Menjadi Istri Marquis

Menjadi Istri Marquis
Rahasia terbongkar


__ADS_3

"Tuan Ming, siapa tuan yang datang bersama anda~?" Meimei melirik ke arah Lu Xian dengan wajah memerah karena ketampanan laki-laki itu, walaupun Ming Baixin juga tampan namun ia sudah melihat beberapa kali, seperti orang bilang bahwa barang lama tidak akan seindah barang baru. Ketampanan Lu Xiang dan fakta bahwa ia belum pernah melihat laki-laki itu datang ke rumah Banmei sebelumnya sudah sangat cukup membuat para gadis penghibur sangat tertarik.


Sudah menjadi impian para gadis penghibur ketika seorang laki-laki membeli dan membebaskan mereka dari prostitusi dan menikahi mereka dan hal itu terjadi kebanyakan oleh laki-laki yang jarang ke rumah Banmei untuk bersenang karena jika mereka jatuh cinta kepada salah satu gadis maka mereka akan menebus mereka dan menikahi gadis yang mereka sukai walaupun hanya sebagai selir.


Para gadis di rumah Banmei memiliki penghasilan tinggi, terlebih gadis favorit dan primadona di tempat tersebut, mereka bisa saja menebus mereka sendiri namun mereka tidak akan melakukannya karena kehidupan di luar rumah Banmei tanpa pelindung dari laki-laki akan lebih buruk dari prostitusi yang telah mereka lakukan.


Oleh karena itu, Meimei sangat tertarik kepada Lu Xiang namun rasa ketertarikannya tentu saja tidak melebihi Ming Baixin yang sudah menjadi klien tetapnya, ia sangat tau mana yang harus diprioritaskan.


"Ini Zhuangyuang Lu yang terkenal tempo lalu".


Mata Meimei bersinar terang, ia sangat kenal dengan gelar Zhuangyuan yang terkenal di ibukota bukan hanya karena prestasi dan kontribusi yang telah ia lakukan namun juga karena karena laki-laki sangat setia pada istrinya sehingga tidak ingin menerima selir.


Mata Meimei berkilat penuh perhitungan, jika ia bisa menaklukkan hati Lu Xiang maka mungkin ia tidak hanya bisa menjadi selir dan bahkan dapat menjadi nyonya Lu yang terhormat!.


Meimei segera merapikan rambutnya diam-diam lalu memberi salam hormat kepada Lu Xiang. "Selamat datang tuan Zhuangyuan Lu, semoga tuan dapat menikmati keberadaan tuan di sini". Ia menonjolkan semua kelebihan dari tubuhnya dengan gerakan elegan bak gadis dari kalangan bangsawan terhormat yang telah mendapatkan didikan paling berkualitas.


Wajah Lu Xiang semakin menghitam, ia menghiraukan Meimei dan menatap Ming Baixin, menyuruh laki-laki itu untuk masuk dan segera menyelesaikan tujuan mereka datang ke sini.


Ketidakpedulian itu membuat Meimei menjadi sedikit tidak nyaman, sudah lama ia tidak mendapat perlakuan dingin setelah menjadi salah primadona di rumah BumoHua, ia pun melirik Ming Baixin dengan ekpresi sedih namun terlihat manja dan penuh kepercayaan membuat laki-laki yang melihat akan merasa kasian dan ingin melindunginya.


"Jangan pedulikan, dia bucin untuk istrinya. Ayo kita masuk dan bersenang-senang!".


Meimei melirik Lu Xiang dan akhirnya menyerah, walaupun potensi laki-laki itu begitu besar namun itu semua berdasarkan kerjasama dari sang lelaki, ia tidak ingin bernyanyi satu pihak.


Di dalam gedung, seorang wanita cantik dan elegan menghampiri Ming Baixin dan Lu Xiang dan ingin memeluk tangan Lu Xiang namun laki-laki itu segera menghindar dan mendelik dingin ke padanya.


Sang wanita cantik itu membeku sesaat namun mengingat tugas yang diberikan kepadanya, ia kembali berusaha memeluk lengan Lu Xiang dan berbisik. "Tuan tolong bekerjasamalah. Tuan Xian ingin saya melakukan ini untuk mengelabui lawan".


Lu Xiang berhenti dan menghirup napas panjang agar bisa menahan ketidaknyamanan karena pelukan tersebut namun ia malah mencium bau parfum menyengat dari sang wanita membuat kerutan di dahinya semakin mengkerut. 

__ADS_1


Beberapa laki-laki yang sedang bersenang-senang di luar kamar bersama dengan beberapa orang gadis merasa heran melihat Lu Xiang yang tidak suka berjalan bersama dengan Yanmei yang menjadi primadona tertinggi di rumah Banmei BumoHua. Baru kali ini ada laki-laki yang tidak tersanjung dan malah bermuka masam ketika diladeni oleh wanita tercantik di rumah Banmei tersebut namun mereka tidak berpikir lebih dalam dan hanya berpikir bahwa itu pertama kalinya Lu Xiang pergi ke rumah bordil dan belum beradaptasi.


Ming Baixin yang berjalan di belakang hanya tertawa lucu melihat ekspresi hitam temannya, jika saja ia tidak tujuan mereka datang kemari mungkin ia berpikir bahwa Lu Xiang pergi ke Banmei karena ingin menangkap basah istrinya yang menjadi wanita penghibur di rumah Banmei melihat betapa gelapnya raut wajah laki-laki itu.


