Menjadi Istri Marquis

Menjadi Istri Marquis
Keputusan Adelia


__ADS_3

Lu Huanran mencengkram surat Lu Xiang yang baru saja ia baca. Wajahnya menghitam, ia tidak menyangka bahwa Lu Xiang berani memperingati bahkan mengancamnya, keponakan yang selalu diam dibully berani melakukan itu padanya!.


Namun ancaman itu begitu menusuk hatinya karena berhasil membuatnya takut dan waspada dan itulah yang membuatnya sangat marah. Keponakan yang ia pikir tidak menjadi halang apapun untuknya malah berbalik menjadi ancaman.


Lu Huanran tidak suka pada Lu Xiang, ia tau potensi keponakannya ketika melihat betapa cepatnya pemuda itu memahami buku pelajaran. Kemampuan Lu Xiang membuatnya menjadi cemas dan khawatir jika keluarganya akan berbalik fokus pada keponakannya daripada dirinya maka dari itu ia menyiasati agar ibunya semakin tidak suka pada Lu Xiang, beruntung ada kakaknya yang bodoh yang dapat dimanipulasi.


Ketika pindah ke kota Qincheng, Lu Huanran sama sekali tidak lagi mencari tau kondisi kehidupan Lu Xiang yang sudah diusir dari rumah, ia beranggapan bahwa dia akan menjadi gelandangan karena tidak punya uang ataupun tempat tinggal.


Namun prediksinya salah besar!! Keponakannya tidak hanya melanjutkan sekolah dia bahkan lulus menjadi Xie Hsien!!. Tangan Lu Huanran bergetar menahan emosi yang bergejolak di dadanya.


"Huanran, aku tidak menyangka kau pamannya Xie Hsien Lu. Apa kau dekat dengan keponakan mu?". Seorang kolega bertanya penasaran.


Lu Huanran tersadar dan tersenyum kaku. "Dia sudah punya keluarga dan tinggal di kota Cheng, aku jarang berkomunikasi dengannya karena jarak yang jauh".


"Ah, tapi tidak lama lagi keponakanmu akan mengikuti ujian fu-shih kan? Sesekali ajaklah keponakan mu untuk minum bersama kami" Tutur teman Lu Huanran lainnya. Siapa yang tidak ingin memiliki hubungan dengan Xie Hsien yang punya masa depan cerah.


Lu Huanran hampir tidak bisa mempertahankan senyumannya. "Baiklah, keponakanku orang yang pendiam dan kaku. Dia jarang bersosialisasi dengan orang lain, mungkin dia akan menolak ajakan ku".


"Ajak saja dulu mungkin dia akan menerima ajakan mu karena kau adalah pamannya".


Senyum kaku Lu Huanran berubah menjadi senyum meringis. "Baiklah. Jika dia pergi ke Qincheng, aku akan mengajaknya minum bersama". Pujian dan antusias koleganya pada Lu Xiang membuat hati Huanran terbakar iri dan cemburu.


Berbeda dengan suasana hati Lu Huanran yang kacau di pagi hari, suasana hati Lu Xiang sangat cerah ketika melihat reaksi temannya sesuai dengan prediksinya setelah mendengar ia berkata bahwa tidak ada stok lagi wine buah untuk mereka.


"Sayang sekali, jika ada aku ingin menghadiahkan pada kakek" Zhang Yunlei menghela napas kecewa.


"Maafkan aku". Stok wine buah milik Adelia tidak begitu banyak lagi, ia tidak bisa memberikan pada Zhang Yunlei dan tidak pada yang lainnya.


Zhang Yunlei melambaikan tangan tidak menerima permintaan maaf Lu Xiang. "Jangan begitu, seharusnya aku yang minta maaf karena meletakkan mu pada situasi tidak nyaman".


Lu Xiang terkekeh. "Kau meminta beli wine karena menganggap ku sebagai teman". Ucapannya membuat Zhang Yunlei merasa senang.


"Ini undangan perkumpulan pelajar, kau harus datang tepat waktu".


"Tentu saja" Lu Xiang melihat undangan berwarna hijau kekuningan lalu tersenyum kecil.


