Menjadi Istri Marquis

Menjadi Istri Marquis
Peringatan pada para pelayan


__ADS_3

Lu Xiang sudah menyadari perilaku para pelayannya yang selalu berlindung di belakang Adelia ketika masalah terjadi. Kejadian dua hari yang lalu mungkin pertama kali terjadi dan mereka belum bisa melakukan dengan benar karena tidak tau bagaimana tuan kepribadian tuan mereka.


Oleh karena itu, Lu Xiang menyuruh Lu Cai untuk melapor padanya jika sesuatu terjadi dan tak lama itu pun terjadi.


Namun kali ini, Lu Niang, Lu Fang, Lu Lian bahkan Lu Tao dan Lu Kai berdiam membiarkan Adelia menghadapi masalah itu sendiri bahkan tidak bergerak ketika istrinya ingin dipukul, ia tau bahwa perilaku Adelia lah yang tidak bisa menyuruh para pelayan layaknya budak lah dasar dari tindakan mereka namun bukan berarti ia akan mentolerir semua tingkah laku mereka.


Sepertinya ia harus bertindak, batin Lu Xiang.


Adelia yang tidak menyadari aura dingin suaminya melepaskan pelukan dan tersenyum meringis pada penonton yang masih berkerumun.


"Maaf atas ketidaknyamanan ini. Keluarga ku... Keluarga ku.." Adelia menghela napas tidak berdaya, memanfaatkan pertunjukan behind the scene untuk memberi kesan yang baik padanya dan buruk pada keluarga Miao.


Sinar kelam di mata Lu Xiang hilang berganti dengan senyum geli melihat tingkah istrinya yang seperti rubah kecil yang licik.


"Sebagai permintaan maaf, hari ini toko kue De Xiang akan memberikan diskon 20% untuk setiap pembelian kue". Adelia menutup pertunjukan itu dengan sempurna dengan mendapatkan pujian dari para pelanggan dan masyarakat yang berada di sana.


Shi Shanxi tersadar dan ikut mengulang perkataan Adelia dan melayani pelanggan yang akan membeli kue. Ini hari pertamanya ia bekerja sehingga ia tidak dapat melakukan apapun karena takut akan salah dalam bersikap.


"Kenapa kau kemari Lu Xiang? Apa kau melupakan sesu.. Ah! Bekal makan siang!" Adelia lupa dengan bekal makan siang suaminya yang sedang ia siapkan karena kericuhan yang disebabkan oleh keluarga Miao.


"Mengapa kau tidak memanggilku ketika keluarga Miao mencari masalah?". Lu Xiang menatap lembut dan pasrah pada istrinya.


Adelia melambaikan tangan. "Mereka bukan masalah besar, kau hanya membuang waktu meladeni mereka. Lagipula aku sendiri bisa mengatasinya".


"Tapi bagaimanapun aku ini suami mu, tugasku melindungi dan membuatmu tidak memiliki masalah apapun" Ujar Lu Xiang mencubit gemas hidung istrinya.


"Aku tau tapi ini bukan masalah besar" Adelia meniru nada Lu Xiang dan juga mencubit hidung laki-laki itu.


Lu Xiang terkekeh pelan. "Ayo kita makan siang, aku sudah lapar".


"Baiklah, ayo kita pulang. Lu Cheng kau menangis?" Adelia menyadari mata Lu Cheng yang memerah.


"Tidak! Siapa bilang aku menangis, mataku terkena debu" Lu Cheng memalingkan wajahnya yang memerah karena tertangkap basah oleh kakak iparnya.

__ADS_1


"Benarkah?"


"Ya. Kau berisik sekali. Ayo kita pulang". Lu Cheng segera berlari ke rumah meninggalkan Adelia dan Lu Xiang.


Lu Lian menatap Lu Xiang yang tersenyum lembut pada Adelia lalu kembali melanjutkan pekerjaannya tanpa ekspresi.


&&&


Malamnya Lu Xiang mengumpulkan para pelayan di belakang toko setelah memberi pesan pada Lu Cheng untuk melalaikan Adelia sehingga tidak keluar kamar.


Ia duduk di kursi panjang dan menopang dagu melihat para pelayan yang berdiri berbaris, tidak peduli walaupun Lu Feng yang masih kecil. Tatapannya yang tajam dan dingin membuat para pelayan menyadari bahwa tuan mereka sedang marah.


Lama Lu Xiang menatap dingin satu persatu ketujuh pelayan itu sebelum berkata. "Kenapa? Apa Adelia memperlakukan kalian dengan sangat baik hingga kalian lupa cara berlutut?".


Suara bariton yang rendah terdengar menakutkan di telinga hingga membuat ketujuh pelayan itu berlutut serentak. "Kami minta ampun tuan".


"Minta ampun untuk apa?".


Lu Xiang mendengus sinis. "Apa peraturan pertama seorang budak?".


Ketujuh pelayan itu tertegun lalu Lu Niang menjawab dengan takut. "Se-seorang budak harus memanggil dirinya hamba".


"Peraturan kedua?"


