Menjadi Istri Marquis

Menjadi Istri Marquis
Kincir air


__ADS_3

"Bagus! Bagus!. Aku sangat terkesan pada usulan kontribusi yang kau tulis di kertas ujian. Bagaimana kau bisa menyimpulkan usulan tersebut?".


Ketika memeriksa jawaban, ia begitu terkejut membaca jawaban Lu Xiang dan melihat gambar kincir air yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Besoknya ia langsung menyerahkan jawaban tersebut pada Kaisar dan menjelaskan siapa Lu Xiang dan apa konstribusi yang telah laki-laki itu berikan pada kerajaan Murong.


Sang Kaisar begitu tertarik setelah selesai membaca dan ingin segera menyuruh pegawai di kementerian pekerjaan umum untuk membuat kincir air langsung di danau teman yang dekat dengan istana Fengtian miliknya.


Para kasim dan dayang istana menjadi heboh oleh eksperimen tersebut dan berita tentang Kaisar membuat sesuatu di danau Phoenix menyebar tidak hanya di kota terlarang namun juga sampai ie telinga pejabat.


Pada pegawai membuat kincir air dengan hati-hati dan sangat teliti karena dibawah pengawasan Kaisar langsung. Mereka membuatnya selama 4 jam sebelum bernapas lega setelah menyelesaikannya.


Kincir air yang tinggi 3 meter dan berdiameter 2 meter itu dengan gagah berdiri di samping danau namun tidak adanya angin dan aliran air membuat kincir air tersebut tidak berjalan sebagaimana mana mestinya.


"Kenapa tidak bergerak?".


Pegawai kementerian pekerjaan umum menjadi pucat pasi, mereka melirik satu sama lain karena tidak tau penyebabnya.


Shu Taifu lalu melihat kembali jawaban Lu Xiang dengan seksama dan membandingkan dengan kincir air tersebut dengan gambar kincir air di kertas jawaban.


Tidak ada yang bedanya, ia memeriksa kembali lalu menyadari bahwa Lu Xiang menggunakan tempat sungai bukan danau atau penampungan air lainnya.


"Sarjana Xiao Xieyuan menulis bahwa kekurangan kincir air adalah hanya dapat dibuat di sungai". Karena kertas jawaban yang terbatas, Lu Xiang tidak menulis cara kerja kincir air tersebut dan hanya menulis fungsi dan kekurangannya saja.


Shu Taifu sedikit panik karena tidak begitu teliti, ia berpikir bahwa tempat air yang banyak dapat dijadikan tempat untuk membangun kincir air.


Kaisar terdiam sesaat. Shu Taifu segera berlutut meminta ampun. "Saya tidak begitu teliti dalam menyimpulkan kalimat ini Kaisar, mohon hukum saya".

__ADS_1


Kaisar melambaikan tangannya, menyuruh perdana menteri kanan miliknya untuk berdiri lalu bertanya penasaran. Ia sendiri juga menyimpulkan hal yang sama seperti Shu Taifu. "Kenapa harus berada di sungai?".


Pegawai, Kasim maupun Shu Taifu berpikir sesaat sebelum salah satu pegawai kementerian pekerjaan umum menjawab dengan hati-hati. "Itu karena ada aliran air di sungai Kaisar".


Kaisar dan yang lainnya pun mengangguk mengerti. Mereka yang hanya berada di istana sama sekali tidak paham dan mengerti dengan suatu barang atau apapun yang diciptakan oleh rakyat, apalagi jika belum pernah ada sebelumnya.


Ingin rasanya Kaisar memanggil Lu Xiang dan menyuruh pemuda itu untuk menjelaskan dengan detil namun mengingat bahwa akan banyak mata yang fokus pada pemuda itu nantinya membuat Kaisar mengurungkan niatnya. Ia tidak ingin kandidat pejabat yang ia tertarik menghilang sebelum ia bisa menggunakannya.


Akhirnya Kaisar menyuruh pelayan untuk memutar kincir air secara manual dan takjub melihat air yang tersimpan dalam kayu kecil yang telah dilubangi tengahnya jatuh ke atas penampungan air sebelum bergerak menuju bambu yang panjangnya hanya tiga meter serta melihat air tersebut keluar.


Kaisar telah membayangkan air tersebut bergerak ke ladang dan menyiram padi atau gandum sehingga dapat tumbuh dengan maksimal.


"Bagus, bagus!!" Kaisar bertepuk tangannya.


