Menjadi Istri Marquis

Menjadi Istri Marquis
Mengetahui bidak Murong Xianming


__ADS_3

"Selamat sebelumnya Lu Xiang, kau memegang kepala juara ujian selama 5 kali berturut-turut, jika ujian istana kau juga mendapatkan juara pertama maka kau menjadi Da Xieyuan pertama selama 20 tahun terakhir ini". Ye Hemin membuka percakapan dengan santai.


"Oh! Selamat Lu Xiang" Ming Baixin terkejut, ia telah tau bahwa Lu Xiang akan menjadi kolega mereka namun tidak menyangka bahwa laki-laki ini akan meraih Da Xieyuan yang legendaris.


"Terimakasih" Lu Xiang tersenyum tipis dan memutar wine di gelas sembari berpikir sesuatu hal, yaitu siapa sosok orang di balik dua laki-laki di hadapannya ini, akan sangat menyusahkan jika ia dikaitkan dengan salah satu pangeran dan menjadi bidak catur dalam perebutan tahta.


"Aku dengar kau pergi ke kediaman Duke Shu Taifu beberapa hari yang lalu? Bagaimana kau mengenal Duke Shu?"


Gerakan Lu Xiang yang ingin minum wine berhenti sesaat, ia menatap dalam Ye Hemin membuat laki-laki itu batuk tidak nyaman.


"Jika kau tidak ing..."


"Tidak apa-apa, ini bukan rahasia. Duke Shu Taifu berteman dengan guruku Juren Zhao Fan, aku datang untuk menyapa beliau atas permintaan guruku".


"Oh~. Aku kira kau memiliki hubungan khusus, Duke Shu Taifu jarang menerima tamu karena tidak ingin ditarik ke pihak yang tidak netral" Kalimat terakhir Ming Baixin ucapkan dengan lirih seakan itu tabu untuk di ucapkan.


"Aku dengar beliau berada di pihak netral, tapi beliau kan guru putra mahkota?".


"Itu karena p.. beliau hanya ingin melayani Kaisar". Ye Hemin menjawab sedikit, ia tidak menyadari bahwa Lu Xiang menangkap nada gusar itu lalu meminum wine untuk menyembunyikan pencerahan dan tersenyum.


"Beliau sangat kuno" Ming Baixin juga ikut gusar.


Kali ini Lu Xiang memasang ekspresi terkejut, nada gusar dan komplain itu tidak dapat ia lewatkan karena terlalu jelas.


Ye Hemin menyadari sesuatu dan tertawa canggung sambil menyikut Ming Baixin dengan sikunya membuat temannya sadar lalu ikut tertawa canggung.


Bibir Lu Xiang berdenyut speechless, ia heran putra mahkota memiliki dua bidak yang naif seperti ini dalam fraksinya.


"Ak-aku dengar kau juga memberi wine yang sangat enak pada Duke Shu Taifu? Apa kau masih memiliki wine itu Lu Xiang?".


Lu Xiang tertawa lucu. Reaksi tersebut membuat Ye Hemin dan Ming Baixin menjadi heran.


"Kenapa kau tertawa?".


"Tidak, aku teringat guruku juga mengatakan hal yang sama. Beliau sedikit enggan memberikan wine itu". Sangking speechless akan kenaifan Ye Hemin, ia menjadi kasihan pada putra mahkota, apa dia akan bisa naik tahta dengan anak buah seperti Ye Hemin? Semoga tidak semua orang yang ada di fraksinya seperti Ye Hemin yang naif dan tidak penuh perhitungan.


Ye Hemin tanpa sadar telah membuka tabir dan memperlihatkan siapa pemimpinnya dengan begitu mudah.


"Oh" Ye Hemin tidak begitu percaya, ia merasa bahwa tawa Lu Xiang seakan mengejeknya. Ia tidak tau kenapa ia merasa demikian.

__ADS_1


"Aku masih memiliki wine itu, apa kau mau satu botol?"


Mata Ye Hemin segera memancar sinar terang, ia mengangguk kuat.


"Aku juga mau" Ming Baixin memasang muka tebal dan tidak peduli bahwa ini pertemuan pertamanya dengan Lu Xiang.


"Baiklah".


Setelah berbincang beberapa saat ketiganya pun bubar. Lu Xiang pulang dengan langkah ringan, setelah membeli rumah dengan harga yang cukup fantasis ia merasa senang karena istrinya bisa langsung pergi ke rumah mereka setelah sampai ke ibukota.


"Tuan, tuan besar!".


"Ada apa?".


"Tuan Marquis Shan datang berkunjung namun pergi lagi karena tuan besar tidak berada di rumah".


Lu Xiang berpikir sesaat dan mengetahui siapa Marquis Shan, keluarga Shan juga salah satu yang mengirim lamaran untuknya. 


"Apa dia mengatakan maksud kedatangannya?".


