
Keesokan harinya setelah beristirahat, keluarga Lu Xiang gotong royong bersama merapikan barang-barang yang Lu Tao dan keluarga Lu Cai bawa atau membersihkan semua rumah dan mendekorasinya dengan rapi dan cantik.
Lu Cheng dan Lu Shan pindah ke rumah sebelah timur yang paling dekat dengan rumah utama setelah sehari tinggal bersama dengan Adelia dan Lu Xiang di rumah utama.
Papan nama keluarga Meng pun di turunkan dan diganti oleh papan nama keluarga Lu yang di tulis oleh Lu Xiang sendiri dengan gaya tulisan tegas dan kuas menunjukkan kepribadiannya.
Adelia pun mengeluarkan barang-barang yang ia simpan dalam space teratai. Rumah utama memiliki 4 kamar, ia menjadikan satu kamar untuk kamar tidurnya bersama Lu Xiang, satu ruang belajar dan dua kamar untuk anak-anaknya kelak.
Bibirnya tersenyum membayangkan anak-anak imut dan menggemaskan seperti Lu Cheng dan Lu Shan berlarian dalam rumah membuat suasana menjadi ramai, ia pun mengelus perutnya dengan bangga..
"Kau pasti akan tumbuh menjadi anak yang lucu"
Lu Xiang yang baru saja menyelesaikan tugasnya menulis papan nama kembali dan melihat senyum penuh kasih sayang istrinya. Ia memeluk Adelia dari belakang. "Apa yang kau pikirkan sampai tersenyum seperti itu?".
Adelia menyandarkan diri ke dada bidang Lu Xiang. "Anak kita, mereka pasti akan sangat menggemaskan".
"Um. Anak kita pasti akan cantik seperti mu".
"Hehe, dan tampan seperti mu".
Keduanya menikmati kebersamaan hangat itu beberapa saat hingga waktunya makan siang.
Sore harinya, petugas yamen mendatangi rumah Lu Xiang dan menyampaikan bahwa Prefek Zhong ingin bertemu.
"Lu Xiang. Maaf paman memanggilmu ketika kau baru sampai ke Fucheng".
__ADS_1
"Tidak apa-apa paman. Apa paman sudah mendapatkan surat dariku?".
"Hahaha. Paman memanggilmu karena ingin membicarakan tentang ide tersebut. Kau punya ide brilian, apa kau bekerja di kantor Prefek? Dengan ide mu kau akan menjadi pegawai yang hebat di kantor ku".
Lu Xiang menangkup tangannya ke arah Prefek. "Terimakasih atas tawarannya paman, Lu Xiang sangat senang mendapatkannya tapi saat ini aku ingin fokus pada belajar paman karena ingin menambah pengetahuan dan pengalaman. Dan ide tersebut dari Adelia istri ku, dia mendengar bahwa corvee adalah pekerjaan yang berat dan ingin mendonasikan beberapa uang untuk meringankan para pekerja corvee"
"Itu ide dari istrimu?!" Prefek Zhong tidak percaya bahwa ide yang tidak pernah terpikirkan olehnya dapat dipikirkan oleh seorang wanita.
"Ya paman. Keluarga kami akan mendonasikan 10.000 koin perak untuk proyek ini, kami ingin menambah makanan para pekerja corvee agar tidak ada yang sakit karena kurangnya makanan".
Prefek Zhong tertegun, jumlah donasi yang Lu Xian berikan cukup besar, ia mendengar laporan bahwa istrinya mendapatkan banyak uang setelah menjual resep kue yang bocor ke para pebisnis dan meminimalkan kerugian. Memang, sepertinya istri Lu Xiang wanita yang memiliki ide hebat karena dapat mengambil kesempatan untuk berpihak padanya. Ia sangat penasaran dengan sosok Adelia yang Lu Xiang ceritakan.
"Aku sangat senang kau mendonasikan uangmu dan denganmu menjadi contoh aku yakin bahwa banyak pebisnis yang akan mendonasikan untuk proyek ini dan menjadikan proyek ini berhasil tanpa ada satu pun yang menjadi korban"
Prefek Zhong lalu menghela napas panjang. "Corvee memang sangat melelahkan bahkan ada yang meninggal namun karena kurangnya anggaran setiap melakukan corvee, paman sebagai Prefek pun tidak dapat melakukan lebih. Istrimu memiliki jiwa yang mulia, paman ingin mengajakmu dan istrimu untuk makan malam di rumah".
"Paman memilih desa Shu untuk percobaan pertama, desa Shu adalah desa terdekat dengan bendungan. Apa kau ingin ikut mengawasinya?".
