Menjadi Istri Marquis

Menjadi Istri Marquis
Ujian Fu-shih


__ADS_3

Lu Xiang melirik petugas keamanan yang sibuk memeriksa kandidat lalu mengambil secarik kertas itu dengan tangan bergetar, menundukkan kepalanya seraya pura-pura batuk dan memakan kertas itu tanpa jejak.


Lu Xiang memaksa tubuhnya untuk menelan kertas dan kembali memeriksa barang bawaan di keranjang bambu sedetil mungkin sampai ia benar-benar yakin bahwa tidak ada barang asing yang terlihat di keranjang bambu baru ia bernapas lega.


Setiba giliran Lu Xiang, petugas keamanan merasa curiga melihat wajah pucat laki-laki itu dan mulai memeriksa lebih teliti daripada kandidat lainnya. Ia bahkan menyuruh Lu Xiang untuk menanggalkan baju hingga tinggal celana bokser dan memeriksa setiap inci dari pakaiannya.


Hal itu membuat orang-orang menatap penasaran, bahkan teman sekelompok Lu Xiang terkejut dan berpikir ada yang salah dengan teman mereka.


"Kau boleh pergi" Petugas keamanan tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan dan melepas Lu Xiang.


Degup jantung yang berpacu cepat membuat tubuh Lu Xiang masih lemas, ia sedikit membungkuk pada petugas keamanan lalu mengambil baju dan memakainya tidak jauh dari petugas tersebut.


Ketahuan membawa contekan walaupun itu bukan milik seorang kandidat, konsekuensi yang akan didapat oleh kandidat yang ketahuan membawa contekan sangatlah besar, di ujian Fu-shih kandidat akan kehilangan kesempatan untuk mengikuti ujian seumur hidup.


Walaupun gelar sarjana mereka tidak dicabut namun reputasi yang hancur tidak ada bedanya dengan gelar yang dicabut.


Di tingkatan ujian shen-shih akan lebih berat konsekuensinya, tidak nyata kesempatan mengikuti ujian dicabut tapi juga gelarnya. Tingkat hukuman paling berat dari membawa contekan bahkan dapat membunuh seluruh keluarga sang kandidat, itu terjadi jika ketahuan di ujian kerajaan yang dipimpin langsung oleh Kaisar.


"Selanjutnya!".


Petugas berteriak dan melanjutkan pemeriksaan. Tidak menghiraukan lagi Lu Xiang yang berada tidak jauh darinya.


"Kau baik-baik saja sarjana Hsien, wajahmu sangat pucat. Apa kau ingin mundur saja dari ujian ini?" Seorang petugas yang menuntun Lu Xiang masuk ke dalam ruangan ujian bertanya ragu melihat betapa pucat nya wajah laki-laki itu.


"Aku baik-baik saja pak". Lu Xiang menghirup napas dalam berkali-kali hingga jantungnya berdetak tenang. Ia berusaha fokus pada ujian yang akan ia laksanakan dan meninggalkan pikiran tentang siapa yang memasukkan kertas contekan padanya.


Satu persatu peserta ujian masuk ke ruangan dan membungkuk badan menyapa prefek Fucheng sebelum ujian dimulai.

__ADS_1


Ruangan ujian Fu lebih besar daripada ruangan ujian Hsien yang dapat menampung 1000 peserta ujian. Ujian Fu terbagi tiga bagian yang terpisah 3 hari per sesi.


Lu Xiang dan peserta ujian lainnya minum sup tulang sebelum masuk ke bilik masing-masing sesuai nomor ujian. Di dalam bilik tak berpintu itu terdapat meja persegi panjang dan selimut tipis yang disediakan oleh petugas serta kendi kecil untuk buang air kecil mengeluarkan aroma tidak sedap.


Banyak kandidat yang mengernyit melihat kendi yang terbuat dari tanah tersebut, mereka menahan diri untuk tidak bernapas terlalu banyak karena aroma menyengat dari sang kendi.


Lu Xiang mengingat bahwa Adelia memasukan parfum aroma terapi didalam lubang kuas bagian atas dan bernapas lega. Ia duduk menunggu lembaran kertas ujian disebar baru meneteskan sedikit parfum ke jarinya dan menggosokkan ke baju lengan.


"Hey. Bau apa ini sangat harum?" Peserta ujian yang berada di samping kiri dan kanan Lu Xiang mencium bau harum asing itu dan terkesiap.


Lu Xiang terkejut dan segera menutup bagian atas kuas lalu mulai menulis nama, tempat tinggal dan nomor ujian sebelum membaca soal ujian yang ditulis di kertas bukan di papan kayu seperti ujian Hsien, itu karena peserta ujian yang begitu banyak hingga mencapai 500 orang lebih.


