Menjadi Istri Marquis

Menjadi Istri Marquis
Mengunjungi Juren Zhao Fan


__ADS_3

Adelia membuka matanya dan melihat Lu Xiang yang duduk belajar di sudut kamar.


"Kau sudah bangun? Bagaimana keadaanmu?" Lu Xiang segera menyadari istrinya yang bangun dan langsung beranjak dari kursi dan bertanya khawatir.


"Aku baik-baik saja. Aku sudah minum paracetamol dan beristirahat. Kau sudah lama pulang Lu Xiang? Sebentar aku ak...".


Lu Xiang menahan Adelia untuk bangun. "Duduk di sini, aku akan ambilkan makan malam". Ia langsung melangkah pergi tanpa memberikan kesempatan untuk Adelia menjawab.


Tak lama kemudian, Lu Xiang balik dengan membawa nampan berisi bubur ayam dan segelas air.


"Makan lah" Lu Xiang meletakkan nampan di atas paha Adelia.


"Bagaimana denganmu?"


Lu Xiang tersenyum. "Aku sudah makan malam tadi bersama Lu Cheng dan Lu Shan".


Adelia mengangguk dan mulai memakan bubur lalu ia teringat sesuatu. "Itu... Apa kau sudah tau apa yang terjadi hari ini Lu Xiang, apa menurut mu guru Zhao Fan akan marah?".


Lu Xiang menghela napas pasrah. Istrinya selalu memikirkannya terlebih dahulu daripada dirinya sendiri, walaupun ia suka namun disaat bersamaan ia cemas terhadap Adelia yang tidak memikirkan diri sendiri.


"Makan lah dulu sayang, nanti kita bicarakan".


Adelia diam sejenak lalu mulai melanjutkan makan malam hingga selesai. Lu Xiang mengambil nampan dan membawanya ke dapur sebelum kembali masuk ke kamar.


Ia mengambil tangan istrinya dan menatap lembut. "Aku sudah tau kronologi kejadian dari Lu Kai. Aku minta maaf karena tidak berada di sampingmu Adel".


Adelia menggeleng cepat. "Tidak ada yang tau apa yang terjadi di masa depan, kau tidak perlu meminta maaf lagipula istrimu ini menyelesaikannya dengan mudah". Ucapnya menengadah pongah.


Lu Xiang tersenyum geli dan mengacak rambut istrinya dengan gemas.


"Tapi bagaimana dengan guru Zhao Fan? Aku menggunakan namanya begitu saja. Apa beliau akan marah?".


Lu Xiang menggeleng. "Kau tidak perlu cemas, aku akan menjelaskan hal itu pada guru".


Adelia menghela napas lega. Setelah menggunakan nama Juren Zhao Fan, ia merasa cemas jika guru Lu Xiang akan tidak suka pada suaminya yang memakai namanya tanpa izin terlebih dahulu.


"Tapi kira-kira siapa yang membayar para gangster itu untuk membuat onar?" Adelia menyipitkan matanya berpikir keras dan curiga.


Ekspresi Lu Xiang mengeras namun ia tidak tau siapa yang membenci keluarganya selain keluarga Adelia dan keluarganya sendiri. Namun...

__ADS_1


"Aku akan menceritakan tentang ini pada guru, mungkin beliau punya solusi siapa dalangnya".


"Baiklah. Ah! Bagaimana dengan penjualan resep pil hawthorn? Berapa mereka membelinya?".


Lu Xiang menatap wajah senang dan penasaran istrinya dan menghela napas lega, ia bersyukur bahwa Adelia tidak murung akan apa yang terjadi padanya.


Ia mengambil kantong kain serut berwarna hitam dan menyerahkannya pada Adelia yang membuat mata gadis itu bersinar terang.


"700! Kau menjualnya dengan harga 700 koin perak?!" Adelia menatap tidak percaya.


Lu Xiang mengangguk pelan, senyuman di matanya semakin kentara.


"Woah! Kita punya uang sebanyak ini! Ditambah dengan 800 yang aku simpan. 1.5 koin emas!" Adelia segera menutup mulutnya dan menatap waspada pada keadaan sekitar bak kucing yang sedang menjaga makanannya.


"Kita akan membeli kasur baru yang lebih tebal, sepatu baru? Hm, ah peralatan menulis Lu Cheng dan Lu Shan".


"Bagaimana denganmu?".


Adelia menatap bingung. "Aku? Aku sudah memiliki apapun yang aku butuhkan".


Lu Xiang memeluk istrinya. "Kau belum memiliki baju mewah, perhiasan dan make up".


"Hahaha, aku jarang memakai perhiasan dan lagipula aku punya make up yang lebih bagus daripada disini".


"Baiklah baiklah suamiku yang cerewet" Adelia tertawa lucu, ini pertama kalinya Lu Xiang mengatakan banyak hal hanya untuk membujuknya, perasaan ini begitu menyenangkan di hatinya.


