Menjadi Istri Marquis

Menjadi Istri Marquis
Hari pertama Lu Xiang masuk kerja


__ADS_3

Hari ini adalah hari pertamanya masuk ke pertemuan pagi di istana bersama dengan Kaisar dan para pejabat. Lu Xiang harus bangun pagi buta untuk bersiap pergi karena banyak pejabat menggunakan kereta kuda menuju ke istana sehingga pasti akan menyebabkan macet, terlebih ia sebagai pejabat kelas 5 harus mendahulukan kereta pejabat yang lebih tinggi darinya.


Dua minggu berlalu dengan cepat, walaupun Lu Xiang tidak puas dengan libur singkat tersebut namun mau tidak mau ia harus masuk ke pemerintahan untuk membangun karirnya.


"Suamiku sangat tampan dengan seragam pejabat kelas 5". Adelia membenarkan pakaian biru suaminya sebelum memakai topi pejabat dengan warna senada yang lebih gelap.


"Aku memang tampan jika tidak mana mungkin kau mau denganku". Jawab Lu Xiang narsis.


"Hahaha kau benar".


Cengiran bangga di bibir Lu Xiang sedikit meredup. "Kau tidak akan menyukaiku jika aku jelek sayang?". 


Tatapan komplain dan menuduh itu membuat bibir Adelia berdenyut. "Tentu saja tidak".


Lu Xiang pun mengangguk puas. "Aku pergi sayang. Aku akan bekerja keras sampai karirku merangkak naik dengan cepat". Ia mengecup bibir istrinya.


"Aku mempercayai. Kau pasti akan menjadi pejabat terhormat di ibukota".


"Hehe~". 


Lu Xiang keluar dari kereta dan kebetulan bertemu dengan Wang Jaiyou yang juga turun dari kereta kuda. Ia tertegun sejenak sebelum mengangguk pada laki-laki itu dan masuk ke istana.


Ia berdiri dibaris ketiga khusus pejabat kelas 5 dan kelas 6 yang juga memakai pakaian seragam biru. Beberapa tatapan menyelidik dan curiga terlontar kepadanya namun Lu Xiang mengabaikannya dan fokus menunggu Kaisar sembari mengangguk pada kolega di samping kiri dan kanan.


Para pejabat menunggu selama 20 menit sebelum pengumuman Kaisar masuk terdengar.


"Kami bertemu dengan Kaisar semoga anda panjang umur berpuluh ribu tahun!".


"Bangunlah. Kita mulai pertemuan mahkamah pagi ini". Kaisar Murong menopang pipinya sebelah tangan, menatap dan menunggu para pejabat melaporkan tugas dan masalah yang terjadi.

__ADS_1


Qi Zihan maju dua langkah lalu membungkuk rendah kepada Kaisar sebelum memulai laporan atas tugas yang pemimpin kerajaan Murong berikan kepadanya.


"Yang Mulai Kaisar. Untuk peraturan tentang pajak bea cukai telah kami sebarkan kepada walikota dan Prefek setiap provinsi akan tetapi hanya pelabuhan bagian timur dan selatan yang baru berhasil menjalankan perintah tersebut, untuk provinsi bagian utara dan barat belum ada laporan apapun dari prefek maupun walikota".


Kaisar Murong mengangkat sebelah alisnya, matanya bergerak ke arah anak ketiga yaitu Murong Xianting. Di bagian barat adalah wilayah yang dekat dengan perbatasan dengan kerajaan Brahma yang dipimpin oleh kerajaan mungol dan wilayah tersebut dipimpin oleh seorang jendral militer dan keluarga Yang yang notaben adalah keluarga maternal pangeran ketiga.


"TingEr, apakah jendrel Yang memberitahumu sesuatu tentang pajak bea cukai?".


Murong Xianting sedikit terkejut namanya tiba-tiba dipanggil, kakeknya memang mengirimkan surat kepadanya namun bukan tentang bea cukai melainkan rencana mereka yang akan menyerbu istana.


"Kakek Yang tidak mengirimkan surat apapun baginda ayah".


Kaisar Murong menatap sesaat hingga Murong Xianting keluar keringat dingin sebelum tersenyum lembut. "Ya. Baginda ayah percaya padamu".


"Terimakasih atas kepercayaanmu baginda ayah". Murong Xianting menjadi curiga atas tatapan Kaisar yang terlihat lain, tangannya sedikit bergetar karena ketakutan namun tidak terlihat karena berada di lengan baju panjang dan lebar. Tidak, tidak mungkin Kaisar tau tentang rencana yang ia diskusikan dengan kakeknya karena perlakuan Kaisar Murong masih sama seperti biasanya dan bahkan kemarin ayahnya masih mengunjungi dan tidur di istana ibunya.


Tatapannya kembali kepada Qi Zihan. "Sampaikan perintahku, aku akan menunggu dua minggu untuk mendengar laporan bahwa pajak bea cukai sudah dilaksanakan di wilayah bagian utara dan barat. Kirim perwakilan kepada kedua prefek wilayah itu untuk membimbing jalannya pemeriksaan barang dan pajak yang dikenakan".


