Menjadi Istri Marquis

Menjadi Istri Marquis
Berita kepulangan Lu Xiang


__ADS_3

Adelia memukul kuas di atas kertas sembari memikirkan ide yang tepat untuk solusi dari balasan yang keluarga Liang berikan.


Beberapa hari yang lalu, keluarga Liang mengungkapkan bahwa mereka tidak tau bahwa Lu Lian adalah budak dari keluarga Lu Xiang dan ingin mengembalikan gadis itu kepadanya. Tujuan mereka adalah membuat rumahnya menjadi ramai dan penuh masalah dengan kembalinya gadis pengkhianat itu.


Namun Adelia tidak menginginkan hal itu terjadi dan mengirim Lu Lian ke kantor yamen untuk diadili berdasarkan hukum tentang budak yang melarikan diri dan berkhianat pada majikan mereka.


Ia telah memberi opsi pada Lu Fang, apakah keluarganya akan menanggung bersama kesalahan yang Lu Lian lakukan, setidaknya itu akan menyelamatkan nyawa Lu Lian atau membiarkan anaknya menerima hukuman itu sendiri.


Setelah mereka menerima hukuman pukulan dan penjara, ia akan membantu keluarga Lu Fang agar tidak dijual menjadi pelacur rendahan, itulah kebaikan terakhir yang dapat ia lakukan pada mereka jika Lu Fang memilih opsi pertama.


Adelia tidak ingin lagi berbaik hati dengan melepaskan status budak keluarga Lu Fang seperti yang ingin ia lakukan pada Lu Lian karena kebaikan dibalas dengan pengkhianatan lebih sakit daripada berkhianat itu sendiri.


Lu Fang memilih opsi kedua, membiarkan Lu Lian menerima hukuman itu sendirian. Keputusan Lu Fang membuat hati Adelia sedikit mendingin karena wanita itu tidak berpikir dua kali dalam memutuskan nasib anak gadisnya sendiri.


Lu Fang juga sadar, keputusannya ini akan membuatnya terlihat seperti manusia berdarah dingin namun demi suami dan anak laki-lakinya yang tidak berbuat kesalahan apapun, ia rela terlihat wanita berdarah dingin di mata majikannya.


Adelia menjadi ragu apakah ia ingin menyimpan orang yang tidak menolong darah dagingnya sendiri untuk berada di sampingnya atau menjualnya. Ia memikirkan konsekuensi jika wanita itu juga melakukan hal yang sama pada keluarganya jika suatu saat terjadi masalah besar di keluarganya.


Adelia menatap dingin pada Lu Fang, hatinya berkecamuk diantara pilihan menjual atau tetap tinggal di rumahnya. Akhirnya Adelia menggigit bibirnya dengan kuat dan memutuskan untuk keluarga Lu Fang tetap tinggal di rumahnya.


Jika ia menjual ketiga orang itu maka mereka mungkin akan hidup senang selama beberapa saat karena resep yang Lu Fang pelajari, majikan barunya membeli mereka karena kenyataan bahwa Lu Fang juga mengetahui resep kue tart seperti anaknya namun setelah kegunaan Lu Fang habis maka itulah awal dari penderitaan mereka. Tidak ada yang mau menjadikan pelayan keluarga yang punya sejarah berkhianat walaupun hanya satu dan tidak semua dari mereka melakukan pengkhianatan itu.


Mungkin karena sedang hamil atau memang ia wanita bodoh yang terlalu baik, Adelia tidak tega membayangkan Lu Feng yang masih kecil menderita karena kesalahan kakaknya.


"Lu Fang!".


"Ya nyonya".


"Jika kau berkhianat seperti yang anakmu lakukan. Maka aku bersumpah akan membuatmu dan keluarga mu berakhir lebih mengenaskan dari Lu Lian. Kau mengerti?!".

__ADS_1


Air mata mengalir deras di pipi Lu Fang, ia memukul kepalanya ke lantai berkali-kali sembari mengucapkan terimakasih pada Adelia.


"Terimakasih nyonya. Terimakasih masih memberikan kesempatan terlepas dari apa yang telah keluargaku lakukan!! Hamba sangat berterimakasih. Hamba bersumpah akan setia dan mati untuk keluarga ini nyonya. Hamba bersumpah mati!!".


Itulah yang membuat Lu Lian akhirnya mati di meja hukuman karena pukulan kayu yang ia terima bertubi-tubi karena kesalahan sendiri.


Keluarga Liang juga mengatakan bahwa mereka akan membayar atas informasi yang mereka terima dari Lu Lian. Mereka bertindak seolah bubur sudah menjadi nasi dan bersikap murah hati pada Adelia dengan membayar resep kue tart yang mereka terima melalui Lu Lian, keluarga Liang melakukan itu untuk membersihkan nama baik mereka dan itu berhasil, nama baik keluarga Liang dapat diselamatkan oleh keputusan tersebut.


Walaupun Adelia kesal akan keputusan keluarga Liang namun ia juga mendapat ide lainnya agar ia dapat memaksimalkan keuntungan dari masalah ini. Ia ingin melelang resep kue tart yang Lu Lian bocorkan kepada pebisnis lainnya agar keluarga Liang tidak hanya menjadi satu-satunya keluarga yang menjual kue tart selain dirinya.


