Menjadi Istri Marquis

Menjadi Istri Marquis
Selesai ujian Fu-Shih


__ADS_3

Ujian sesi kedua adalah ujian aritmatika yang membuat para peserta ujian mengeluh namun tidak untuk Lu Xiang.


Laki-laki itu menjawab soal dengan hati-hati dan memastikan apa yang ia tulis sudah benar sebelumnya menyerahkan kertas jawaban dan kertas draft pada petugas keamanan.


Suasana ujian sesi kedua sama seperti dua hari yang lalu, ia harus bergelut dengan bau tidak sedap air kencing dan bau kaus kaki ketika menjawab soal atau ketika sedang tidur. Namun perjuangan itu membuahkan hasil yang baik, ia dan 9 teman kelompoknya lulus ke sesi ujian terakhir termasuk Chen Xirang, Miao Sheng, Shao Yunan maupun Zhang Yunlei, hanya dua orang dari kelompok mereka yang tidak lulus karena tidak begitu memahami pertanyaan dan salah dalam menjawab.


Pertanyaan sesi ujian terakhir adalah tentang ideologi dan moral dalam mengaplikasikannya ke dalam kebijakan pemerintah. Mereka harus menulis saran untuk kebijakan baru yang dapat menguntungkan masyarakat.


Lu Xiang berpikir hingga sore hari sebelum menulis di kertas draft tentang tanggul dan irigasi yang bermanfaat bagi petani dan juga dapat menanggulangi banjir karena tidak dialirkan ke tempat yang lebih berguna daripada hanya membangun bendungan saja untuk menahan air.


Ia juga seorang petani dan tau akan kesulitan seorang petani yang tidak memanen hasil ladang mereka dengan maksimal karena kurangnya air. Jika ladang berada tidak jauh dari sungai maka hal itu dapat di selesaikan namun bagi tanah ladang yang jauh dari sumber air akan kesulitan karena harus menggotong sendiri air ke ladang dari sumur.


Lu Xiang membaca kembali satu persatu kata yang ia tulis sebelum mengcopy ke lembaran jawaban lalu bernapas lega dan mulai beristirahat. Ia tidak tau apakah Prefek Zhong akan setuju dengan apa jawaban yang ia tulis namun ia tidak bisa memikirkan saran kebijakan lainnya selain itu.


Lu Xiang membayangkan wajah Adelia yang tersenyum manis sebelum masuk ke alam mimpi. ia benar-benar merindukan istrinya yang berada jauh darinya.


Esoknya Lu Xiang keluar ruangan ujian dengan perasaan lega, akhirnya ia menyelesaikan ujian dengan baik dan dapat pulang esok hari. Ia memutuskan untuk pulang melalui jalur laut karena tidak sabar untuk melihat istrinya baik ia mendapat gelar Xie Fu maupun tidak.


"Lu Xiang. Akhirnya ujian selesai juga, aku tidak tau apakah saran kebijakan yang aku tulis berguna atau tidak". Chen Xirang dapat berjalan dengan baik kali ini, ujian ini hampir membuatnya trauma karena harus berperang dengan bau busuk.


"Percaya dirilah, mungkin dengan percaya diri dewa akan membantumu". Ucap Lu Xiang bercanda.


"Kau sama sekali tidak membantu, dimana Yunan dan Yunlei? Ah, itu mereka". Baru saja Chen Xirang ingin mencari keberadaan kedua temannya, keduanya sudah muncul.

__ADS_1


"Miao Sheng?" Tanya Lu Xiang.


"Hehe, kau sudah sangat dekat dengan adik ipar mu sekarang".


Lu Xiang memutar bola matanya, tidak menghiraukan perkataan temannya dan mencari keberadaan adik iparnya di tengah kerumunan sebelum mengangkat tangan tinggi agar Miao Sheng menemukannya.


"Kau sudah lama menunggu Lu Xiang?".


"Belum. Ayo kita kembali".


Kelimanya kembali ke penginapan dan membersihkan diri sebelum tidur menggantikan waktu tidur mereka tadi malam seperti biasanya. Sore harinya Lu Xiang bertemu dengan Zhao Fan dan menceritakan perihal hari ujian pertama ke gurunya.


"Kenapa kau baru menceritakannya sekarang?!" Tanya Zhao Fan terkejut. Jantungnya berdegup kuat mendengar perkataan muridnya, Lu Xiang adalah murid yang paling kompeten yang punya kemampuan untuk maju hingga ujian kerajaan. Namun tidak menyangka bahwa terjadi kejadian yang hampir menjebak murid kebanggaannya.