"Kau ini" Lu Xiang mencubit hidung Adelia gemas.


&&&


Keesokan harinya suasana di rumah keluarga Lu Xiang kembali seperti biasa, toko kue buka tepat waktu dan Adelia kembali pada aktivitas sehari-hari.


Ia menyiapkan hadiah permintaan maaf pada Juren Zhao Fan berupa kue tart blackforest, 10 voucher silver serta 2 kendi kecil wine yang ia buat sendiri serta daun teh kering yang Lu Xiang beli dari kota Qincheng.


Wine yang ia buat sudah lebih dari 3 minggu dan siap untuk dikonsumsi, pemakaian air sumur space teratai membuat aroma dan warna wine semakin kental. Adelia memutuskan untuk tidak menjual wine ini terlebih dahulu dan memakainya untuk hadiah terimakasih dan minta maaf.


"Apalagi yang harus kita bawa ya Lu Xiang, sepertinya masih kurang" Adelia berpikir dengan matanya yang bergerak kesana kemari.


"Ini sudah cukup. Kalau kau memberi lebih dari ini maka guru Zhao akan menganggap kau sedang menyuap beliau". Jawab Lu Xiang dengan senyum jahil.

__ADS_1


"Ah? Benarkah? Kalau begitu ini saja".


Adelia mengganti bajunya dengan baju yang lebih baik lalu pergi bersama dengan Lu Xiang menuju kediaman Juren Zhao Fan.


"Lu Xiang, apa kau mencari Juren Zhao? Silahkan masuk". Penjaga gerbang segera membuka pintu mempersilahkan Lu Xiang untuk masuk.


"Terimakasih paman". Lu Xiang melangkah masuk sembari menggenggam tangan Adelia, sedangkan Lu Cai membawa hadiah yang mereka siapkan.


"Tunggu sebentar tuan muda Lu, tuan Zhao akan segera menemui mu".


Lu Xiang mengangguk. Keduanya duduk di ruang tamu yang bernuansa putih dengan lukisan serta puisi terkenal yang ditempel di dinding.


Tak lama mereka menunggu, seorang laki-laki berpakaian sarjana dengan dominasi warna hitam putih, ia memiliki janggut hitam yang panjang serta memakai topi hanfu.


Lu Xiang dan Adelia segera bangun dan menyapa hangat lalu duduk setelah Zhao Fan duduk.


"Ada apa kedatangan mu kesini Lu Xiang?".


"Saya ingin memperkenalkan istri saya guru. Namanya adalah Adelia, dia membuka toko kue yang tidak jauh dari sini".


Zhao Fan membelai janggutnya dan mengangguk pelan. "Aku tau toko kue itu, istri mu sangat mahir dalam membuat kue yang belum pernah ada sebelumnya".


"Terimakasih atas pujiannya Juren Zhao Fan".


Zhao Fan masih setia membelai janggut yang ia sayangi lalu membuka topik utama terlebih dahulu, ia tau sifat muridnya yang tidak bisa berinisiatif dalam percakapan. "Aku mendengar apa yang terjadi pada toko kue istrimu".


"Kami minta maaf karena telah membawa nama guru di pengadilan tanpa meminta izin terlebih. Maaf guru" Lu Xiang dan Adelia membungkuk rendah tulus meminta maaf.


"Kau tidak perlu meminta maaf, seperti pepatah mengatakan bahwa sehari menjadi guru seumur hidup menjadi orang-tua. Jika kau ada masalah kau bisa meminta bantuan padaku".


Mata Lu Xiang memanas, ia tidak lagi memiliki orangtua dan harus menanggung beban hidup berat untuk adik-adiknya menyebabkan ia lupa akan bagaimana kasih sayang orang tua yang sudah lama tidak ia rasakan.


"Terimakasih guru" Ucap Lu Xiang dengan suara sengau.


Adelia ikut senang dan terharu serta bersyukur bahwa masih ada yang peduli pada suaminya.


"Juren Zhao Fan. Kami membawakan daun teh, kue tart dan wine untukmu" Adelia tidak takut dalam masuk ke dalam percakapan dan segera menyuruh Lu Cai untuk meletakkan apa yang mereka bawa pada di atas meja.


Ekspresi santai Adelia membuat Zhao Fan tertegun dan merasa tertarik, baru kali ini ia melihat wanita yang tidak takut atau berhati-hati di hadapan sarjana namun perhatiannya teralihkan pada aroma memabukkan wine yang dibuka.

__ADS_1


Pelayan segera menyediakan gelas, Adelia menuangkan gelas lalu memberikannya pada Lu Xiang agar diberikan pada Zhao Fan.


Mata Zhao Fan membesar merasakan wine yang mellow namun terasa ringan di tenggorokannya.


__ADS_2