
"Lama tidak bertemu kawan!! Aku pikir kau tidak akan datang!!". Chen Xirang begitu terkejut melihat Lu Xiang yang berada di kota Cheng, ia berpikir bahwa temannya tidak akan bertemu dengannya lagi karena Adelia yang melahirkan.
"Apa kabarmu? Kau terlihat cerah sekarang, apa kau mendapatkan banyak cinta?".
Chen Xirang tertawa lucu, wajahnya memang lebih cerah dari biasanya, ia tidak menyangka bahwa mempunyai istri ternyata sangat menyenangkan karena akan ada orang spesial yang menunggu kita di rumah setiap harinya.
"Aku mengerti apa yang kau rasakan pada kakak ipar sekarang". Chen Xirang mengangguk seakan ia telah mendapat pencerahan.
Lu Xiang tersenyum geli melihat respon temannya, ia senang bahwa Chen Xirang tidak lagi memikirkan tentang kegagalan ujian, sebelum pulang ke kota Cheng walaupun laki-laki itu tampak ceria namun ia tau bahwa kekecewaan karena gagal ujian tidak bisa dilupakan dalam sekejap.
"Jadi sekarang kau menjadi guru di Akademi Zhao? Kau mengajar apa? Matematika?".
Senyum Chen Xirang menghilang dan berganti dengan memutar bola mata. "Apa kau sedang mengejekku sekarang?".
Lu Xiang tersenyum menyeringai, begitu menikmati menjahili temannya. Hubungan mereka kembali seperti sebelumnya dengan canda garing tersebut walaupun sudah hampir setengah tahun tidak bertemu.
"Selamat atas kelahiran anak laki-laki mu, dia pasti akan elegan seperti ayah dan ibunya".
"Itu sudah pasti. Kau juga harus cepat menyusul, jika kau memiliki anak perempuan maka kita mungkin bisa menjodohkannya dengan anakku".
"Ide brilian!! Anak perempuan ku mungkin akan beruntung seperti kakak ipar jika bersanding dengan anakmu".
"Kau juga bisa membuat istrinya seperti Adelia".
Chen Xirang berpikir dan hanya tersenyum. Tidak hanya perempuan yang bersifat plin-plan namun laki-laki juga tidak jauh beda, ketika menikah mereka ingin yang terbaik dan bisa menikmati beberapa wanita namun ketika itu menyangkut anak perempuannya maka yang ia harapkan adalah mereka mendapat laki-laki setia yang hanya memiliki mereka dalam rumah tangganya.
Kedua berbincang tentang kehidupan dan aktivitas masing-masing serta langkah apa yang mereka tempuh di masa depan, Lu Xiang pamit setelah memberikan hadiah pertemuan berupa wine, jade dan make up untuk istri Chen Xirang dari Adelia.
Hari itu juga Lu Xiang pergi ke kota pelabuhan dan menginap di sana sebelum naik ke kapal keesokan harinya.
&&&
__ADS_1
Adelia mengernyit merasakan bibirnya dicumbu oleh seseorang membuat ia tidak bisa bernapas dengan baik.
"Lu Xiang!!" Ia begitu terkejut mendapati Lu Xiang yang sudah berada di rumah.
"Selamat malam sayang, kau tidur cepat malam ini".
Adelia bangun dan mengelus pipi Lu Xiang yang dibalas dengan manja oleh suaminya.
"Aku baru selesai memberi asi Baobao dan tidak sengaja tertidur. Kapan kau sampai di rumah?".
"Baru saja" Lu Xiang naik ke tempat tidur dan menghimpit istrinya.
"Baobao, dimana Baobao?".
"Dia bersama dengan Lu Mei, kau sudah memberinya makan sekarang giliran ku". Hampir 4 bulan tidak menikmati Adelia membuat libidonya hampir meledak, ia bahkan tidak peduli oleh rasa lelah karena baru menempuh perjalanan jauh.
Wajah Adelia sedikit merona, ia menelan ludah karena sama menginginkan suaminya.
"Hahaha, kau menelan ludah penuh antisipasi sayang". Lu Xiang terkekeh rendah melihat reaksi istrinya.
Keduanya bercumbu, saling menautkan lidah dan mengejar satu sama lain. Tangan Lu Xiang bergerilya liar di atas tubuh Adelia hingga masuk ke gua untuk mempersiapkannya agar stik panas dan keras miliknya dapat masuk namun malah mendapati tempat itu sudah basah.
"Goblin" Napas Lu Xiang semakin memburu dan ia tidak dapat menahan hasratnya dan menuntun juniornya dan masuk begitu dalam hanya dalam satu gerakan.
Keduanya mengerang menikmati kehangatan satu sama lain dan percintaan panas pun di mulai tanpa sabar dan langsung meningkatkan ritme yang cepat hingga mencapai titik puncak baru keduanya berhenti mengatur napas dan menikmati after taste.
