Menjadi Istri Marquis

Menjadi Istri Marquis
Dugaan kuat menunjuk pada Liang Chenyue


__ADS_3

"Lu Shan. Aku dengar toko kakak ipar mu terbakar?" Jun Shi bertanya cemas.


"Toko kak Adel terbakar?!! Bagaimana mungkin!! Aku harus melihatnya!!" Lu Shan sangat terkejut dan segera ingin pulang.


Bibir Jun Shi berdenyut speechless karena Lu Shan tidak tau. "Kau tidak tau? Bagaimana dengan Lu Cheng? Lu Cheng!! Apa kau tau toko De Xiang terbakar?!".


Jun Shi segera menghampiri Lu Cheng. Laki-laki itu lebih pintar dari temannya mungkin dia tau.


"Ya. Tapi hanya dinding bagian kanan yang terbakar. Bagian dalam tidar ikut terbakar karena pegawai kak Adel bergerak cepat memadamkan api".


"Lu Cheng!! Kenapa kau tidak mengatakannya padaku?".


Lu Cheng diam sesaat lalu menjawab pelan. "Aku lupa".


Jawaban singkat itu membuat Lu Shan kesal, ia pun menghentakkan kakinya. "Bagaimana mungkin kau lupa akan hal penting itu!!".


"Lagipula masalahnya sudah selesai. Untuk apa aku memberitahu mu?".


"Agar aku tau!!".


"Sekarang aku sudah memberitahu mu. Kembali ke tempat duduk mu. Aku ingin fokus membaca".


Lu Shan menghela napas panjang lalu berjalan ke tempat duduknya dengan kesal, ia merasa cemas pada Adelia. Bagaimana jika kakaknya menjadi sakit setelah tau berita buruk itu.


Sheng Xiaobao melihat temannya duduk membaca namun jarinya tidak bergerak dari kalimat yang sama dalam beberapa waktu, ia menghela napas panjang. Ia pun duduk di samping dan menepuk pundak temannya. "Semua akan baik-baik saja Lu Cheng. Jangan khawatir, bukankah masih ada kak Lu Xiang yang akan menyelesaikan masalah itu? Serahkan semuanya pada kakakmu dan sekarang kau hanya harus perlu fokus pada pelajaran mu agar tidak membuat kakakmu dan kak Adel semakin khawatir".


Lu Cheng tertegun oleh nasehat temannya, ia menoleh dan menatap lama Sheng Xiaobao. Baru kali ini ada teman yang menasehatinya dan membuat hatinya tenang dan teman yang tidak ia sangka akan berkata nasehat emas itu berasal dari Sheng Xiaobao, laki-laki cerewet yang selalu membuatnya gerah.


"Terimakasih" Ucap Lu Cheng pelan.


"Apa kau terharu mendengar nasehat itu? Itu nasehat yang selalu diucapkan oleh ibuku padaku setiap kali ada masalah, walaupun aku tau itu benar tapi aku kesal karena selalu mendengar hal yang sama tapi aku tidak menyangka bahwa itu akan bekerja padamu. Kau terharu kan Lu Cheng? Kau pasti terharu".


Bibir Lu Cheng berdenyut speechless. Ia tarik apa yang ia katakan barusan, Sheng Xiaobao adalah Sheng Xiaobao, dia teman cerewet yang membuatnya gerah dan kesal. Ia memutar bola matanya dan kembali fokus pada bacaan namun bibirnya sedikit terangkat karena mood mulai membaik.


Sheng Xiaobao melihat hal itu dan tersenyum senang.


&&&

__ADS_1


Dua hari kemudian setelah menyelidiki kasus pembakaran namun masih tidak memiliki hasil serta petunjuk siapa yang melakukannya. Prefek Zhong menyuruh istrinya menanyakan pada Liang Chenyue apakah dia tidak ada sangkut pautnya dengan masalah ini karena mendapatkan informasi dari pelayan pribadi wanita itu bahwa keponakan istrinya pergi diam-diam di malam tiga hari sebelum kejadian.


