
Lu Xiang tersenyum senang melihat suasana baru rumah utama, gorden dan furnitur yang dipindahkan membuat rumah tampak lebih besar daripada biasanya, terlebih pada pelayanan Adelia yang menyiapkan baju ganti dan mengeringkan rambutnya dengan perlakuan lembut, mungkin karena sudah lama tidak mendapatkan pelayanan ekstra itu, Lu Xiang merasa sangat disayangi oleh istrinya.
Tingkat kebahagiaannya memuncak ketika ia melihat meja makan yang penuh dengan masakan kesukaannya.
"Terimakasih sayang. Kau memang tau apa yang aku mau". Lu Xiang memeluk dan mengecup pipi istrinya.
"Hehe, makanlah. Aku sendiri yang memasaknya". Adelia dengan antusias memberikan potongan daging bebek peking dan ayam pengemis ke piring suaminya.
Senyum Lu Xiang membeku sesaat lalu bernapas pasrah dan merasa terharu. "Kau pasti lelah menyiapkan semua ini untukku kan?".
"Tidak. Kau tenang saja sayang, aku dibantu oleh Lu Mei dan Lu Yan. Lagipula ini bagus untuk kehamilan ku, akan susah melahirkan jika aku tidak melakukan apapun ketika masa kehamilan".
"Baiklah, kau menang"
Keluarga kecil itu menghabiskan makan malam sembari berbicara tentang pengalaman Lu Xiang tentang kesuksesan proyek. Adelia dan kedua adiknya mendengar dengan seksama sembari sesekali berteriak kagum dan bertepuk tangan setelah mengetahui bahwa warga desa Shu sangat berterimakasih padanya.
"Kau memang sangat hebat suamiku"
"Ya kak Xiang. Setelah dewasa nanti aku ingin menjadi sepertimu, berguna untuk masyarakat dan membuatmu dan kak Adel bangga padaku"
"Bagaimana denganku?" Tanya Lu Cheng menggoda.
"Ka-Kau juga Lu Cheng" Jawab Lu Shan dengan antusias.
Makan malam penuh keharmonisan itu berakhir setelah Lu Xiang memberi kode pada Lu Cheng untuk kembali ke rumah mereka karena ia ingin berduaan dengan Adelia.
Lu Cheng yang menangkap kode itu memutar bola matanya dan menarik Lu Shan yang masih bercerita dengan semangat tentang aktivitasnya selama seminggu ini di akademi.
Lu Xiang segera menarik tangan Adelia untuk berjalan berkeliling halaman belakang untuk mencerna makanan sebelum masuk kamar dan memeluk istrinya.
"Lu Xiang. Aku merindukanmu" Karena kesepian dan kebahagiaannya akan kepulangan suaminya, Adelia mencoba berterus terang dengan apa yang ia rasakan.
Lu Xiang tertawa senang akan inisiatif istrinya. "Aku juga merindukanmu sayang".
Keduanya menatap lembut dan seperti magnet yang menarik mendekat, kedua pasang bibir itu bertemu dan menghangat satu sama lain. Adelia mendesah nikmat ketika lidah suaminya masuk dan menjilati bagian dalam tubuhnya dengan liar.
__ADS_1
Wajahnya memerah namun ia semakin antusias membalas ciuman basah itu hingga keduanya merasa sulit bernapas dan melepaskan ciuman, menyebabkan saliva muncul seperti jembatan yang menghubungkan keduanya.
"Aku menginginkan mu sayang~"
"Ak-aku juga sayang" Adelia menjawab dengan canggung dan malu.
Lu Xiang mengangkat tubuh istrinya membuat Adelia menjerit kaget dan segera memeluk lehernya. Ia mendudukkan istrinya di atas tempat tidur dan memeluknya dari belakang.
"Sayangku~" bisikan bariton yang seksi membuat tubuh Adelia menjadi semakin panas.
Lu Xiang melepaskan baju Adelia dan mulai mempersiapkan istrinya untuk dapat menerimanya dalam tubuhnya, ia memisahkan kaki Adelia dengan lebar hingga Adelia meringkuk karena merasa genitalnya yang dingin diterpa udara.
"Jangan bersembunyi sayang. Perlihatkan padaku"
"Ka-kau tidak bisa melihatnya" Adelia menjawab lirih dengan sangat malu.
"Apa maksudmu aku tidak bisa melihatnya. Lihatlah ke depan".
Adelia menuruti perkataan suaminya dan melihat ke depan dan betapa terkejutnya melihat banyangan dirinya yang mengangkang seksi di kaca cermin.
"Lu-Lu Xiang. Jangan melihatnya, aku sangat jelek karena perut besar!!" Wajahnya menjadi sangat panas hingga ingin menghilang dari hadapan Lu Xiang, bayangan tersebut muncul walaupun ia memejamkan mata.