Pegawai, kasim, dayang dan Shu Taifu serta petugas keamanan istana juga ikut bertepuk tangan lalu berlutut memuji Kaisar. "Hidup Kaisar, keberuntungan yang anda miliki membuat rakyat menjadi sejahtera!!".


Itulah yang terjadi sehingga Shu Taifu sangat penasaran tentang bagaimana pemuda 20 tahun ini dapat membayangkan dan menciptakan sesuatu yang sangat berguna, ia ingin tau dengan detil sehingga ketika Kaisar bertanya kembali, ia dapat menjawabnya.


Lu Xiang diam sesaat memikirkan jawaban yang layak lalu menjawab. "Ketika mengawasi proyek yang dijalankan oleh Prefek Zhong, saya berpikir bahwa tanggul dan irigasi adalah proyek yang sangat besar dan menghabiskan banyak waktu dan tenaga sehingga saya mencari alternatif lain. Saya terinspirasi dari bambu yang dapat menyimpan air lalu bereksperimen tentang bagaimana cara mengalirkan air ke rumah atau ladang, itu sudah saya pikirkan karena keluarga saya berasal dari keluarga petani".


Jawaban yang Lu Xiang ucapkan mungkin sedikit ambigu namun itu sudah cukup meyakinkan Shu Taifu dan Murong Xianming.


"Apa saja yang harus diperhatikan dalam meletakkan kincir air?


Lu Xiang lalu menjelaskan panjang lebar bahwa kincir air harus diletakkan sesuai satu arah aliran air atau mengikuti geraknya arah mata angin, ia juga menjelaskan kekurangan bahwa kincir air biasa tidak dapat menarik alat penggilingan bahan pokok yang besar karena tidak sama beratnya

__ADS_1


Shu Taifu dan Murong Xianming mendengar dengan seksama sebelum mengerti bagaimana cara kerja kincir air.


"Xie Jinshi Lu memiliki wawasan yang cukup luas, aku sangat terkesan". Barulah Murong Xianming berbicara.


Lu Xiang menangkup kedua tangannya dan menjawab dengan rendah hati. "Saya hanya membaca beberapa buku gongzhi. Wawasan luas tidak pantas disandingkan kepada saya".


Murong Xianming hanya terkekeh halus, jarinya mengetuk ujung meja, entah apa yang ia pikirkan.


"Perkenalkan ini murid paman, gongzhi Xianming. Dia juga sama jeniusnya seperti mu". Melihat bahwa muridnya tidak ingin membuat Lu Xiang tau bahwa ia putra mahkota, Shu Taifu tidak menyebutkan marga yang hanya dimiliki oleh keluarga kerajaan saja.


Raut wajah pamer itu hampir membuat Murong Xianming memutar bola mata, ia berjabat tangan dengan Lu Xiang.


"Senang berkenalan dengan mu Xie Jinshi Lu".


"Saya juga senang berkenalan dengan anda gongzhi Xianming".


Mata Murong Xianming berkilat tertarik dan senang karena Lu Xiang mengetahui identitasnya, walaupun perkataan pemuda itu hanya sekedar sopan santun namun sikap laki-laki itu merendah seperti sedang berbicara dengan seseorang statusnya jauh lebih tinggi darinya.


Sikap rendah hati dan tidak menjilat atau mencari muka membuat kesan putra mahkota pada Lu Xiang semakin tinggi, terlebih laki-laki itu fokus pada Shu Taifu walaupun mengetahui bahwa sosok yang duduk di depannya adalah pangeran yang memiliki kekuasaan hanya di bawah Kaisar.


Murong Xianming tidak sabar memasukkan Lu Xiang ke dalam fraksinya dan menjadikan laki-laki itu sebagai salah satu penasehatnya, ia yakin dengan cara berpikir fleksibel dan inovatif Lu Xiang pasti akan membawa keuntungan untuknya.


Namun Murong Xianming tau bahwa ia tidak boleh gegabah, walaupun ayahnya tidak keberatan jika Lu Xiang berada di fraksinya namun pangeran ketiga dan keempat tidak demikian.


Lu Xiang akan beresiko kehilangan nyawa jika kedua adiknya karena harta yang berharga dan berguna lebih baik tidak dimiliki oleh siapapun daripada dimiliki oleh lawan politik mereka.

__ADS_1


Dan karena itulah, ayahnya ingin Lu Xiang berada dalam fraksi netral di depan namun sejatinya membantunya dalam meraih tahta.


__ADS_2