
Tetua Miao menyadari perkataannya blak-blakan, ia pun tersenyum dan berkata. "Maksud paman, ide mu akan cepat terealisasikan lebih cepat dengan jika kau memberi uang Lu Xiang".
Kepala desa dan tetua klan lainnya bernapas lega akan sangat menyebalkan jika Adelia kembali berdebat dengan mereka karena perkataan tetua Miao.
Lu Xiang mengangguk setuju. "Ya, itu ide brilian paman".
Ekspresi Lu Xiang dan Adelia berubah menjadi kecewa membuat wajah berseri kepala desa dan tetua klan juga ikut berubah. "Tapi kau tau sendiri paman bahwa besok aku harus berangkat ke Fucheng untuk mengikuti ujian. Hey~ mengikuti ujian banyak menghabiskan uang, mulai dari perjalanan, penginapan, bahkan untuk mendaftarkan ujian. Semua butuh uang paman".
"Bu-bukannya Adelia membuka toko kue, paman yakin bahwa kau mendapat banyak penghasilan kan?" Kepala desa Miao masih tidak ingin menyerah.
"Kau benar paman, tapi untuk membuat kue aku butuh banyak tenaga makanya aku membeli banyak pelayan. Hey~ memberi makan mereka bukan perkara mudah, belum lagi membayar sewa toko dan rumah. Uang sisanya hanya bisa untuk makan keluarga kami, Lu Xiang bahkan terpaksa menjual buku yang ia copy" Ekspresi wajah terlihat sangat sedih, ia bahkan menundukkan pandangan dan mengelap ujung matanya dengan sapu tangan.
Siapa yang tidak bisa berteriak aku miskin, jika mereka berteriak kencang maka ia akan lebih kencang dalam berteriak miskin.
Ekspresi Adelia berubah seakan mengingat sesuatu yang dapat membantunya. "Aku dengar bahwa desa Miao punya dana publik? Keluarga Miao bahkan sudah pernah menggunakannya? Bagaimana ka...".
Kepala desa Miao dan tetua klan berdiri serentak. "Sepertinya hampir waktu makan siang. Paman tidak ingin mengganggu makan siang kalian, sebaiknya kita selesaikan urusan pembebasan pajak tanah di yamen Lu Xiang".
Keluarga Miao memang pernah menggunakan dana publik namun warga desa komplain karena mereka yang lebih membutuhkan tidak dapat menggunakan dana publik tapi keluarga Miao yang lebih berada dapat menggunakannya sehingga warga desa enggan mengumpulkan dana publik kembali dan itu tidak mungkin mereka ceritakan pada Adelia dan Lu Xiang.
Lu Xiang dan tetua klan serta kepala desa pergi ke kantor pemerintah untuk membagikan surat pembebasan pajak tanah menjadi dua bagian, satu untuknya dan satu lagi untuk desa Miao yang ditandatangani oleh kelima representasi desa.
Kepala desa dan tetua klan tidak ingin lagi berada di rumah Lu Xiang dan segera pamit dengan membawa pulang surat pembebasan pajak tanah tersebut, mereka akan mendiskusikan tanah siapa yang akan dapat menggunakan surat tersebut, itu akan menjadi diskusi yang panjang karena tidak ada satupun dari mereka yang ingin kurang mendapatkan pembebasan pajak di tanah mereka.
"Sudah selesai?". Tanya Adelia pada suaminya yang baru saja pulang.
"Ya". Lu Xiang menyuruh Lu Cai untuk mencari dua orang preman yang berasal dari desa Miao, membayarnya mereka untuk menyebarkan berita tentang surat pembebasan pajak tanah yang ia berikan ke seluruh warga desa.
Ia tidak begitu yakin dapat mempercayai kepala desa dan tetua klan karena kesan buruk yang ia lihat dari beberapa percakapan yang ia lakukan, mungkin kepala desa mengabarkan tentang surat pembebasan pajak tanah namun ia yakin jika pak tua itu akan memberikan keterangan yang sebenarnya berapa jumlah hektar uang pajak tanah yang tidak harus mereka bayar.
Adelia menyandarkan badannya ke dada suaminya. "Besok kau akan berangkat".
__ADS_1
Lu Xiang memeluk Adelia dan mencium pipinya. "Apa kau tidak ingin aku pergi?".
Adelia menghela napas panjang. "Apa paman Zhao sudah menyewa pengawal?".
Perjalanan ke kota Fucheng lebih jauh dibandingkan dengan perjalanan ke kota Qincheng yaitu menempuh 3 hari perjalanan. Biasanya orang-orang akan memilih untuk melakukan perjalanan laut yang hanya menempuh 6 jam dibandingkan dengan perjalanan darat, namun Zhao Fan tipe mabuk laut sehingga ia lebih memilih perjalanan 3 hari tersebut. Oleh karena itu mereka harus menyewa pengawal yang bekerja di yamen untuk mengatasi perampokan di tengah perjalanan.
"Sudah, guru Zhao menyewa 7 orang pengawal. Kami besok akan berkumpul di Akademi sebelum berangkat".
Ujian kali ini akan pergi selama 21 hari, 3 hari perjalanan pergi, 7 hari mempersiapkan ujian, 9 hari ujian dan 1 hari untuk pengumuman dan pulang ke rumah melalui jalur laut. Belum berangkat Lu Xiang sudah merindukan istrinya.