Namun tidak berapa lama, junior Lu Xiang yang belum puas kembali mengeras dan memulai ronde baru hingga Adelia akhirnya menyerah.
Keesokan harinya, Baobao yang merindukan ibunya akhirnya dapat bertemu dengan Adelia. Ia menangis komplain karena tidak bisa tidur bersama ibunya namun tidak tau bahwa pelaku utamanya adalah ayahnya sendiri.
"Biar aku yang menggendongnya. Sini Baobao, ayah sudah pulang". Lu Xiang membiarkan Adelia untuk tidur, memakai piyama panjang dan keluar untuk menenangkan anaknya.
__ADS_1
Baobao diambil alih, ia terdiam sesaat karena mencium bau tubuh ibunya. Lu Xiang dan Baobao menatap satu sama lain sesaat namun senyuman Lu Xiang menghilang ketika mendengar tangisan kuat anak laki-lakinya.
Baobao awalnya mengira bahwa ia dipeluk oleh ibunya karena mencium bau tubuh Adelia di tubuh Lu Xiang namun ketika melihat bahwa seorang laki-laki lah yang menggendongnya bukan Adelia, ia membuka mulut dengan besar dan menangis keras. Ia menginginkan ibunya!!! Bukan laki-laki yang hanya memiliki bau ibunya!!!.
Tangisan itu tidak berhenti sebelum Adelia terpaksa bangun dan menggendong Baobao barulah rumah utama menjadi tenang.
Lu Xiang yang melihat Baobao yang tenang diberi asi memasang wajah sedih dan ingin dihibur oleh Adelia namun wajah Baobao yang ingin menangis membuatnya mengurungkan niat.
"Sayang, Baobao sudah melupakan ku!".
"Hahaha, dia akan kembali mengingatmu, jangan khawatir. Bayi sangat wajar melupakan orang yang tidak ia lihat dalam beberapa saat".
Lu Xiang mengelus kepala Baobao dengan hati-hati dan senang ketika tidak mendapatkan penolakan namun matanya menjadi fokus pada bibir anaknya yang sedang meminum asi, lidahnya menjilati bibir karena sudah merasakan apa yang anaknya minum, ia baru dapat menikmati itu karena ketika masa nifas, Adelia sama sekali tidak mengizinkannya untuk menyentuh karena tidak diperbolehkan mandi oleh Lu Mei dan Lu Fang sesuai tradisi.
&&&
Awal musim semi menunjukkan bahwa suhu udara mulai naik dan bunga mulai bermekaran. Petani akan mulai bekerja kembali di ladang untuk mempersiapkan tanah agar dapat menanam bibit dengan baik.
Namun bagi pelajar atau sarjana yang masih melanjutkan sekolahnya, awal musim semi penanda waktu yang sibuk karena akan melaksanakan kembali ujian Hsein atau Hui yang sudah memasuki waktunya setiap 4 tahun sekali.
Di rumah kediaman keluarga Lu, sarjana kehormatan. Lu Xiang juga tidak ada bedanya, pagi ini ia sudah bersiap untuk pergi ke ibukota yang harus menempuh jarak 3 hari melalui jalur darat.
"Lu Xiang, kau harus memeriksa kembali apakah ada yang ketinggalan? Perjalananmu kali ini sangat jauh". Adelia sibuk memeriksa barang yang akan suaminya bawa lalu menolah pada Lu Xiang yang sibuk bermain dengan Baobao yang kini mendapat nama formal yaitu Lu Jiazhen.
"Baobao, ayah akan kembali dengan cepat setelah lulus ujian. Jangan melupakan ayah ya?" Lu Xiang mengetahui bahwa bayi akan melupakan seseorang yang jauh selama beberapa saat dan itu membuatnya sedih ketika membayangkan kejadian tersebut.
Baobao yang tidak mengerti hanya dapat tersenyum dengan gigi yang masih ompong tampak begitu menggemaskan disertai dengan air liur yang keluar dari samping bibirnya.
"Baobao tidak akan melupakan ayahnya, ya kan Baobao? Jangan khawatir Lu Xiang, dia akan sangat merindukanmu". Adelia duduk dan mengelap air liur dari ujung bibir anaknya.
Melihat Adelia, Baobao segera mengangkat kedua tangannya yang chubby meminta untuk dipeluk, ia sangat dekat dengan ibunya karena ibunya selalu berada di sampingnya dan tidak menyerahkannya pada pelayan.
__ADS_1
Adelia menggendong Baobao lalu mengecup pipi dengan gemas membuat bayi laki-laki tersebut tertawa geli dan memukul wajahnya dengan semangat.
Bayi tumbuh dengan sangat cepat, tidak terasa Baobao sudah berusia 4 bulan dan mulai bisa mengenali orang-orang dan dapat fokus pada sesuatu yang menarik perhatiannya, tidak hanya itu ia juga sudah bisa membalikkan badannya menjadi tengkurap dan berceloteh ria hingga membuat orang-orang di sekitarnya tidak bosan melihat tingkah laku lucu dan imut.