Menjadi Istri Marquis

Menjadi Istri Marquis
Mendaftar ujian dan oleh-oleh


__ADS_3

Lu Xiang bangun pagi buta sebelum olahraga pushup dan sit up yang ia pelajari dari video yang Adelia simpan. Ia mengetahui bahwa istrinya sangat menyukai pria bertubuh sixpack, tubuhnya yang sudah kekar karena bekerja di ladang serta berburu tidak sulit membangun otot sixpack.


Lu Xiang tersenyum mengingat wajah Adelia yang memerah ketika melihatnya bertelanjang dada dan bahkan menelan ludah tanpa ia sadari. Istrinya begitu menggemaskan hingga hampir tidak mampu menahan diri untuk tidak melakukan **** dan hanya melegakan diri dengan tangan mungil istrinya.


Lu Xiang menghirup napas panjang mengontrol dirinya yang mulai berpikir hal panas. Ia mandi dan keluar kamar menunggu teman-temannya.


Tak lama, kelima laki-laki itu berkumpul dan mereka segera pergi ke kantor walikota untuk mendaftar.


Lu Xiang melihat banyak orang yang sudah mengantri untuk mendaftar walaupun kantor walikota belum buka. Para pelajar mengantri dengan tertib dan tidak ada yang berani mencari masalah dibawah pengawasan penjaga keamanan.


Lu Xiang dan temannya mengantri selama lebih satu jam sebelum tiba giliran mereka.


Lu Xiang menulis nama, umur serta tempat ia berasal lalu menyerahkan berkas yang ia bawa pada petugas yang berisi rekomendasi dari guru, akademi dan empat temannya serta biografi diri.


Selesai mendaftar, Lu Xiang membeli oleh-oleh untuk adik dan istrinya dan temannya menunggu di kedai teh sembari membaca atau berdiskusi sajak puisi yang tertempel di dinding untuk menunggu kartu ujian siap.


Mereka memilih untuk menginap satu malam lagi di penginapan serta karena mereka mendapat giliran pada sore harinya untuk mengambil kartu ujian.


"Akhirnya kita pulang juga". Shao Yunan menguap menahan kantuk karena bermain larut malam di rumah Baimei.


Mereka pun mengepak barang dan pulang menuju rumah mereka masing-masing sebelum Lu Xiang sampai ke rumahnya.


"Kau sudah pulang".


Lu Xiang turun dari kereta dengan terkejut lalu segera memeluk Adelia dan menghirup aroma bunga dari tubuh gadis yang sangat ia rindukan selama dua hari ini.


"Ini masih di luar Lu Xiang". Adelia berbisik dan melirik kesana kemari menatap malu pada orang yang menatap aneh pada mereka.


"Aku merindukanmu".


Adelia tertegun dan tertawa lucu. "Kita hanya tidak bertemu dua hari. Kau sangat berlebihan".


Lu Xiang melepaskan pelukan dan tersenyum miring dengan seksi. "Sepertinya istriku tidak percaya akan perkataan ku. Aku masuk ke dalam aku akan menunjukkan betapa aku merindukanmu sayang~". Lu Xiang berbisik dan meniupkan udara pada telinga Adelia membuat tubuh gadis itu bergetar.


"Kau..." Adelia menutup telinganya yang memerah namun wajah merona bak kepiting rebus terpampang jelas di mata Lu Xiang membuat laki-laki itu tidak sabar dan menarik tangan istrinya.


"Kakak. Kau sudah pulang?" Lu Cheng dan Lu Shan yang sedang beristirahat dari belajar tersenyum senang dan mendatangi kakak mereka namun Lu Xiang hanya tersenyum dan membelai kepala kedua adiknya sebelum berlalu ke kamar.

__ADS_1


"Hufftt, kak Lu Xiang menjahili kak Adelia lagi" Lu Shan menghela napas dan menggelengkan kepala bak orang dewasa.


"Jangan berbicara omong kosong". Lu Cheng memperingatkan adiknya dengan wajah memerah.


Lu Xiang menutup pintu dan mendorong tubuh Adelia ke pintu sebelum menangkap bibir ranum merah yang selalu muncul di mimpinya selama dua hari ini. Ia mengulum, menjilat dan menggigit bibir seksi dengan liat membuat Adelia kesulitan dalam menyaingi antusias suaminya.


"Hhmmhh~".


Mereka berciuman dalam dan panas selama beberapa menit sebelum melepaskan diri membuat bibir mereka membentuk tali silver dari saliva.


"Adelia" Suara parau penuh nafsu membuat tubuh Adelia semakin panas.


Lu Xiang mengecup dan menghisap kuat leher Adelia hingga membuat gadis itu meringis sebelum menjilat menenangkan.


"Sayang. Kau selalu membuatku gila". Tangan Lu Xiang bergerilya di punggung Adelia sebelum memasukkannya ke dalam baju.


