
Adelia sendiri memakai hanfu berwarna merah dengan atasan warna peach merah muda, rok bergelombang dengan motif kupu-kupu putih membuat gadis itu semakin cantik dan anggun dipadu dengan rambut sanggul yang dibiarkan sedikit rambut tergerai ke depan.
Adelia memakai tusuk konde dan kalung pemberian Lu Xiang serta anting panjang kupu-kupu menambah nilai cantik dan artistik di wajahnya, ia tak lupa memoles wajahnya dengan make up modern dengan make up natural yang fokus pada matanya.
"Kau sangat cantik Adelia. Aku tidak ingin laki-laki lain melihatmu" Lu Xiang yang siap memakai baju kucuang berwarna hitam dengan corak merah di lengan dan leher.
"Kau cemburu?" Adelia mengangkat sebelah alisnya.
"Ya" Jawab Lu Xiang lemah. Istrinya begitu cantik hingga ia tidak mau membawanya keluar rumah.
Adelia tertawa renyah, ia memeluk suaminya yang cemberut. "Aku bisa memakai penutup kepala".
Lu Xiang berpikir dan menggelengkan kepala. "Kau akan susah melihat".
Adelia hanya tersenyum dan menepuk-nepuk punggung suaminya berusaha menenangkan.
Tak lama kemudian keempatnya pun keluar rumah yang sudah ramai dengan orang-orang yang merayakan tahun baru. Lentera lampion memenuhi jalan raya membuat suasana meriah.
Orang-orang berlalu lalang bersama keluarga atau kekasih menikmati malam tahun baru yang meriah. Pebisnis pun tidak ingin ketinggalan, mereka menjual permen atau kue khas tahun baru di samping jalan serta lentera dalam berbagai macam membuat suasana yang sudah ramai semakin bertambah padat.
Lu Xiang menggendong Lu Shan sedangkan Adelia menggenggam tangan Lu Cheng. Mereka menjadi fokus bagi orang-orang yang melewati, terlebih kesan imut Lu Shan dan Lu Cheng yang seperti boneka serta Adelia yang sangat cantik.
Mood senang Lu Xiang kembali menurun melihat mata laki-laki yang fokus pada istrinya, ia pun mengambil mengambil penutup kepala, topi kecil dengan kain merah mudah transparan untuk menutupi kecantikan Adelia yang memesona.
Matanya menatap tajam bagi siapa saja yang terpukau akan istrinya membuat Adelia tidak tau harus tertawa atau pasrah.
__ADS_1
"Ayo kita ke restoran Fuyuan". Lu Xiang tidak peduli akan tatapan orang-orang yang ia lewati dan melindungi Adelia dan adiknya dari keramaian hingga mereka sampai ke restoran.
"Selamat datang tuan muda Lu, nyonya muda Lu, kami sudah menyiapkan ruangan khusus untuk anda. Silahkan ikut kami" Pelayan restoran segera mengenali Lu Xiang dan Adelia yang sering datang ke restoran untuk membawa coklat cair.
Mereka naik ke lantai dua yang khusus untuk pelanggan yang memesan terlebih dahulu dan masuk ke ruangan yang menghadap jalanan.
"Banyak sekali orang di luar kakak" Lu Shan pertama kali melihat perayaan dan merasakan pengalaman baru membuatnya sangat antusias.
Adelia memesan beberapa menu khusus di restoran Fuyuan dan beberapa menu sederhana sebelum ikut bergabung dengan Lu Shan dan Lu Cheng melihat kerumuman dari jendela kaca.
"Setelah makan, ayo kita beli lentera untuk di terbangkan" Ajak Lu Xiang sembari menarik lengan Adelia untuk duduk bersamanya.
"Terlalu banyak orang, aku takut jika terja..."
"Wow benarkah kak? Aku ingin membeli lentera gambar harimau seperti yang topi ku" Lu Shan bertanya antusias.
"Aku senang kalian datang berkunjung. Maaf, karena banyak pengunjung aku baru sempat menyapa kalian sekarang".
"Tidak apa-apa paman. Kami mengerti, paman silahkan kembali bekerja jangan pedulikan kami". Lu Xiang menggeleng tidak mempermasalahkan.