Undangan makan malam yang Lu Xiang adakan membuat reputasi laki-laki itu semakin baik di kalangan pelajar dan sarjana dan bahkan membuat Adelia terkenal serta menjadi perhatian banyak orang, terlebih untuk para wanita karena kecakapannya dalam berbisnis serta kreativitas dan bakat yang ia miliki.


Tak hanya itu, kecantikan Adelia mulai masuk ke dalam kategori wanita cantik di kota Cheng hingga membuat para wanita yang berasal dari keluarga sarjana terhormat mempertimbangkan untuk mengirim undangan pada istri Lu Xiang untuk bersosialisasi dan membangun hubungan baik.

__ADS_1


&&&


Adelia pergi ke birokrasi nui tempat menjual properti termasuk budak manusia. Ia memutuskan untuk membeli dua pelayan lagi sebelum melepaskan Lu Lian dan menikahkannya jauh dari kota Cheng.


Setelah berpikir kembali, ia masih tidak tega menjual kembali gadis 12 tahun ke birokrasi nui karena jika terjadi apa-apa padanya maka ia pasti akan merasa menyesal. Lu Xiang menyerahkan semua keputusan padanya dan keputusan Adelia adalah melepaskan status budak dan menikahkan Lu Lian ke desa yang jauh.


Keputusannya bukan hanya berdasarkan kesadaran dan moral yang ia miliki namun karena juga memikirkan Lu Fang dan Lu Cai. Jika ia mengembalikan Lu Lian pada birokrasi nui maka pasti akan menjadi ganjalan dalam hati keluarga itu cepat atau lambat karena bagaimanapun Lu Lian adalah darah daging mereka.


Sekarang mungkin Lu Fang dan Lu Cai tidak mengatakan apapun namun jika seseorang menjadikan kejadian itu untuk membuat Lu Fang dan Lu Cai mengkhianati Lu Xiang maka akan sangat berbahaya. Hati orang siapa yang tau.


Dengan melepaskan status Lu Lian dan menikahkannya dengan lelaki baik sudah cukup membuat Lu Fang dan Lu Cai merasa terharu dan berhutang budi pada keluarganya, itu lebih baik dalam menjamin loyalitas keduanya daripada memberikan uang lebih.


"Oh! Nyonya Xie Hsien. Selamat datang, anda ingin memilih pelayan lagi?". Manajer birokrasi sangat antusias menyambut kedatangan wanita terkenal seperti Adelia.


"Ya. Pastikan mereka loyal dan pintar dalam mengamati suatu hal, akan lebih baik jika mereka juga bisa membaca dan menulis". Ketidaknyamanan Adelia sedikit berkurang daripada pertama kali ia berkunjung ke birokrasi nui dan melihat kondisi memprihatinkan para budak.


"Hm~. Kriteria yang anda minta sangat tinggi nyonya tapi anda beruntung, aku baru mendapatkan stok baru dan ada beberapa yang termasuk dalam kriteria yang anda minta".


Adelia tersenyum tidak nyaman akan cara pandang manajer birokrasi terhadap budak namun ia tidak mengatakan apapun.


Manajer bertubuh gemuk itu menepuk tangan dan beberapa saat kemudian wanita dan laki-laki berjajar rapi di hadapan Adelia.


Satu darinya adalah wanita berusia 20 tahunan, berambut panjang dengan tubuh yang bersih walaupun bajunya yang compang-camping. Sedangkan satu lagi masih gadis belia berusia 14 tahun yang terus menatap Adelia agar memilihnya.


"Mereka berdua. Yang tua bekerja di keluarga Sheng yang menjadi guru di Akademi Lin, ia adalah budak dari istri sah sarjana Fu Lin yang sudah meninggal, istri keduanya memutuskan untuk menjualnya. Sedangkan yang muda bekerja di keluarga pebisnis, ia dijual karena... Kau dijual karena apa?" Tanya sang manajer.


Gadis 14 tahun itu menggenggam erat bajunya dan berkata pelan. "Aku dijual karena tidak mau menjadi selir".


"Itu alasannya. Bagaimana nyonya? Apa kau puas dengan mereka?".


