
Nenek Miao Lan kembali melihat barang-barang pemberian dari walikota Li yang dibawakan oleh Mak Li, mak comblang dari kota Cheng. Wajahnya tidak berhenti memancarkan senyuman sembari mencoba beberapa kali perhiasan dari barang-barang tersebut.
"Walikota Li sangat pemurah hati. Dia bahkan berjanji akan 100 koin perak setelah acara pertunangan Miao Sheng dengan Li Mingmei. Miao Sheng memang membawa keberuntungan untuk keluarga kita".
Li Mei dan Lien Hua yang melihat itu semua hanya dapat tersenyum dan menyembunyikan iri mereka karena tidak mendapatkan apapun dari barang yang diberikan oleh walikota Li.
"Ya, Miao Sheng kita memang anak keberuntungan keluarga Miao. Ibu mertua, sekarang kita sudah punya besan walikota Li, orang-orang pasti akan berusaha mendekati keluarga kita". Walaupun iri Li Mei tetap bahagia akan lamaran yang datang untuknya. Biarpun Miao Sheng mengatakan bahwa ia ingin fokus dulu pada sekolah dan mengikuti ujian namun kesempatan ini tidak akan datang dua kali.
"Hahaha, sekarang kita tidak perlu takut pada siapapun karena ada walikota Li yang akan mengurusnya. Kau tidak lihat warga desa yang mengirim banyak hadiah pada kita? Mereka bahkan mengirim masakan tiap kali mereka memasak sekarang".
"Kau benar ibu mertua. Bahkan kita tidak perlu lagi takut pada Adelia. Cih! Siapa dia? Hanya istri sarjana Fu".
Li Mei teringat akan pertemuannya dengan Adelia dan tersenyum sinis. "Ibu mertua, apa kita batalkan saja masalah Miao Sheng yang akan tinggal di rumah Lu Xiang?".
Nenek Miao Lan melambaikan tangannya tidak peduli. "Batalkan saja, batalkan saja. Siapa juga yang ingin tinggal di rumah gubuk mereka. Miao Sheng kita akan punya rumah besar sendiri". Ia sudah muak akan kecemburuannya pada cucu pembangkang yang sama sekali tidak pernah menghiraukannya. Kali ini ia akan lihat siapa yang menjilat siapa?!.
"Baiklah. Besok aku akan pergi kota untuk mengatakan bahwa Miao Sheng tidak akan tinggal di rumah mereka".
"Jangan! Biar Adelia dan Lu Xiang yang datang kemari dan mulai menyembahku setelah mendengar kabar pertunangan Miao Sheng dengan anak walikota Li".
Mata Li Mei dan Lien Hua bersinar. "Kau benar ibu mertua, biar mereka yang datang dan memuji-muji kita karena ingin berhubungan dengan walikota Li".
Miao An yang mendengar di samping memutar bola matanya. Ibu dan bibi serta nenek bermimpi terlalu tinggi, walaupun ia tidak dekat dengan Lu Xiang namun ia tau bahwa kakak iparnya itu orang yang kompeten dan pasti akan meraih gelar Xie lainnya menjadi Xiao XXieyuan.
Sayang sekali bahwa tidak satu akademi dengan Lu Xiang, jika ia satu akademi maka ia akan memilih dekat dengan Lu Xiang daripada Miao Sheng yang memikirkan diri sendiri. Miao An iri bahwa Miao Sheng mendapatkan koneksi langsung dengan walikota Li, pasti Miao Sheng akan mendapatkan bantuan ketika ujian nanti.
Di sisi lain, Prefek Zhong menatap para pegawainya yang menatap kagum pada denah yang ia perlihatkan.
"Bagaimana menurut kalian?".
"Denah ini sangat detail Prefek Zhong, kita bisa mewujudkannya tapi...".
"Anggaran yang kita punya tidak dapat merealisasikannya" Sambung pegawai lainnya.
"Prefek, bagaimana jika anda laporkan ide ini pada Kaisar? Dengan keuntungan besar yang akan berdampak pada kerajaan tentu Kaisar akan setuju mengirimkan anggaran itu sendiri".
Prefek Zhong mengetuk meja dengan gerakan monoton. "Apa ada pendapat lain?".
__ADS_1
Seorang pegawai yang lebih muda berkata. "Jika anda tidak ingin melaporkan ide ini pada Kaisar sebelum mendapat hasil maka kau bisa menggunakan pajak corvee".
Pegawai lainnya tertegun. "Tapi pajak corvee baru ditagih sekalian dengan pajak panen!".
"Kita bisa mengumumkan dan memberi tempo agar mereka dapat mencari uang untuk membayar pajak tersebut, jika tidak maka kita menggunakan tenaga kerja bagi siapa yang tidak bisa membayar corvee".
"Bukankah akan terjadi perlawanan?" Pegawainya bertanya tidak setuju.
"Jika kita menjelaskan bahwa kerja paksa kali ini akan menguntungkan mereka, sebagian dari mereka pasti akan setuju".
Prefek Zhong menggebrak meja dengan antusias. "Kita bisa menggunakan ide itu untuk melakukannya, karena anggaran yang pas-pasan. Kita bisa membuat proyek ini di desa Shu yang ada di kota Nan An yang dekat dengan bendungan. Mulai mengumumkan tentang pajak corvee".
