Menjadi Istri Marquis

Menjadi Istri Marquis
Pergi ke hutan


__ADS_3

"Wow!! Minumannya sangat manis!" Lu Shan berteriak girang dan segera meneguk susu coklat dengan tidak sabar hingga bekas susu coklat tercipta di sekeliling bibirnya.


Lu Cheng pun memberanikan untuk minum setelah melihat adiknya minum dengan lahap, ia juga terkejut dan melirik Adelia yang tersenyum dengan pujian Lu Shan. Matanya bersinar dan tanpa kata ia kembali menyisip lebih dari sebelumnya. Sedangkan Lu Xiang hanya mengangkat alisnya sembari menatap istrinya tanpa menunjukkan keterkejutannya namun dalam hati ia tertegun akan rasa manis yang belum pernah ia coba sebelumnya.


"Ini minuman apa?" Tanya Lu Xiang yang tidak bisa membendung rasa penasarannya.


Adelia tersenyum pongah, "Hehe ini adalah susu coklat. Bagaimana? Enak kan?"


"Susu" Gumam Lu Cheng.


"Jadi ini susu kak. Susu dari hewan apa? Aku tidak pernah melihat susu berwarna keruh seperti ini sebelumnya" Lu Shan menimpali kata-kata Lu Cheng.


"Susunya tetap dari sapi tapi susunya dicampur dengan coklat. Coklat itu terbuat dari buah coklat"


"Buah coklat? Aku tidak pernah mendengar ada buah itu sebelumnya". Lu Xiang mengernyit berusaha keras memikirkan apa ia pernah mendengar buah coklat sebelumnya.


"Buahnya seperti ini" Adelia mengambil ranting kayu bakar lalu menggambar buah coklat di tanah ruang depan.


Ketiga saudara itu berjongkok dan melihat gambar yang Adelia lukis, hanya Lu Xiang yang tertegun karena pernah sering melihat buah tersebut di hutan tempat ia berburu, ada yang utuh dan ada yang juga yang bolong karena di makan tupai. Ia sebenarnya sudah mencicipi buah tersebut namun rasa asam dan pahit ketika ia mengunyah buah seperti permen tersebut membuat rasa tertariknya menjadi hilang, ia tidak menyangka bahwa buah dengan rasa aneh itu dapat menghasilkan rasa manis yang sangat berbeda dengan gula yang biasa ia minum.


"Aku pernah melihat buah ini di hutan".


Mata Adelia bersinar. "Benarkah?" Ia tau bagaimana memproses buah coklat menjadi coklat yang manis, jika ia punya bahan utamanya maka ia dapat menjualnya dan menghasilkan uang.


Lu Xiang mengangguk dan merasa geli sekaligus senang melihat ekspresi jelas yang istrinya perlihatkan. "Ya. Kita bisa mengambilnya, pohonnya tidak jauh dari masuk hutan"

__ADS_1


Adelia mengangguk-angguk dan tidak sabar ingin memetiknya.


Lu Cheng bergumam tidak jelas sambil melirik Adelia dan kakaknya yang sedang berdiskusi, entah apa yang ia pikirkan. Sedangkan Lu Shan mengulurkan gelas kembali kepada Adelia dan berkata "Aku mau lagi kak"


Adelia tersenyum dan mengambil gelas itu namun tidak mengisi lagi susu coklat. "Kalau kau jadi anak penurut dan baik. Setelah aku pulang dari hutan. Aku akan memberikan satu gelas susu coklatnya".


Walaupun Lu Shan sedikit kecewa namun ia tetap mengangguk dan menepuk dadanya terlihat meyakinkan. " Kau tidak perlu khawatir kak. Aku akan jadi anak baik dan penurut"


Adelia tertawa lucu dan membelai rambut adiknya sangat gemas.


&&&


"Kalian ingin kemana?" Warga desa yang berada di kaki gunung untuk mencari sayur liar atau tumbuhan lainnya yang dapat dimakan pun bertanya heran melihat Lu Xiang dan Adelia yang membawa keranjang bambu besar serta busur panah.


"Kami akan masuk hutan untuk berburu dan mencari sayur tante Tang" Jawab Adelia sembari tersenyum ramah. Selama beberapa hari ia di dunia ini, ia belum pernah bercakap-cakap dengan warga desa Miao.


