
Lu Xiang tertawa seksi di telinga Adelia membuat tubuh wanita itu seperti tergelitik, api gairah memantik dalam tubuhnya.
"Kau sangat buruk dalam berbohong sayang. Aku tau kau pernah melihatnya, atau mungkin kau juga menyimpannya dalam space?!".
Tubuh Adelia tersentak kaget dan itu tertangkap oleh mata Lu Xiang membuat tawa seksi laki-laki itu semakin keras dan menggoda.
"Berikan padaku sayang. Aku ingin melihatnya? Aku sangat penasaran dengan permainan orang modern lakukan di atas ranjang".
"Sudah aku bilang aku tidak memilikinya!" Adelia menjawab frustasi, wajahnya semakin memanas karena godaan suaminya.
Lu Xiang semakin senang dan terkekeh seksi melihat raut wajah istrinya, menggoda Adelia begitu menyenangkan hingga membuatnya adiktif. Reaksi wanita kesayangannya ini begitu menarik hingga ia tidak pernah bosan melihatnya.
"Bukankah aku sudah katakan kalau pembohong yang buruk sayang? Menyerah lah dan penuhi permintaan ku kalau tidak ingin tidak bisa bangun besok pagi". Lu Xiang menjilat daun telinga Adelia lalu menggigit pelan.
Tubuh Adelia seperti tersengat listrik, sensasi kebas yang menyelimuti tubuh membuatnya semakin meringkuk ingin menjauh dari suaminya.
"Sayang~. Jadi kau ingin memilih pilihan kedua. Baiklah".
"A-aku akan memberikannya" Dadanya berdegup sangat kencang, ia menyerah dan tidak bisa lagi mendapat godaan dari suaminya. Lebih dari ini ia akan mendapat serangan jantung.
Lu Xiang mengangkat alis dan tersenyum menang. Ia melihat Adelia memunculkan sebuah benda sebesar telapak tangan yang disebut dengan handphone, mengaktifkannya dengan wajah yang masih memerah lalu menekan tombol play dan memberikannya padanya.
Mata Lu Xiang membesar melihat bahwa bukan buku yang Adelia perlihatkan namun gambar bergerak yang disebut dengan video.
Adelia menutup wajahnya yang memerah dengan selimut dan bersembunyi sangat malu.
Lu Xiang menonton video yang dari detik ke detik semakin memanas dengan wajah malu karena tidak pernah melihat wanita yang tidak mengenakan pakaian satu helai pun selain Adelia namun tidak ada reaksi biologis di bagian bawah tubuhnya.
Wajah sang wanita yang mendesah nikmat tanpa malu begitu kotor di matanya, walaupun tangannya terikat di kepala ranjang dan sang laki-laki melakukan hubungan intim dengan kasar namun reaksi wanita malah bertambah intensbukannyan takut.
Adelia yang mendengar ******* liar itu menjadi sangat malu dan ingin melarikan diri namun lengannya ditangkap oleh Lu Xiang.
"Kau ingin kemana sayang~?".
"Aku..aku ingin ke kamar mandi" Jawab Adelia dengan suara lirih.
__ADS_1
"Ayo aku temani".
"Kau tidak perlu menemaniku!".
"Kenapa?".
Adelia melihat tangan suaminya yang memegang handphone yang sedang memainkan video dewasa lalu menutup wajahnya, kesal dan malu yang hebat membuatnya tidak tau harus bereaksi seperti apa.
Adelia menepis tangan suaminya dan kembali tidur, intuisinya mengatakan bahwa malam ini ia tidak akan bisa tidur nyenyak karena Lu Xiang pasti akan meminta jatah. Ia memaksa untuk tidur agar Lu Xiang mengurungkan niatnya ketika melihatnya tertidur pulas namun suara ******* tinggi itu membuyarkan semua konsentrasinya!!.
Lu Xiang tersenyum menggoda melihat reaksi istrinya dan kembali fokus pada video. Permainan ranjang yang asing itu tidak begitu nikmat dimatanya karena terkesan seperti paksaan.
Tidak nikmat seperti reaksi Adelia.
Itulah yang Lu Xiang pikirkan, ia kehilangan selera untuk menonton lebih lanjut dan lebih memilih untuk menggoda istrinya, ia pun menekan tombol power agar terkunci otomatis dan meletakkan handphone di atas meja.
Lu Xiang melihat Adelia yang bersembunyi di balik selimut lalu memegang dagu dan membayangkan wajah Adelia sedang bercinta dengan tangannya yang terikat.
Bayangan wajah memerah dengan air mata yang mengenang di pelupuk mata seperti sedang dibully membuat juniornya mengeras. Jakunnya naik turun menahan hasrat.
Tubuh Adelia berkeringat, wajahnya semakin memerah karena panas namun ia meringkuk tidak ingin menatap suaminya.
Lu Xiang menarik tangan yang menutupi wajah Adelia dan terkekeh geli. "Apa kau tidak panas sayang?".
