adalah fase yang harus Lu Xiang lakukan.
"Aku menjaga kesehatan ku dengan baik sayang. Kau tenang saja, aku ingin hidup panjang sampai tua bersama mu jadi kesehatan adalah hal yang penting bagiku".
"Kau ini.. Selalu saja bisa beralasan. Ayo cepat mandi agar tubuhmu menjadi segar setelah kita makan siang".
Lu Cheng dan Lu Shan yang tidak memiliki jadwal belajar setelah pindah ke Fucheng hanya bermain dan mengerjakan tugas yang diberikan oleh Lu Xiang seminggu lalu. Mereka sangat senang karena kepulangan kakak mereka.
Rumah utama lebih ramai setelah Lu Xiang pulang. Keempatnya makan di ruang makan rumah utama.
"Lu Shan. Apa kau ingin sekolah di akademi lebih cepat? Kau bisa bersekolah bersama dengan Lu Cheng". Biasanya sekolah akademi hanya menerima murid usia 5 tahun ke atas namun jika Lu Shan mampu menjawab tes pertanyaan maka tidak akan masalah sekolah lebih awal.
Lu Shan berpikir sembari memegang sendok yang ada di mulutnya lalu mengangguk. Akan membosankan belajar sendiri jika tidak ada Lu Cheng. "Aku mau kak".
"Baiklah. Kakak akan mendiskusikan akademi mana yang akan kalian daftar tapi apa kau dan Lu Cheng memiliki pilihan akademi sendiri?".
Lu Cheng menggeleng. "Aku dan Lu Shan akan menyerahkan pada kak Xiang dan Kak Adelia".
Lu Xiang dan Adelia mengangguk setuju. Makan siang bersama yang sudah seminggu tidak dilakukan bersama Lu Xiang berjalan harmonis penuh canda tawa layaknya keluarga sederhana namun bahagia.
__ADS_1
"Lu Xiang, kapan kau akan mengundang temanmu makan malam di rumah untuk perayaan rumah baru?".
"Besok lusa. Aku belum bertemu dengan mereka, disini juga ada dua temanku yang juga berasal dari akademi guru di kota Cheng".
"Benarkah? Mereka pasti senang bertemu denganmu lagi".
Lu Xiang tersenyum lembut. Awalnya ia berpikir bahwa ia tidak dapat lagi bertemu dengan Song Yuan dan Wang Tianjin namun sekarang ia bahkan dapat bersekolah di akademi ternama Wangxie bersama dengan temannya.
"Besok Chen Xirang akan mengundang mereka ke kedai teh untuk berkumpul bersama. Aku akan mengundang mereka ke rumah bersama dengan Zhang Yunlei".
Senyum Adelia sedikit menghilang mengingat sepupunya yang juga bersekolah di Fucheng. "Bagaimana dengan Miao Sheng?".
"Jika kebetulan bertemu maka aku akan mengundangnya juga".
Adelia mengangguk pasrah, tidak mungkin Lu Xiang tidak mengundang Miao Sheng karena notabene adalah adik iparnya.
Keesokan harinya Lu Xiang mengantarkan Lu Cheng dan Lu Shan untuk mendaftarkan diri ke akademi Xiao Shaosheng yang lebih dekat dengan rumah serta memiliki beragam murid dari berbagai kalangan. Lu Xiang mendengar bahwa akademi Xiao Shaosheng menjadi pilihan utama bagi keluarga yang ingin memasukkan anak mereka ke akademi.
Dikarenakan Lu Cheng dan Lu Shan telat mendaftarkan diri, akademi langsung mengetes dengan beberapa pertanyaan seputar buku konfusius dasar yang memiliki 300 kata dan serta buku klasik yang memiliki 1000 kata yang sudah sebulan di pelajari oleh murid yang masuk ke akademi lebih awal.
"Adik anda memiliki kecerdasan yang bagus. Mereka dapat mengejar pelajaran yang tertinggal sehingga keduanya dapat melanjutkan pelajaran sama seperti murid lainnya".
