Menjadi Istri Marquis

Menjadi Istri Marquis
Pergi ke rumah Banmei


__ADS_3

Lu Xiang pulang ke rumah dan mendapati bahwa suasana rumah yang murung, mulai dari pelayan dan Lu Cheng maupun Adelia.


"Ada apa sayang?"


Adelia mendongak dan tersenyum melihat suaminya, ia pun memberikan Baobao kepada Lu Yan dan memeluk Lu Xiang dengan mesra.


"Kau sudah pulang? Apa kau ingin mandi atau makan dulu?".


Lu Xiang menggeleng kepala. "Apa yang terjadi sayang? Kenapa raut wajah Lu Cheng dan yang lain terlihat muram?".


Adelia diam sesaat sebelum menghela napas panjang, helaan napas beban itu membuat Lu Xiang seketika mengerti. "Apa karena rumor di luar?".


"Hari ini Lu Cheng dan Lu Shan diejek oleh beberapa temannya karena rumor yang menyebar di kota dan Lu Cheng membalas dan membuat mereka berkelahi, hasilnya akademi menyuruh Lu Cheng dan Lu Shan untuk belajar di rumah untuk sementar".  dikatakan bahwa kedua dikeluarkan dari akademi dengan cara yang halus.


Lu Cheng dan Lu Shan sudah masuk ke akademi dengan rekomendasi dari Shu Taifu selama beberapa hari dan berteman dengan baik dengan teman kelas mereka, terlebih cucu Shu Taifu yang juga baru masuk akademi. Lu Cheng dan Lu Shan tidak satu kelas karena fondasi ilmu keduanya tidak sama sehingga Lu Cheng menempati kelas yang lebih tinggi dari Lu Shan namun rumor yang beredar membuat para guru Jurenn yang mengajar di kelas keduanya takut terkena imbas jika keluarga Lu Xiang dihukum karena tidak bisa menjalankan perintah Kaisar, terlebih setelah mendapat keluhan dari beberapa orangtua yang memiliki pengaruh di akademi sehingga perkelahian itu menjadi alasan yang tepat untuk menjauhkan kedua anak laki-laki itu dari akademi.


Mereka melakukannya tanpa memberitahu kepala sekolah akademi dan berpikir bahwa apa yang mereka lakukan adalah benar.


Raut wajah Lu Xiang seketika berubah. "Itu hukuman yang sangat berat hanya sekedar untuk perkelahian sesama teman kelas".


"Itu hanya alasan".


Lu Xiang menghampiri kedua adiknya yang menundukkan kepala, ia pun merangkul kedua dengan lembut. "Aku minta maaf, karena aku dan Adelia kalian juga terkena imbasnya".


Lu Cheng dan Lu Shan menggeleng kepala dengan mata yang memerah ingin menangis. "Kau tidak salah kak. Rumor itu muncul karena ada orang yang tidak suka denganmu, lagipula itu belum terjadi".

__ADS_1


Lu Xiang tersenyum lega. Lu Cheng yang jauh lebih dewasa mengerti akan hal itu. "Lagipula aku tau bahwa perkelahian kecil itu hanya alasan untuk memulangkanku dan Lu Shan dari akademi tapi bagaimanapun aku sangat sedih dan kecewa, akademi adalah tempat yang netral namun nyatanya masih bisa dipengaruhi oleh pihak eksternal".


Adelia sedikit terkejut mendengar perkataan Lu Cheng, ia tau bahwa anak laki-laki yang hampir menginjak usia 7 tahun lebih dewasa daripada anak-anak seusianya namun ia tidak menyangka bahwa ia bisa mengerti sedetil itu.


"Kak. Siapa orang yang tidak suka denganmu?" Lu Shan sudah tau alasan kenapa dia dan Lu Cheng dipulangkan oleh akademi sehingga ia tidak merasa malu dan berpikir bahwa ia sudah melakukan sesuatu yang salah. Namun ia heran dengan orang yang tidak suka dengan kakaknya yang handal dan hebat.


"Setiap orang pasti akan ada orang yang suka dan tidak suka padanya. Kalian hanya perlu menjadi diri dan jangan takut hanya karena pendapat orang lain, kalian tidak perlu khawatir, masalah ini akan selesai tidak lama lagi dan kalian akan bisa belajar di akademi lagi".


Lu Cheng membuka mulutnya dan menutup kembali, ia sebenarnya tidak ingin belajar di akademi Huanlin karena disana tingkat diskriminasi dan strata sosial yang begitu dalam sehingga banyak terjadi bullyan dan penjilat hanya karena status keluarga mereka dan bukan prestasi yang mereka ukir namun ia tau bahwa akademi Huanlin memiliki reputasi tertinggi di kalangan akademi lainnya.


&&&


"Apa kau juga mengalami kendala di kantor Lu Xiang?". Adelia yang berbaring di samping menoleh pada suaminya.