"Saya mendengar dan melaksanakan perintah anda Yang Mulia Kaisar". Qi Zihan membungkuk rendah sembari tersenyum senang, ia bisa mengirimkan bawahannya ke wilayah tersebut untuk mengawasi apakah perintah tersebut dijalankan.


Kaisar Murong mengangguk puas lalu menunggu menteri lainnya untuk melapor. Satu persatu menteri melaporkan tentang fenomena alam atau bencana yang terjadi di sebuah wilayah atau tentang negosiasi dengan pihak tertentu.


Lu Xiang mendengar dengan seksama jalankan pertemuan mahkamah, ia tidak menyangka bahwa pertemuan tersebut begitu membosankan hingga di akhir pertemuan ia berusaha untuk tidak tertidur. Untuk para menteri yang melaporkan pertemuan mahkamah memang tidak membosankan namun untuk para bawahan mereka tidaklah demikian, ia melihat beberapa orang yang berada tidak jauh darinya memejamkan beberapa detik sebelum koleganya menyikut sang laki-laki tersebut.


Lu Xiang  menarik napas dalam diam-diam agar matanya lebih segar, akan ada konsekuensi tinggi jika Kaisar menyadari bahwa ia tertidur di pertemuan mahkamah.


"Pejabat kelas 5 Lu Xiang!".


Deg!! Jantung Lu Xiang terasa ingin keluar mendengar namanya dipanggil, ia berpikir bahwa Kaisar mengetahui bahwa dirinya bosan, ia menelan ludah ketakutan sebelum melangkah menghadap Kaisar.

__ADS_1


"Ide kincir air yang kau berikan sudah dijalan di banyak desa dan kota kecil yang dekat dengan sungai. Hasilnya sangat memuaskan dan memiliki banyak manfaat, kerja bagus".


"Terimakasih atas pujian tinggi anda Yang Mulia".


"Hahaha. Hari ini hari pertamamu masuk kerja bukan? Aku pikir kau akan meminta cuti selama satu bulan". 


Lu Xian diam sesaat, ia tidak yakin apakah Kaisar mengejeknya karena telat masuk kerja atau mengapreasiasinya karena tidak mengambil cuti lebih lama. 


"Saya ingin berkontribusi lebih cepat kepada kerajaan anda Yang Mulia". Lu Xiang akhirnya memilih untuk berpikir bahwa Kaisar memujinya, itu lebih baik daripada salah dan dituduh berburuk sangka kepada pemimpin.


"Hahaha!!. Bagus, bagus. Zhen akan menunggu kontribusi mu selanjutnya. Tanggul dan irigasi telah dibangun di wilayah yang rawan dengan banjir sehingga tahun ini wilayah tersebut aman. Kerja bagus Lu Xiang".


"Terimakasih atas apreasiasi sangat tinggi anda Yang Mulia".


Lu Xiang dapat merasakan banyak mata yang tertuju padanya, terlebih pangeran ketiga dan He Yaojin yang kehilangan banyak pemasukan akibat ide yang ia berikan, ia kembali ke tempatnya setelah memberi hormat kepada Kaisar.


"Pertemuan dibubarkan". Kaisar Murong meninggalkan aula istana diiringi oleh pengumuman kasim.


Selesai pertemuan mahkamah, para menteri dan pejabat pergi ke tempat kerja mereka masing-masing. Begitu juga dengan Lu Xiang, ia masuk ke kantor kementerian pekerjaan umum dan menyapa kolega barunya tanpa angkuh maupun merendah diri.


"Selamat datang di kantor kementerian pekerjaan umum Lu Xiang. Perkenalkan, namaku Mu Baolan, aku bekerja di bagian administrasi. Ikut aku, aku akan membawamu ke meja kerjamu".


Lu Xiang melihat orang-orang yang menatap dengan berbagai macam tatapan, ada yang tersenyum cemooh ada yang hanya mengangguk dan tidak peduli dan ada juga yang ramah padanya yang kemungkinan adalah pejabat kelas lebih rendah daripadanya.


"Ini adalah meja milikmu. Kepala divisi memerintahkan untuk memeriksa administrasi tahun lalu sebagai tugas pertamamu, kau bisa menanyakan kepadaku atau kepada lainnya jika kau tidak mengerti sesuatu. Selamat bekerja".


Mu Baolan mengangguk dan pergi ke meja miliknya, walaupun ia tau bahwa Lu Xiang memiliki masalah dengan pangeran ketiga namun tidak lama setelah itu ketiga pangeran malah datang ke pembukaan toko milik istrinya membuatnya memilih untuk bersikap netral.


Lu Xiang melihat tumpukan berkas yang tidak disusun rapi pun menghela napas panjang tanpa ekspresi apapun, melihat banyaknya berkas tersebut membuatnya berpikir apakah kepala divisi adalah orang yang mendukung pangeran ketiga?, karena tidak mungkin orang tersebut mencari masalah dengannya di hari pertamanya masuk kerja.

__ADS_1


__ADS_2