Menjadi Istri Marquis

Menjadi Istri Marquis
Kabar baik dan buruk


__ADS_3

Adelia merasa tubuhnya mudah lelah akhir-akhir ini, ia merasa pusing dan sering buang air kecil membuat moodnya menjadi tidak stabil.


Perasaan ingin rebahan dan malas melakukan apapun sering menghampiri Adelia setelah kepergian suaminya ke Fucheng bahkan hari ini tubuhnya begitu berat dalam menjalankan aktivitas membuatnya bingung.


Adelia memutuskan untuk melawan rasa malas itu dengan menyuruh Lu Mei dan Lu Yan membeli bunga rosella untuk ia jadikan wine. Ia duduk rebahan sembari menunggu dua pelayan membawa pulang bunga rosella.


"Kak. Apa kau tidak apa-apa?" Lu Cheng dan Lu Shan yang baru saja kembali dari belajar melihat Adelia yang duduk lemas.


"Aku tidak apa-apa Lu Cheng. Kenapa?" Adelia masih ingin rebahan dan menjawab adiknya tanpa mengubah posisinya.


"Kak Adel terlihat lesu" Ucap Lu Sheng.


Adelia melihat tubuh dan memegang wajahnya. "Benarkah? Mungkin aku belum makan siang" Jawabnya tidak yakin.


Lu Shan teringat bahwa Adelia makan banyak ketika sarapan namun ia tidak mengingatkan kakak iparnya, Lu Cheng bilang bahwa perempuan akan marah jika dibilang banyak makan, ia tidak ingin membuat Adelia kesal.


"Kau ingin makan siang apa kak? Kita beli saja jika kau tidak berselera" Saran Lu Cheng.


Adelia berpikir sesaat lalu menjawab antuasias. "Aku ingin stroberi. Ya aku ingin stroberi".


Air liur mulai mengenang di mulut Adelia membayangkan stroberi segar yang masam dan manis, tubuhnya tiba-tiba menjadi bugar. Ia memanggil Lu Fang untuk membelinya dua keranjang stroberi membuat Lu Cheng dan Lu Shan semakin heran.


Tak lama Lu Fang kembali dengan dua buah keranjang berisi stroberi penuh, seketika wajah tidak sabar Adelia berseri dan mengambil buah itu untuk di makan namun Lu Fang segera mengingatkan.


"Hamba akan mencuci dulu buahnya nyonya".


Mood antusias Adelia tiba-tiba menurun, ia memanyunkan bibirnya dengan gusar namun tidak berkata apapun. Lu Fang segera mencuci bersih buah stroberi dan meletakkan piring penuh stroberi di hadapan tuannya.


Lu Fang melihat mood Adelia yang kembali baik dan menikmati asam manis stroberi dengan lahap. Kecurigaannya semakin kuat, ketika ia membeli dua keranjang penuh stroberi. Sang penjual bercanda padanya dengan mengatakan bahwa ia mertua yang baik yang memuaskan ngidam menantunya.


Lu Fang tertegun dan berpikir bahwa Adelia sedang hamil namun tuannya tidak menunjukkan gejala mual layaknya wanita hamil lainnya membuatnya menjadi ragu, akan tetapi setelah melihat mood tuannya yang tidak stabil kembali membuatnya merasa yakin.


Lu Shan juga ikut berselera melihat kakak iparnya melahap stroberi sangat nikmat namun wajahnya mengernyit merasa kecut manis stroberi dan bingung melihat kakaknya yang memakan stroberi tanpa mengernyit sedikitpun.

__ADS_1


"Apa kak Adel tidak merasa stroberinya asam?".


"Tidak. Kau masih mau Lu Shan? Tapi jangan banyak-banyak ya, aku ingin memakan semua stroberi ini". Adelia menggeleng lalu memberikan satu stroberi untuk adiknya dengan wajah enggan.


"Tidak kak. Kau makan saja, aku tidak mau".


Lu Cheng menatap dalam Adelia, apa kakaknya hamil seperti yang ia pikirkan?.


"Nyonya, boleh hamba bertanya sesuatu?". Lu Fang tidak dapat menahan rasa keingintahuannya dan bertanya.


"Apa?".


"Kapan terakhir nyonya datang bulan?".


Adelia menghentikan kunyahan di mulutnya lalu tertegun. " Sepertinya hampir dua bulan?" Ia sendiri tidak begitu mengingat tanggal berapa ia terakhir menstruasi.


"Benarkah? Apa nyonya sedang hamil?!" Tanya Lu Fang sangat senang.


Mata Lu Cheng dan Lu Shan melebar. Ia menatap Adelia yang juga ikut tertegun.


Lu Fang segera berlari keluar untuk mencari tabib di toko farmasi. Lu Cheng menunggu tidak sabar kedatangan tabib dan mengabarkan berita gembira tersebut, ia segera ingin memberitahu kakaknya di Fucheng jika Adelia benar-benar hamil.


Adelia mengelus perutnya yang masih datar dan merasa takjub. Benarkah ia hamil?. Ia segera mencari testpack di dalam space teratai namun tidak menemukannya, ia mungkin tidak berpikir untuk membeli testpack karena belum pernah melakukan badan dengan laki-laki lain selain Lu Xiang.