Adelia tertegun lalu berpikir sesaat dan mengangguk setuju. "Aku memilih mereka berdua".


"Hahaha. Pilihan yang tepat nyonya, ayo kita saya untuk melengkapi berkas".


Adelia menandatangani surat kepemilikan dua gadis itu lalu pulang bersama mereka.


Lu Lian yang gelisah sedari kemarin malam terkejut melihat Adelia yang membawa pelayan baru. Wajahnya pucat karena berpikir bahwa tuannya akan menjualnya.


"Lu Fang, ikut aku. Aku ingin berbicara denganmu".

__ADS_1


Lu Fang tertegun. "Baik nyonya".


"Nyonya!!". Lu Lian segera menghentikan langkah Adelia, ia berlutut meminta maaf.


"Maafkan hamba nyonya, berikan hamba satu kesempatan lagi. Hamba tidak ingin dijual!!".


Mata Lu Fang terbelalak, ia tercengang karena menyadari bahwa anaknya melakukan kesalahan fatal tanpa sepengetahuannya. Tubuhnya bergetar, sedih, kecewa, marah dan benci pada Lu Lian bercampur aduk dalam dadanya, ia tidak menyangka bahwa Lu Lian sama sekali tidak mengindahkan perkataan dan bertindak egois, mengapa ia tidak memikirkan nasib keluarganya?!!.


Adelia menghela napas pasrah. "Aku tidak menjual mu tenang saja".


Lu Lian dan Lu Fang tertegun. "Benarkah?!".


Adelia tidak menjawab dan melangkah pergi yang di ikuti oleh Lu Fang.


Mereka pergi ke ruang belajar dan menatap lama pada Lu Fang yang bergetar ketakutan.


"Aku tidak akan menjual Lu Lian".


Mata Lu Fang memerah karena terharu, tuannya begitu baik tidak menjual pelayan yang melakukan kesalahan dan masih memberikan kesempatan untuk memperbaiki diri.


"Tapi aku juga tidak ingin menyimpannya disini. Aku pikir kau sudah tau apa yang ada dalam pikiran anakmu. Jujur saja aku senang dan puas atas kinerja mu dan Lu Cai. Kalian loyal dan bekerja dengan tulus pada keluarga Lu dan atas pertimbangan itu aku memilih untuk melepaskan status Lu Lian dan menikahkannya dengan lelaki baik".


Mata Lu Fang melebar. Ia pun bersujud keras hingga menghantam kepalanya ke lantai berkali-kali. "Terimakasih nyonya. Terimakasih banyak, hamba tidak bisa mengatakan apapun selain kata terimakasih. Kebaikan anda setinggi langit seperti budha. Hamba sangat berterimakasih pada anda nyonya". Air mata mengalir deras di pipi Lu Fang, bagi orang tua yang berstatus budak harapan terbesar mereka adalah agar anak mereka tidak berstatus sama dengan mereka.


"Bangunlah. Kau bisa berdarah jika terus memukul kepalamu ke lantai". Adelia segera menghentikan Lu Fang yang terus menghantam kepalanya ke tanah.


"Nyonya...".


"Aku akan mencari pria baik untuk Lu Lian, keluarga calon suaminya tidak akan berani membully Lu Lian karena dia pelayan dari keluarga Xie Hsien. Kau bicarakan ini pada Lu Lian agar dia mengerti".


"Baik nyonya. Hamba akan melakukan itu" Lu Fang mengangguk antusias.


"Sekarang pergilah".


"Baik nyonya. Terimakasih atas kebaikan anda nyonya. Hamba dan suami hamba tidak akan melupakan kebaikan nyonya yang setinggi surga". Lu Fang kembali bersujud sebelum pamit keluar.


Adelia menghela napas panjang, ia merasa bersalah memikirkan untung dan rugi terlebih dahulu akan keputusannya ketika melihat rasa syukur dalam yang Lu Fang perlihatkan.


Namun yang tidak ia sangka adalah reaksi Lu Lian ketika mendengar apa yang ia putuskan untuk masa depannya.

__ADS_1


Gadis itu melarikan diri di tengah malam!!.


__ADS_2