Lu Xiang tersenyum lalu menggeleng lemah. "Itu bukan masalah, mereka hanya seperti lalat yang berdegung ketika ada kesempatan".


Lu Xiang tertawa lemah, walaupun menyebalkan namun ia yakin itu tidak akan bertahan lama, setelah istrinya menyerahkan wine baru kepada Kaisar maka dengungan tersebut akan hilang dengan sendirinya.


Adelia menatap suaminya yang berekspresi relaks namun ia tau bahwa bekerja di bawah nyinyiran orang lain sangat menguras tenaga dan pikiran, ia tidak bisa membantu karena apapun selain menghibur dan menyemangati suaminya.


Adelia akhirnya bangun dan naik ke atas tubuh Lu Xiang membuat laki-laki itu terkejut lalu tatapannya berubah setelah merasakan pinggul istrinya yang bergesekan dengan badan bagian bawahnya.


"Ayo kita lakukan sesuatu yang menggairahkan malam ini". Ucap Adelia lalu mendekati Lu Xiang dan mengecup singkat bibir suaminya.


"Kau yang memintanya sayang". Lu Xiang dengan cepat membalikkan posisi mereka dan mencium Adelia dengan dalam dan basah, tangannya dengan lihai membuka baju tidur istrinya dan mengelus daerah sensitif wanita di bawahnya yang sudah sangat ia hafal.

__ADS_1


******* keluar dari mulut Adelia membuat Lu Xiang semakin bersemangat, malam itu menjadi malam yang panjang bagi sejoli yang masih haus akan satu sama lain membuat ranjang berderit menyemangati dan diiringi oleh suara jangkrik malam.


Besoknya, alis Lu Xiang terangkat naik ketika Ming Baixin mengajaknya ke rumah bordil yang terkenal di ibukota untuk bertemu dengan putra mahkota. Laki-laki itu tiba-tiba memberitahukan ingin bertemu setelah ia pulang dari kantor.


"Kau yakin tempatnya disana".


Ming Baixin mengangguk pasti. "Ayo kita pergi"


"Tunggu sebentar, aku harus mengabari istriku dulu. Aku tidak ingin membuatnya menjadi salah paham".


"Ini pertemuan rahasia Lu Xiang, kau tidak bisa memberitahu istrimu".


"Aku tau, aku hanya memberitahu sekilas supaya Adelia tidak salah paham". Lu Xiang bersikeras, ia tidak ingin istrinya mendengar informasi bahwa ia masuk ke rumah Banmei dari orang lain. Walaupun ia tau bahwa Adelia tidak akan salah paham namun ia tidak akan membiarkan hal sekecil apapun yang berpotensi menjadi masalah di masa depan.


Ming Baixin memutar bola mata dengan jengah, ia tau bahwa Lu Xiang adalah budak cinta kepada istrinya namun ia tidak menyangka akan separah itu!. Laki-laki mana di ibukota yang takut istrinya salah paham ketika pergi ke rumah Banmei karena itu hal yang normal dilakukan oleh laki-laki asalkan mereka tidak membawa wanita dari rumah Banmei ke rumah, tidak akan ada wanita yang akan mempermasalahkan tentang hal tersebut.


"Tsk, terserah kau saja. Cepatlah lakukan".


Lu Xiang lalu mengirimkan Lu Cai untuk memberitahu Adelia tentang tujuan kepergiannya ke rumah Banmei, walaupun ia tidak menyampaikan bahwa akan bertemu dengan Murong Xianming namun istrinya pasti akan mengerti apa yang ia katakan.


Selesai mengirim Lu Cai ke rumah, Lu Xiang menaiki kereta kuda Ming Baixin dan pergi ke rumah Banmei yang berada di bagian dalam kota. Rumah Banmei yang bernama rumah bunga yang mekar atau disebut dengan BumoHua sudah berdiri sangat lama dan menjadi rumah bordil yang paling diminati karena memiliki gadis cantik yang telah dididik dengan keras oleh mucikari dengan trik yang handal dan sangat ahli dalam menaklukkan hati dan pikiran laki-laki.


Alis Lu Xiang berdenyut tidak nyaman melihat gadis-gadis dengan pakaian tertutup namun terlihat seksi yang berdiri di depan gedung berlantai tiga, siap menunggu pelanggan yang akan mereka tarik ke dalam.


"Tuan Ming! Anda sudah lama tidak berkunjung, Meimei sangat rindu pada anda tuan Ming" Seorang gadis sangat senang melihat Ming Baixin yang turun dari kereta, ia menjatuhkan dirinya dengan lembut ke arah Ming Baixin dan bergelayut manja di dada laki-laki itu.

__ADS_1


"Hahaha, aku juga merindukanmu Meimei, jika tidak mana mungkin aku akan datang kemari".


Jawaban mesra Ming Baixin membuat gadis bernama Meimei tertawa kecil yang seksi dan itu membuat bulu kuduk Lu Xiang merinding.


__ADS_2