Sesi pertama ujian tentang penjelasan analek konfusius, Lu Xiang menjelaskan kata kunci yang diberikan oleh prefek Zhong dengan detail lalu menambahkan pendapatnya.


Sore harinya Lu Xiang memakan roti kukus isi yang sudah disobek ketika pemeriksaan dan meminum sedikit air untuk melepaskan dahaga. Ia lalu berusaha fokus tanpa mendengar suara peserta yang buang air kecil di samping bilik.


Duduk seharian membuat punggungnya terasa sakit dan bokongnya terasa kebas, ia memejamkan mata sesaat namun kembali bangun mencium bau tidak sedap kaus kaki milik peserta ketika melepaskan sepatu.


Walaupun di luar para sarjana berpakaian rapi dan elegan namun sebagian sarjana tidak begitu merawat tubuh mereka hingga membuat tubuh mengeluarkan aroma tidak sedap. Di ujian Hsien Lu Xiang tidak mencium bau kaus kaki karena cuaca dingin membuat peserta ujian lebih memakai sepatu untuk menghangatkan kaki mereka namun di musim semi yang baru tiba tidaklah demikian.


Lu Xiang menghela napas panjang dan kembali meneteskan sedikit parfum ke lengan baju lalu menutupi hidungnya. Aroma kencing di kendi tanah serta bau kaus kaki hampir membuat sebagian peserta ingin mundur, mereka komplain hingga membuat petugas datang menenangkan.


Lu Xiang tidur tidak lelap sepanjang malam dan bangun pagi buta, mengganti lilin yang baru dan mulai membaca jawabannya kembali sebelum mengangguk puas. Ia meletakkan jawaban di atas meja, mengemas batu tinta dan kuas agar tidak mengenai kertas jawaban dan menunggu waktu ujian berakhir.


Lu Xiang menunggu hingga dua jam sebelum petugas datang mengumpulkan kertas jawaban dan draft lalu membolehkannya keluar. Satu persatu peserta ujian keluar dengan wajah pucat dan kantung mata yang membuat penampilan mereka jauh dari kata elegan.


Para pelayan yang sudah menunggu dengan sigap membantu tuan mereka tanpa peduli bau tubuh tidak sedap karena tidak mandi seharian.

__ADS_1


Lu Xiang berjalan pelan, keningnya mengernyit melihat sinar matahari yang membuat matanya yang kantuk terasa sakit. Ia melihat Shao Yunan muntah di bawah pohon, bibirnya menjadi biru membuat Lu Xiang menjadi khawatir.


"Kau tidak apa-apa Yunan?". Lu Xiang menepuk punggung temannya yang lemas.


"Aku kira aku akan mati oleh bau busuk itu, bagaimana mungkin ada kaus kaki sebusuk itu? Apa merek..hoeekk!!" Shao Yunan kembali muntah, ia bahkan memuntahkan empedu karena hanya makan sedikit kemarin.


"Yunan, kau tidak apa-apa?" Zhang Yunlei yang baru saja keluar melihat temannya yang muntah dan segera menghampiri.


"Lu... Lu Xiang, tolong aku" Chen Xirang berjalan dengan kaki yang masih kebas dan mengulurkan tangan pada temannya.


Lu Xiang terkekeh lucu. "Apa kau ingin melahirkan?".


"Tutup mulutmu. Tolong papah aku, kemana pelayan sialan ku itu, tuannya menderita dia malah tidak ada".


"Kau sangat bau" Bau tubuh yang masam membuat Lu Xiang menutup hidungnya dengan jijik.


"Seperti kau saja tidak. eh!! Kenapa kau tidak bau?" Chen Xirang mengendus di tubuh Lu Xiang dan tak menemukan bau tubuh tidak sedap.


"Enyah dariku! Aku sudah memiliki istri". Lu Xiang mendorong kepala temannya dengan kesal, ia tau bahwa ia tidak memiliki bau badan karena selalu minum air sumur teratai yang mengeluarkan toksin dalam tubuhnya.


"Eh, jangan temanku tercinta. Apa kau tidak kasihan melihat duduk di jalanan seperti gelandangan?" Chen Xirang segera meminta maaf.


Lu Xiang kembali memapah temannya namun karena masih penasaran Chen Xirang kembali mengendus tubuhnya membuatnya semakin kesal dan mendorong laki-laki itu hingga jatuh ke tanah, beruntung pelayan temannya menemukan Chen Xirang dan menggantikan dirinya.


Lu Xiang dan temannya beristirahat mengganti waktu tidur yang terganggu baru keesokan harinya menunggu pengumuman hasil sesi pertama.


Semua anggota kelompok yang dipimpin oleh Zhao Fan lulus ke sesi ujian berikutnya.

__ADS_1


__ADS_2