Menjadi Istri Marquis

Menjadi Istri Marquis
Keluarga Liang yang tak tau malu


__ADS_3

Liang Kun dan dua anaknya berdiri ketika melihat Lu Xiang dan baru duduk kembali setelah pasangan tersebut duduk, menunjukkan kehormatan paling tinggi.


"Maaf kami datang pagi-pagi Xiefu Lu. Saya harap anda tidak terganggu dengan kedatangan kami".


Lu Xiang hanya tersenyum kecil, ia mengambil teh hangat dan memberikannya pada Adelia seakan hanya mereka berdua yang ada di ruang tamu.


"Oh ya, aku dengar bahwa Liang Wei berteman dengan anda? Dia tidak pernah menceritakannya jadi saya juga baru tau sekarang". Liang Kun yang selalu pebisnis sudah biasa memasang muka tebal ketika bernegosiasi tidak terpengaruh oleh diamnya Lu Xiang.


Lu Xiang menatap Liang Wei yang tersenyum meringis lalu menoleh pada Liang Kun yang masih tersenyum lebar, bibirnya berdenyut speechless. "Tentu saja kami berteman, dia teman satu akademi denganku".


"Hahaha, Liang Wei tumbuh dimanja oleh paman dan istri paman, jadi paman minta maaf jika dia masih kekanakan sekali-kali. Liang Wei hanya tidak bisa mengungkapkan perasaannya dengan baik". Liang Kun berusaha untuk membuat masa lalu yang Liang Wei lakukan pada Lu Xiang hanyalah sebatas sifat anak-anak yang tidak perlu diambil hati.


"Sekarang minta maaf pada temanmu Liang Wei".


Liang Wei berdiri dan membungkuk rendah. "Maafkan perbuatan ku yang masih kekanakan Lu Xiang". Ia menjadi patuh setelah mendapat tamparan dari ayahnya, walaupun kebencian meluap-luap di dadanya namun Liang Wei tetap berusaha tenang dan memikirkan masa depan keluarganya.


Lu Liang lagi-lagi hanya merespon dengan senyuman yang tak sampai ke mata, sedangkan Adelia tertawa skeptis membuat Liang Kun menjadi canggung dan Liang Wei merasa terhina namun ia berusaha keras untuk tidak menunjukkan di wajahnya.


"Jangan hiraukan aku, kalian lanjutkan saja". Ujar Adelia masih berusaha menahan senyum konyol akibat perkataan Liang Kun.


Ekspresi senang pria setengah baya itu hampir retak oleh tertawaan Adelia "Sebelumnya, paman perkenalkan anak perempuan paman, dia gadis yang paling disukai di keluarga namanya Liang Xinxin, dia berusia 14 tahun. Ucapkan salam Xinxin".


"Senang bertemu denganmu kakak Xiang senang bertemu denganmu kak Adelia". Liang Xinxin berdiri dan sedikit membungkuk hormat dengan gemah gemulai, memperlihat lekuk tubuhnya yang memesona.


Ekspresi rayuan blak-blakan tersebut membuat Adelia yang sedang minum teh tersedak sangking skeptis.


"Kau tidak apa-apa sayang?" Lu Xiang segera membantu menenangkannya dengan menggosokkan punggung Adelia dengan lembut.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, aku hanya tidak berhati-hati dalam minum teh" Adelia tersenyum cerah namun ujung matanya menatap Liang Xinxin dengan tatapan sinis.


Perempuan sundal, kau 10 tahun lebih muda mengambil perhatian Lu Xiang dariku.


Xinxin yang melihat hal itu meremas sapu tangan sembari mempertahankan senyum menawan di wajahnya.


"Jadi apa maksud kedatangan saudara Liang pagi-pagi kemari? Anda tidak mungkin hanya mengenang masa lalu Liang Wei bukan?" Lu Liang menjadi jengah dalam meladeni orang tua bermuka tebal seperti Liang Kun.


