Menjadi Istri Marquis

Menjadi Istri Marquis
Pindah ke kota


__ADS_3

Tiga dokter menganalisa selama setengah jam sebelum mengangguk. "Pil ini punya fungsi yang seperti pelajar ini katakan!" Sang dokter sangat antusias, jika ia tau resep pil ini maka reputasinya akan lebih tinggi dan berkembang.


"Kau yakin?" Manajer Zui juga tidak kalah antusias.


"Ya. Untuk masalah pencernaan, menstruasi dan gatal dapat diatasi jika minum beberapa kali namun untuk penyakit jantung dan stroke harus ditambah dengan beberapa obat lainnya jika ingin efek yang signifikan".


Manajer Zui memukul pahanya. Ia akan untung besar jika menjual pil ini karena bentuknya yang kecil dan mudah ditelan tidak seperti obat lainnya yang seperti jamu, harus diminum dengan banyak tegukan. Selain itu kegunaan pil ini juga luar biasa. Ia melihat Lu Xiang dengan tatapan berbeda.


"Pelajar Lu. Berapa harga yang ingin kau jual untuk obat ini?"


Lu Xiang tersenyum tipis. Ia tidak menyangka bahwa fungsi pil dapat sebesar itu. "Menurut manajer Zui berapa manajer Zui ingin membelinya?"


Manajer Zui tersenyum tertarik. Ia semakin mengagumi Lu Xiang yang tidak gegabah dalam mengambil keputusan. "Bagaimana dengan 200 koin tembaga per pil?" Ia tidak sungkan-sungkan dalam menetapkan harga.


Lu Xiang berpikir sesaat lalu mengangguk. "Sebenarnya saya juga ingin menjual resep pil hawthorn ini".


Boom!


Lu Xiang tidak ragu mengatakan informasi besar itu.


Ketiga dokter dan manajer Zui terkesiap sembari menatap dengan mata membesar.


"Kau yakin ingin menjual resepnya?" Ketiga dokter bertanya serentak.


Lu Xiang tertegun lalu bersikap tenang, ia mengangguk. "Ya. Aku tidak terlalu paham tentang tanaman herbal dan obat, lagipula aku ingin fokus mengikuti ujian kenegaraan tapi sebaiknya manajer Zui jual dulu pil ini jika laris dan banyak orang yang lebih memilih pil daripada obat jamu, manajer Zui dapat membicarakannya lagi".


Manajer Zui menjadi kagum dengan karakter serta kepintaran Lu Xiang, ia tidak langsung menjualnya ketika pembicaraan mereka masih hangat dan lebih memilih untuk menunggu melihat efek yang lebih besar. Walaupun ada kemungkinan bahwa pasien tidak yakin akan pil ini namun jika pil ini laris maka nilai jual resep pil ini akan lebih meningkat.

__ADS_1


"Karakter mu sangat mengagumkan Lu Xiang, kau lebih memilih untuk tidak membuat kami beresiko rugi daripada mengharapkan untung besar".


"Paman Zui berlebihan dalam memujiku. Aku hanya bertindak sesuai naluri ku saja". Perkataan Lu Xiang secara tidak langsung membenarkan perkataan manajer Zui. Dengan cepat keduanya menjadi lebih akrab daripada sebelumnya.


Lu Xiang pamit dengan membawa 10 koin perak dengan wajah senang.


&&&


"Aku berhasil menjualnya Adel" Lu Xiang kembali dan menyerahkan uang hasil penjualan pil kepada Adelia.


"Wow. Mereka menawarnya dengan harga tinggi" Adelia menghitung dan mengetahui berapa harga per pil.


"Ya. Jika pil itu laris maka resep pil akan dijual dengan harga yang lebih tinggi".


Adelia mengangguk senang. Ia menanyakan tentang perihal sewa toko dan memutuskan untuk pindah besok hari karena Lu Xiang hanya memiliki dua hari lagi masa libur sebelum aktif belajar lagi. Keduanya tidak punya sanak saudara atau teman dekat di desa sehingga tidak ingin terus tinggal disini karena akan terus mendatangkan masalah jika warga desa tau bahwa mereka punya uang lebih daripada biasanya.


Adelia dan Lu Xiang mengemas barang mereka yang tidak banyak, hanya baju selimut serta kasur dan peralatan masak dan makan.


