
Adelia tau bahwa Lu Xiang sang tidak ingin menyusahkan orang lain karena dirinya maka dari itu ia tidak meminta bantuan kepada siapapun ketika ia sangat kesusahan. Ia memegang wajah Lu Xiang untuk menatapnya. "Bukankah kau bilang kalau kita adalah keluarga? Uangmu adalah uangku dan uangku adalah uangmu. Lagipula kau sangat pintar dan rajin, aku yakin kau bisa lulus ujian hingga jadi juara pada ujian istana"
Lu Xiang menjadi terharu akan kepercayaan Adelia padanya lalu tersenyum geli dan mencubit mesra hidung istrinya. "Sejak kapan kau pandai memuji?"
Adelia tertegun akan sikap intim yang Lu Xiang lakukan, seketika wajahnya memerah dan segera melepaskan tangannya dari wajah suaminya, ia baru menyadari bahwa jarak mereka sangat dekat.
Lu Xiang menatap reaksi Adelia dengan tersenyum, setelah mengetik bahwa Adelia yang sekarang berbeda dengan Adelia keluarga Miao ia merasa senang dan nyaman hingga perasaan itu berubah menjadi posesif dan ingin lebih memiliki gadis itu namun ia tau bahwa memaksa bukanlah solusinya. Lagipula dengan keterbatasan keuangan dan keadaan ia belum mampu membahagiakan Adelia jadi belum saatnya ia melakukan hal yang lebih mesra lagi dengan istrinya. Ia berjanji akan membuat Adelia menjadi wanita terhormat yang akan dicemburui oleh banyak wanita.
Adelia mengatur perasaan yang berkecamuk karena Lu Xiang dan kembali memfokuskan pembicaraan mereka. "Jadi kau ingin melanjutkan sekolahmu kan?".
Lu Xiang diam lalu mengangguk pelan. Ia tau bersikeras menggunakan uang sendiri untuk belajar adalah hal yang mustahil baginya, ia ingin menggunakan pikirannya yang kuat untuk membuat orang-orang berpikir bahwa ia pantas bersanding dengan Adelia dan itu akan tercapai jika ia belajar dan lulus ujian tes kenegaraan.
Adelia pun tersenyum senang dan menyerahkan sepuluh koin perak pada Lu Xiang untuk membayar biaya sekolah lima koin perak dan selebihnya untuk membeli buku yang diperlukan.
Lu Xiang pergi menemani Adelia untuk memetik buah coklat yang belum dipetik sebelum pergi ke akademi untuk membayar biaya sekolah dan menemui gurunya, guru Zhao Fan.
"Kau.... Kau ingin melanjutkan belajarmu?!" Ucap Zhao Fan terperangah.
__ADS_1
"Ya guru. Aku ingin sekolah lagi" Jawab Lu Xiang tersenyum kecil.
"Bagus! Hahaha bagus. Akhirnya kau bisa melanjutkan sekolahmu. Aku akan menyiapkan PR yang banyak kau lewati. Kau tunggu sebentar" Zhao Fan pergi mengambil lembaran PR yang ia siapkan untuk Lu Xiang walaupun muridnya tidak sekolah. Ia sangat menyayangkan bahwa Lu Xiang putus sekolah, jika saja ia punya uang lebih maka ia dapat membayar biaya sekolah murid yang ia kagumi itu.
Lu Xiang belajar padanya hampir dua tahun dan akan mengikuti ujian kenegaraan tahun ini namun ketika muridnya mengatakan akan putus sekolah karena kematian ibunya serta tidak dapat lagi melanjutkan sekolah membuat Zhao Fan sempat marah besar namun setelah tau alasannya ia hanya bisa menghela napas panjang.
Zhao Fan kembali dengan setumpuk kertas berisi pertanyaan dan menyerahkannya pada Lu Xiang. "Ini bawa pulang dan kerjakan semua itu. Kalau kau bisa mengejar semua ketinggalan mata pelajaran maka kau tetap bisa mengikuti ujian tahun ini!"
Lu Xiang memeriksa kertas demi kertas dan mengangguk tenang. Walaupun ia tampak tenang namun hatinya menggebu-gebu bak lava yang meletup, akhirnya ia dapat kembali meraih mimpinya.