Xinxin memasang wajah sedih karena Lu Xiang tidak meliriknya sedikitpun. "Xiangge (kakak Xiang)~".


"Tolong panggil aku Xiefu Lu nona Liang. Aku tidak ingin ada yang salah paham mengira bahwa aku mengenalmu" Tatapan dingin yang sangat berbeda ketika menatap Adelia membuat Xinxin mematung.


Xinxin tidak mengerti mengapa Lu Xiang menatap sangat dingin padanya, dia termasuk gadis yang terkenal cantik di kota Cheng dan banyak laki-laki yang ingin bertunangan dengannya sehingga ia sangat percaya diri bahwa ia dapat menaklukkan hati Lu Xiang dan membuat ayahnya menjadi bangga padanya namun kenyataan pahit membuatnya terpaku tidak dapat berpikir apapun.


"Lu-Lu Xiang, paman kemari karena ingin meminta maaf atas kejadian Lu Lian, paman tidak tau kalau gadis itu pelayan dari keluargamu. Liang Wei menolong gadis itu dari para preman yang berbuat tidak baik dan sebagai gantinya Lu Lian memberikan resep itu pada Liang Wei". Melihat rencananya tidak berjalan baik, Liang Kun segera mengganti siasatnya.


"Paman tidak menyangka bahwa Lu Lian budak pelarian dari keluargamu Lu Xiang, jika paman tau maka paman akan mengembalikan Lu Lian padamu pada malam itu juga" Liang Kun berhenti sejenak melihat reaksi Lu Xiang yang masih dingin.


"Haa~walaupun paman tidak tau tapi tetap saja paman merasa bersalah jadi paman ingin membayar informasi resep kue tart itu. Paman tidak ingin hubungan dekatmu dengan Liang Wei hancur hanya karena budak kecil itu". Liang Kun melimpah semua kesalahan pada Lu Lian yang sudah tidak berada lagi di dunia ini dan membuat kesan bahwa ia sangat ingin mempertahankan hubungan yang tidak ada itu.


"Berapa yang saudara Liang bayar untuk resep itu? Istriku kehilangan banyak keuntungan karena toko kue yang kau buka, dia bahkan menangis sedih karena tidak bisa menggaji para pelayannya". Senyum Lu Xiang semakin lebar, ia sudah tau niat istrinya yang ingin melelang resep kue tart pada para pebisnis, ia akan menjadikan keluarga Liang sebagai baru loncatan untuk ide istrinya.


Bibir Liang Kun yang tersenyum berdenyut membuat ekspresinya menjadi aneh. Ia mengeluarkan kantong uang dan meletakkannya di hadapan Lu Xiang. "Ini ada uang 10.000 koin perak, paman sangat bersalah pada nyonya Lu sampai ingin memberikan semua uang paman punya".


Mata Adelia bersinar, ia langsung menyambar kantong uang itu dan tersenyum manis. "Terimakasih banyak paman, dengan uang ini aku bisa menggaji para pelayan".


Reaksi berbeda dari yang ia harapkan membuat Liang Kun membeku sesaat, ia tidak menyangka bahwa Adelia tidak mengenal kata rendah hati dan tidak peduli akan reputasi suaminya sebagai seorang sarjana.

__ADS_1


Liang Kun melirik Xinxin dengan ujung matanya, anaknya segera mengerti dan tersenyum cerah.


"Adelia jiejie, bolehkan aku sesekali berkunjung menemui mu? Aku sangat mengangguk yang memiliki banyak ide brilian yang tidak di miliki oleh wanita lainnya". Melihat siasat rayuan tidak berpengaruh pada Lu Xiang, Xinxin mengganti target siasatnya. Orang bilang ala suka karena biasa, ia pasti dapat meluluhkan hati Xiefu tersebut jika ia bertemu beberapa kali dengannya.


"Tidak boleh".


Keluarga Liang terkejut akan jawaban Adelia.