"Lu Xiang~!! jangan membully ku"
"Tidak sayang. Aku tidak pernah membully ..ugh!" Lu Xiang mengerang pelan merasakan juniornya di remas.
"Sayang, jangan menggodaku. Aku tidak mampu menahannya"
"Kalau begitu jangan menahannya suamiku".
Lu Xiang seperti merasakan akal sehatnya menghilangnya dan merebahkan tubuh Adelia dan memasukkan keperjakannya dalam sekali dorongan kuat membuat Adelia terkejut dan berteriak.
Permainan panas pun dimulai, kedua insan yang sudah seminggu merindukan satu sama lain melampiaskan kerinduan mereka di atas ranjang hingga Adelia akhirnya menyerah dan terlelap lelah meninggalkan Lu Xiang yang menghela napas puas dan mulai rutinitas setelah bercinta.
&&&
__ADS_1
Berita tentang Prefek Zhong membagikan makanan pada pengemis dan rakyat miskin untuk merayakan kesuksesan tersebut membuat antusias masyarakat semakin meninggi. Terlebih setelah berita tentang keluarga Zhong yang mengundang para pemimpin keluarga berkelas lainnya ke pesta mereka, masyarakat membahas tentang siapa saja yang akan diundang oleh Prefek.
Lu Xiang juga membagikan bonus pada para pelayan sebagai perayaan sukses proyek, awalnya ia ingin juga membagikan uang dan makanan pada pengemis namun ia mengundurkan niatnya karena tidak ingin merusak perhatian masyarakat pada Prefek Zhong. Para pelayan bersorak gembira, sangat senang menerima bonus besar dari majikan mereka.
Li Yueyin berusaha mencari kesempatan untuk memberitahu rumor pada Lu Xiang namun tidak berhasil, Lu Xiang yang menempel pada Adelia hanya memilih aktivitas di rumah utama seperti sebelumnya hingga tidak sengaja tau dari kakaknya bahwa Lu Xiang mengadakan pertemuan dengan teman-temannya di taman samping toko De Xiang.
Pertemuan itu sebagai bentuk perayaan yang disarankan oleh Chen Xirang dan Wang Tianjin. Karena tidak ingin high profile, Lu Xiang akhirnya mengundang teman-temannya ke taman untuk minum teh atau wine yang dipersiapkan oleh Adelia.
"Kau yakin tidak ingin bergabung?" Lu Xiang memeluk istrinya dan enggan untuk pergi.
Adelia tertawa lucu. "Untuk apa aku bergabung dengan kalian para lelaki? Itu hanya akan membuat teman kalian merasa canggung".
"Tapi kau bisa mengajak Xiaowen dan Li Yueyin"
Bibir Adelia berdenyut, akan menjadi masalah jika ia mengajak gadis ingusan itu. "Tidak. ini pertemuan lelaki, aku tidak akan mengganggu waktu luangmu bersama dengan temanmu. Ayo cepat pergi, kau membuat mereka menunggu"
"Haa~ Baiklah. Aku akan segera kembali. Apa kau ingin sesuatu untuk dibelikan?"
Adelia berpikir keras dan matanya bersinar. "Aku menginginkan buah plum". Ia menjilat bibir dan menelan ludah serakah, tiba-tiba saja ia menginginkan buah plum rasa manis asam itu begitu menggiurkan di pikirannya.
"Baiklah, aku akan membelinya sebelum pergi ke taman".
"Wow. Kau memang suami terbaik Lu Xiang, I love you!!"
"I lope you? Apa artinya?"
"Aku mencintaimu" Adelia begitu senang hingga mengucapkannya dalam bahasa inggris.
"Apa itu bahasa modern?"
"Bukan, itu bahasa inggris. Kalau disini mungkin itu bahasa kerajaan barat".
Lu Xiang mengangguk serius. "Jangan katakan apapun menggunakan bahasa itu di depan orang lain, mereka bisa menganggapmu sebagai mata-mata". Walaupun sekarang kerajaan Murong berhubungan baik dengan kerajaan barat namun ia takut jika seseorang menggunakan fakta bahwa Adelia bisa berbahasa inggris untuk membuat fitnah.
Adelia tertegun dan menyadari keseriusan masalah ini, ia mengangguk kuat. "Tenang saja, aku tidak akan mengucapkan bahasa inggris lagi".
__ADS_1
"Jangan cemas sayang, itu tidak akan terjadi kalau kita berhati-hati".
Adelia kembali mengangguk mengerti. Lu Xiang mengeratkan pelukan beberapa saat lalu mengecup pipi dan leher Adelia sebelum pergi membeli buah plum.