Pertanyaan Zhao Fan membuat Lu Xiang tertegun. Ia melupakan hal satu itu, jika ia tinggal di asrama maka Adelia akan tinggal sendirian bersama dengan adik-adiknya. Mereka pasti akan menjadi sasaran empuk keluarga Miao dan keluarga lainnya yang tidak senang dengan mereka.
Apalagi setelah mereka melihatnya dan Adelia beberapa kali membawa banyak barang, para warga pasti berasumsi bahwa mereka punya sesuatu yang membuat mereka punya banyak uang, terlebih ketika tau bahwa dirinya akan melanjutkan sekolah. Tidak banyak warga yang bisa memasukkan anaknya ke sekolah karena biaya yang luar biasa mahal setiap tahunnya.
Namun jika ia tidak tinggal di asrama maka ia akan sangat kelelahan karena butuh hampir satu jam setengah untuk bisa pulang pergi dari akademi ke rumah. Ia tidak akan mampu berkonsentrasi penuh pada belajarnya.
Diamnya Lu Xiang membuat Zhao Fan menyadari sesuatu bahwa muridnya memiliki dua orang adik yang harus di urus. "Bagaimana kalau kau menyewa rumah di kota?"
__ADS_1
Sinar mata Lu Xiang kembali bersinar. Ya, ia tidak akan kesulitan jika ia menyewa tempat tinggal di kota, namun ia tidak tau berapa harga sewa rumah di kota. "Guru, apa kau tau berapa harga sewa di kota Cheng?" Ia khawatir jika biaya sewa rumah mahal dan ia tidak mampu membayarnya.
"Aku tidak begitu yakin, antara 100 koin tembaga hingga 1 koin perak pertahun kalau tidak salah. Kau pergi saja ke agen perumahan dan sebutkan namaku mereka akan memberi yang terbaik untukmu" Zhao Fan memberi token miliknya. Ia memang tidak begitu terkenal namun untuk sekedar melobi diantara masyarakat biasa lebih dari cukup.
Lu Xiang mengangguk dan berterimakasih kepada gurunya, ia langsung mencari tau informasi tentang harga sewa dan tau estimasi setiap rumah. Ia pun pulang tanpa membeli sesuatu pun karena untuk memberitahu keluarganya.
Adelia tertegun. Ia melihat Lu Xiang dan langsung setuju, jujur saja ia tidak begitu suka tinggal di desa terlebih ada keluarga Miao yang selalu akan menganggu keluarganya, ia juga tau cepat atau lambat para warga desa akan tau bahwa ia menghasilkan uang dan iri padanya.
Adelia tidak ingin bertaruh akan keselamatannya dan adik-adik Lu Xiang ketika suaminya pergi ke akademi. Ia sudah banyak membaca novel tentang hidup di zaman kuno dan Kerajaan dan tau banyak hal yang juga kemungkinan terjadi padanya, walaupun novel banyak dari imajinasi namun tidak dipungkiri bahwa ada beberapa hal yang memang terjadi di dunia nyata.
"Sebelum pindah. Aku ingin mengumpulkan buah pir dan berri serta buah lainnya untuk membuat wine"
Lu Xiang tertegun dan mengangguk. Ia tidak menyangka bahwa istrinya memiliki banyak keahlian yang dapat menghasilkan uang, alkohol adalah salah satu hal yang tidak bisa dipisahkan oleh masyarakat Dinasti Murong jadi ia yakin jika wine yang Adelia buat layak di konsumsi makanan mereka ada punya cara lain untuk menghasilkan uang.
Adelia berpikir lainnya yaitu tentang menyewa toko daripada rumah. Ia tau bahwa mereka tidak akan lama berada di sana, jika Lu Xiang berhasil lolos tes kota kecil maka mereka pergi ke kota Qincheng untuk melanjutkan sekolah dan ikut lainnya.
"Bagaimana kalau kita menyewa toko saja? Aku bisa berjualan kue dan sebagainya untuk menghindari curiga orang desa tentang darimana kita memiliki banyak uang sampai bisa melanjutkan sekolah". Dengan membuka toko mereka dapat berinteraksi dengan banyak orang dan menjalin hubungan baik, ketika keluarga Miao datang atau siapapun yang ingin menganggu mereka maka orang-orang tidak akan mudah percaya begitu saja karena mengenal mereka.
__ADS_1