"Terimakasih atas pujian anda guru Fu Cheng".
Fu Cheng mengangguk melihat sikap rendah hati Lu Xiang, laki-laki itu sudah terkenal di Fucheng karena menulis ide tentang tanggul yang saat ini sedang dikerjakan serta donasi besar yang ia lakukan namun sikapnya masih tetap rendah hati serta tidak angkuh menunjukkan kewibawaan seorang sarjana.
"Jika Lu Cheng dan Lu Shan tidak ada halangan atau kegiatan lain. Besok mereka sudah bisa mulai masuk akademi. Apa anda ingin mendaftarkan asrama Xiefu Lu?".
"Untuk saat ini tidak perlu guru Fu Cheng, rumah kami tidak jauh dari sini dan Lu Shan juga masih sangat kecil".
"Baiklah jika begitu anda bisa menyelesaikan prosedur masuk akademi".
"Terimakasih guru Fu Cheng. Saya berharap anda dapat membimbing adik saya Lu Cheng dan Lu Shan dengan baik".
__ADS_1
Lu Xiang menulis data administrasi untuk adiknya dan membayar biaya sekolah setelah itu baru ketiga pulang.
Siangnya, Adelia dan Lu Xiang membeli dua kereta kuda lainnya seharga 400 koin perak lebih besar harganya dibandingkan dengan kota Cheng.
Keduanya juga membeli dua budak laki-laki yang akan mengendarai kereta, satu untuk Adelia dan satu untuk mengantarkan Lu Cheng dan Lu Shan ke akademi. Keduanya Lu Xiang beri nama Lu Tian dan Lu Xiao.
"Apa kau ingin pergi ke pengrajin untuk membuat tempat kue baru?" Lu Xiang menatap istrinya dengan lembut.
Adelia berpikir sejenak dan bertanya. "Apa kau tidak bertemu dengan temanmu Lu Xiang".
"Masih ada waktu sebentar dari waktu pertemuan".
"Baiklah kalau begitu". Adelia awalnya memutuskan untuk mendekorasi toko kue barunya dengan desain interior modern yaitu dinding yang dilapisi kaca namun ia teringat bahwa di zaman kuno tidak ada kipas angin maupun AC, akan begitu gerah tidak ada angin yang masuk ke dalam toko.
Adelia membawa gambar meja stan untuk kue tart yang terbuat dari setengah kaca yang berukuran dengan lebih besar daripada yang ia pesan di Qincheng.
Tidak hanya itu ia juga membuat lemari tempel yang memiliki pintu kaca yang akan ia masukkan buku bacaan dan pahatan cantik kue tart yang akan ia jual serta meja panjang serta lemari penyimpan barang ala modern, ia ingin membuat minuman langsung di depan pelanggan, itu akan membuat sensasi baru yang pasti akan menarik minat pelanggan.
"Anda yakin ingin memesan meja sebesar ini nyonya?". Pengrajin tertegun melihat meja dengan lapisan kaca di atasnya yang memiliki ukuran besar dan panjang.
"Ya paman. Apa kau bisa melakukannya?".
"Tentu. Tapi akan memakan biaya yang besar juga nyonya".
"Soal biaya tidak jadi masalah paman".
Paman pengrajin Shi yang terkenal di Fucheng berpikir sesaat lalu memutuskan. "Baiklah. Meja kaca, meja kayu dan lemari kayu serta lemari tempel kaca menghabiskan biaya 435 koin perak. Aku akan mendiskon untukmu jadi anda hanya akan membayar 400 koin perak saja".
"Baik paman". Adelia membayar lunas dan menulis alamat toko miliknya.
"Aku akan pergi bertemu dengan temanku. Kau harus tidur siang dan jangan lakukan apapun, kau mengerti sayang?" Lu Xiang mengantar Adelia ke depan rumah sebelum pergi menemui temannya.
"Ya. Aku mengerti suamiku yang cerewet. Cepat pergi nanti kau telat".
__ADS_1
Lu Xiang tersenyum pasrah lalu mengecup bibir dan leher istrinya sebelum berpamitan.