Menjadi Istri Marquis

Menjadi Istri Marquis
Kedatangan Marquis dan rumor


__ADS_3

"Ada gerangan apa tuan Marquis datang ke rumah sederhana ini?". Lu Xiang tidak ingin berbasa-basi dan berkesan bahwa ia mencari muka.


"Lu Xiang, senang bertemu bertemu denganmu. Ini pertemuan pertama kita tapi aku merasa bahwa kita sudah bertakdir jadi panggil saja aku paman". Marquis Shan tertawa senang dan mencoba terlihat akrab, mungkin Lu Xiang akan percaya jika tidak melihat cahaya remeh di mata laki-laki tua itu.


"Senang bertemu dengan anda tuan Marquis, bagaimana mungkin saya memanggil dengan sebutan tidak hormat pada anda".


Senyum Marquis sedikit menghilang, ia paham bahwa Lu Xiang tidak ingin langsung menjalin hubungan karena belum yakin pangeran siapa yang akan naik tahta atau karena ingin menjadi netral? tapi bagaimanapun ia harus membawa laki-laki untuk pihaknya mengingat potensi besar yang laki-laki itu miliki.


"Jangan sungkan, panggil saja aku paman Shan. Kedatanganku kemari karena ingin menjalin hubungan baik denganmu, mungkin kau tidak tau karena baru beberapa hari berada di ibukota namun disini kau harus mencari backing agar mudah beradaptasi".


"Beberapa hari yang lalu Lu Xiang telah menemui Duke Shu Taifu tuan Marquis, beliau sangat bijaksana dan berwawasan luas. Saya sangat terkesan karena dapat belajar banyak dari beliau".


Mata Marquis sedikit menjadi kelam, jawaban Lu Xiang yang terkesan tidak nyambung membuatnya mengerti bahwa pemuda tengik ini tidak mau menjalin hubungan baik dengannya.


"Benarkah? Aku senang kau sudah memiliki ranting yang jauh lebih dariku tapi walaupun ranting yang aku miliki tipis tapi akarku lebih solid daripada Duke Shu". Akarnya adalah pangeran keempat, Murong Xianxian, hanya Kaisar akar yang lebih tebal darinya.


"Tuan Marquis Shan, saya minta jika kedatangan anda tidak membawa ekspektasi apapun dari saya".


Tangan Marquis sedikit mengepal, tatapannya semakin dingin menatap Lu Xiang, tolakan demi tolakan membuat emosinya hampir tidak dapat ia kendalikan.


"Aku tidak meminta tempat yang telah diduduki oleh istrimu, putriku bisa menjadi istri samping Lu Xiang, apa kau juga akan menolaknya".


Lu Xiang berdiri dan membungkuk hormat sembari menangkup kedua tangannya. "Maafkan saya tuan Marquis".


"Heh~ Rupanya matamu lebih tinggi dari langit. Apa kau pikir dengan backing Duke Shu kau bisa membangun karir dengan mulus? Tidak! Karena Shu Taifu tidak punya wewenang di akademi Huanlin tapi tidak denganku". Perkataan Marquis Shan mengandung peringatan dan ancaman.

__ADS_1


Lu Xiang hanya diam menolak.


Marquis begitu emosi, dadanya naik turun, matanya seakan dapat membunuh Lu Xiang yang begitu mengesalkan di matanya. Ia menepis lengan baju dengan kasar. "Aku akan lihat apa karirmu akan selancar tolakanmu. Dasar tidak tau diuntung". Marquis Shan pun dengan wajah penuh emosi.


"Terimakasih sudah berkunjung kemari Marquis Shan".


Tak berapa lama setelah Marquis meninggalkan rumah sewa Lu Xiang dalam keadaan marah, rumor tentang Lu Xiang yang sombong dan pongah menyebar, mereka mengatakan bahwa Lu Xiang ingin backing yang sangat kuat sehingga menolak tawaran Marquis yang mengirim putri kesayangannya menjadi selir.


Banyak yang bereaksi akan rumor tersebut, pangeran ketiga Murong Xianting mendengus cemooh, ia juga tau bahwa ide kincir air yang diterima antusias oleh Kaisar berasal dari Lu Xiang namun karena backing dan kasih sayang Kaisar pada ibu dan dirinya, dia tidak peduli keuntungan yang dihasilkan oleh ide tersebut. Kakeknya seorang panglima besar yang berkuasa di provinsi Liaoning yang dekat daerah perbatasan dengan kerajaan lain, keluarga maternalnya memiliki ratusan ribu prajuit yang siap dikerahkan sehingga keluarga Yang juga memiliki pengaruh terlepas berada jauh di daerah perbatasan, terlebih setelah Kaisar memanjakan Yang Guifei dan dirinya, pengaruh pangeran ketiga semakin kuat di ibukota.