Dugaan kuat menunjuk pada Liang Chenyue namun karena tidak punya bukti Prefek Zhong tidak bisa menanyakan langsung.


"Apa maksudmu menanyakan seperti itu pada Chenyue suamiku?" Liang Shu tidak mengerti, apa hubungannya kebakaran itu dengan keponakannya.


"Aku mendapatkan informasi bahwa Liang Chenyue pergi menemui seorang secara diam-diam malam itu. Sebaiknya kau tanyakan apakah dia benar-benar gila sampai melakukan itu!".


"Tidak mungkin. Chenyue tidak mungkin melakukan itu". Liang Shu berkali-kali membantah walaupun hatinya tidak yakin.


"Heh~ kau seperti tidak mengetahui keponakanmu. Dia bertindak tanpa batas karena kau memanjakannya. Mulai saat ini kau jangan menyelesaikan masalah yang diperbuat perempuan itu, dia sudah menjadi anggota keluarga Zheng, sudah tidak ada hubungannya dengan mu".


Liang Shu melihat kepergian suaminya. Semenjak masalah resep, hubungan dengan suaminya menjadi semakin renggang, pikirannya berkecamuk apalagi ketika melihat selir sialan itu yang memamerkan dan menjadi congkak karena kasih sayang Prefek Zhong.


Liang Shu semakin tidak menyukai keponakannya yang menjadi dalang dari semua ini. Ia pun bertanya terus terang dan terkejut oleh reaksi gelisah Liang Chenyue.


"Jangan bil...".


"Aku tidak melakukan itu bibi!! Bukan aku pelakunya!!" Liang Chenyue mencoba membela diri dengan berteriak keras.


"Aku...aku menemui broker informasi. Ya!! Memang aku akui bahwa aku membenci Adelia dan toko De Xiang tapi aku tidak segila itu sampai berani menyuruh orang lain untuk membakar toko orang lain!!! Mengapa kau curiga padaku bibi?! Apa karena aku bukan bagian dari keluarga Liang lagi?!!" Liang Chenyue berbalik menyalahkan bibinya, ia begitu frustasi hingga tangannya bergetar.


"Aku...bibi... Haa~ kau sudah menjadi keluarga Zheng jadi kau harus mandiri dan menyelesaikan masalahmu sendiri sehingga kau bisa hidup tenang di keluarga Zheng".


Liang Shu merasa bersalah namun karena peringatan suaminya, ia harus melakukan ini. Hubungan dengan suaminya semakin memburuk ia tidak mau hubungan itu menjadi semakin retak karena ia tidak mengindahkan perkataan Prefek Zhong. Liang Shu meminta maaf pada Liang Chenyue bahwa hanya ini yang bisa ia lakukan demi mempertahankan rumah tangganya.


Rasa bersalah Liang Shu menghilang ketika mengingat bahwa sumber masalah rumah tangganya adalah keponakannya sendiri.


"Bibi!! Bagaimana mungkin kau melakukan itu padaku?!! Kau...kau ingin mencampakkan ku?!!".


"Chenyue! Hubungan bibi denganmu masih tetap seperti biasa, kau hanya perlu berhenti menggunakan nama keluarga Zhong untuk mencari masalah. Hanya itu saja!! Tolong mengertilah, jika kau memang menyayangi bibi berhenti melakukan itu karena paman akan tidak suka".


Liang Shu pergi dari ruang tamu mengusir halus keponakannya, yang harus ia fokuskan saat ini adalah memperbaiki hubungan dengan suaminya.


Liang Chenyue pulang dengan putus asa. Ia tidak menyangka bahwa bibinya memutuskan hubungannya dengannya!! Kenapa semua ini terjadi? Semenjak bertemu dengan Adelia tidak ada satupun yang berjalan mulus di kehidupan Liang Chenyue. Tatapan dingin dan membunuh tercipta di matanya, ia sangat ingin melenyapkan perempuan sialan itu!!!.


