
Malamnya setelah makan malam, Adelia baru sempat membuka kotak besar yang diberikan oleh kasim yang termasuk dalam hadiah yang mandat kan oleh Kaisar.
Lu Xiang, Lu Cheng, Lu Shan serta kedua pelayan yaitu Lu Mei dan Lu Yan berkumpul di ruang keluarga untuk melihat hadiah apa saja yang ada dalam kotak tersebut.
Kotak tersebut terbuat dari kayu jati yang telah dipoles dan diukir dengan cantik dan elegan. Lu Xiang membuka kotak tersebut dan melihat sebuah gulungan setengah lengan lalu membukanya.
Gulungan tersebut bertuliskan kediaman Lu sarjana kehormatan. Gaya penulisan yang apik dan elegan namun tegas menunjukkan siapa pemilik tulisan tersebut.
"Kita bisa menggantikan papan nama dengan ini!!" Adelia yang juga membaca gulungan tersebut menjadi senang dan membacanya berulang kali.
Tulisan dari Kaisar sendiri!! Suatu kehormatan besar mendapat gulungan yang dituliskan oleh sang pemilik kerajaan itu sendiri.
"Kediaman Lu, sarjana kehormatan! Siapa yang menulisnya kak?" Lu Shan yang penasaran ikut membaca tulisan rapi dan elegan itu.
"Menurut Lu Shan siapa yang menulisnya?".
"Kaisar" Jawab Lu Cheng, itu sudah tentu pasti Kaisar yang menulisnya.
"Hahaha, kau benar Lu Cheng".
"Ini benar-benar Kaisar yang menulisnya kak?".
"Ya, bagaimana menurutmu?".
"Sangat rapi dan cantik".
"Tegas dan berwibawa".
Jawab Lu Shan dan Lu Cheng bersamaan. Lu Xiang tersenyum dan mengelus kepala kedua adiknya dengan bangga.
"Orang-orang akan kembali heboh jika tau ini dari Kaisar". Adelia tersenyum pasrah, beberapa hari ini keluarganya mendapatkan banyak perhatian atas kelulusan ujian dan gelar yang Lu Xiang dapatkan.
"Ya, tapi ini bagus untuk reputasi kita". Mata Lu Xiang berkilat, dengan ini status keluarganya akan semakin meningkat.
Adelia mengangguk setuju. Ia lalu mengambil perhiasan dan aksesoris dari kotak berupa gelang, kalung, anting dan tusukan konde yang terbuat dari emas, perak dan jade.
"Wah!! Perhiasannya sangat cantik!!" Mata Lu Shan bersinar melihat perhiasan yang penuh di tangan Adelia.
"Kak coba perhiasannya!" Desak Lu Shan.
"Cobalah, semua perhiasan ini untukmu sayang".
__ADS_1
Adelia sangat senang lalu mengecup pipi Lu Xiang dengan malu-malu.
"Salah tempat sayang. Harusnya kau menciumnya disini" Lu Xiang menyeringai sembari menunjukkan bibirnya.
Wajah Adelia yang merona semakin memerah mendengar godaan suaminya. "Sudah cukup, Lu Cheng dan Lu Shan melihatnya" Bisik Adelia namun masih terdengar di telinga Lu Cheng dan Lu Shan.
Lu Shan menutup wajahnya dengan kedua tangan namun matanya diberi celah, wajahnya juga memerah melihat kecupan kakak iparnya. Sedangkan Lu Cheng berdeham salah tingkah dan membuang pandangan.
Lu Xiang yang bermuka tembok tidak peduli tatapan adik dan pelayan, ia mendekat lalu mengecup bibir merah yang selalu menggairahkan.
"Terimakasih sayang" Walaupun ia yang mencium namun ia tetap berterimakasih seakan Adelia lah yang berinisiatif dalam ciuman tersebut yang membuat wajah Adelia semakin memerah bak kepiting rebus.
Adelia melihat reaksi kedua adiknya yang melirik kepadanya lalu memukul Lu Xiang dengan kesal dan malu. Demi mengalihkan perhatian, ia mencoba perhiasan itu satu persatu lalu wajahnya seperti bercahaya oleh sinar emas dan perak dari perhiasan yang ia pakai.
"Wah!! Kau sangat cantik kak" Lu Shan melompat kagum sembari memegang pipinya yang begitu menggemaskan.
Lu Cheng mengangguk setuju. "Perhiasan ini memang memiliki takdir denganmu kak Adel".
Pujian Lu Cheng membuat Adelia sangat senang dan ingin memeluk anak laki-laki berumur 6 tahun itu namun segera di cegah oleh Lu Xiang yang cemburu.
"Nyonya sangat cantik memakai perhiasan-perhiasan ini".
"Wajah anda semakin bersinar nyonya, hamba menjadi sangat kagum".
"Lu Xiang!".
"Hehe, kau memang cantik seperti biasanya". Lu Xiang menghindari pukulan kapas dari istrinya dan tertawa bahagia.