Tak lama kemudian, sang tabib berkunjung ke rumah Lu Xiang dibawah desakan Lu Fang.


"Cepat dokter, periksa kakak iparku. Apa kak Adelia benar-benar hamil?" Lu Cheng menyuruh sang tabib untuk cepat memeriksa kondisi Adelia.


Sang wanita yang ingin ia periksa malah sibuk makan stroberi sembari menatap harap pada tabib.


Tabib segera meletakkan kain tipis di pergelangan Adelia dan mulai mendeteksi denyut nadi, ia memejamkan mata fokus merasakan denyut nadi kuat lalu tersenyum.


"Selamat nyonya Xie Hsien. Kandungan anda berusia 8 minggu". Sang tabib tersenyum senang karena akan mendapat insentif tinggi setelah ia melapor berita baik pada keluarga yang ia kunjungi.

__ADS_1


Lu Cheng dan Lu Shan bersorak gembira, begitu halnya dengan Lu Fang, ia merasa senang bahwa majikannya akan punya momongan.


"Aku akan menulis surat pada kak Xiang, dia pasti akan senang!". Lu Cheng segera bergegas ke kamarnya namun Adelia mencegah.


"Jangan sekarang Lu Cheng, Lu Xiang masih mengikuti ujian, bagaimana jika kalau dia tidak fokus? Kita akan mengabarkan setelah Lu Xiang pulang".


Lu Cheng berpikir sesaat lalu mengangguk kecewa. Adelia benar, ia ingin kakaknya fokus pada ujian dan akan mendengar berita baik itu ketika pulang nanti.


"Tuan muda, jika anda mengabarkan ketika tuan pulang nanti. Bukankah akan menjadi berita baik yang ganda?, hamba yakin tuan akan pulang dengan berita baik juga". Saran Lu Fang.


Lu Shan mengangguk walaupun tidak begitu yakin, Lu Chen akhirnya tersenyum cerah dan mengangguk setuju.


Adelia memberi insentif 3 koin perak untuk tabib yang memeriksanya membuat laki-laki tua berjanggut putih itu sangat senang dan puas dengan uang yang ia dapatkan.


"Semoga tuan muda lahir dengan sehat nyonya". Ucap tabib tersebut namun membuat Adelia bingung.


"Kau tau jenis kelamin anak yang aku kandung?" Sepengetahuannya, kandungan baru bisa diketahui gender pada usia kandungan 18-20 minggu dan itupun dengan bantuan teknologi.


Reaksi berbeda dari biasanya yang tabib lihat membuat pria tua itu tertegun. "Sa-saya tidak tau nyonya, saya hanya berdoa bahwa janin di dalam rahim anda adalah seorang anak laki-laki".


Adelia tersadar, dibawah konsep patriarki tentu para wanita hamil mengharap anak pertama mereka adalah laki-laki bukan perempuan karena itu akan membuat status sang wanita di rumah keluarga suaminya menjadi lebih solid berkat anak laki-laki. Jika perempuan maka baik suami dan mertua akan merasa kecewa dan mulai meremehkan sang wanita hingga wanita tersebut hamil kembali seperti yang ibu Miao Adelia rasakan.


Senyum Adelia sedikit menghilang, ia tidak tau apakah Lu Xiang akan bersikap sama ketika anak yang ia lahirkan adalah perempuan bukan laki-laki?. Ia segera menepis pikiran negatif itu, ia belum mendengar sendiri dari Lu Xiang jadi tidak baik jika ia menjudge langsung apa yang suaminya pikirkan.


"Aku tidak peduli apakah janin ini laki-laki atau perempuan. Lagipula jika perempuan maka Lu Cheng dan Lu Shan akan melindunginya bukan?". Tanya Adelia ramah.


Lu Shan mengangguk kuat. "Jika perempuan maka akan cantik sepertimu kak Adel".


Lu Cheng juga mengangguk setuju. "Aku dan Lu Shan akan menjaga dan melindungi keponakan kami baik itu perempuan maupun laki-laki kak, kau tidak perlu khawatir".


Adelia tersenyum bahagia lalu tertawa senang. Tabib yang melihat suasana harmonis tersebut ikut tersenyum namun senyumnya berubah kasihan karena berpikir bahwa Xie Hsien akan berbeda pendapat dengan adiknya tentang hal itu namun itu bukan urusannya, tabib tua itu berpamitan setelah menjelaskan pantangan terhadap ibu hamil dan makanan yang dapat dikonsumsi.


Lu Shan dan Lu Cheng kembali belajar setelah makan siang sedangkan Adelia duduk santai menunggu Lu Mei dan Lu Yan membawa bunga rosella pulang. Mood sangat baik karena berita menggembirakan yang baru saja ia dengar namun sepertinya nasib tidak selalu baik dan mulus, Lu Niang kembali ke rumah dengan membawa berita buruk.

__ADS_1


"Nyonya! Kabar buruk nyonya. Ada toko kue baru yang menjual kue tart sama seperti kita?".


Adelia tertegun sesaat lalu matanya berubah dingin, seperti Lu Lian menemukan majikan baru! Atau suami?.


__ADS_2