"Saya akan pergi mengawasinya paman".
"Hahaha" Prefek Zhong sangat senang mendengar bahwa Lu Xiang juga ikut mengawasi proyek tersebut.
Keduanya berbincang mengenai apa saja yang akan dilakukan oleh para pekerja corvee dan dari arah mana proyek ini akan dibangun pertama kali.
Lu Xiang mendengar seksama dan sesekali mengemukakan pendapatnya hingga makan malam tiba, Prefek Zhong mengajaknya untuk makan malam bersama namun ia menolaknya dengan halus. Ia ingin segera pulang dan menceritakan hal ini pada Adelia.
__ADS_1
&&&
Lu Xiang mendaftarkan diri di akademi Wangxie sebelum berangkat ke desa Shu bersama prefek Zhong dan pegawai lainnya.
Lu Xiang memperkenalkan diri dan semua pegawai tau bahwa denah tersebut berasal darinya dan membangun hubungan dekat dengannya.
Mereka sampai ke desa Shu dua jam kemudian, ribuan para pekerja corvee yang tidak dapat membayar pajak sudah sampai sehari sebelumnya dan menunggu perintah tentang tugas yang harus mereka kerjakan.
Lu Xiang melihat pakaian sederhana dan tubuh ringkih para pekerja corvee lalu mengernyit. Ia menghela napas dan sadar bahwa banyaknya pekerja yang meninggal karena mereka yang tidak bisa bekerja lagi di keluarga. Walaupun tidak semuanya seperti itu namun ada beberapa keluarga yang rela mengirim orang untuk corvee hanya untuk dikorbankan.
Memang terdengar kejam namun Lu Xiang mampu memahaminya. Setiap keluarga memiliki anggota keluarga yang banyak karena semua anak dan cucu berkumpul dalam satu rumah, dan itu menjadi perkara yang sulit untuk memberi makan semuanya jika orang yang mampu bekerja dikirim maka tidak ada yang dapat bekerja untuk keluarga tersebut sehingga sang kepala keluarga terpaksa memilih seseorang yang tidak produktif untuk menjadi pekerja corvee karena tidak punya uang untuk membayar. Keadaan lah yang memaksa mereka melakukan itu.
"Sebelum kalian bekerja, ada beberapa hal yang ingin aku jelaskan. Pertama adalah corvee kali ini untuk kalian sendiri, kalian akan membangun tanggul yaitu parit besar untuk menampung air dari bendungan dan akan mengalirkan ke sawah kalian melalui irigasi sehingga kalian tidak perlu lagi jauh-jauh mengangkat air dari sumur atau menunggu air hujan". Prefek Zhong memulai pidatonya dengan menggebu-gebu.
Perkataan Prefek Zhong menghentakkan para pekerja corvee yang rata-rata adalah seorang petani. Mereka tidak percaya bahwa kali ini corvee bukan menambah tebal dinding bendungan atau membuat parit hingga ke laut agar air bendungan akan mengalir ke laut ketika tidak sangat lagi menahan beban air.
"Kedua, seorang yang memiliki hati mulai mendonasikan uang mereka untuk makanan kalian sehingga kalian tidak mudah sakit dan mampu pulang berkumpul dengan keluarga kalian lagi. Ketiga, kalian harus menjaga keselamatan dalam bekerja".
Semua orang yang ikut corvee sangat terharu mendengar perkataan Prefek Zhong yang masih memikirkan nasib mereka yang hanya rakyat jelata. Para pekerja tersebut menjadi antusias dan tidak sabar ingin segera bekerja.
Prefek Zhong mendapatkan ide lainnya setelah berbincang dengan Lu Xiang dua hari yang lalu yaitu memperkerjakan para narapidana untuk corvee untuk menebus masa tahanannya.
Narapidana menjadi salah satu perihal yang juga memusingkan Prefek Zhong karena kebanyakan mereka tidak melakukan kejahatan berat dan itu membuat penjara menjadi penuh. Banyaknya narapidana juga akan membuat banyaknya orang yang akan diberi makan anggaran untuk narapidana sangat besar setiap tahunnya.
Jika ia bisa menjadikan narapidana sebagai pekerja corvee maka ia tidak hanya memanfaatkan orang-orang yang hanya duduk saja di penjara tetapi juga meminimalisir jumlah tahanan dan dapat menghemat anggaran. Yup, satu dayung tiga pulau terlampaui.
__ADS_1
Namun untuk melakukan itu ia harus mempersiapkannya dengan matang agar tidak terjadi sesuatu hal yang tidak di inginkan.
Para pekerja mulai membangun tanggul dari bendungan sedikit demi sedikit.