"Baik Prefek!".
Pengumuman tentang pajak corvee yang akan di tagih lebih awal menyebar ke kota kecil dan khususnya desa yang dekat dengan kota Fucheng. Hal itu membuat para petani menangis histeris karena tidak memiliki uang untuk membayar corvee. Bagi keluarga pebisnis itu tidak jadi masalah.
Pajak corvee untuk para petani adalah 2 koin perak sedangkan untuk pebisnis 5 koin perak untuk setiap keluarga.
Petugas yamen sudah memprediksi bagaimana respon para petani, mereka lalu menyebarkan berita bahwa corvee kali ini akan sangat menguntungkan petani, berita itu sedikit meredam keluhan sebagian petani walaupun ada beberapa yang tidak percaya atau tidak peduli namun setidaknya tidak akan berdampak besar pada proyek yang akan Prefek Zhong lakukan.
&&&
Ia juga memberitahu cara membuat coklat cair agar toko kue di kota Cheng tetap memiliki beberapa variasi kue tart. Jika Lu Xiang tidak sesekali memaksa ia beristirahat mungkin ia akan terus sibuk dengan aktivitasnya.
Lu Xiang sudah mengirim surat berisi saran yang Adelia berikan tentang monumen orang yang berdonasi serta keinginan keluarganya yang juga ingin membantu merealisasikan ide tersebut ke Fucheng setelah berdiskusi dengan gurunya.
Jika ide ini diterima oleh Prefek Zhong maka idenya tidak akan jauh dari kenyataan. Lu Xiang menghabiskan waktunya untuk membereskan barang yang akan dibawa oleh Lu Cai dengan kereta kuda dan mengawasi istrinya agar tidak kelelahan.
Besoknya ia memakai baju jubah khas sarjana berwarna ungu tua yang membuat aura maskulin dalam diri semakin menyeruak. Lu Xiang melihat istrinya yang juga memakai berwarna senada namun lebih terang dan lembut, ia pun tersenyum penuh cinta.
"Kau cantik sekali sayang".
Adelia mengangkat wajahnya dengan angkuh. "Seperti biasanya bukan?".
"Haha, ya seperti biasanya. Ayo kita berangkat".
Pesta perpisahan yang akan dilakukan di taman kecil di samping akademi adalah acara non formal karena Lu Xiang, Chen Xirang, Miao Sheng, Zhang Yunlei dan Li Jin sudah melakukan acara kelulusan di akademi.
__ADS_1
Status wanita yang rendah tidak dapat mengizinkan mereka untuk masuk ke akademi sehingga acara perpisahan di adakan di luar akademi.
Lu Xiang sampai sebelum acara dimulai, ia melihat teman-temannya yang datang bersama dengan adik atau sepupu mereka atau bersama dengan istri bagi mereka yang sudah menikah.
Mereka datang berpasangan karena ingin memperkenalkan adik atau sepupu yang belum terikat dalam pertunangan kepada para sarjana di acara tersebut.
"Lu Xiang" Chen Xirang juga melihat Lu Xiang dan melambaikan tangannya.
Panggilan tersebut membuat para sarjana lainnya menoleh dan mulai menyapa Lu Xiang satu persatu.
Lu Xiang tersenyum merespon semua sapaan untuknya. "Kalian sudah lama sampai?".
"Tidak, kami juga baru datang". Mereka menyapa Adelia dengan formal.
"Miao Sheng, aku dengar tentang pertunangan mu dengan anak perempuan walikota Li, selamat!" Lu Xiang tersenyum.
Miao Sheng tersenyum malu. "Terimakasih kakak ipar".
"Selamat Miao Sheng, beritahu aku dan Lu Xiang jika kau mengadakan pernikahan" Adelia juga ikut senang. Rasa senangnya murni karena tidak akan berhubungan lagi dengan keluarga Miao.
"Terimakasih sepupu".
"Hahaha, kau hebat Miao Sheng. 4 diantar kita kau duluan yang akan menikah!".
"Kau harus memberitahu kami jika kau menikah, kau mengerti?"
"Baiklah, kalian tidak perlu khawatir".
"Kapan kalian akan pergi ke Fucheng?"
Adelia meminta izin pada Lu Xiang untuk bergabung dengan kelompok wanita.
"Adelia!" Xiaowen yang sedari tadi sudah memperhatikan Adelia segera menarik tangan temannya.
Para istri Hsien ataupun Fu juga menyapa dan memperkenalkan diri mereka masing-masing, Adelia membalas semuanya dengan sekedarnya sembari tetap tersenyum elegan.
Lu Xiang sesekali melirik dan mengawasi istrinya, memastikan bahwa Adelia tidak lelah, tatapannya lembut penuh kasih sayang terpancar di matanya, ia tersenyum bahagia karena dapat membuat istrinya begitu di hormati oleh para istri sarjana.
__ADS_1
Namun senyumnya menghilang melihat beberapa sarjana memandang istrinya dengan tatapan kagum, walaupun mereka melakukannya diam-diam namun tetap tertangkap oleh Lu Xiang.
Adelia yang sedang hamil memancarkan aura keibuan yang membuat daya tarik tersendiri. Lu Xiang menatap datar dan dingin pada sarjana yang masih melirik Adelia lalu merasakan tatapannya, wajahnya berubah pucat dan pamit undur diri.