"Dari pertama kau keluar penginapan sampai ke antrian masuk ujian, apakah ada orang yang menabrak mu atau orang yang ingin bertanya sesuatu untuk mengalihkan perhatian mu?"


Lu Xiang berpikir dan menggelengkan kepala. "Tidak ada, mungkin ketika aku ingin mengantri ada yang orang memasukkan kertas itu di keranjang milikku, aku sedikit lengah karena melihat nomor ujian".


Zhao Fan menghela napas pasrah, ia tidak akan bisa menemukan pelaku kejadian tersebut dan khawatir jika akan terjadi kejadian yang sama.


"Beruntung kau bisa mengatasinya dengan baik kali ini, jadikan ini sebagai peringatan agar kau lebih hati-hati. Kita tidak menemukan pelakunya dan kemungkinan orang yang ingin kau gagal ujian akan membuat jebakan yang sama".


Lu Xiang mengangguk serius. Usai bertemu dengan gurunya, ia pergi ke dermaga untuk memesan tiket kapal keberangkatan siang hari setelah mengetahui hasil ujian setelah meminta izin pada Zhao Fan yang tentu saja diizinkan karena potensi muridnya mendapatkan gelar Xie adalah besar.

__ADS_1


Lu Xiang mengabarkan Lu Cai untuk pulang bersama Miao Shen.


Malamnya, Chen Xirang dengan yang lainnya pergi ke rumah baimei tanpa mengajak Lu Xiang karena tau prinsip temannya, mereka bersenang-senang di rumah bordil bersama dengan gadis yang menemani mereka hingga tengah malam.


Di kantor prefek, para pemeriksa jawaban ujian mulai menilai jawaban para peserta dengan hati-hati karena ini adalah tentang saran kebijakan yang mungkin dapat diterapkan dan membuat kontribusi besar dalam kerajaan dan membagikan peserta ujian yang lulus menjadi dua bagian yaitu kelas A dan kelas B sebelum menyerahkan kertas yang telah digolongkan tersebut kepada prefek Zhong.


Kelas A tentu lebih baik daripada kelas B dan akan membuat orang reflek berpikir kelas B tidak lebih baik dari kelas A.


Salah satu pemeriksa jawaban ujian terperangah oleh jawaban yang ia baca dan reflek ingin membuang jawaban tersebut karena punya potensi besar, ia ingin mengambil jawaban itu untuk menjadi miliknya namun para pemeriksa jawaban lainnya dan Prefek Zhong juga berada di sana sehingga ia tidak dapat menjalankan aksinya. Terakhir ia memutuskan untuk meletakkan kertas jawaban itu dari bagian A ke bagian B yang paling bawah sebelum menyerahkannya pada Prefek Zhong.


Awalnya ia hanya ingin membuat Lu Xiang, sang pemilik kertas jawaban agar tidak menjadi kepala juara karena ia ingin calon menantunya lah yang mendapat gelar Xie namun setelah membaca saran kebijakan Lu Xiang, sang pemeriksa jawaban semakin tidak ingin membuat Lu Xiang menjadi terkenal karena ingin mengambil ide laki-laki itu.


Prefek Zhong tentu akan menilai kertas jawaban di kelas A terlebih dahulu dengan hati-hati dan fokus. Satu kertas demi satu kertas ia baca hingga matanya menjadi lelah.


Di kertas jawaban kelas B, Prefek Zhong tidak lagi membaca dengan hati-hati, apalagi jika tulisan kaligrafi sang pemilik kertas tidak baik, Prefek Zhong akan melewati kertas jawaban itu setelah membaca sekilas.


Ketika Prefek Zhong membaca kertas jawaban terakhir, sang pemeriksa ujian yang ingin berbuat curang itu menjadi gugup dan mengepalkan tangannya di bawah meja.


Jangan salah dirinya, salahkan Lu Xiang yang mempunyai ide brilian hingga membuatnya serakah. Walaupun awalnya ia melakukan kecurangan untuk anak perempuannya agar menikah secara bangga dengan sarjana Xie Fu namun sekarang ia melakukan itu untuk dirinya sendiri.


Prefek Zhong membaca jawaban yang dituliskan dengan kaligrafi yang rapi dan cantik itu dengan mata melebar lalu melihat nama pemilik kertas dan tatapan matanya menjadi dalam beberapa derajat. Dengan tenang ia meletakkan kembali kertas itu ke meja.


Sang pemeriksa ujian yang melihat hal itu menundukkan wajahnya, menyembunyikan senyum kemenangan seakan ide Lu Xiang sudah menjadi miliknya.

__ADS_1


__ADS_2