Untuk pangeran keempat, Murong Xianxian sendiri sedikit kesal oleh penolakan Lu Xiang dan juga tidak suka dengan cara pamannya mengatasi masalah. Kenapa harus membuat rumor?! Apa dia ingin mengumumkan bahwa ia telah ditolak oleh Lu Xiang yang hanya seorang sarjana jinshi?!!.


"Cepat pergi ke Marquis Shan dan katakan untuk menarik rumor itu! Apa dia ingin ayah mengetahui rencana kita?!! Dasar tidak berguna!!". Perintah Murong Xianxian begitu emosi dan sedikit panik, karena rumor sialan itu kakaknya pasti akan curiga padanya. Curiga mengapa ia ingin menarik Lu Xiang yang notabene menjadi perhatian dari Kaisar, jika ia tidak segera mengatasi dan membuat pengalihan maka usahanya dalam menyembunyikan ambisinya akan sia-sia!!.


"Sampaikan rumor itu pada adik ketigaku tercinta, ia akan sibuk dengan dengan si keempat dan membuat kita menjadi sedikit rileks".


"Baik master". Juan menghilang setelah menjawab perintah Murong Xianming.


"Lu Xiang memang bidak yang berguna" Murong Xianming tertawa di ruangan yang sekilas hanya ia sendiri berada di dalamnya.


&&&


Adelia yang masih jauh dari ibukota tidak mengetahui rumor yang menimpa suaminya. Ia, anak, adik dan penjaga serta pelayan melakukan perjalanan pelan karena tidak ingin membebani tubuh Baobao yang masih sangat kecil.


Beruntung Adelia memiliki air sumur teratai yang dapat menenangkan tubuh, baik Baobao maupun Adelia dan kedua adik iparnya tidak mengalami mabuk berat perjalanan sehingga mereka tidak jatuh sakit.

__ADS_1


Perjalanan dari Fucheng ke ibukota yang biasanya hanya memakan waktu tiga hari menjadi seminggu karena perjalanan pelan yang mereka lakukan.


"Nyonya, kita menginap di sini saja karena hari sudah sore" Saran Lu Mei.


Adelia memeriksa langit dari jendela dan mengangguk. "Baobao, Lu Cheng, Lu Shan. Hari ini kita menginap di sini sebelum besok melanjutkan perjalanan. Dua hari lagi kita akan sampai ke ibukota".


"Baik kak Adel".


Keluarga kecil itu turun dari kereta dan masuk ke kamar setelah check in oleh Lu Mei. 


"Baobao, kau pasti sudah lapar kan? Sebentar ya, ibu akan membersihkan diri dulu sebelum memberimu asi. tubuh ibu sangat lengket oleh keringat". Adelia mengatakan penuh kasih sayang dan mengecup kening dan pipi anaknya sebelum menyerahkannya pada Lu Mei dan Lu Yang.


Lu Fang dan pelayan lain melayani Lu Cheng dan Lu Shan serta menyuruh pelayan penginapan untuk menyiapkan air hangat untuk majikan mereka.


Selesai mandi, Adelia memberi asi untuk Baobao. Keduanya saling bertatapan dan sesekali tersenyum satu sama lain, mereka seolah dapat berbicara lewat mata dan tertawa bersama.


"Baobao ibu sangat tampan seperti ayahnya. Kau sekarang sudah bisa mengatakan ayah kan? Coba katakan, ibu ingin mendengar".


Seakan seperti mengerti, Baobao melepaskan ****** ibunya dan menjawab. "Baba~".


"Hehe, anak pintar".


Adelia berbicara mesra dengan anak sebelum tidur dengan nyaman, seharian melakukan perjalanan tanpa henti walaupun dengan tempo pelan sangat melelahkan, sebelum memejamkan matanya ia berdoa akan sampai tepat waktu dan dapat bertemu dengan suami yang ia rindukan secepatnya.


"Selamat malam Baobao, selamat malam sayang. Aku merindukanmu". Lirih Adelia di dalam kegelapan malam.

__ADS_1


__ADS_2