Lu Cai menggeleng, ia lalu menceritakan kata demi kata ucapan Marquis Shan padanya dan pesan laki-laki itu untuk Lu Xiang.


Lu Xiang masuk ke rumah dan melihat ketiga temannya yang menatap khawatir kepadanya.


"Lu Xiang, apa kau memiliki hubungan dengan Marquis Shan? Dia sepertinya bangsawan yang menganggap remeh orang yang berstatus dibawahnya" Ucap Wang Jiayou, suara keras pelayan Marquis membuat mereka juga ikut mendengar percakapannya dengan Lu Cai.


"Ya, lebih baik jangan berhubungan dengan orang seperti itu. Dia juga berasal dari keluarga maternal pangeran keempat". Dukung Zhang Yunlei.


"Aku khawatir kau menjadi kambing hitam orang yang diatas itu" Timpa Wang Tianjin.


Lu Xiang merasa terharu akan sikap cemas dan khawatir temna-temannya. "Kalian tidak perlu khawatir, Marquis datang mungkin karena tidak suka aku menolak lamaran dari keluarganya".


"Dia mengirim lamaran? Tapi kau sudah memiliki istri Lu Xiang".


"Heh~ Dia pasti mengira bahwa Lu Xiang sama seperti Kang San".


"Pftt! Lu Xiang kasim Adelia sama seperti Kang San".


"Hahaha, jangan tertawa, perutku menjadi sakit".

__ADS_1


Wang Tianjin dan Zhang Yunlei tertawa keras, Wang Jiayou yang tidak mengerti hanya menatap heran pada kedua temannya dan menanyakan dengan isyarat mata pada Lu Xiang mengapa mereka tertawa. Bibir Lu Xiang hanya bisa berdenyut menjawab kebingungan Wang Jiayou.


"Kenapa kau kalian tertawa?". Wang Jiayou bertanya sangat penasaran.


Wang Tianjin dan Zhang Yunlei menjelaskan tentang perkara teater dan Li Yueyin pada Wang Jiayou membuat laki-laki itu menutup mulutnya dengan kipas tangan menyembunyikan senyum geli.


Lu Xiang hanya dapat menggelengkan kepala melihat temannya masih tertawa lucu lalu melangkah masuk rumah. Ia merindukan istrinya, saat ini mungkin istrinya tengah melakukan persiapan dan tidak lama lagi akan melakukan perjalanan ke ibukota.


&&&


Disaat bersamaan di kediaman putra mahkota, Murong Xianming mendengar Ye Hemin menjelaskan pertemuannya dengan Lu Xiang lalu tersedak oleh wine mendengar bahwa penjelasan tersebut.


"Pangeran, sepertinya Lu Xiang sedikit curiga kalau aku berada di dalam fraksi mu".


"Itu karena kau menjadi gusar ketika mengatakan bahwa pak tua tidak berada di fraksi Yang Mulia putra mahkota".


Ye Hemin berkacak pinggang tidak terima di tuduh oleh Ming Baixin. "Itu karena kau Baixin, jika kau tidak ikut gusar maka Lu Xiang tidak ikut curiga".


Murong Xianming menghela napas panjang dan menopang keningnya dengan pasrah. Lu Xiang pasti berpikir bahwa anak buahnya penuh dengan orang naif seperti Ye Hemin dan Ming Baixin, walaupun kenyataannya tidak demikian namun ia merasa malu membayangkan ekspresi kasihan laki-laki itu ketika menatap iba padanya. 


"Pangeran, anda kenapa?". Ye Hemin menjadi khawatir, ia segera ingin memeriksa denyut nadi Murong Xianming.


"Ha~ Kalian membuatku malu. Lu Xiang sudah mengetahui bahwa kalian berdua adalah anak buahku".


"Benarkah? Bukannya dia hanya curiga?".


"Ya. Tapi ia menjadi yakin setelah kau menanyakan tentang wine, tidak ada yang tau tentang wine itu selain kita karena kontrak penjualan dengan Adelia. Siapa yang tau wine itu begitu nikmat jika tidak mencicipi sebelumnya. Apa kau berpikir bahwa kau dapat mencicipi wine dari Duke Shu Taifu?".


Ye Hemin membuka mulutnya namun ia tidak bisa membantah perkataan Murong Xianming dan hanya dapat tersenyum meringis.


"Yang Mulia putra mahkota, apa anda pikir Lu Xiang akan menjauhkan diri dari kami setelah tau bahwa kami anak buah anda?".


"Sepertinya tidak".


"Oh! Kalau begitu Lu Xiang juga akan masuk ke fraksi kita?".


"Sudah! jangan mengangguku. Aku harus memeriksa laporan dari Wei Bei". Murong Xianming tidak bisa menjawab dan melambaikan tangannya mengusir dua orang naif di hadapannya.


Ming Baixin melirik Ye Hemin menanyakan pendapatnya, temannya hanya mengangkat bahu.

__ADS_1


__ADS_2