"Ahh!" Tangan panas membuat Adelia mendesah tanpa sadar. Matanya mengabur oleh air mata yang mengenang di pelupuk mata.


Nafsu semakinĀ  bergejolak di tubuh Lu Xiang melihat ekspresi pasrah dan mesum istrinya. Ia mengangkat tubuh Adelia membuat gadis memekik dan mengalungkan kakinya ke pinggang Lu Xiang namun sesaat kemudian wajah menjadi tegang dan semakin memerah merasakan benda keras yang menusuk bokong.


"Hahaha, jadi aku boleh melakukannya jika malam hari?" Tanya Lu Xiang menggoda, ia bahkan mengecup payudara Adelia sembari menatap liar ke mata istrinya membuat gadis itu kembali bergetar dan memutuskan untuk menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Lu Xiang.


"Bu-bukan itu maksudku".


Lu Xiang terkekeh lalu merebahkan istrinya ke kasur sebelum memeluknya dari belakang.


Adelia merasa tidak nyaman dengan batang keras panas di bokongnya dan berusaha untuk menghindar namun tindakannya malah seperti menyiram minyak ke dalam api.


"Jangan bergerak sayang kalau kau ingin aku berhenti sampai disini" Suara parau seksi yang penuh nafsu membuat tubuh Adelia kaku.


Lu Xiang menghirup aroma tubuh istrinya dalam-dalam serta berusaha untuk meredam gelora dalam tubuhnya. Keduanya tanpa sadar tertidur setelah tenang beberapa saat.


Malam harinya Adelia dan Lu Xiang bangun ketika waktu makan malam tiba.


Lu Cheng dan Lu Shan mendengar pengalaman Lu Xiang ketika di kota Qincheng dan menatap takjub. Keduanya dan Adelia belum pernah pergi ke kota Qincheng sebelumnya.


"Setelah makan kakak akan membagikan oleh-oleh pada kalian".

__ADS_1


"Benarkah?! Hore!!" Lu Shan bersorak gembira. Walaupun mainan dan pemberian dari kedua kakaknya sudah banyak namun ia tetap suka dengan oleh-oleh dan hadiah.


Lu Cheng menggelengkan kepala melihat kelakuan adiknya, setelah bisa membaca dan menghapal sedikit dari buku dasar pengetahuan, kepribadiannya yang dewasa sebelum waktunya semakin matang dan tidak kehilangan kontrol ketika senang senang atau gembira, ia hanya tersenyum elegan dan mengucapkan terimakasih pada Lu Xiang.


Lu Xiang memberikan buku sajak puisi untuk Lu Cheng dan buku cerita bergambar untuk Lu Shan.


Ia mengeluarkan kotak perhiasan panjang sebelum menyerahkannya pada Adelia.


"Untukku juga ada".


"Sudah pasti istriku".


Adelia tersenyum pasrah namun tetap bahagia melihat ekspresi jahil suaminya.


"Bukalah".


"Kak Adel ayo buka. Aku ingin melihatnya". Lu Shan berkata antusias.


Adelia tertawa senang dan membuka kotak perhiasan lalu terkejut melihat tusuk konde emas dengan kepala desain bunga plum berwarna pink dan putih serta rantai kecil yang jatuh dengan cantik.


Adelia menatap Lu Xiang dengan takjub yang dibalas dengan senyum lembut. Ia kemudian mengambil kalung emas dengan mainan giok bulat putih bergambar teratai warna pink dan ikan koi.


"Ini sangat indah Lu Xiang". Adelia menatap kalung emas giok yang hampir mirip dengan kalung teratai yang ia miliki sewaktu di dunia modern namun dengan kualitas yang lebih tinggi.


"Sini aku pakaikan". Lu Xiang memakaikan tusuk ke rambut sanggul hitam pekat Adelia serta mengalungkan kalung ke lehernya yang putih mulus.


"Wow! Kak Adelia begitu cantik". Lu Shan bertepuk tangan dengan semangat sembari takjub melihat betapa cantiknya kakak iparnya.


Adelia tersenyum dan berlari ke kamar mengambil cermin kaca dan melihat dirinya yang seperti bersinar akibat dua perhiasan emas tersebut, ia tertawa bodoh dengan sangat bahagia.


Lu Xiang masuk dan memeluknya sembari mengecup bahu istrinya berulang kali hingga mencapai leher.


"Kau menyukainya?".


Adelia mengangguk histeris, ia mengalungkan tangan ke leher Lu Xiang dan mengecup bibir tebal suaminya lalu tertawa senang.


"Itu belum cukup sebagai rasa terimakasih sayang" Lu Xiang mencium bibir Adelia dan memaksa pelan bibir terkatup itu dengan lidah hingga ia masuk dan menjilati serta menghisap lembut lidah istrinya membuat suara basah yang seksi.

__ADS_1


__ADS_2