Tubuh mereka mulai bergetar, Lu Feng yang masih kecil bahkan menangis sesenggukan, tidak berani bersuara keras. "Se-seorang budak ha-harus patuh dan loyal pada tuan mereka".


Tatapan Lu Xiang semakin dingin. "Dan peraturan ketiga?".


"Se-se-seorang budak harus melindungi tuan me-mereka"


Lu Xiang diam sembari menatap dengan tatapan yang sama masih menunggu kelanjutan ucapan dari Lu Fang maupun Lu Cai.


"Wa-walaupun seorang budak harus kehilangan nyawa untuk melindungi tuan mereka" Lu Lian memeluk adiknya yang menangis bergetar.

__ADS_1


"Aku senang kalian mengingat dengan baik peraturan untuk status kalian. Tapi apa kalian menjalankan peraturan itu?!" Lu Xiang menendang meja cuci piring dan meninggikan suaranya.


"Ta-tapi...".


"Lu Lian!!" Lu Fang menatap horor pada anak gadisnya. Ia tidak habis pikir setelah apa yang terjadi di tempat tuannya yang lama, anak gadisnya masih berani membantah perkataan tuan mereka.


Penyebab ia dan sekeluarga di jual adalah karena Lu Lian membantah perkataan majikannya hanya karena ia masih kecil dan gadis cantik sehingga berpikir bahwa tuannya akan memaafkannya namun ternyata tidak, tuan sebelumya malah ingin menjual Lu Lian yang tidak patuh, ia dan Lu Cai meminta agar dijual juga untuk dapat bersama dengan anak mereka.


Tapi sekarang Lu Fang sadar bahwa ada yang salah dengan pemikiran anak gadis mereka, apa Lu Lian masih berpikir hal yang sama ketika hendak membantah perkataan Lu Xiang?.


Lu Fang dan Lu Cai sangat senang bekerja di keluarga Lu Xiang karena mereka diperlakukan dengan baik namun semua itu akan sirna jika anak gadis mereka tidak berubah, Lu Fang melihat anak laki-lakinya yang ketakutan dan menundukkan pandangan, dalam hati ia mulai tidak suka dengan Lu Lian yang egois tanpa memiliki dampak apapun yang ia lakukan terhadap keluarganya.


"Hamba mohon maaf tuan, Lu Lian masih kecil hingga ia tidak tau apa yang harus ia katakan atau tidak, tolong ampuni kami kali ini. Kami berjanji akan bekerja keras untuk tuan dan nyonya". lu Fang dan Lu Cai dengan bersujud.


Lu Lian tercengang melihat orang tuanya yang menyalahkannya, ia sangat membenci statusnya sebagai budak dan selalu bercita-cita untuk dapat menjadi istri atau selir dari keluarga berada dan berpengaruh, ia sadar akan kecantikan yang ia miliki.


Lu Xiang menatap Lu Lian yang masih belum menyadari statusnya lalu menghela napas panjang. Ia tidak bisa menjual kembali Lu Lian karena istrinya pasti akan merasa bersalah walaupun akan menuruti permintaannya.


"Kalau bukan karena Adelia.." Gumam Lu Xiang.


"Ini adalah peringatan untuk kalian, sebaik apapun istriku memperlakukan kalian, status kalian sebagai budak harus melekat erat di pikiran kalian. Jika kejadian tadi siang kembali terjadi dan kalian masih bersikap sama maka akan menjual kalian pada rumah bordir". Mata Lu Xiang menatap Lu Niang karena alasan utama ia mengumpulkan para pelayan karena ingin memperingatkan pelayan lama sekaligus pelayan baru.


Lu Niang memang mengerjakan semua pekerjaan dengan baik namun sikapnya yang bersembunyi dibalik Adelia ketika sesuatu terjadi sangat ia tidak sukai, Adelia menginginkan wanita itu untuk dapat menjadi kepala pelayan di toko kue dengan memberitahu langkah-langkah membuat kue, oleh karena itu Lu Xiang harus mengubah pola pikir pengecut wanita itu dengan peringatan keras.


Ia tidak peduli siapapun di dunia ini selain Adelia dan adik-adiknya, walaupun seorang pelajar harus bersikap dermawan dan berwibawa namun ia menyadari bahwa tidak ada seorang pun yang dapat mengeluarkannya dari nasib tragisnya selain Adelia sehingga sikap seorang pelajar hanya ia persembahkan di hadapan istrinya.


Para pelayan perempuan menatap horor pada Lu Xiang yang masih berekspresi dingin, tidak merasa bersalah dengan apa yang ia katakan.


"Ka-kami mengerti tuan!".


"Kalian boleh pergi". Lu Xiang pergi meninggalkan para pelayan yang masih berlutut. Ia melewati bangunan rumah untuk pelayan yang belum bisa ditempati berhenti sesaat dan kembali melanjutkan langkahnya.


Tak lama Adelia keluar dari sudut bangunan dan tersenyum haru dan bersalah. Lagi-lagi suaminya lah yang menyelesaikan masalahnya.

__ADS_1


__ADS_2