
Menu baru parfait di toko De Xiang menjadi topik baru bagi orang-orang yang tinggal di Fucheng, krim lembut yang manis dan dingin serta buah yang segar membuat para wanita dan anak-anak jatuh cinta.
Namun untuk para lelaki dan pebisnis, fokus mereka adalah lemari pendingin manual yang Adelia pesan. Tampilan kaca serta parfait berwarna-warni di dalamnya membuat lemari pendingin begitu cantik dan mewah.
Mereka belum pernah melihat lemari pendingin seperti itu sebelumnya sehingga orang-orang berbondong-bondong membeli parfait hanya untuk sekedar melihat langsung lemari pendingin manual tersebut, bahkan ada beberapa dari mereka yang bertanya dimana lemari pendingin dipesan.
Sebelumnya, jika keluarga ingin menyimpan es atau makanan agar bertahan lama adalah dengan cara menggali ruang bawah tanah dan menumpuknya dengan salju di musim dingin sebelum meletakkan makanan yang mereka ingin simpan. Untuk orang yang ingin minum minuman dingin, maka mereka bisa memesan es batu besar dari toko yang menjualnya.
Baru kali ini ada penyimpanan makanan dingin model baru yang mereka lihat, tentu saja itu membuat orang-orang tertarik.
Karena hal itu parfait yang pelayan buatkan tidak cukup dan terjual habis sebelum jam makan siang tiba membuat pegawai toko sangat girang karena akan mendapatkan bonus.
"Nyonya memang hebat. Dia sudah memprediksi bahwa parfait dibuat tidak cukup" Lu Niang menghela napas kagum, awalnya ia sedikit cemas melihat begitu banyak parfait yang dibuat, ia takut jika makanan tersebut tidak habis dan membuat toko rugi namun yang terjadi malah sebaliknya.
"Ya. Nyonya Xiefu selalu membuat hal yang baru yang dapat membuat orang-orang menjadi kagum. Aku senang diterima bekerja disini" Manajer Zhu mengangguk setuju. Ia merasa beruntung dapat bekerja di toko De Xiang setelah melihat dekorasi unik dan kreatif toko dan menu yang disajikan, kala itu juga ia yakin bahwa toko ini akan berkembang dan mampu menarik banyak pelanggan.
Lu Niang pulang dan tidak sabar menceritakan hal ini pada Adelia.
"Semuanya habis terjual sebelum jam makan siang?".
"Ya nyonya. Hamba tidak menyangka orang-orang akan antusias membeli parfait walaupun kita menjualnya dengan harga yang mahal". Satu parfait dijual dengan harga 15 koin silver karena toples kaca termasuk di dalamnya. Walaupun mahal namun 35 parfait habis terjual dalam beberapa jam saja.
Adelia tersenyum senang dan mengangguk puas dengan antusias masyarakat kota Fucheng, ia tau bahwa lemari pendingin manual menjadi salah satu penyebab parfait terjual cepat.
__ADS_1
"Nyonya. Apa besok kita menambah jumlah parfait nyonya? Kita bisa mendapatkan untung yang lebih besar lagi!!" Lu Niang menyarankan dengan semangat.
Namun Adelia menggelengkan kepala. "Tetap jual dengan jumlah yang sama. Kita akan menjalankan hunger marketing, semakin langka suatu barang maka akan semakin membuat orang-orang tertarik".
"Hu-hunger?" Istilah Inggris yang Adelia katakan tidak dapat dimengerti oleh Lu Niang.
"Hunger marketing. Kita akan membuat bahwa memakan parfait adalah sesuatu hal yang mewah dan langka, itu akan membuat daya tarik tersendiri dan orang-orang akan semakin gencar untuk mencoba parfait, besok kau membagikan 35 parfait itu menjadi 3 bagian, jual di sebelum makan siang, sesudah makan siang dan sore hari".
Lu Niang mengerti dan tidak mengerti. "Bukankah itu akan membuat orang-orang marah nyonya?" Menahan antusias pelanggan pasti akan membuat pelanggan akan menjadi tidak puas dan emosi.