Namun ia masih bingung bagaimana cara mengundang para pebisnis tersebut dan melakukan lelang itu dengan baik tanpa mendapatkan tekanan dari mereka karena bagaimanapun Adelia hanyalah seorang perempuan. Para pebisnis itu tentu akan meremehkan dan mencari keuntungan darinya karena konsep patriarki yang sudah melekat dalam jiwa mereka.


"Apa yang membuatmu berpikir seserius itu sayang?"


"Aku sedang memikirkan ca... Lu Xiang!!!". Adelia tersentak dan melompat ke pelukan suaminya. Ia sangat terkejut melihat Lu Xiang yang berada di hadapannya tanpa pemberitahuan apapun.


"Hahaha. Apa kau sangat merindukanku sayang?".


Bibir Lu Xiang menyungging tersenyum, ia membalas ciuman antusias istrinya, menikmati setiap inci bagian mulut wanita yang ia cintai dengan lidahnya.


Tangan Lu Xiang bergerak turun dan menyelip ke dalam rok Adelia membuat wanita itu tersadar. "Jangan Lu Xiang. Kita tidak boleh melakukannya".


"Tapi kau sendiri yang menggodaku sayang. Aku tidak ingin mendengar alasan apapun". Lu Xiang kembali ingin bercumbu dengan istrinya namun Adelia menghindar dan menggelengkan kepala tidak setuju.


"Kita tidak bisa melakukannya suamiku. Aku tidak bisa".


Penolakan serius itu membuat Lu Xiang menjadi bingung. Adelia mengambil tangannya dan meletakkannya di perut yang rata sembari mengatakan hal yang sama. "Kita tidak bisa melakukannya".


Awalnya Lu Xiang tidak peka akan isyarat yang istrinya berikan namun ketika tangannya mengelus perut Adelia, sebuah ide membuat matanya terbelalak.

__ADS_1


"Be-benarkah?".


Adelia mengangguk sembari tersenyum lebar.


"Kau serius sayangku. Kau benar-benar hamil?" Lu Xiang bertanya tidak percaya.


"Ya sayang. Aku hamil dua bulan lebih".


"Hahaha. Istriku hamil, istriku hamil!!" Lu Xiang bersorak senang, ia mengecup kening, pipi dan bibir istrinya lalu mengangkat dan memutarkan badannya dengan sangat senang namun sesaat kemudian ia sadar bahwa istrinya sedang hamil dan segera menurunkan Adelia dan mendudukkannya di kursi dengan hati-hati membuat Adelia tertawa lucu.


"Kita harus merayakannya sayang. Kau benar-benar memberi kejutan yang besar untukku. Ini akan menjadi kebahagian ganda yang keluarga kita rasakan hari ini". Lu Xiang berceloteh gembira. Ia sangat bahagia, akhirnya ia dapat bernapas lega karena dapat mengikat Adelia di sisinya untuk selamanya berkat buah kasih sayang mereka berdua.


Adelia tertegun. "Kebahagiaan ganda? Apa kau kembali mendapatkan gelar Xie?!".


Lu Xiang tersenyum sembari mengangkat sebelah alisnya dengan penuh kebanggaan.


Adelia tertawa bahagia dan memeluk suaminya. "Kau sangat hebat Lu Xiang. Suamiku sangat hebat!".


Kebahagian Lu Xiang memuncak dengan pujian yang ia dapatkan dari Adelia. Sore itu Lu Xiang membagikan roti kukus dan sedikit uang untuk para gelandangan atas rasa syukur dari kebahagian yang ia terima.


Berita tentang kepulangan Lu Xiang yang kembali mendapatkan gelar Xie serta kehamilan Adelia menyebar dengan cepat ke seluruh penjuru kota Cheng.


Pebisnis dan keluarga yang ingin mendapatkan keuntungan dari Adelia seperti keluarga Liang bak tersiram oleh air dingin. Mereka tersadar bahwa suami Adelia adalah sarjana yang mendapatkan gelar Xie, tidak hanya satu tapi dua kali!!.


Pikiran panas mereka yang ingin menekan Adelia atau merencanakan sesuatu demi keuntungan meredam seperti api tersiram air, padam seketika. Mereka beramai-ramai datang ke rumah Lu Xiang memberikan hadiah selamat.


Mak comblang yang tidak menerima comblangan kepada Lu Xiang dalam keluarga siapapun bak tanaman yang diberi pupuk, kembali hidup dan penuh vitalitas. Berita Adelia hamil menjadi kesempatan bagi mereka untuk mendorong selir pada Lu Xiang. Laki-laki yang telah memakan buah terlarang akan sangat sulit mengontrol kendalinya jika tidak memakan buah terlarang itu untuk waktu yang lama. Mereka sangat yakin kali ini comblangan mereka akan berbuah manis.


Inilah saatnya mereka bersinar!! Tidak hanya mak comblang yang antusias namun gadis-gadis yang ingin menjadi selir untuk Lu Xiang juga sangat berapi-api dalam membujuk orang tua mereka untuk mengirimkan lamaran ke rumah Xie Fu tersebut!!.

__ADS_1


Kebahagiaan Lu Xiang yang berkobar di sore hari sedikit meredam setelah mendengar tentang pengkhianatan yang Lu Lian lakukan.


"Kenapa kau tidak menceritakan ini di surat sayang?"


__ADS_2