Liang Chenyue lalu mengingat pertanyaan bibinya bahwa ia pergi diam-diam di malam hari untuk menemui seseorang. Matanya berkilat tajam.

__ADS_1


Sepertinya ada tikus busuk yang merayap ke rumahnya?!! Tidak ada yang tau bahwa ia pergi diam-diam selain pelayan di rumah utama.


Liang Chenyue pulang dengan marah dan menyuruh penjaga untuk menangkap 5 pelayan termasuk dua pelayan pribadinya menuju ke rumah belakang yang tidak dihuni oleh siapapun. Ia tidak ingin anaknya mengetahui apa yang ia lakukan.


"Nyo-nyonya. Apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa kau menangkap kami?" .


Semua pelayan bersujud dengan tubuh gemetar.


"Heh! Kalian pura-pura tidak tau!! Aku ingin menangkap tikus bangsat yang berani membocorkan kegiatanku pada orang lain!! Penjaga pukul mereka!! Aku ingin melihat tikus mana yang berani menggigit ku!!".


Penjaga awalnya ragu namun wajah mengerikan Liang Chenyue membuat mereka mau tidak mau harus melakukannya.


Dua penjaga mengikat tangan dan menutup mulut seorang pelayan lalu memukul mereka dengan kayu besar.


Teriakan yang teredam oleh kain membuat tubuh pelayan lainnya semakin bergetar hebat.


"Nyonya. Hamba tidak melakukannya nyonya!! Ku mohon, percayalah. Hamba tidak pernah berkhianat!!".


Pelayan muda pribadi Liang Chenyue menjadi pucat pasi, giginya gemetaran sangat ketakutan, ia tidak menyangka bahwa akan ketahuan. Ia juga ingin memohon ampun namun ekspresi ketakutan dan merasa bersalah tertangkap oleh Liang Chenyue yang terus memperhatikan mimik wajah pelayannya.


"Hahaha!!! Ternyata kau pelacur sialan!! Kau yang berani menjadi tikus kecil keluarga Zhong?!!" Liang Chenyue menampar keras wajah pelayan muda itu berkali-kali hingga wajahnya babak belur dan membengkak.


"Nyonya. bukan hamba yang melakukannya!! Hamba tidak pernah melakukannya nyonya. Tolong percaya...".


"Penjaga pukul 20 kali budak sialan ini dan jual dia ke rumah Banmei yang paling rendah. Aku ingin lihat siapa yang berani mengkhianati ku lagi!!".


"Nyonya!!! Nyonya!! Hamba tolong kasihanilah hamba nyonya!! Hamba minta maaf dan tidak akan mengulanginya lagi nyonya!! Nyonya!! Nyonya aarrghh!!!".


Pelayan muda berteriak kesakitan dengan suara menyayat hati namun tidak ada yang mau membantunya, karena pukulan keras yang melayang ke tubuhnya perlahan-lahan pandangannya memutar hingga ia menutup mata untuk selamanya.


"Nyo-nyonya. Pelayan ini meninggal nyonya" Penjaga melapor hati-hati. Tatapan dingin tanpa ekspresi melihat pelayan pribadinya di siksa membuat penjaga tersebut semakin takut pada Liang Chenyue.


"Buang dia di pemakaman masal" Ia lalu melihat pelayan lainnya beberapa saat dengan mata dingin.


"Ini konsekuensi bagi kalian yang ingin mengkhianati ku! Camkan itu!!". Liang Chenyue pergi meninggalkan pelayan yang bersujud gemetar.


Penjaga lainnya yang loyal pada keluarga Zheng melihat kepergian Liang Chenyue dan berharap agar tuan besar segera pulang ke rumah. Tuan besar Zheng sudah 3 bulan bepergian ke kerajaan lain melalui jalur laut untuk melakukan transaksi kain. Semenjak kepergian tuan besar, nyonya Zheng bersikap semena-mena dan tidak lagi menunjukkan nyonya yang murah hati seperti yang ia tunjukkan di hadapan suaminya.

__ADS_1


__ADS_2