"Berhenti menggangguku Lu Xiang! Aku ingin tidur!!" Tidak tahan di goda terus, Adelia akhirnya menangis kesal.
Bukan merasa iba, Lu Xiang malah semakin ingin membully istrinya, ia mengambil kain ikat pinggang panjang lalu mengikat kedua tangan Adelia tidak kuat agar istrinya tidak merasa sakit lalu mengangkat kedua tangan Adelia ke atas kepala.
"Sayang~. Ayo kita peragakan apa yang baru saja aku lihat". Lu Xiang tidak memberi Adelia untuk menolak dan mencium dalam bibir ranum yang selalu memabukkannya.
Mata Adelia yang terbelalak ketika Lu Xiang mengikat tangannya sedikit mengabur karena ciuman intens suaminya.
Lu Xiang mengecup, menghisap dan menggigit pelan leher Adelia meninggalkan kiss mark yang begitu menggoda. Ia melepaskan rok istrinya dan menenggelamkan wajahnya di paha Adelia.
Jilatan di daerah sensitif membuat punggung Adelia terangkat naik dan matanya membesar.
__ADS_1
"Lu Xiang. Kau sudah gila!! Itu ko..ahh!!" Lidah Lu Xiang yang bergerilya liar membuatnya kehilangan fokus, tangannya berusaha untuk mendorong kepala suaminya namun pahanya yang menghimpit menunjukkan perasaan yang sebenarnya.
Malam itu Adelia mendesah keras, air liur mengalir ke leher karena selalu membuka mulutnya bernapas kuat. Tempat tidur yang berderit menunjukkan betapa intens permainan ranjang yang dilakukan kedua insan itu membuat siapa saja malu mendengarnya.
Selesai memakan puas istrinya, Lu Xiang melihat keadaan istrinya yang berantakan di atas tempat tidur dan tersenyum. Ia memakai celana dan pergi ke dapur memanaskan air lalu membersihkan dirinya.
Lu Xiang kembali dengan rambut basah dan tubuh yang segar. Ia membawa baskom air hangat dan handuk lalu mengelap tubuh istrinya, membersihkan dari sisa-sisa cairan putih yang mencurigakan lalu memakaikan baju pada istrinya.
"Lu Xiang....bangsat..." Adelia begitu kesal sampai bergumam umpat dalam tidurnya, ia tidak terbangun apapun yang dilakukan oleh suaminya.
Lu Xiang terkekeh lucu, ia mengecup kening, pipi dan bibir Adelia sebelum meletakkan tangannya di perut buncit Adelia.
"Anak baik. Kau tidak mengganggu ayahmu yang sedang berolahraga dengan ibumu, kerja bagus. Selamat malam baobao". Bisiknya.
Lu Xiang tertegun mendapat respon di bawah tangannya, senyumnya semakin mengembang. Ia mengecup perut Adelia dan mengajak ngobrol bayinya selama beberapa menit sebelum memeluk istrinya dan tidur.
Besoknya Adelia yang bangun dengan tubuh yang letih menatap tajam pada Lu Xiang yang merasa puas dan mood baik. Tatapan pisau itu dibalas dengan senyum lembut oleh laki-laki itu.
Lu Xiang membujuk Adelia untuk tidak marah padanya, ia mengelap wajah istrinya, menggosok gigi lalu mengantarkan sarapan ke tempat tidur.
"Jangan marah sayang. Aku akan pergi selama beberapa hari, masak kau mengantarkan ku dengan muka masam?".
Adelia masih membuang wajahnya tidak ingin menatap suaminya. Tadi malam Lu Xiang mengabaikan permintaannya yang ingin berhenti, sekarang gilirannya yang mengabaikan bujukan suaminya.
Lu Xiang masih tersenyum tidak terpengaruh oleh wajah cemberut istrinya, dengan sabar dan telaten ia menyuap Adelia sarapan sembari berusaha membujuk istrinya.
Adelia baru mengubah raut wajahnya ketika Lu Xiang ingin berangkat.
"Hati-hati di jalan. Kau tidak melupakan apapun kan?".
"Tidak sayang. Aku pergi, tinggal di rumah dan jangan kemana-mana. Setelah pulang aku akan menemanimu jika kau ingin keluar. Mengerti sayang ku~?.
Adelia tersenyum geli dan mengangguk. Lu Xiang mengecup kening, pipi, bibir dan leher istrinya sebelum naik ke kereta kuda.
Li Yueyin yang melihat itu semua menjadi sangat cemburu pada Adelia, tatapan lembut penuh cinta itu seharusnya menjadi miliknya. Ia menginginkan perlakuan seperti itu dari Lu Xiang. Mengapa Adelia yang mendapatkannya!!!.
__ADS_1
Walaupun marah dan cemburu namun tidak bisa yang Li Yueyin lakukan, ia hanya hanyut pada perasaannya sendiri.