Malamnya Adelia membantu Lu Xiang untuk mempersiapkan bekal untuk perjalanan suaminya. Adelia menyiapkan makanan ringan, obat-obatan berupa obat penurun demam, sakit kepala, diare dan obat mabuk perjalanan.
Tak hanya itu, Adelia juga menyiapkan air sumur teratai yang cukup agar tubuh suaminya tetap fit dan tidak mudah terkena penyakit.
Malam itu Lu Xiang melakukan beberapa kali permainan ranjang dengan istrinya hingga Adelia meminta ampun dan tidak dapat mengangkat jarinya setelah di makan habis olehnya.
Keesokan harinya, Lu Shan dan Lu Cheng bangun lebih awal untuk mengantarkan kakak mereka ke akademi bersama dengan Adelia yang terpaksa harus minum banyak dan berendam di air hangat sumur teratai jika ingin bangun dari tempat tidur.
"Kau tidak apa-apa sayang?" Lu Xiang bertanya khawatir namun malah membuat Adelia semakin kesal karena melihat wajah puas dan bersinar suaminya.
"Hmph!"
Lu Xiang terkekeh pelan, ia memijit pinggang istrinya dengan lembut sembari sesekali mengambil kesempatan dalam kesempitan.
"Jangan menyentuhku tangan mesum". Adelia mencubit tangan suaminya dan menatap Lu Xiang dengan tatapan galak namun malah terlihat menggemaskan di mata Lu Xiang membuat laki-laki itu memeluk dan mencium pipinya.
Adelia, Lu Shan dan Lu Cheng pergi mengantarkan Lu Xiang ke akademi dan menunggu suaminya dan kakak mereka berangkat sebelum pulang bersama.
Miao Sheng, Shao Yunan, Zhang Yunlei dan Li Jin sudah menunggu Lu Xiang bersama dengan sarjana lainnya, tak lama kemudian Zhao Fan juga siap berangkat.
"Sepupu, adik ipar". Sapa Miao Sheng lembut. Lu Shan tidak menjawab dan menjauh sedangkan Lu Cheng dan Adelia menyapa balik Miao Sheng.
__ADS_1
Zhao Fan mengatakan sepatah dua kata sebelum mereka berangkat. "Kita akan menempuh perjalanan 3 hari jadi kalian harus mempersiapkan diri dan menjaga agar tubuh kalian tetap fit sampai kalian sampai ke Fucheng".
"Untuk biaya sewa pengawal, aku yang akan membayarnya karena aku yang meminta kalian untuk menempuh perjalanan darat".
Banyak yang sarjana yang tidak memiliki uang lebih untuk membayar pengawal menghela napas lega namun mereka tetap mencoba menahan Zhao Fan agar membiarkan mereka yang membayarnya sebagai basa-basi namun Zhao Fan tetap bersikeras membayar sendiri biaya tersebut karena tau kondisi finansial muridnya.
Mereka pun berangkat naik ke kereta yang mereka miliki atau sewa. Seperti sebelumnya Miao Sheng berangkat dengan kereta kuda Lu Xiang dan duduk diam bersikap patuh.
Lu Xiang tidak peduli akan sikap Miao Sheng, ia memeluk Adelia tanpa memperdulikan tatapan terkejut dari teman-temannya dan mengelus kepala adiknya.
"Selama aku pergi, tugas kalian adalah menjaga dan melindungi Adelia. Kalian mengerti?"
"Ya kak Xiang".
Lu Xiang tersenyum puas lalu menatap istrinya penuh kasih sayang. "Jangan terlalu sibuk dan tetap jaga makan selama aku tidak ada disini. Kau harus menjaga kesehatan mu kalau tidak aku akan memberikan hukuman ketika aku pulang nanti, kau mengerti sayang?".
"Aku mengerti, cepatlah naik ke kereta. Semua orang menunggumu" Wajah Adelia memerah karena banyak mata yang memerhatikan mereka. Ia mendorong suaminya agar cepat berangkat.
Lu Xiang sangat ingin mencium bibir istrinya namun ia tau bahwa ia tidak mungkin melakukannya dihadapan banyak orang, ia kembali memeluk Adelia dan naik kereta tanpa mengalihkan pandangan pada istrinya.
"Hati-hati kak Xiang. Kau tidak perlu khawatir, kami akan menjaga kak Adelia dengan baik. Kau hanya perlu fokus ujian dan bawa lagi pulang gelar Xie untuk kak Adel".
Semua orang yang hadir di sana tersenyum mendengar perkataan Lu Cheng yang sangat dewasa, Lu Xiang juga tersenyum pasrah dan mengangguk. "Aku akan berharap padamu Lu Cheng, Lu Shan".
Lu Shan menepuk dadanya dengan ekspresi 'kau tidak khawatir'. Sedangkan Lu Cheng mengangguk dengan ekspresi serius.
"Adikmu sangat dewasa Xie Hsien" Komentar salah satu pengawal yang mengendarai kuda.
Lu Xiang hanya tersenyum menanggapi perkataan pengawal tersebut.
Adelia melambaikan tangannya melepas kepergian suaminya hingga kereta Lu Xiang tidak lagi tampak, senyum yang terlukis di bibirnya menghilang lalu menghela napas panjang.
__ADS_1
Baru saja mengantarkan Lu Xiang sudah membuat Adelia kembali merindukan laki-laki itu. Tangan Lu Shan dan Lu Cheng menggenggam tangannya membuat perhatiannya teralihkan dan tersenyum kembali, kakak beradik itu pun pulang ke rumah dengan perasaan gundah.