
"Kau kenapa sayang?"
Lu Xiang melihat Adelia yang melipat tangan dan memanyunkan bibirnya terlihat menggemaskan seperti anak kecil, ia ingin merengkuh wanita itu namun istrinya memalingkan wajah dan menghindari pelukannya, membuatnya semakin bingung.
"Kenapa kau cemberut sayang? Katakan, siapa yang membuatmu kesal?" Lu Xiang kembali ingin memeluk Adelia namun lagi-lagi istrinya menghindar darinya.
Lu Xiang mengedarkan pandangannya ke seisi ruang tamu mencari sesuatu yang dapat mengalihkan perhatian Adelia namun tatapannya tersita pada booklet di atas meja.
Penasaran Lu Xiang membuka dan tertegun melihat sketsa seorang gadis cantik lalu dibelakangnya tertera biografi sang gadis mulai nama keluarga dan talenta yang ia miliki.
Ah, ia sekarang tau apa yang membuat istrinya merajuk, ternyata ada kecoa yang diam-diam merayap pada Adelia tanpa sepengetahuannya namun sedetik kemudian Lu Xiang tersenyum senang, ia sangat bahagia karena ini pertama kalinya wanita kesayangannya menunjukkan kecemburuan.
Kenyataan itu membuatnya senang dan lega karena Adelia mempunyai perasaan yang sama dalamnya dengannya. Lu Xiang bahkan menutup mulutnya dengan booklet dan terkekeh halus.
"Sayang. Apa mak comblang tadi datang kemari?"
Tubuh Adelia tersentak namun ia tidak menjawab pertanyaan suaminya.
Lu Xiang semakin gembira akan reaksi istrinya, ia memegang bahu dan mengangkat wajah Adelia sembari tersenyum jail. "Apa kau cemburu sayang?"
Adelia masih tidak menjawab namun bibirnya semakin manyun menjawab pertanyaan suaminya dengan ekspresi wajah.
Lu Xiang tertawa lucu, Adelia yang cemburu sangat menggemaskan. Ia berharap ada mak comblang lainnya yang datang dan membuat istrinya cemburu kembali, reaksi imut dan manis itu menjadi hal yang baru di kehidupan rumah tangga mereka namun sesaat kemudian senyum Lu Xiang menghilang. Ia melihat Adelia menangis dalam diam dan menjadi panik.
"Kau kenapa sayang? Shush, jangan menangis sayang. Maafkan aku, apa aku membuatmu terluka?" Lu Xiang segera merengkuh badan kecil istrinya ke dalam dada dan menenangkan Adelia dengan perasaan khawatir.
Apa mak comblang mengatakan sesuatu yang menyakiti Adelia? Atau ada sesuatu hal yang membuat wanitanya terluka? Berbagai pertanyaan negatif bergelut di pikiran Lu Xiang.
"Aku minta maaf, jangan menangis lagi ya?".
__ADS_1
Adelia merasa kesal dengan kedatangan mak comblang, terlebih ketika melihat suaminya tertawa melihatnya merajuk namun itu tidak sampai membuatnya ingin menangis. Ia juga tidak mengerti mengapa rasa ingin menangis tiba-tiba merasukinya, yang ia tau hanyalah mengeluarkan segala perasaan buruk dalam hati melalui tangisan.
Apa ia akan menstruasi? Perasaan bad mood yang datang tiba-tiba menunjukkan moodnya yang tidak stabil layaknya wanita yang akan datang bulan.
Lu Xiang membiarkan Adelia menumpahkan apa yang dia rasakan dalam pelukannya sembari membelai lembut punggung Adelia hingga istrinya merasa baikan dan mau melihatnya sembari sesenggukan.
"Maaf sayang. Apa aku membuat mu merasa tertekan? Aku tidak akan menerima selir apapun. Dalam hidupku hanya kau yang menjadi satu-satunya wanita yang berada di samping ku".
Puas mengeluarkan perasaan buruk dalam dirinya melalui tangisan, mood Adelia menjadi lebih baik. Ia melepaskan pelukan dan mengalungkan tangan ke leher suaminya.
"Aku tidak menangis karena mak comblang atau kau suamiku. Aku hanya...ingin menangis saja".
Lu Xiang mengelap jejak air mata di pipi istrinya dan bertanya lembut. "Apa kau sudah merasa baikan?"
Adelia mengangguk dengan masih sesenggukan. Lu Xiang tersenyum lalu menggendong Adelia.
"Ayo kita istirahat, menangis pasti membuatmu merasa lelah. Aku akan menemanimu sayang".