Keesokan harinya, Lu Xiang mengunjungi kepala desa untuk mengabari tentang kepindahan mereka.


"Kau ingin melanjutkan sekolah lagi?!" Kepala desa Miao sangat terkejut mendengar informasi yang Lu Xiang sampaikan.


"Ya kepala desa Miao. Adelia mendapat pekerjaan di sebuah toko kue yang baru dibuka, pemiliknya kenalanku dan memilih ku untuk mengelola toko kue tersebut bersama dengan Adelia, kami bisa tinggal di belakangnya".


Kepala desa Miao kehilangan kata-kata. Ia sebenarnya lebih optimistis pada Lu Xiang daripada Miao Sheng karena Miao Sheng sudah belajar dari kecil namun belum lulus ujian sedangkan Lu Xiang yang hanya belajar dua tahun sudah diizinkan untuk mengikuti ujian dari gurunya. Jika saja ibunya tidak meninggal dan ia putus sekolah karena adiknya maka sekarang Lu Xiang pasti sudah lulus ujian dan mendapat gelar Xiu cai.


Kepala desa Miao menjadi merasa bersalah karena telah mendukung keluarga Miao daripada Lu Xiang namun nasi sudah jadi bubur dan ia bersikap seperti tidak ada masalah apapun sebelumnya lalu menepuk-nepuk pundak Lu Xiang dengan perasaan bangga.

__ADS_1


"Paman merasa lega dan bangga kau dapat kembali sekolah. Jika saja paman punya uang maka paman sendiri yang akan menyekolahkan mu tapi apa daya paman hanya petani kecil Lu Xiang. Jangan lupakan desa Miao jika kau lulus ujian ya, paman berdoa semoga kau lulus dengan peringkat pertama".


Lu Xiang tersenyum tipis namun dalam hati mencemooh, siapa yang menjauhkan diri ketika ia berada dimasa sulit?. Ia tidak ingin mempermasalahkan itu karena kepala desa Miao hanyalah kepala desa untuknya bukan kerabat atau tetangga dekat. Untuk masalah mengingat desa Miao setelah ia sukses itu lain ceritanya.


Lu Xiang pun menyewa kereta sapi paman Tang untuk mengangkut barang-barang mereka, karena barang yang sedikit mereka lebih memilih untuk mengangkutnya dengan kereta daripada memasukkan ke dalam space untuk menghindari kecurigaan.


Berita tentang Lu Xiang pindah ke kota serta dapat melanjutkan sekolah menyebar ke seluruh desa Miao. Para warga terkesiap tidak percaya akan informasi tersebut namun mau tidak mau harus percaya karena kepala desa Miao lah yang mengatakannya sendiri.


"Lu Xiang dan Adelia sangat beruntung!"


"Ya. Mereka mendapat pekerjaan bahkan menjadi manajer untuk toko itu. Mengapa tidak aku saja?"


"Tapi apa kalian yakin Lu Xiang akan dapat mengikuti ujian tahun depan?"


"Humph!! Aku rasa tidak. Sudah lebih setengah tahun dia tidak belajar, apa kau pikir belajar itu mudah?"


"Ya kau benar. Mungkin ia baru bisa mengikuti ujian dua tahun lagi"


"Jika Miao Sheng lulus maka dia di atas Lu Xiang"


"Tapi bagaimana reaksi nenek Lan ya? Jika dia tau bahwa Adelia punya pekerjaan di kota?"


"Pasti akan histeris". Banyak warga yang iri dan cemburu akan keberuntungan Lu Xiang dan Adelia, dalam hati mereka merasa tidak nyaman karena orang yang selama ini mereka kasihani tiba-tiba berada di atas mereka.


Dan seperti yang para warga prediksi, rumah keluarga Miao menjadi gempa karena berita tentang Lu Xiang dan Adelia.


"Apa?!!" Nenek Lan berteriak histeris, matanya memerah karena melotot dengan kuat.

__ADS_1


"Bagaimana mungkin?" Gumam Lien Hua tidak percaya.


Li Mei juga ikut terkejut. Setelah Lu Xiang putus sekolah Miao Sheng lah yang menjadi kebanggaan desa Miao, ia sangat senang mendengar kabar Lu Xiang putus sekolah karena merasa sangat iri dan benci. Anaknya selalu berada di bawah Lu Xiang dan dibandingkan dengan pemuda itu dimana-mana.


__ADS_2