"Ke-kenapa jiejie, apa.. Apa aku tidak pantas berteman denganmu? Aku hanya ingin mengobrol sedikit karena aku ingin menjadi wanita hebat sepertimu. Ta-tapi jika jiejie tidak mau maka aku...aku..." Xinxin menangis sedih dan tidak mampu melanjutkan perkataannya, diam-diam ia melirik Lu Xiang melihat reaksi laki-laki itu, ia yakin laki-laki tidak suka dengan wanita pencemburu dan tidak baik seperti Adelia yang blak-blakan dalam mengutarakan isi hatinya.


Adelia mulai malas bermain kata dengan gadis kecil itu. "Aku sedang hamil dan wanita hamil sering kali moodnya tidak stabil, aku tidak ingin menyakiti mu dengan perkataan ku yang sedang mood tidak baik. Sayang~ aku lapar~". Perkataannya tidak hanya memamerkan diri bahwa ia sedang mengandung anak Lu Xiang tapi juga memamerkan kasih sayang suaminya yang hanya untuknya semata.


"Ayo kita sarapan sayang. Saudara Liang, aku minta maaf karena harus mengakhiri pertemuan kita. Terimakasih sudah membayar resep kue tart milik istriku, ini bisa mengkompensasi kerugian yang istriku alami, aku dengar anda pebisnis handal dan aku merasakannya sekarang". Pujian berisi sindiran halus tersebut membuat Liang Kun tersenyum meringis.


Lu Xiang menuntun Adelia untuk pergi ke ruang makan tanpa memperdulikan reaksi dari Liang Kun dan keluarganya.


Pengusiran halus tersebut membuat keluarga Liang mau tidak mau harus pamit, walaupun Liang Kun tidak berhasil mendorong anak gadisnya kepada Lu Xiang namun setidaknya apa yang walikota Li perintah sudah ia laksanakan.


Tak lama setelah kepergian keluarga Liang, berita tentang Adelia yang ingin menjual resep 3 jenis tart kue dan cupcake serta resep pembuatan coklat cair 3 hari lagi, menyebar ke semua telinga pebisnis yang berada di kota Cheng, baik mereka yang menetap di kota Cheng maupun pebisnis yang sedang melakukan perjalanan bisnis dari luar kota.


Reaksi semua pebisnis adalah sama yaitu merespon positif akan berita tersebut. Mereka sudah lama tertarik pada prospektif usaha kue tart Adelia yang paling unik di Kerajaan Murong dan sudah lama ingin menjadikan usaha itu menjadi milik mereka jika saja manajer Xu dan Juren Zhao Fan tidak menjadi backing keluarga Lu Xiang.


Oleh karena itu, ketika mendengar berita tersebut para pebisnis berbondong-bondong mengumpulkan uang untuk dapat membeli resep tersebut. Walaupun mereka tidak bisa menjualnya di kota Cheng namun mereka dapat menjualnya di kota lain bahkan di ibukota karena backing keluarga berpengaruh di sana.


Pengumuman tersebut membuat para pebisnis tersenyum lebar namun tidak dengan keluarga Liang karena tidak lagi bisa memonopoli usaha kue tersebut di kota lainnya, mereka bahkan takut akan reaksi walikota Li yang marah karena tidak bisa lagi memaksimalkan keuntungan jika bersaing dengan banyak pebisnis lainnya.


Sebelumnya Liang Kun sudah berjanji ingin membuka toko di beberapa kota kecil yang masih termasuk dalam daerah kabupaten kota Qincheng dan akan memberikan 50% keuntungan untuk walikota Li namun sekarang jangankan membagi keuntungan, untuk menambal uang yang ia keluarkan saja mungkin ia tidak mampu karena hanya bisa beroperasi di kota kecil daerah kabupaten kota Qincheng saja.

__ADS_1


Bayangan keuntungannya diambil oleh orang lain membuat Liang Kun hampir pingsan karena tekanan darah tinggi.


__ADS_2