Adelia memutar bola mata kesal lalu kembali mengeluarkan hadiah lainnya dari kotak, tiga kain lipatan besar yang berupa sutra, brokat dan kain kasa untuk pakaian.
Kain sutra yang bercorak bunga sakura kecil serta brokat yang berwarna silver serta kain kasar putih dapat dibuat menjadi beberapa pakaian hanfu yang cantik.
"Kain ini dapat membuat beberapa pakaian, aku akan membuat satu set masing-masing untuk kalian" Adelia sudah membayangkan betapa indahnya pakaian yang dihasilkan oleh kain ini.
"Tidak, kain ini juga untukmu sayang".
Adelia menggeleng tidak setuju. "Bagaimana mungkin, kau dan Lu Cheng serta Lu Shan juga harus mendapatkan hadiah dari Kaisar, kita bisa menggunakan kain ini untuk membuat pakaian yang akan dikenakan pada acara tertentu".
Lu Xiang ingin membuka mulutnya membantah namun delikan mata istrinya membuatnya tidak bisa berkata apapun.
&&&
__ADS_1
Lu Xiang dan Adelia terengah-engah menikmati ******* dan gelombang setelahnya.
Tubuh keduanya dipenuhi peluh keringat setelah percintaan sengit yang baru saja selesai. Lu Xiang memeluk Adelia dari belakang dan menghujani berbagai kecupan di bahu dan tengkuk istrinya sesekali menggigit pelan kulit mulus yang begitu memabukkan baginya.
"Sayang, bagaimana kalau kita mengadakan ulang tahun mu sebagai perayaan untuk gelar sarjana kehormatan yang aku dapatkan?".
Mata Adelia yang sudah setengah tertutup kembali terbuka mendengar pertanyaan suaminya, malam ini Lu Xiang sangat antusias sehingga percintaan mereka berlangsung sengit dan sedikit kasar, tubuhnya begitu lelah oleh dua pose bercinta yang suaminya lakukan.
"Hm? Ulang tahun ku? Bukannya sudah lewat tiga bulan yang lalu".
"Itu ulang tahun Miao Adelia, ulang tahunmu kan awal bulan September, dua hari lagi". Ia sudah melihat kartu penduduk Adelia dari dunia modern sehingga ia tau ulang tahun asli istrinya.
Adelia tersenyum senang. "Baiklah, terserah kau saja".
"Dimana kita mengadakannya?".
Adelia berusaha menahan kantuk dan berpikir. "Bagaimana jika kita mengadakannya di taman, musim gugur akan segera tiba jadi ini perayaan terakhir di taman itu".
"Ide bagus! Aku akan menulis undangan untuk temanku dan keluarga Prefek. Kira-kira siapa lagi yang harus kita undang?".
Lu Xiang menunggu namun tidak ada jawaban.
"Sayang?".
Tidak ada jawaban kembali.
Lu Xiang melihat istrinya yang tertidur kelelahan setelah apa yang ia lakukan baru saja. Ia tersenyum bersalah, mengecup pipi Adelia lalu keluar untuk memanaskan air.
Keesokan harinya, Lu Xiang yang dibantu oleh Lu Cai dan Lu Xiao memajang papan nama yang ditulis oleh Kaisar di depan gerbang utama.
Orang-orang yang melewati rumah kediaman Lu penasaran akan pergantian papan nama serta tulisan apik yang tegas penuh wibawa yang mereka lihat, walaupun mereka bukan ahli kaligrafi namun mereka dapat melihat kehebatan tulisan tersebut.
"Tulisan yang begitu indah, ini tulisan siapa?" Tanya beberapa mereka kepada pelayan Lu Xiao dan Lu Tao.
"Ini juga hadiah dari Kaisar".
Mata mereka terbelalak dan segera membungkuk hormat pada tulisan tersebut. "Hidup Kaisar!!".
Tulisan Kaisar yang diberikan pada Lu Xiang menyebar keseluruh penjuru kota Fucheng dalam sekejap. Gerbang rumah kediaman Lu kembali dipadati oleh orang-orang yang ingin melihat tulisan tangan Kaisar langsung lalu memuji dan membungkuk hormat, bahkan beberapa dari mereka ada yang bersujud pada tulisan papan nama tersebut membuat pemandangan menjadi aneh.
Undangan perayaan ulang tahun Adelia dan Lu Xiang yang dirayakan secara bersamaan serta perayaan atas gelar yang Lu Xiang dapatkan di kirim ke berbagai keluarga serta guru di Akademi Lu.
__ADS_1
Kehamilan Adelia yang bertambah tua yaitu memasuki bulan ketujuh membuat wanita itu tidak bisa menggelar banyak acara dan keduanya sepakat menggelar acara besar di taman dan toko De Xiang.
Ulang tahun Lu Xiang sebenarnya sudah lewat yaitu pertengahan Agustus namun karena ujian, Adelia dan adiknya tidak bisa merayakan, terlebih ketika utusan penyelidikan yang datang dari ibukota.