Tatapan terkejut diiringi oleh tatapan kasian dan iba membuat bibir Adelia berdenyut speechless. "Lu Xiang bisa melindungi ku tante jadi tante tidak perlu khawatir".


Tante Tang merasa kecewa karena nasehatnya tidak digubris lalu kembali berkata dengan ekspresi 'kau tidak tau apa-apa, aku melakukan ini untuk kebaikanmu' "Walaupun Lu Xiang pandai berburu, bukan berarti dia dapat mengalahkan semua binatang buas di hutan. Bagaimana jika kau bertemu dengan harimau? Atau bahkan singa. Jangan main-main dengan nyawa mu Adelia"


Mulut Adelia semakin berdenyut, ingin rasanya ia memutar bola matanya dengan jengah namun ia tetap berusaha untuk tersenyum. "Kami tidak akan masuk ke hutan yang dalam tante Tang. Kau tenang saja, kami pergi dulu ya tante". Ia segera menarik tangan Lu Xiang yang sudah tidak sabar meladeni tante Tang yang suka mencampuri urusan orang lain.


Tante Tang dan ibu-ibu lainnya berkumpul sembari menatap punggung Adelia dan Lu Xiang yang sudah menjauh lalu menghela napas dramatis. "Anak muda kalau di nasehatin sangat keras kepala" Gumam tante Tang sembari menggelengkan kepala.


Seorang ibu yang lebih tua dari tante Tang pun menimpali "Biarkan saja. Lagipula mereka tidak punya pilihan lain selain berburu kalau tidak kan mereka akan kelaparan"

__ADS_1


"Ya ya. Tapi kasihan ya Adelia, padahal dia baru saja sembuh sudah disuruh masuk hutan oleh Lu Xiang"


"Kau benar ibu Ming. Adelia gadis yang malang, keluarganya tidak peduli dan suaminya seenaknya saja membuat Adelia bekerja walaupun ia baru sembuh"


Tante Tang pun kembali menghela napas dramatis.


&&&


Adelia takjub akan pemandangan hutan yang baru pertama kali ia lihat, ia pun seperti orang kampung masuk kota, melihat antusias kesana kemari sesekali kegirangan ketika menjumpai jamur, kentang atau tumbuhan lainnya yang dapat dimakan.


Lu Xiang hanya tersenyum melihat kelakuan istrinya, ia memeriksa perangkap-perangkap yang telah ia buat melihat apakah ada buruan yang masuk dan mendapati dua ekor ayam hutan yang terperangkap, ia pun mengambil dan mengikat paruh serta kaki ayam hutan dan meletakkannya di keranjang sebelum membenarkan perangkapnya kembali.


"Ini pohon coklat seperti yang kau gambarkan tapi disini kami menyebutnya buah lonjong asam karena bentuk dan rasanya" Lu Xiang menunjukkan ke arah sebuah pohon yang dipenuhi oleh buah yang berbentuk seperti bola rugbi berwarna kuning kecoklatan.


Mata Adelia bersinar, ia segera menghampiri dan memetik buah coklat itu ke dalam keranjang bambu yang ia bawa. Di karenakan tidak ada orang yang mengambil buah itu, ia memetik banyak sekali buah coklat dan sebagiannya ia letakkan dalam space ketika Lu Xiang sibuk memperbaharui perangkap dan mencari hewan yang dapat di buru.


Sesaat suasana tenang melingkupi keduanya, Adelia sibuk dengan buah coklat sedangkan Lu Xiang sibuk mencari buruan namun tiba-tiba Lu Xiang berlari dan berteriak. "Lari, naik ke atas pohon!!"


Adelia terkejut dan mata melebar ketika melihat babi hutan besar yang hitam dengan taring panjang berlari mengejar Lu Xiang, Adelia segera memanjat pohon terdekat dan menatap gelisah ke arah suaminya.


Lu Xiang berlari kencang lari berbelok tajam ketika bertemu dengan pohon besar.


Boom!!


Babi hutan yang tidak bisa mengelak pun menabrak pohon tersebut dengan sangat keras hingga daun-daun pohon itu berjatuhan. Babi hutan itu menggeleng kesakitan dan kemudian kembali mengejar Lu Xiang yang berdiri tak jauh darinya.

__ADS_1


"Awas!!!" Teriak Adelia ketakutan.


__ADS_2