"Aku harus bertemu dengan seseorang, nanti aku akan menemuimu lagi Meimei, jangan lupa tetap rindukan aku" Ming Baixin mengecup bibir Meimei lalu melepaskan pelukan dari gadis itu dan menyusul Lu Xiang dan Yanmei.


"Silahkan masuk tuan". Yanmei segera melepaskan pelukan dari lengan Lu Xiang ketika masuk ke lorong kecil dan berhenti di sebuah pintu, aura dingin mematikan yang keluar dari tubuh laki-laki itu seperti duri es yang menusuk kulitnya.


"Ayo kita masuk Lu Xiang, terimakasih cantik". Ming Baixin tersenyum manis pada Yanmei sebelum masuk ke dalam yang kemudian di susul oleh Lu Xiang setelah mengontol emosinya dan membuat raut wajahnya berubah menjadi lebih baik.


Mereka melewati dua lorong sebelum kemudian kembali menemukan sebuah pintu kayu biasa. Ming Baixin mengetuk pintu dua kali lalu empat kali dan kemudian diakhiri dengan satu kali sebelum pintu dibuka dari dalam.


"Tuan besar sudah menunggu kalian". Seorang laki-laki berpakaian serba hitam memberitahu sebelum melirik Lu Xiang sesaat sebelum kembali berdiri di belakang Murong Xianming yang menikmati teh sembari memainkan catur seorang diri.


"Masuklah, aku akan menunggu di luar" Ming Baixin hanya menuntun Lu Xiang bertemu dengan Murong Xianming dan tidak berhak masuk ke dalam untuk mendengar percakapan keduanya, itu berarti bahwa percakapan keduanya bersifat sangat rahasia.


"Kau sudah datang? Duduklah".


 "Kau tidak perlu terlalu formal padaku, duduklah".


Lu Xiang duduk di hadapan Murong Xianming dengan hati-hati, pertemuan pribadi dengan keluarga kerajaan terlebih penerus tahta kerajaan membuatnya sedikit gugup.


Murong Xianming lalu menuangkan teh ke dalam gelas dan memberikannya kepada Lu Xiang. "Minumlah, ini adalah teh longjian yang paling berkualitas, kau pasti akan menyukainya".


Lu Xiang menerima dengan kedua tangannya lalu menyisip teh dengan perlahan-lahan merasakan cita rasa yang belum pernah ia rasakan, citarasa yang lembut namun meninggalkan kesan yang kuat. "Terimakasih pangeran".


"Bukankah ini kedua kalinya kita bertemu?"


"Ya pangeran. aku jika saya tidak mengenali anda tempo hari dan bersikap tidak hormat".

__ADS_1


Murong Xianming melambaikan tangannya tidak peduli. "Wajar jika kau tidak mengenaliku karena aku memakai topeng, lagipula yang harus meminta maaf karena telah mengganggu perjalananmu".


Lu Xiang segera menggelengkan kepala. "Tidak pangeran, anda melakukan juga demi keamanan saya, jika anda tidak memberhentikan rombongan saya dan membuat peluang kepada penjahat mungkin saya tiba di ibukota dengan keadaan terluka".


"Hahaha, kau terlalu berlebihan. Faktanya aku memang mengganggu perjalananmu".


Kali ini Lu Xiang hanya diam, ia tidak bisa menjawab Murong Xianming dan tau bahwa laki-laki juga tidak bermaksud apa-apa dalam mengatakan hal tersebut.


"Baiklah, sudah cukup basa-basinya".


Murong Xianming menatap Lu Xiang dengan serius. "Aku memanggilmu kemari karena ingin mengatakan sesuatu".


"Tolong sampaikan pangeran". Raut wajah Lu Xiang juga ikut menjadi serius.


Murong Xianming menghabiskan teh dalam gelasnya sebelum melanjutkan perkataannya. "Kau sudah tau bukan kalau istrimu memiliki transaksi jual beli wine dengan sepupuku?".


"Ya pangeran, saya tau akan hal itu".


Murong Xianming melirik Lu Xiang sebelum menuangkan kembali teh ke dalam gelasnya. "Apa istrimu sudah memiliki wine yang akan diserahkan kepada Kaisar?".


Lu Xiang diam sesaat sebelum menjawab. "Adelia sudah memiliki ide umum tentang hal itu pangeran". Jawabannya terdengar ambigu, ia tidak bisa jujur kepada Murong Xianming dan membuat laki-laki itu curiga.


"Bagus jika begitu tapi satu hal yang harus kau sampaikan kepada istrimu bahwa jangan membuat wine dengan kualitas yang sama seperti wine buah yang ia jual kepada sepupuku".


Lu Xiang mengangkat wajahnya menatap Murong Xianming, ia bingung mengapa putra mahkota mengatakan hal itu, bukankah ia harusnya memperingatkannya supaya wine yang akan diserahkan kepada Kaisar harus memiliki kualitas yang lebih baik?.


Murong Xianming tersenyum kecil melihat ekspresi tidak mengerti Lu Xiang. "Maksud perkataanku adalah jangan membuat wine yang memiliki khasiat tinggi untuk kesehatan walaupun di dalamnya tidak ada tanaman herbal atau apapun yang berisikan tentang obat untuk kesehatan".


!!!

__ADS_1


Pupil mata Lu Xiang bergetar hebat, ia seperti tersambar petir mendengar perkataan Murong Xianming. Apa laki-laki itu mengetahui sesuatu?!!.


__ADS_2