"Bagaimana mungkin aku tidak menyapa kalian. Aku akan menyiapkan wine untuk kalian, semoga kalian nyaman di sini".
"Ruangan ini begitu hangat dan nyaman paman, tidak heran orang banyak berkunjung" Jawab Adelia.
Manajer Xu menghela napas panjang. "Pemilik restoran, tuan muda Chen menyurati ku dan bilang sangat kecewa karena stok coklat cair sudah tidak ada, ia bahkan ingin membawa buah lonjong asam kemari dari ibukota jika bisa" Ia juga merasa nyaman karena tidak bisa memenuhi permintaan bosnya.
__ADS_1
Adelia hanya tertawa meringis, ia berpikir sesaat sebelum menatap Lu Xiang, suaminya mengangguk setuju sebelum kembali menoleh ke manajer Xu. Tidak salahnya ia mengeratkan hubungan dengan pemilik restoran Fuyuan, jika Lu Xiang lulus ujian menjadi juren dan pergi ke ibukota, ia akan dapat dukungan dari keluarga Chen ketika membuka toko kue di sana dengan transaksi wine. Adelia sangat percaya diri akan kualitas wine yang ia buat.
"Paman tau sendiri wanita tidak bisa memaksa tanpa bahan makanan. Aku tidak bisa berbuat apapun untuk itu paman, bagaimana jika transaksinya diganti dengan wine buah? Kebetulan aku membuat beberapa kendi wine buah ketika aku tidak sibuk. Mungkin paman tertarik".
Manajer Xu tertegun. "Kau bisa membuat wine? Tapi wine buah..." Ia tidak bisa melanjutkan perkataannya, wajahnya meringis tidak nyaman. Wine buah tidak begitu laris dibandingkan dengan wine putih terbuat dari beras atau wine luzhou dan wine guling karena rasanya yang masam dari buah anggur, hanya beberapa keluarga pembuat wine saja yang mampu membuat wine buah dengan kualitas tinggi namun pembuatannya juga memakan harga tinggi sehingga hanya dapat dinikmati oleh keluarga kerajaan saja.
Adelia tersenyum simpul, matanya menatap misterius. "Besok aku akan membawa contoh wine buah jika paman suka aku akan memberi paman 10 kendi sedang, karena proses wine buah lebih lama daripada coklat. Anggap ini sebagai salam ku pada tuan muda Chen".
Manajer Xu tau maksud perkataan Adelia namun semua itu berdasarkan pada kualitas wine yang akan dibawa gadis itu. Ia lalu berbincang sesaat sebelum meninggalkan ruangan ketika makanan pesanan Adelia datang.
Lu Cheng dan Lu Shan melahap makan di atas meja dengan perlahan, walaupun mereka jarang makan di restoran mahal seperti restoran Fuyuan namun masakan Adelia tidak kalah dari restoran yang mereka makan membuat lidah keduanya terlatih dan lebih kritis dalam menilai makanan yang mereka makan saat ini.
Keluarga Lu Xiang makan dan santai di restoran Fuyuan hingga jam 10 malam sebelum keluar restoran menuju lapangan yang terdapat danau kecil. Disepanjang danau, stan-stan kecil menjual lentera berjajar rapi dengan aneka bentuk lentera merah yang siap untuk diterbangkan.
Lu Cheng dan Lu Shan memilih lentera mereka masing-masing sebelum bersama dengan Adelia membakar lilin kecil dan menerbangkannya.
"Apa yang kau tulis?" Lu Xiang yang berada di samping Adelia bertanya penasaran, ia belum pernah melihat tulisan itu sebelumnya.
Adelia menatap lentera yang ia terbangkan dengan senyuman bahagia lalu menoleh pada suaminya dan mengangkat sebelah alis dengan ekspresi menggoda.
"Kau ingin tau?"
Lu Xiang mengangguk. Adelia menggerakkan jari telunjuknya menyuruh suaminya untuk mendekat lalu berbisik. "Itu rahasia". Ia tertawa cekikikan berhasil menggoda suaminya.
"Dasar rubah kecil" Lu Xiang mencubit gemas pipi Adelia.
__ADS_1
Adelia kembali menatap langit yang penuh dengan lentera dan mata lembut penuh kehangatan.
I love my husband, Lu Xiang.