Adelia melihat dada suaminya dan berpikir bahwa Lu Xiang adalah laki-laki terbaik yang pernah ia temui baik di dunia ini maupun di dunia modern. Dia tidak mempunyai niat sedikitpun untuk mengambil selir apapun walaupun itu sangat wajar dan bahkan akan aneh jika Lu Xiang tidak memiliki selir karena konsep patriarki yang berjalan pada zaman sekarang.
Lu Xiang sudah mengetahui semua rahasianya dan paham bahwa ia tidak memiliki siapapun di dunia ini, ia bisa berbuat apapun sekehendaknya. Bahkan jika ia mendua sekaligus mungkin ia tidak pergi dan mencari laki-laki lain karena berpikir tidak ada bedanya. Walaupun ia terluka namun ia tidak bisa meminta cerai karena cinta dan sangat mengandalkan suaminya.
Namun Lu Xiang sama sekali tidak melakukan itu bahkan setelah mengetahui kelebihan dan kelemahannya.
Maka dari itu, prinsip yang Lu Xiang jalankan murni karena dia sangat menghargai dan mencintainya sepenuh hati. Adelia merasa dadanya penuh oleh rasa haru dan bahagia, transmigrasi menjadi anugrah terbesar dalam hidupnya karena ia dapat melihat dan menjadi bagian keluarga Lu Xiang ketika pertama kalinya ia membuka matanya.
Adelia mengangkat wajah dan mengelus pipi suaminya dengan lembut.
"Kau belum tidur sayang?" Lu Xiang membuka matanya ketika merasakan tangan hangat istrinya.
__ADS_1
Adelia mencium bibir Lu Xiang membuat laki-laki itu tertegun, ia tersenyum dan kembali mencium bibir yang membuat tubuhnya lemah dan menjilatinya meminta izin untuk masuk.
Pupil mata Lu Xiang menghitam, tindakan sederhana dan naif itu berhasil memprovokasi dan membuat tubuhnya memanas. Ia menghimpit Adelia di bawahnya dan mulai mencumbu liar, ini pertama kalinya istrinya mengambil inisiatif membuat hampir kehilangan kontrol.
"Adelia~". Lu Xiang semakin memperdalam ciumannya, menjilat, menghisap bermain liar dengan lidah Adelia membuat wanita itu mendesah nikmat.
"Sayang, !!!" Napas Lu Xiang tercekat merasakan tangan Adelia menggenggam kejantanan yang semakin tegang dan keras.
"Uh, kau membuatku gila Adelia". Lu Xiang menjadi tidak sabar dan melepaskan dengan cepat pakaian Adelia dan dirinya, mencium dan memainkan payudara istrinya dengan tangannya.
Cairan basah dan kental mulai keluar dari genital Adelia, ia menjadi tidak sabar dan mengarahkan junior Lu Xiang ke tempat basah itu dan menggosoknya.
"Uh! Miao Adelia, aku tidak akan melepaskan mu malam ini walaupun kau memohon" Lu Xiang menarik kaki Adelia dan meletakkannya di bahunya lalu memasukkan kejantanannya dengan sekali tusukan dalam membuat Adelia menjerit nikmat.
Lu Xiang menaikkan tempo gerakan dengan cepat membuat tempat tidur berderit, menunjukkan berapa tidak sabarnya laki-laki itu untuk memuntahkan cairan putih ke dalam rahim istrinya.
"Aahh! Mmhm" Adelia kehilangan kendali dan mendesah kuat membiarkan nafsu memegang kendali dirinya.
Tubuhnya terhuyung-huyung seiring gerakan Lu Xiang lalu sama-sama mereka mencapai puncak dalam ******* panjang.
Keduanya bernapas tersengal-sengal menikmati rasa setelah ******* yang masih meledak-ledak dalam tubuh mereka, mereka beristirahat dengan kening bertemu kening dan merasakan hembusan napas masing-masing.
"Aku mencintaimu suamiku" Adelia mengalungkan tangannya dan mencium Lu Xiang.
"Aku juga mencintaimu. Sangat mencintaimu, kau datang dalam kehidupan ku dan jangan berpikir untuk pergi dariku" Pernyataan posesif itu akan membuat wanita takut dan terkekang ketika mendengarnya namun Adelia sangat senang mendengarnya, ia tertawa kecil dan kembali mencium suaminya.
Kedua berciuman lembut, mengutarakan perasaan masing-masing melalui cumbuan hangat dari bibir mereka.
Adelia bangun dan duduk di perut Lu Xiang, menggosokkan genitalnya yang basah oleh ******* ia dan suaminya dan tersenyum merasakan stik yang kembali mengeras di bokongnya.
__ADS_1
Permainan ranjang kembali berlanjut membuat suara ******* dan erangan serta derit tempat tidur terdengar seperti musik yang menyenangkan di telinga Lu Xiang dan Adelia.