"Itulah efek yang aku inginkan, tenang saja. Jalankan apa yang aku perintahkan, nanti kau akan tau hasilnya, suruh Lu Xiao untuk menjaga toko juga". Pasti akan ada yang mengeluh dan tidak puas dengan trik yang ia jalankan namun akan beresiko kurang penjaga toko jika ada yang ingin memprovokasi pelanggan-pelanggan tersebut. Adelia masih mengingat pesaing gila dan arogan, Liang Chenyue.
Setelah Liang Chenyue datang ke rumahnya dan berniat ingin membeli paksa resep kue dan minuman yang ia miliki, Adelia sadar bahwa dia adalah salah satu orang yang membuat onar dengan menempatkan kecoa atau rambut di kue yang sudah dibeli sebelumnya.
Berbeda dengan suasana bahagia keluarga Lu Xiang, di rumah kediaman Zheng suasana tampak mencekam.
Liang Chenyue membaca laporan penjualan hari ini yang semakin menurun dan membuang kertas laporan itu dengan sangat emosi. "Kenapa penjualan hari ini sangat sedikit?!".
"Nyo-nyonya. Itu karena menu baru yang dikeluarkan toko De Xiang" Pelayan pribadinya menjawab dengan terbata-bata.
Liang Chenyue memandang tajam pada pelayannya membuat lutut wanita itu menjadi lemah dan ia segera berlutut meminta maaf.
"Adelia. Adelia! Adelia!!!" Liang Chenyue menyapu bersih barang-barang yang ada di depan di atas meja. Dadanya naik turun menahan emosi yang bergejolak.
__ADS_1
Kenapa wanita sialan itu muncul dan menghancurkan kehidupannya?!! Semenjak Adelia dan toko De Xiang muncul, tidak ada yang berjalan mulus dalam kehidupan Liang Chenyue, penjualan menurun, hubungan dengan bibinya merenggang serta membuat kesan pada pamannya.
Itu semua karena Adelia si pelacur licik itu!!.
Liang Chenyue mengamuk dan bahkan memecahkan set cangkir teh kesukaannya, ia duduk setelah puas melampiaskan amarahnya namun tangannya masih bergetar emosi.
Matanya yang memerah memandang ke depan dengan tatapan kosong dan dingin membuat pelayannya semakin takut dan bahkan berusaha untuk tidak bernapas kasar, mencoba menyamarkan hawa keberadaan mereka.
"Siapkan kereta kuda. Aku akan pergi ke suatu tempat". Ia tidak bisa tidur nyenyak jika belum membalaskan dendam di hatinya.
"Ta-tapi nyonya. Ini su-sudah malam".
"Aku bilang siapkan kereta kuda!!" Liang Chenyue menampar pelayannya dengan kuat hingga membuat wajah wanita itu berpaling dan ujung mulutnya sobek mengeluarkan darah.
"Ba-baik nyonya" Wanita itu tidak peduli akan rasa perih dan sakit di wajahnya dan segera menyuruh pelayan untuk menyiapkan kereta kuda.
Pelayan pribadi Liang Chenyue yang satu lagi menundukkan wajahnya namun matanya berkilat, pelayan Prefek Zhong mengatakan bahwa ia harus melaporkan segala gerak gerik aneh majikannya.
Awalnya ia tidak mau karena tau resiko jika ketahuan, ia tau perangai tuannya yang kejam dan tidak melihat budak dan pelayan sebagai manusia.
Ia bisa mati dibunuh jika ketahuan berkhianat dan menjadi mata-mata Prefek namun imbalan melepaskan status budak dan mencarikan suami seorang pelajar serta membantu keuangan keluarganya membuatnya goyah dan akhirnya mau mengambil resiko tersebut.
Bibir gadis itu terangkat naik membayangkan masa depan cerah yang akan menunggunya namun ia segera menutupinya agar tidak membuat pelayan lain curiga.
__ADS_1
Tiga hari kemudian sesuatu pun terjadi dan membuat gempar keluarga Lu Xiang.